
di sebuah gedung ,terlihat sudah ramai ,bagaikan semut . para undangan berbondong bondong masuk ke dalam gedung
Peter tampak gelisah .dia berulang kali menatap arloji di pergelangan tangannya . sesaat kemudian dia mengambil ponselnya dan menelpon seseorang " nak ,kamu udah dimana ? Acara pernikahanmu akan segera mulai " ucap Peter pada putra nya Jay .
Peter mulai terlihat kwartir karena putranya belum juga nongol ,padahal sebelumnya ia sudah berpesan agar Jay tidak usah ke kantor untuk hari ini,tapi Jay tidak mendengarkan.
" Ayah aku lagi di jalan arah kesana bersama harel " balas Jay dari balik telpon .
" Baiklah ,cepatlah nak ,para undangan sudah menunggu dan mencari pengantin pria , tidak lucu kan jika pengantin pria tidak ada di acara pernikahan nya ? "
" Baik ayah " Jay menutup telponnya " adikku yang manis , tambah kecepatan kita harus segera sampai di gedung,semua sudah menunggu "
" Baiklah kakak " balas harel dan langsung mempercepat laju mobilnya.
Hari ini hari yang di tunggu tunggu oleh Jay dan joya ,dimana Jay dan joya akan mengikat janji suci pernikahan.
Jay begitu bahagia akan hari ini ,begitu juga dengan joya ,joya terus saja tersenyum memandang dirinya di depan cermin yang sedang di rias oleh seorang MUA profesional.
" Kau begitu cantik nona ,calon suamimu tidak akan mengenalimu " senyum di wajah perias profesional
" Kamu salah ,meskipun aku memakai penutup wajah calon suamiku akan mengenaliku.bahkan jika aku terlahir sebagai orang lain pun calon suami ku akan mengenaliku,aku yakin hal itu " balas joya percaya diri
Penataan profesional hanya menggeleng kepalanya sambil tersenyum dan kembali merapikan perlengkapannya.lalu mengundurkan diri untuk pergi karena dia sudah menyelesaikan pekerjaannya.
Joya pun tinggal sendiri di ruangan tersebut .joya mencoba menghubungi Jay ,namun di luar jangkauan karena batere ponsel Jay habis
Madu dan bricia sedang mencari cara untuk menggagalkan pernikahan Jay dan joya.di ruangan yang tidak jauh dari joya
" Madu ,Tante punya ide "
" Ide apa Tante ?"
" Sini mendekat,Tante tidak ingin ada yang mendengar rencana Tante meskipun tembok sekalipun "
Madu mendekati bricia,lalu bricia membisikkan idenya ditelinga madu,madu pun tersenyum mendengar ide bricia.
" Itu ide yang sangat bagus Tante "
" Iya ,Tante berharap ,kali ini berjalan dengan sukses" sambil memberikan sesuatu pada madu
" Tentu saja Tante " madu tersenyum sambil mengantongi sebuah bungkusan kecil pemberian bricia.
Madu menghampiri seorang pelayan yang sedang menyusun minuman di atas nampan.
" Tolong berikan satu minumannya untuk wanita di sana " madu menunjuk ke arah bricia
" Baik nona " seru pelayan dengan sopan dan segera membawakan bricia segelas minuman.
Madu bergerak cepat, dia mengeluarkan isi dari bungkusan tersebut dan menaruhnya di sebuah gelas.
__ADS_1
Dengan buru buru madu mengaduk minuman yang sudah di bubuhi sesuatu.
Setelah sang pelayan memberikan bricia segelas minuman,dia pun kembali .
" Tolong ini juga berikan sama pengantin perempuan ya ,dia masih berada di ruang rias,dia membutuhkan minuman untuk menyegarkan fikirannya,supaya tidak gugup saat pernikahan nya berlangsung " perintah madu sambil memberikan pelayanan segelas minuman yang sudah madu campurkan dengan sesuatu.
Dengan polosnya,sang pelayan pun menerima nya lalu berjalan menuju ruang rias tempat joya berada .
Madu menghampiri bricia ,lalu keduanya saling melempar senyuman.
Beberapa saat kemudian madu menelpon seseorang dengan serius sementara bricia tersenyum memperhatikan madu bicara di ponsel .
Tok tok tok
"Nona saya pengantar minuman boleh saya masuk ?"
" Iya ,masuk pintunya tidak di kunci "balas joya
Sang pelayan pun masuk dan memberikan joya segelas minuman.lalu joya menerimanya dan menaruhnya di atas meja .
" Terimakasih "
Lalu sang pelayan pergi meninggalkan joya,joya yang sedari tadi mencoba menghubungi Jay,kini kembali menyentuh layar ponselnya dan mengetuk nama Jay dan menyentuh menu panggil.
Akan tetapi kembali di luar jangkauan.tiba tiba joya merasa bete,dia meraih gelas ,dan meminumnya,
Gluk gluk gluk
Madu kembali menutup pintu dengan pelan agar joya tidak menyadari keberadaan mereka,bricia dan madu langsung adu tos,merasa rencananya sudah berjalan sesuai rencananya.
