
Seperti keinginan Samir .dia kembali ke kediaman Wiliam .dengan Mengendap endap dia berusaha masuk ke dalam lewat belakang di temani cahaya bulan yang tidak terlalu terang ,membuat Samir berhasil masuk .
Saat itu sonya sedang membuatkan teh untuk sekeluarga .karena semua keluarga sedang bersantai .berhubung hari libur ,jadi Jay juga ikut disana.
" Sshhh...Sonya " panggil Samir pelan
" Suaranya seperti tidak asing" gumam Sonya .di pun menoleh ke belakang mencari asal suara
Betapa Sonya terkejut ketika melihat Samir berdiri disana . Sonya berlari ke arah Samir.
" Kakak , ada apa lagi kesini ? " Sonya mengitari pandangannya ke semua arah dengan harap harap cemas .bila tiba tiba seseorang melihat Samir.
" Kakak ingin mengajak mu pulang ,ayo kita pulang " ajak Samir dengan menggenggam tangan Sonya dan bersiap akan menarik nya .
" Kakak,Sonya masih ingin disini " tolak Sonya
Masuk ke dalam rumah Jay ,hal tersulit yang harus di lakukan .setelah berhasil masuk ke dalam ,mana mungkin Sonya pergi begitu saja.
" Sonya ,disini sangat berbahaya .Jay tidak akan mengampuninya .ayo ikut kakak " Samir menarik tangan Sonya dan Sonya meronta.
" Tidak mau " ucap Sonya menolak dan menghempaskan tangan Samir.
Seketika Samir terkejut ,dia menatap wajah Sonya tajam .seakan memastikan jika yang ada di hadapannya bener bener Sonya adiknya .
" Sonya ,apa yang kamu lakukan ? , Kakak hanya ingin melindungimu dari Jay " wajah Samir menjadi sedih
Karena merasa bersalah ,ahirnya Sonya buru buru minta maaf "maaf kak ,tapi Sonya pingin disini ,tolong jangan tersinggung .Sonya merasa nyaman berada disini " ucap Sonya dengan mata yang berkaca kaca.
Wajah sedih Samir berubah menjadi iba.dia kasihan melihat Sonya yang akan segera meneteskan air mata.
Setelah menghembuskan nafasnya , Samir memeluk Sonya " baiklah .kamu jaga dirimu baik baik .jika ada yang mencoba menyakiti mu langsung beritahu kakak .kau mengerti " Samir melepas pelukannya
" Mengerti kak " balas Sonya lalu tersenyum.
" Samiirrrrrt !" Teriak Jay dari balik pintu
Keduanya terkejut mendengar teriakan Jay .dengan langkah panjang Samir berlari kencang keluar dari kediaman Wiliam .
Tidak terima Samir masuk ke dalam rumahnya ,Jay mengejar Samir .tapi sayang tidak berhasil .
__ADS_1
Para penjaga dan satpam yang berjaga ,habis di marahin oleh Jay .
" Kalian semua tidak berguna .kalian di pecat " bentak Jay tanpa belas kasih
Semua penjaga hanya bisa pasrah dan menunduk ketakutan dengan kemarahan Jay.
Kini bagian Sonya yang kena semprot kemarahan Jay .Sonya di sidang di ruang makan .Jay menggebrak meja membuat semua yang ada di sana terdiam dan menunduk .
" Katakan ,apa yang sedang kamu rencanakan dengan kakakmu ? " Jay mentap tajam Sonya.
Sonya hanya menunduk ketakutan.bukannya kasihan Jay malah bertindak lebih kasar lagi pada Sonya.
Dengan jari nya ,Jay menyentuh pipi Sonya dengan lembut.dia mengamati seluruh wajah Sonya tanpa ada yang terlewatkan.lalu berlahan menjadi kasar kemudian dengan satu hentakan jay memalingkan muka Sonya ke kanan dengan kasar sambil berdecih .
" Cih ,Samir mengirimmu ke sini untuk menggoda aku kan ,setelah itu kalian akan menguasai milik Wiliam kan ? Ch dasar tidak punya harga diri " Jay menatap rendah Sonya.
Sonya menggeleng kepalanya " tidak,bukan begitu ,aku " Sonya menangis . Bukannya kasihan Jay semain emosi melihat sonya meneteskan air matanya.
" Jangan kau berfikir aku akan kasihan melihat air matamu itu . Itu adalah air mata buaya .aku tidak akan terkecoh " ujar Jay sambil menatap sinis Sonya.
