
Usai bicara Jay menatap Sonya yang sedari tadi hanya diam menyimak dan menatap Jay dengan tulus disertai dengan senyuman manis semanis ceri .
Mata keduanya pun bertemu . Saling menatap lebih dalam dan semakin dalam . Keduanya terhanyut dalam suasana.
Tanpa sadar wajah Jay semakin mendekat ke wajah Sonya . Jay menepis jarak diantara mereka dan mulai melupakan segalanya .
Ketika bibir Jay hendak mendarat sempurna di bibir mungil dan manis Sonya .
Sesaat Sonya tersadar dan memalingkan wajahnya ke kanan.Jay menjadi salah tingkah dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Emm..tadi ....itu .....emmm" Jay tidak dapat berfikir .
" Hand soap , tisu , aku harus ke bawah " ucap Sonya mengalihkan kecanggungan
" Iya ,kau bener . Aku akan membantumu keluar " balas Jay masih malu .
Jay keluar dari kamar mandi di ikuti Sonya dari belakang .Jay akan memastikan tidak ada orang yang melihat Sonya keluar dari kamarnya .
Baru saja melakukan 3 langkah . Sudah terdengar suara langkah kaki seseorang sambil berteriak . Jay dan Sonya saling menatap.
Drap drap drap
" Sonya ,keluar kau ! Sonya , aku tau kau ada di dalam . Cepat keluar ! aku ingin bicara denganmu " seru Bricia sembari berjalan menuju kamar Jay .
Jay yang gugup harus apa , segera menarik Sonya kembali ke dalam kamar mandi ,lalu mengunci kembali pintu dari dalam .Jay menarik Sonya menjauh dari pintu . Sementara Sonya hanya menurut .
Jay mengajak Sonya duduk di pinggiran bathtub Keduanya saling berhadapan dan saling menatap dalam .
Sonya menelan Saliva nya . Dia sangat gugup dan ketakutan .Dia takut Bricia akan semakin membencinya jika mengetahui dirinya sedang bersama Jay di dalam kamar mandi .
" Shhhh" Jay menempelkan jari telunjuknya di bibirnya sembari menatap Sonya agar tidak berbicara . Ketegangan menyelimuti keduanya .
" Sonya ! Cepat keluar !" Perintah Bricia dengan nada tinggi
" Mamah bicara apa ? " Balas Jay ragu
" Jay ,kau ada di dalam bersama Sonya ? Buka pintunya nak " Ujar Bricia terkejut dan was was.
__ADS_1
" Mah ,apa maksud mamah . Aku sedang mandi dan tidak mengenakan baju . Aku malu mah keluar ,lagian tidak ada Sonya disini. Apa mamah sedang mencari Sonya ? " sela Jay dengan cepat
Bricia bernafas lega " emmm,tidak nak . Cepatlah mandi .tadi Anita berkata Sonya ada di kamarmu .Pasti dia salah lihat . Sudahlah mamah akan ke bawah mencari Sonya . Kau cepatlah mandi dan segera temui Anita . Dia mencarimu nak " seru Bricia dari balik pintu .
" Iya mah " balas Jay singkat
" Oh iya nak . Jika kamu bertemu dengan Sonya ,jauhkan pandanganmu darinya ya . Dia itu wanita murahan dan licik . Dia berusaha menggodamu nak " ujar Bricia . Seketika Jay mengalihkan pandangannya pada Sonya .
" Iya mah " sela Jay ,agar ibunya berhenti mengoceh dan menjelek jelekkan Sonya .
" Nak . Kau harus ingat Sonya itu siapa . Jangan terkecoh oleh wajahnya. Dia hanya wanita murahan yang mencoba mengencani pria pria kaya untuk mendapatkan uang. Kau dengar nak " tambah Bricia bersemangat
Mendengar ocehan Bricia yang buruk tentang nya ,secara spontan air mata Sonya menetes membasahi pipinya . Jay yang menyaksikan hal itu merasa kasihan melihat Sonya. Dia mengusap air mata Sonya dengan kedua tangannya dan seutas senyuman sembari menggeleng kepalanya menyuruh Sonya untuk tidak menangis .
" Jay ,kau dengar mamah nak ?" Ulang Bricia
" Dengar mah " sahut Jay
" Ya sudah , mamah ke bawah dulu "
Usah bicara Bricia keluar dari kamar Jay sambil mengoceh " kemana perginya gadis itu . Bukannya melayani para tamu undangan malah menghilang entah kemana . Hah , gadis itu bener bener tidak bisa di andalkan " gerutu Bricia dalam langkahnya.