Kemudian keduanya pergi menuju pintu belakang gedung.Disana sudah ada seorang pria asing berpakaian rapih lengkap dengan topi dan masker di wajah.
" Kamu sudah tau tugasmu kan ?" Ujar madu serius
" Sudah bos " balas pria bertopi
" Baiklah ,ini bayaran mu,setelah tugasmu berhasil ,aku akan memberikan sisanya beserta bonusnya" madu menyerahkan sebuah amplop cokelat pada lelaki bertopi itu.
" Baik bos ,terimakasih" sambil melirik isi dalam amplop dengan senyuman.
Bricia dan madu saling tukar pandangan,lalu melangkah pergi meninggalkan lelaki asing itu .
Di podium MC sudah mengumumkan acara pernikahan akan di mulai ,harel dan Jay datang dengan nafas tersengal senggal .
" Akhirnya kamu datang juga Jay ,ayah kwartir para undangan udah mulai bosan karena acara belum juga mulai " ucap Peter setelah menghembuskan nafas leganya
" Maaf ayah ,harusnya tadi Jay mendengarkan omongan ayah,agar tidak bekerja dulu hari ini " seru jay dengan nada menyesal
Peter memindai sekeliling berkali kali ,seakan mencari seseorang.
__ADS_1
" Ibu ,bricia kemana ?,acara pernikahan udah harus di mulai ?"
" Tidak usah menunggu bricia,mulai saja acaranya,ibu akan menyuruh Joon untuk mencari bricia " perintah rani
" Tapi Bu,putranya akan mengucap janji suci ,apa bricia tidak ingin menyaksikan nya ?"keluh Peter kecewa
" Nenek bener ayah ,lebih baik acaranya di mulai karena para undangan sudah menunggu lama " sambung harel menyakinkan Peter
" Baiklah " kata Peter mengalah meskipun matanya masih terus mengamati sekeliling mencari keberadaan istrinya.
Acara pernikahan pun berlangsung ,Rani menelpon Joon yang sedang berada di area parkiran, untuk mencari bricia ke belakang gedung.
Setelah menutup telpon Rani kembali bergabung bersama yang lain sementara Joon melangkah mencari keberadaan bricia ke arah belakang gedung.
Bricia menghentikan langkahnya saat melihat Joon mendekat.sambil sesekali menoleh ke belakang memastikan pria asing itu sudah masuk ke dalam gedung lewat pintu belakang.
" Joon ,sedang apa kau disini ?"
" Nyonya besar menyuruh nyonya agar segera bergabung ,acara pernikahan akan segera mulai "
Bricia dan madu saling bertukar pandang dan saling memberi kode dengan melempar senyuman.
" Acaranya pasti akan di mulai karena pengantin perempuan sudah ada disini " balas bricia penuh misteri
Joon hanya diam sambil berfikir tentang maksud ucapan bricia yang penuh teka teki lalu pergi duluan.
" Kamu sudah siap masuk " tanya bricia pada madu sambil menaikan alisnya
" Tentunya Tante, aku sudah siap menjadi menantu William " balas madu bahagia
Keduanya berjalan dengan perasaan bahagia,dan menerobos keramaian untuk bergabung bersama keluarga.
" Aku sudah tidak sabar menjadi nyonya William,dan joya hahaha akan di usir karena berkhianat pada Jay " batin madu sambil tersenyum lebar
Teng
Bricia dan madu ternganga lebar melihat joya dan Jay bersanding di depan podium ,keduanya baru saja selesai mengucapkan janji suci pernikahan.
Madu merasa kesal dan marah ,dia bener bener terbakar cemburu melihat Jay dan joya saling melempar senyuman.
" Bagaimana bisa rencana nya bisa gagal aku sudah memastikan pelayanan itu memberikan minumannya,dan joya udah minum " umpat madu kesal
" Itu artinya madu tidak meminumnya,harusnya kamu pastikan tadi joya meminum minumannya yang tepat ,jangan jangan kau salah kasih minuman pada pelayanan itu ?" Selidik bricia menduga duga
" Tidak mungkin Tante ,aku yakin aku sudah memberikan gelas yang tepat ,tapi bagaimana bisa tidak terjadi sesuatu pada joya ,harusnya joya tertangkap basah bercinta dengan gio ,hah sial kenapa malah gagal total "
Tidak kalah kesal ,bricia pun emosi melihat pernikahan sudah selesai,bricia mengepal jarinya sekuatnya sambil menatap tajam ke arah joya
" Lalu bagaimana dengan orang suruhanmu itu ,dia bener bener tidak berguna ,harusnya meski tanpa dan dengan obat itu dia tetap menodai joya " umpat brucia kesal
__ADS_1
Dari kejauhan Miranda tersenyum miring berjalan mendekati bricia ,lalu berbisik di telinga bricia
" Kakak ipar ,joya udah menang,dan kakak ipar kalah " Miranda tertawa kecil ,bricia semakin emosi dan mengepal jarinya .