Kisah Kasih Keluarga Dampit

Kisah Kasih Keluarga Dampit
Nyariin


__ADS_3

Pagi itu, setelah sarapan bersama sebelum berangkat mengantarkan pengantin ke tempat resepsi, Arjuna kelupaan dengan dompetnya.


"Eyang, maaf, Juna mau ambil dompet dulu ke kamar ya Eyang." kata Arjuna berpamitan.


"Iya Juna, Cepet ya, keburu ditunggu besan soalnya." jawab Eyang Maryam.


"InshaaAllah eyang." kata Arjuna.


"Dek, tolong dampingi eyang ke mobil ya. Dompet mas ketinggalan." kata Arjuna kepada Aisywa adiknya.


"Ya mas." jawab Aisywa, yang kemudian mendekat pada Eyang Maryam dan menuntunnya ke mobil.


Setelah dari kamar, mengambil dompetnya, Arjuna sedang mengunci pintu rumah, namun tiba-tiba terdengar teriakan minta tolong dari arah asrama putri.


"Tolong!"


Arjunapun segera berlari ke asrama putri, dan sudah dia melihat kerumunan para santriwati yang ternyata ada seorang santriwati yang kejang.


"Ada apa ini?" tanya Arjuna yang membuka kerumunan santriwati menerobos masuk ke tengah.


"Diah Kejang Ustadz." kata teman yang memangkunya.


"Kita bawa ke ruang kesehatan dulu." kata Arjuna sambil membopong santriwati itu.


"Panggil dokter!" perintah Arjuna sambil berlari membawa santriwati itu ke ruang kesehatan.


Saat Arjuna berlari, Zulfi pas berjalan hendak masuk ke mobil ikut rombongan yang akan mengantarkan pengantin.


"Juna, kenapa dia?" tanya Zulfi.


"Dia kejang. Tolong kamu telpon dokter Mita!" kata Arjuna dengan tetap berlari.


"Oke." kata Zulfi langsung mengambil ponselnya untuk menelpon dokter Mita, dokter yang biasa tugas di pesantren, yang rumahnya tak jauh dari pesantren.


Arjunapun segera memberikan pertolongan pertama untuk santriwatinya, sambil menunggu dokter Mita.


Setelah menelpon dokter Mita, Zulfi akan beranjak menyusul Arjuna, namun tiba-tiba Aisywa datang.


"Mas Zulfi!" panggil Asiywa.


"Aisywa?"


"Liat mas Juna ga mas?" tanya Aisywa.


"Juna lagi nolongin santriwati yang lagi kejang, Wa. Ini lagi dipanggilin dokter." kata Zulfi.


"Astaghfirullahal'adzim. Terus gimana keadaannya mas?" tanya Aisywa ikut panik.


"Masih nunggu dokter Wa, kenapa?" tanya Zulfi.


"Rombongan nganter pengantin sudah mau berangkat mas, tinggal nunggu mas Juna aja." kata Aisywa.

__ADS_1


"Ya udah, kamu bilang aja sama Abi, Nanti Juna biar nyusul sama mas Zulfi. Soalnya ini juga urgen." kata Zulfi.


"Iya mas, Asiywa bilang ke abi. Syukron ya mas." kata Aisywa sambil berlari menuju mobil yang sudah berjajar di luar pekarangan pesantren.


💞💞💞


Seorang gadis berbusana kebaya broklat dan rok batik, dengan dipadukan jilbab yang di model modern, serta sepatu high hill, sedang bercermin sambil duduk di kursi jaga kado disebuah aula hotel yang menggelar acara walimah ngunduh mantu keluarga Pratama.


"Ehem, udah cantik kok." kata seorang laki-laki yang Sudah berdiri didepan gadis itu.


"Eh, kak Kaisar, Apaan sih kak?" Anjani tampak malu kepergok bercermin.


"Lagian, udha cantik gitu mau diapain lagi, kok masih bercermin terus?" kata Kaisar menggoda Anjani.


"Hahaha, takut ketebelen aja kak make up nya." kata Anjani.


"Owh, gitu?"


"Dan kalo terlalu tipis kan juga jelek kak, keliatan pucet." kata Anjani lagi.