" Tolong maafkan mamahku . Dia sudah melukai perasaanmu
. Sebenarnya dia itu orang baik . Hanya bicaranya saja sedikit pedas " ucap Jay memohon sembari menggenggam tangan Sonya .
Jika Jay sudah memohon ,Sonya tidak akan bisa berbuat apa apa kecuali mengangguk.
Disisi lain, Peter dan Rani sedang berbincang soal hubungan Anita dan Jay .
" Mah , aku akan bicara pada Anita soal hubungan mereka . Apa bener Anita mencintai dan menerima Jay . Setelah itu aku akan fikirkan langkah berikutnya " ucap Peter pada ibunya
" Apa yang bisa kita lakukan ? Baik Anita dan Sonya , ibu tidak bisa menyakiti perasaan mereka .mereka gadis yang baik " sahut Bricia
Peter menghela nafasnya " ibu bener . Makanya penting bagi aku untuk mengetahui perasaan Anita Bu "
" Jika seandainya Anita bener bener tulus mencintai Jay . Apa yang bisa kita lakukan ? Kita akan menyakiti Sonya " tambah Rani sedih
__ADS_1
" Sudah lah mah , hal itu belakangan kita fikirkan . Yang penting sekarang kita lihat kesungguhan Anita pada Jay . Ibu aku akan mencari Anita dan berbicara padanya secara empat mata " balas Peter dan di balas anggukan oleh Rani
Peter melangkah mencari Anita ,ketika bertemu dengan Harel ,Peter menanyakan Anita , akan tetapi Harel tidak tau .
Peter kembali mencari Anita ,kali ini Peter berpapasan dengan fairel .
" Rel ,kamu melihat Anita ? " Tanya peter
" Sepertinya ,aku melihat Anita berjalan ke arah taman belakang paman " sahut Fairel sembari menunjuk ke arah belakang
" Belakang ? Untuk apa dia kesana " ucap Peter berfikir , fairel hanya mengedikkan bahu nya .
" Ya sudah ,paman akan menemuinya ke belakang " tambah Peter ,lalu pergi melangkah .
" Paman ,aku " Fairel hendak mengikuti Peter tapi di cegah oleh beberapa tamu undangan
" Tuan fairel ,saya ingin bicara dengan anda sebentar " ucap seorang pria berpakaian rapih.
" Iya baik " balas Fairel terpaksa sembari menatap ke arah Peter menghilang .
Di sana Anita sedang berpelukan dengan seorang pria berpakaian hitam lengkap dengan kaca mata hitam dan topi .
" Semua rencana kita berhasil . Jay akan segera menikahiku . Setelah itu aku akan merampas semua miliknya . Lalu kita akan menikah dan hidup bahagia selamanya " ujar Anita dengan bahagia
" Kau jangan sampai jatuh cinta pada Jay ,apalagi sampai dia menikmati keindahan tubuhmu ini . Aku tidak rela berbagi dengannya " kata pria berpakaian hitam itu dengan nada seksual sembari mencium leher Anita dengan seksi
" Tidak akan sayang. Itu tidak akan terjadi . Aku rasa Jay udah impoten , mana mugkin aku tertarik sama laki laki impoten " ujar Anita sembari senyum mengejek
" Di tambah lagi dia ,pria yang sangat kolot . Dia sudah memberikan seluruh hatinya pada joya yang sudah mati itu " sahut Anita sambil sesekali mendesah nikmat karena kecupan pria berpakaian hitam itu .
Peter yang menyaksikan semua itu dari jarak lima meter , tersentak bukan main . Dia tidak menyangka Anita sehina itu .
Entah dia harus bahagia atau sedih ,yang pasti Peter bener bener merasa syok .Dia mundur dan bersembunyi agar tidak ketahuan .
Usah berpelukan dan melakukan pertemuan singkat yang hangat dan nikmat . Pria berpakaian hitam itu segera meninggalkan taman dan menghilang di kegelapan malam .
Setelah memastikan pria yang diduga kekasih Anita itu menghilang . Anita merapikan pakaian dan rambutnya yang sempat berantakan karena kecupan panas dari kekasihnya itu.
__ADS_1
Lalu mengamati sekeliling memastikan tidak ada yang melihatnya . Dia pun berjalan kembali ke dalam .
Peter ingin sekali mengungkap kebusukan Anita di depan semua orang termasuk Bricia . Tapi sesat Peter sadar jika itu tidak akan berhasil sebelum ada bukti . Tidak ada yang akan percaya padanya termasuk istrinya sendiri . Ya , Peter butuh bukti untuk di tunjukkan pada semua orang .