Kisah Kita Belum Selesai

Kisah Kita Belum Selesai
bab 15 .perasaan yang aneh


__ADS_3

Selesai sarapan ,Sonya dan Samir pergi kemakam ,selama 30 menit berada di dalam mobil yang sama dengan segala kecanggungan,ahirnya Samir bisa bernafas lega.


Samir dan Sonya turun dari dalam mobil dan berjalan menuju makam kedua ortu Sonya.


" Hai uncle ,hai aunty apa kabar ? ,Samir membawa putri uncle kesini, uncle sama aunty pasti kangen kan sama Sonya " Samir berbicara pada batu nisan om dan tantenya.


Sonya terdiam sejenak menatap kedua batu nisan yang ada di hadapannya


" Sonya ,kau baik baik saja ?, Ini adalah makam kedua orang tua mu " samir menunjuk ke arah makam.


" Mamah ,papah ,maafkan Sonya yang tidak bisa mengingat kalian , Sonya janji akan sering berkunjung kesini " Sonya berkata dengan nada sedih


Samir ikut sedih ,dan menatap Sonya lalu memeluk Sonya erat " sudah Sonya ,jangan sedih lagi .kakak berjanji akan selalu ada untuk Sonya . dan membantu Sonya untuk mengembalikan ingatan Sonya " hibur Samir sambil menepuk nepuk pundak Sonya


" Terimakasih kak " balas Sonya dengan perasaan bersalah yang mendalam.


"Jika kau tau aku bukanlah Sonya yang asli ,tapi hanya parasit yang hidup di dalam tubuh Sonya ,apa kamu masih akan bicara seperti itu,jika masih bisa tolong maafkan aku samir " batin Sonya dan tanpa sadar Sonya menangis dalam pelukan Samir.


" Hei ,jangan menangis lagi ,lebih baik kita pulang saja ya " ajak Samir melepas pelukannya


" Kakak ,kakak duluan ke mobil ya,aku masih pengen disini ,kasih aku waktu 10 menit bersama mamah dan papah "


" Tapi Sonya " Samir sedikit kwatir


" Kakak ,hanya 10 menit ,plis !"Sonya memohon


Setelah berfikir Samir mengangguk " baiklah hanya 10 menit ,Kakak tunggu di mobil ya "


" Iya " jawab Sonya ,Samir pun pergi meninggalkan Sonya menuju parkiran.


" Om ,Tante ,maaf ya jika aku hidup di dalam tubuh putrimu .aku janji akan melakukan yang terbaik selama hidup dalam tubuh Sonya dan sering menemui kalian kesini " Sonya berbicara pada kedua batu nisan di hadapannya


Lalu berdiri ,meninggalkan makam kedua orang tua Sonya,tidak jauh dari makam ortu Sonya ,sonya berhenti


" Mamah ,papah ,joya kangen sama kalian.hidup joya sangat rumit pah ,mah ,joya sekarang hidup di tubuh gadis berhati malaikat mah pah " seru Sonya


Ternyata Sonya pergi ke makam kedua ortu joya dan makam tubuhnya sendiri


Diparkiran Jay dan harel bertemu dengan Samir yang sedang bersandar di mobilnya sambil menatap ponselnya


" Hei ada mafia bucin ternyata "sindir harel


" Hei anak rakun jaga bicaramu atau ....." Bersiap meraih pistol nya.


" Atau apa  ? Mau menembak aku ? Wuu aku takut sekali  " harel bergaya ketakutan


Samir yang emosi segera menodongkan pistol ke arah harel .dengan sergap anak buah Jay juga menodongkan pistol ke arah Samir.


Jay mendekati Samir " Wo...wo....kau ingin bermain main dengan aku kan ? kau pikir aku lemah seperti Jay yang dulu.kau salah besar   " tangan jayvin menurunkan senjata Samir.

__ADS_1


Jay menyatukan kedua telapak tangannya lalu menggosok,sembari menarik nafas " begini saja.jika kau berjanji tidak muncul lagi di hadapanku ,maka pertama aku tidak akan memberitahukan pada kedua orang tua mu .kalo madu ada di apartemen mu.dan yang kedua aku tidak akan menghancurkan bisnis keluargamu.kau tau kan dalam jentikan jari aku bisa menghancurkan perusahaan ayahmu  " ancam Jay tenang


"Sial .kau memang bajingan Jay "


Jay bertepuk tangan sambil mengitari Samir lalu sesaat berubah sadis .ia mencengkram leher Samir  sembari berkata dengan nada menekan " seharusnya kau beruntung aku tidak menembakmu mati   kau karena sudah melenyapkan istriku  " lalu Jay melepas dengan kasar


" tapi jika kamu melakukan satu kali kesalahan lagi maka jangan harap aku akan mengampuni mu dan juga keluarga mu .paham !" Ancam jayvin


Samir hanya diam mematung seperti patung yang di pajang.samir tidak menyangka setelah joya tiada  Jay menjadi lebih agresif seperti singa yang siap menerkam.


Keduanya pun berjalan meninggalkan Samir menuju makam joya.


" Kakak .apa Samir akan takut dengan gertakan kakak ?"


" Entahlah adik . Kakak tidak peduli " ucap Jay


Dari kejauhan harel dan Jay melihat Sonya menangis di makam joya .


" Adik . siapa gadis yang ada di makam kakak iparmu itu " dengan rasa penasarannya Jay memperpanjang langkahnya


" hsssss..,.Harel nggak tau kak,lebih baik kita tanya saja langsung pada orang nya " harel mengikuti jay


" Kamu siapa ? Dan ngapain dimakam istri saya " tanya Jay penasaran.