Rani merasa kasihan melihat Sonya .tapi Rani tidak bisa berbuat apa apa untuk saat ini.karena Jay sedang di kuasai emosi yang begitu dalam.
" Berani sekali kau memasuki kediaman Wiliam " Jay kembali menatap tajam Sonya dan Sonya hanya menunduk,dengan berlinang air mata.
Seolah tidak ingin pergi ,Sonya diam di tempat dan menunduk .itu membuat Jay semakin emosi .dengan kasar jay mendorong tubuh Sonya dan hampir tersungkur .
Semua keluarga hanya diam menyaksikan dengan mata melotot dan tangan menutupi mulut.
" Aku bilang pergi sekarang juga .pergiiii ! " Teriak Jay
Suara Jay mbuat Sonya ketakutan begitu juga dengan keluarga .Sonya menatap ke arah Peter .dan menyatukan kedua tangannya ,seolah meminta maaf ,dan dibalas anggukan oleh peter.
dengan berat Sonya melangkah pergi meninggalkan rumah Wiliam . kini Sonya pasrah kemana takdir membawanya.
Meskipun Sonya sudah pergi dari hadapan Jay dan juga rumahnya .akan tetapi kemarahan Jay belum surut ,dia terus saja mengumpat .
" Berani sekali dia masuk ke kediaman William " umpat Jay lalu menghela nafasnya
" Seharusnya ketika pertama kali Samir datang menemui Sonya . ibu langsung mengusirnya " Gisel ke ceplosan dan kini semua mata tertuju pada Gisel .harel menepuk jidatnya.
__ADS_1
" Kau membuat kita semua dalam masalah .habislah kita " gumam harel pelan
" Gisel tutup mulutmu .apa yang sedang kau katakan " ucap bricia pelan akan tetapi matanya melirik Jay.
terkejut mendengar ucapan Gisel ,Jay berbalik badan dan menatap satu satu keluarga nyasecara bergiliran .
Tidak ada yang berani menatap Jay . Semua menunduk ketakutan.
" Jadi kalian sudah mengetahui
Jika Sonya adik Samir .dan merahasiakan nya dariku ? " Jay kembali menatap semua keluarganya .
" Aku tidak percaya ini .bahkan keluargaku mencoba menipu ku " ucap Jay lalu pergi ke atas dengan kemarahan.
" Jay " panggil Peter tapi Jay tidak menoleh sedikitpun.
Dengan emosi bricia mendekati suaminya " sudah ku bilang untuk tidak mengizinkan wanita itu tinggal disini .tapi ayah ngotot dan sekarang Jay marah .ini yang aku takutkan " bricia menyalahkan suaminya.
Tanpa membalas perkataan bricia Peter langsung melangkah melewati bricia ,dan membuat bricia kebingungan.peter naik ke lantai atas dan lebih tepatnya ke kamar Jay .
Disana Jay menatap ke luar jendela sambil melamun . Peter mendekati Jay .
" Jay , ayah tau ayah salah merahasiakan identitas Sonya dari mu . tapi percayalah Sonya itu wanita yang baik . Dia sudah dua kali menyelamatkan ayah " ucap Peter pelan
Setelah menghembuskan nafasnya Jay menoleh ke arah ayahnya " ayah , dia itu berusaha mengambil keuntungan dari ayah .aku yakin itu semua adalah rencananya .agar dia masuk ke dalam rumah ini " ujar Jay
" Nak ,dia tidak seperti itu ,ayah percaya kepadanya . Ayah seperti melihat bayangan joya padanya .dia wanita yang baik " Peter kekeh pada pendiriannya
" Ayah .sudah berapa kali Jay bilang .wanita itu dan keluarganya mencoba untuk menipu kita .kenapa ayah tidak mengerti juga " Jay duduk di atas ranjangnya sambil mengusap wajah nya.
Bricia mulai gelisah " harel bagaimana ini ? Mamah kwatir sama kakakmu "
" Ibu tidak usah kwatir ,harel yakin setelah ini kakak akan semakin membaik " balas harel sambil memeluk ibunya
" Apa maksudmu rel ?" Bricia tidak paham dengan ucapan putra keduanya
" Mamah ,apa tadi mamah tidak melihat ,betapa emosinya kakak.seolah dia mengeluarkan semua emosinya yang tersimpan selama tujuh tahun " jawab harel
" Mamah harap seperti itu " ucap bricia sedih
__ADS_1