Kisah Kasih Keluarga Dampit

Kisah Kasih Keluarga Dampit
Menikah


__ADS_3

Sepulang dari rumah Azizah, Arjuna bersiap berkemas untuk kembali menuju pondok pesantren tempat dia mengajar. Arjuna akan kembali dua bulan kedepan, untuk menikahi wanita yang dicintainya.


"Saya harus bertugas dulu ke pondok. Malam ini juga saya harus melakukan perjalanan kembali ke sana." pamit Arjuna kepada Azizah saat acara telah selesai.


"Apa tidak bisa besok pagi saja mas perjalanannya?" tanya Azizah yang khawatir, karena Arjuna akan melakukan perjalanan malam.


"Tidak bisa, karena besok pagi saya ada jadwal mengajar." jawab Arjuna.


"Mas Juna hati-hati ya." kata Azizah dengan wajah penuh kekhawatiran."


"Ya, InshaaAllah. Zizah juga jaga diri baik-baik ya. Sampai jumpa dua bulan kedepan, semoga kita diijinkan Allah untuk bersatu dalam ikatan suci." kata Arjuna.


"Aamiin." jawab Azizah.


Malam itu, Arjuna melakukan perjalanan sorang diri menuju Kota Ponorogo dengan mengendarai motor empat tak nya. Empat jam perjalanan, akhirnya Arjuna bisa sampai di lokasi dengan selamat tanpa ada kendala di jalan.


Sempat beristirahat sebentar, lalu Arjuna bangun lagi, untuk menunaikan ibadah sholat tahajjud. Arjuna berdoa memohon kelancaran untuk pernikahannya dua bulan kedepan.


💞💞💞


Dua bulan sudah berlalu, Arjuna sudah kembali dari pondok pesantren tempat dia mengajar. Hari ini adalah hari yang ditunggu oleh Arjuna dan Azizah. Arjuna sudah siap di make up oleh petugas MUA, begitupun dengan pengantin putrinya, juga di rias oleh tim rias yang baik dan sabar.


Setelah kedua mempelai sudah siap, Arjuna dan Azizah duduk bersanding di tempat prosesi pernikahan. Saksi dan wali juga sudah siap.


"Kepada Saudara Arjuna Ramayana bin Ma'ruf. Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau, dengan putri saya Azizah Nur Hasanah binti Yunus dengan maskawin uang dua ratus ribu dan emas duapuluh gram, dibayar tunai." kata pak Yunus dengan lancar.


"Saya terima nikah dan kawinnya Azizah Nur Hasanah binti Yunus, dengan maskawin tersebut, tunai." jawab Arjuna dengan lantang.


"Bagaimana, para saksi, sah?" tanya pak penghulu.

__ADS_1


"Sah..." jawab para saksi dan para hadirin.


Arjunapun menoleh kearah Azizah. Azizah mencium tangan Arjuna dengan khidmat, begitupun dengan Arjuna yang meletakkan tangan kirinya di kepala Azizah sambil mendo'akan istrinya.


Setelah melakukan prosesi ijab qobul, para hadirin memberikan ucapan kepada kedua mempelai dengan membacakan do'a-do'a terbaik untuk kedua mempelai.


"Mas..." panggil seorang yang tak asing bagi Arjuna.


"Jeni?"


"Selamat ya mas, akhirnya mas Juna juga menyusul Jeni." kata Anjani.


"Iya, terimakasih." jawab Arjuna.


"Samawa ya mas." kata Anjani.


Kemudian Anjani bersalaman dengan Azizah, sedangkan Kaisar bersalaman dengan Arjuna.


"Mbak, selamat ya. Ga nyangka, justru kalian berjodoh. Maaf, dulu gue pernah cemburu sama elo." kata Anjani kepada Azizah.


"Cemburu?" Azizah bingung. Namun Anjani tak melanjutkan penjelasannya, karena sudah terdesak oleh orang lain yang ingin berfoto dengan kedua mempelai.