"Hm, gitu ya?"


"Jen, itu rombongan besan udah dateng." kata Zalva yang juga duduk di kursi meja kado bersama Anjani.


"Oh, iya. Aku ke sana ya." kata Kaisar.


"Ya kak." kata Anjani.


"Emang, baru nyadar?" komentar Anjani.


"Kenapa ga lu taksir aja Jen?" kata Zalva.


"Gue kasian sama elu, entar elu punya saingan." kata Anjani.


"Hahaha, apaan sih lu Jen."


"Udah, siap-siap, tu pengantinnya udah siap masuk." kata Anjani lagi sambil melihat ke barisan keluarga besan.


"Itu, pengantin, Ustadz Mumtaz sama istrinya, adik-adiknya mbak Hima, Ustadz Ilyas, Ustadzah Ulfa, Eyang Maryam, Aisywa, Lho? Kok cuma mereka? Tu orang kemana? Apa dia lagi sibuk di barisan belakang? Bareng tamu yang lain? Tapi ga ada. Masa' sih nganterin pengantin dia ga berangkat? Kebangetan banget tu anak." batin Anjani sambil mengabsen barisan besan yang akan masuk gedung diiringi irama musik.


Rombongan besanpun masuk bersama kedua mempelai, dan kedua mempelai duduk di kursi pengantin yang berada diatas panggung. Sedangkan pihak keluarga duduk di bagian paling depan, dan kedua orangtua pengantin duduk di panggung juga bersama besannya.


Anjani masik celingak celinguk mencari sesosok orang di halaman tempat memarkirkan motor dan mobil.


"Tu anak kek mana sih?" batin Anjani.


"Ehem, kenapa lo Jen? Nyariin siapa sih? Dari tadi ngeliatin keluar mulu."


"Gapapa." Jawab Anjani mencoba untuk menetralkan hati dan fikirannya.


"Lagi nyariin seseorang ya?" tebak Zalva.

__ADS_1


"Ish, sok tau lu." komentar Anjani.


Acara pun berlangsung dengan baik, hingga hidangan minum dan snack sudah disajikan. Anjani masih melihat ke arah pintu gerbang untuk menanti seseorang.


"Ehem. Nyariin siapa sih Jen?" sapa Kaisar.


"Eh, eng, engga kok kak." elak Anjani gugup.


"Engga usah sungkan, cerita aja sama kakak." kata Kaisar.


"Engga kok kak. Jeni gapapa." kata Anjani lagi


"Lagi nunggu some one dia kak." kata Zalva.


"Ish, apaan sih lu Va." elak Anjani.


"Owh, pacar?" tanya Kaisar.


"Engga, kan Jeni udah putus." kata Anjani.


"Calon pacar kak." kata Zalva.


"Va! Apaan sih lu." tukas Anjani lagi.


"Owh, jadi penasaran, kaya apa yang ditunggu." kata Kaisar.


"Tu anak emang ga dateng kali ya? Dasar cowok nyebelin. Kakaknya nikah bukannya dianterin di hadirin malah kemana sih tu anak?" omel Anjani dalam hati.


Tigapuluh menit kemudian.


"Jeni." panggil Zalva.


"Apa?" jawab Anjani malas.


"Tu liat!" kata Zalva menunjuk ke pintu masuk aula.


"Juna?" gumam Anjani.


"Mamas Juna kan yang lu tunggu?" tanya Zalva.


"Apaan sih lu."


Arjuna bersama Zulfi memasuki aula tempat resepsi digelar dengan berjabat tangan dengan keluarga dari Gusti, hingga masuk didalam, mereka mendapat kursi agak dibelakang.


"Gue yang anterin minum sama snacknya, apa elu yang nganter?" tawar Zalva.


"Eh, ngapain dianterin? Entar juga dianterin pelayan." kata Anjani jaim.


"Hem, gini nih kalo ngomong sama orang jaim. Ya udah, gue aja yang anterin. Bisa ketemu sama mamas Juna." kata Zalva sambil melangkah pergi ke dapur.


Zalvapun meninggalkan Anjani sendiri, Zalva ke dapur, dan meminta menu pertama dengan dan bismillah." kata Zulfi

__ADS_1


__ADS_2