" Sonya mendongak,menatap mata Jay sangat dalam " Jay !" Panggil Sonya dalam hatinya


Jay terdiam menatap Sonya,seolah Jay sedang menatap joya " joya " gumam Jay tanpa sadar


Ehem .....


" Maaf ,saya sedang mencari makam teman saya ,saya pikir ini teman saya ,ternyata saya salah.permisi "


" Ya .silahkan .lain kali lihat yang bener ya.biar tidak salah alamat " sindir Jay dingin.


"Kakak jangan bicara seperti itu " harel berbisik pada Jay namun matanya melirik sonya


Sonya hanya diam dan berjalan memelewati Jay dan harel .sementara jayvin tersenyum menatap Sonya hingga menghilang dari pandangannya.


Harel melirik Jay penasaran dengan tingkah kakak nya yang tersenyum sendiri.


" Kakak baik saja ,apa kakak akan terus menatap kearah sana ,dan tidak ingin menyapa kakak ipar ?" Gurau harel melirik jay dengan mata usilnya.


" Shhhh,kau udah berani mengejek kakakmu ini " Jay menjitak pelan kepala harel


" Awww.....sakit kak " harel meringis sambil mengelus elus kepalanya,lalu mengalihkan pandangannya pada nisan joya "lihat kakak ipar ,kak Jay selalu menindas adik iparmu yang malang ini ,jika saja kakak ipar masih ada pasti akan membela harel dan menghukum kak Jay kan ? " Harel bicara pada makam joya


Seketika wajah Jay merubah mendung. Jay duduk bertinggung menghadap makam joya " Aku sangat merindukan kamu joya ,kenapa kamu meninggalkan aku ,hiks hiks "


Harel menggaruk kepalanya yang tidak gatal .sepertinya harel sudah salah bicara hingga membuat Jay mewek.

__ADS_1


Harel ikut duduk bertinggung di sebelah Jay " Kakak harus kuat .kakak ipar sudah tenang disana "harel menepuk nepuk pundak Jay .


Sementara Sonya dan Samir kembali arah balik .tiba tiba ponsel Samir berdering ,ada sebuah pesan masuk .


Sebelum membuka pesannya ,Samir melirik ke arah Sonya terlebih dahulu.memastikan Sonya tidak menghiraukan pesan masuknya.


Dan benar saja ,Sonya tidak mempertanyakan hal itu,Sonya malah melamun menatap ke arah luar jendela mobil.


Sonya terus saja memikirkan Jay ,perasaannya semakin sulit untuk dikendalikan.


" Samir ,aku merasa bosan sendirian ,bisakah kamu kesini ? " madu mengirim pesan singkat


" Maaf madu ,aku tidak bisa aku sedang sibuk " balas Samir


Sepertinya Samir mulai melupakan madu ,dan mengagumi pesona Sonya.


Madu merasa jengkel karena Samir mulai cuek padanya.


Madu melempar ponselnya ke atas ranjang " Sial .dulu saja kau mengemis ngemis padaku . sekarang kau mulai melupakan aku.jika saja aku tidak butuh uangmu .malas banget aku harus berpura pura mencintaimu.setelah perusahaan papahku pulih .aku akan meninggalkan kamu dan kembali mendekati jayvin " umpat madu .


Samir tiba tiba menghentikan mobilnya tepat di depan sebuah toko roti .


" Sonya tunggu sebentar ya ,kakak mau ke sana " Samir menunjuk arah toko roti


Samir berniat ingin membeli roti kesukaan sonya.dan berharap setelah Sonya memakan roti itu ,ingatannya pulih sedikit.


Sonya hanya mengangguk sambil tersenyum.ketika Sonya menunggu di dalam mobil tiba tiba seorang laki laki tua berjalan menyeberangi jalan menuju sebuah gedung dekat toko roti .


" Dia ayah Peter " gumam joya bahagia .tiba tiba mukanya berubah menjadi panik ketika melihat Peter akan tertabrak sebuah mobil box.


Dengan cepat ,Sonya keluar dari dalam mobil dan berlari menolong Peter.


Sonya berhasil menarik tubuh Peter meskipun keduanya hampir tersungkur.


" Terimakasih nak sudah menyelamatkan saya " Peter bicara dengan lembut pada Sonya .


" Sama sama pak " balas Sonya lalu tersenyum lebar pada Peter


" Siapa namamu ? Kau mengingatkanku dengan putriku yang sudah tiada,kau sangat mirip dengannya nak " Peter menjadi sedih saat mengingat joya


" Ini aku joya ,ayah "batin Sonya sedih sambil menatap wajah Peter.


" Nak ,siapa namamu ?" Ulang Peter


" Namaku Sonya pak " jawab Sonya sopan


" Nak Sonya ,terimakasih banyak ya, tapi saya terburu buru ,saya permisi dulu ya "


" Iya ,silahkan pak " balas Sonya

__ADS_1


Peter berjalan menuju gedung,sementara Sonya kembali ke mobil ,beberapa menit kemudian Samir muncul dengan paper bag berisi beberapa roti kesukaan Sonya.


" Ini roti kesukaanmu ,makanlah " Samir memberikan paper bag pada Sonya,Sonya menerimanya dengan senang hati,kebetulan joya juga menyukai roti yang sama dengan Sonya.


__ADS_2