
Di kediaman Wiliam ,terlihat semua keluarga begitu gelisah memikirkan Jay karena sudah malam tapi Jay belum juga pulang ke rumah .
" ibu tidur saja sudah malam .biarkan aku yang akan menunggu Jay kembali "
"Iya .baiklah .jika Jay belum kembali juga ,kau harus mencari cucuku " Rani menatap putranya
peter hanya mengangguk tanda setuju.rani pun pergi ke kamarnya.
" Ayah dan mamah juga lebih baik istirahat.harel yang akan menunggu kakak disini . " ucap harel,dia merasa kasihan kepada kedua orang tuanya yang terlihat begitu lelah.
" Baiklah nak . Ayah akan ke kamar bersama mamahmu .jika setelah jam 12 malam Jay belum kembali juga bangunin ayah ya ." balas peter.
Harel mengangguk. peter melirik bricia, tapi bricia menggeleng kepala nya . " tidak yah ,mamah mau nunggu Jay saja .ayah tidur duluan saja . "
" Baiklah " peter melangkah menuju kamar tidur.
Harel melirik ibunya " mamah seharusnya tidur saja .harel akan menunggu kakak sampai pulang.mamah tidak usah kwatir . " harel menyakinkan ibunya agar tidak terlalu kwartir.
" Tidak nak .mamah tidak bisa tidur sebelum kakakmu kembali . " tolak bricia
Sesampai di depan rumah Jay turun dari mobil . lalu membukakan pintu untuk joya . Joya hanya diam menatap joya.
" Turunlah sayang .apa kamu tidak ingin kembali ke rumah ? Bagaimana jika kita tinggal di apartemen saja."
"Tidak jay,kau ingin aku ikut kau kan .maka ayo kita masuk ." joya keluar dari dalam mobil.
Jay menggenggam tangan joya sambil tersenyum lebar pada joya.dan wanita itu membalasnya dengan senyuman.
bricia menutup mulutnya dengan tangan kiri karena syok melihat jay dari balkon ." astaga harel .kakakmu sudah tidak waras.dia berhalusinasi,mamah akan menyadarkan nya ." bricia melangkah ingin menemui Jay ke bawah .
Harel menarik tangan ibunya .mencegah ibunya menganggu Jay yang sedang berhalusinasi. "jangan ! harel mohon jangan mah. "harel memegang erat tangan ibunya tapi bricia meronta.
Bricia menatap harel bingung " kenapa ?".
" Beri kak Jay waktu mah ."
Jay dan joya masuk ke dalam rumah dan langsung menuju kamar Jay.
Jay duduk atas ranjang sambil tersenyum menatap joya.
" Kenapa kau menatap ku seperti itu ?" Ujar joya
__ADS_1
" Tidak . aku hanya tidak percaya kau sekarang ada di sisiku.jangan pernah tinggalkan aku lagi sayang. " Jay memohon.
"Sudah jangan sedih lagi.mmm bagaimana jika kita bermain petak umpet . " ajak joya
" Mm...oke ." Jay menerima ajakan joya
Keduanya suit untuk menentukan pemenangnya .joya menang dan Jay kalah .
"Baiklah .aku yang jaga .dan kau bersembunyi ." ucap Jay ,lalu mulai menghitung
Bricia semakin gelisah melihat sikap putranya yang semakin memburuk ." kakakmu tertawa dan suit sendiri dan sekarang dia bermain petak umpet sendiri .mamah harus menyadarkannya jika joya udah tiada. " bricia melangkahkan kakinya.
Tapi lagi lagi harel menahan ibunya . " tidak mah ,berikan kakak waktu ".
"Tidak bisa ,mamah tidak tahan melihat kakakmu seperti orang gila. " bricia menghempaskan tangan putra keduanya dan melangkah panjang menghampiri Jay.
" Jay !" panggil bricia
Jay berhenti menghitung dan melihat ke arah ibunya. " mamah "
" Nak ,sadarlah .joya sudah tiada. "
" tidak nak dari tadi kau hanya sendiri . kau berbicara sendiri ,kau juga suit sendiri . sadar nak ,joya sudah tiada "
wajahnya berubah cemberut " Mah ,kenapa bicara seperti itu .joya itu menantu mamah.dia sekarang ada bersama aku .dia sedang ngumpat .aku akan mencarinya.tunggu sebentar ." Jay memindai seluruh kamarnya ." joya !,kau dimana ?,joya ! " panggil Jay sambil mengitari kamarnya.
Bricia mencoba menghentikan Jay. " Nak ,dengarin mamah.kau itu sedang berhalusinasi.joya sudah meninggal nak ,sadarlah Jay. "
Jay menatap tajam ibunya ." ini semua karena mamah .jika saja mamah tidak menghiraukan madu .semua ini tidak terjadi ." sindir jay lalu pergi sambil memanggil manggil joya.