Hingga sorenya setelah acara selesai, Anjani mendekati Arjuna yang tampak sudah bisa beristirahat, setelah sedari tadi melayani para tamu undangan yang ingin memberikan ucapan sekaligus do'a- do'a terbaik untuk dirinya.


"Mas Juna." panggil Anjani sambil duduk di kursi sebelahnya Arjuna.


"Ya?"


"Ehm, kita berdua kan sudah sama-sama nikah. Misal..." kata Anjani tak melanjutkan perkataannya.

__ADS_1


"Kenapa?" tanya Arjuna penasaran.


"Misal...Jeni pingin ziarah ke makam bapak ibu. bisa ga mas?" tanya Anjani.


"Bisa. Kapan?" tanya Arjuna.


"Sekarang, gimana? Karena besok gue udah harus balik. Mas Kaisar ga bisa ijin mendadak." kata Anjani.


"Okey. Kita kenalkan pasangan kita kepada bapak dan ibu. Pasti mereka bahagia di sana." kata Arjuna.


Kemudian, sore itu juga, Arjuna dan Anjani bersama pasangan mereka masing-masing berkunjung ke kampung tempat tinggal Arjuna dahulu bersama bu Erna, karena kebetulan Bu Erna sekeluarganya juga menghadiri pernikahan Arjuna. Sesampainya di kampung tempat Arjuna Tinggal, Mereka langsung menuju TPU tempat ayah dan ibu mereka dimakamkan.


Bu Erna Mengantar mereka menuju makam, dan benar saja, sesampainya di makam, kedua anak kembar itu memperkenalkan pasangan mereka masing-masing.


"Assalamualaikum ibu, ayah. Ini Juna. Juna ke sini ga sendiri, ataupun cuma bareng bu Tutik Atau bu Erna. Tapi Juna ke sini, bareng adik Juna bu, yah..." kata Arjuna sambil merangkul Anjani.


"Ibu. Ayah... maafin Jeni, Jeni ga pernah do'ain kalian, ga pernah main ke sini untuk jenguk kalian. Jeni bener-bener ga tau ayah...ibu...maafin Jeni." kata Anjani sambil menangis diatas pusara ibunya.


"Ayah, ibu. Berbahagialah kalian di sana, karena kami disini sudah menyempurnakan agama kami. Juna sudah menikah, baru saja. Dan Jeni juga sudah menikah, Jeni menikah dengan seorang tentara bu, yah... Seorang abdi negara yang InshaaAllah Sholih." kata Arjuna sambil menatap Kaisar. Kaisar membalas dengan senyuman.


"Dan ini istriku, namanya Azizah. Dia memang seorang janda, tetapi dia masih gadis. Dia adalah wanita pilihan Allah untukku, dimana kami akhirnya dipertemukan dalam ikatan pernikahan. Terimakasih ayah dan ibu, sudah membuat kami hadir di dunia ini. Meski tanpa kalian, Kami mampu bertahan hingga detik ini, karena Allah telah mengirimkan orang-orang baik untuk kami." kata Arjuna sambil merangkul istrinya, dan menoleh ke arah bu Erna.


"Ayah sama Ibu tenang di sana ya. Kami akan selalu kirimkan do'a untuk kalian." kata Arjuna.


Setelah dirasa cukup, Arjuna dan Anjani kembali pulang ke rumah mereka masing-masing. Arjuna kembali ke Ponorogo, bersama Azizah. Sedangkan Anjani ikut suaminya bertugas ke Surabaya. Olshop nya masih jalan, tetapi dia memilih untuk membayar karyawan saja, dan mempercayakan olshopnya kepada sahabat tercintanya, Zalva yang juga sudah menikah dengan Zulfi.


💞💞💞


Sekian Kisah Kasih Keluarga Dampit, semoga kita bisa mengambil pelajaran dari kisah ini. Ikuti terus novel-novel karya Dede di Noveltoon, karya yang sederhana, tapi semoga membawa manfaat dan bisa diambil pelajaran di dalamnya.

__ADS_1


__ADS_2