"Apa ! " Bricia terkejut .putranya menyalahkannya.
" Jay , kau mau kemana ?" Teriak bricia.
Jay tidak menghiraukan ibunya .Jay terus saja mencari joya di setiap sudut rumah.
Harel hanya diam membisu tanpa mengejar kakaknya.bricia menjadi marah pada harel " rel ,kenapa diam saja .beritahu Jay jika joya sudah tiada " bentak bricia pada harel.
" Mah ,harel bisa apa .jika kak Jay bisa bertahan hidup dengan halusinasi nya ,maka harel akan membiarkan kak Jay terus dalam halusinasinya .jay sayang sama kak Jay mah.tapi harel nggak bisa berbuat apa apa . " balas harel dengan nada sedih.
" Tapi rel ,bagaimana bisa ?, Mamah takut Jay menjadi tidak waras .membayangkannya saja mamah udah merinding. "kata bricia panik
__ADS_1
" Mah ,harel yakin .seiring waktu Kakak akan berdamai dengan keadaan ." seru harel.
Peter muncul karena mendengar suara teriakan bricia. " mah ,harel bener .obat untuk menyembuhkan luka hanya waktu .jadi berikan Jay waktu . dia baru saja kehilangan istrinya .pasti dia sangat terguncang .seiring waktu berlalu pasti Jay akan mengikhlaskan joya. " sela Peter ikut menenangkan istrinya agar tidak terlalu kwartir terhadap Jay.
" Tapi yah ." tampak bricia masih kwatir terhadap keadaan Jay.
" Udah .lebih baik kita tidur saja ,ayo !" Ajak Peter pada bricia .
Esok harinya
Jay dan joya bercanda dan bercerita di dalam kamar .Jay tidur di pangkuan joya dengan manja.
Seorang asisten rumah tangga mengetok pintu kamar Jay. " tuan waktunya sarapan . yang lain sudah menunggu. " seru sang asisten dari balik pintu.
" Pergilah ....,! aku tidak ingin sarapan. " teriak Jay dari dalam kamarnya.asisten rumah tangganya langsung pergi ketakutan dengan teriakan Jay.
Jay tidak mau sarapan.dia tidak ingin joya menghilang, sementara keluarga Jay sedang duduk di ruang makan untuk sarapan sambil menunggu Jay turun .
Seorang asisten rumah tangga menghampiri bricia lalu membungkuk." maaf nyonya tuan muda pertama tidak mau sarapan. "
" Sudahlah,mari kita sarapan saja ." ajak Peter
" Dari kemarin Jay belum makan ayah ,bagaimana bisa aku makan .aku tidak ingin makan ."ucap bricia lalu pergi meninggalkan meja makan.
Peter dan yang lain menarik nafas panjang dan saling bertukar pandang.lalu kembali melanjutkan sarapannya.
Sementara Di kantor polisi ,seorang polisi gelisah .dia menelpon seseorang. " selamat malam pak Jay .saya dari kepolisian ,ingin menyampaikan agar bapak segera kesini .karena Samir sang pelaku kecelakaan akan segera di bebaskan .karena Irjen Sigit adalah sahabat pelaku .kemungkinan kasusnya akan di tutup .jadi bapak cepatlah segera kesini ." ucap seorang anggota kepolisian yang menangani kasus Jay.
" Baiklah ." balas Jay singkat,lalu menutup telponnya.akan tetapi Jay tidak pergi seperti yang dia katakan.seolah Jay tidak peduli dengan apapun lagi .dan ahirnya samir pun bebas.
Hari demi hari Jay melalui hidupnya seperti orang tidak waras.dia selalu berbicara sendiri.tertawa sendiri dan terkadang dia berbicara dengan foto joya .bahkan dia selalu membawa foto joya kemanapun dia pergi.jay juga berjanji tidak akan pernah menginjakkan kakinya ke rumah ibadah.
Bricia begitu terpukul melihat keadaan putranya yang seolah mati namun masih bernafas.hal itu membuat bricia semakin membenci joya.
" Setelah mati pun wanita itu tidak berhenti untuk mengusik hidup keluargaku ,dia mati dan membawa jiwa putraku bersamanya. " umpat bricia pada Peter.
" Apa yang kamu katakan ? mengapa kau selalu menyalahkan joya untuk segala hal .joya itu wanita yang baik ." ujar Peter tidak terima
" Sudah ,jangan pernah menyebut nama wanita itu di hadapan ku lagi.aku sngt membencinya.dia sudah merenggut jiwa Jay ,Jay udah seperti mayat hidup ." gerutu bricia penuh dengan tatapan kebencian.
Peter hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya,menyaksikan betapa bricia membenci joya.
__ADS_1