Kisah Kita Belum Selesai

Kisah Kita Belum Selesai
Bab 33


__ADS_3

Beberapa jam kemudian . Semua terlihat panik menunggu dokter keluar ruangan .


Lalu dua idari kepolisian menghampiri semua keluarga .


" Selamat malam pak " sapa seseorang pada fairel


" Ya " balas harel lemas


" Setelah di selidiki menurut hasil olah tempat kejadian perkara ( TKP ) penyebab kebakaran di rumah anda karena arus pendek listrik " ucap pria berseragam polisi


" Hah " semua melotot sambil menutup mulut dengan telapak tangan.


"Terimakasih " ucap harel dan kedua polisi pun mengangguk lalu pergi.


" Ibu lihat . Ibu memberikan tanggung jawab pada Sonya kan . Tapi dia tidak melakukan tugasnya dengan bener " bricia jeda sejenak " oh astaga ,jangan jangan itu adalah rencana Sonya dengan keluarganya . Dia sengaja ingin membakar rumahku " ucap bricia


" Kau bicara apa . Itu tidak mungkin . Sonya berada di dalam dan ikut terbakar . Bisa saja dia sudah menyelamatkan Jay " ujar Rani membantah ocehan menantunya


" Aku sangat membencinya ! Rumahku kebakaran karena dia . Acara syukuran pun jadi berantakan " gerutu Bricia kesal.


Beberapa detik kemudian . Seorang dokter keluar dari dalam ruangan .


" Mohon maaf . Gadis yang bersama tuan Jay .terluka parah . Wajahnya rusak dan tidak bisa dikenali . Wajahnya harus di operasi plastik " ungkap sang dokter


" Lakukan apa saja terhadap wanita itu . Aku tidak peduli  .Dan aku tidak akan membiayai biaya nya sedikit pun " seru bricia tegas


Sang dokter ternganga mendengar perkataan bricia .


" Baik lah " balas dokter lalu pergi . Rani mengejar dokter yang menangani Sonya.


" Dokter " panggil Rani ngos ngosan


Sang dokter berbalik lalu menoleh pada Rani .


" Dokter tolong lakukan yang terbaik pada Sonya . Soal biaya tidak perlu kwatir .putraku yang akan membayarnya " seru Rani


" Baiklah .tapi saya butuh foto gadis itu .untuk mengembalikan kembali wajahnya " pinta sang dokter


" Tidak masalah dokter . Saya sendiri yang akan mengambilnya " Rani pergi menuju rumahnya untuk mengambil foto Sonya.


Sementara keadaan Jay semakin kritis . Dokter berbicara dengan Peter dan harel soal keadaan Jay yang semakin memburuk .


" Tuan Jay semakin kritis . Dia seolah tidak ingin hidup " ucap dokter yang menangani Jay


Peter dan harel saling menatap panik .


"Apa tidak ada cara untuk membuat kakakku bersemangat dokter . Tolonglah Dokter tolong lakukan apa saja agar kakak ku bisa membaik . Aku mohon " pinta harel memohon


" Ada .kita harus mendekati nya barang barang yang bisa menyemangatinya .Apa ada sesuatu yang sangat berharga bagi nya ?" Tanya dokter


" Ada dokter .aku akan membawanya kesini " balas harel


Peter menatap bingung putranya " ayah aku akan ke rumah mencari foto kakak ipar " seru harel dan Peter mengangguk .


Harel pergi menuju rumah yang sudah terbakar .meskipun belum terbakar sepenuhnya.disana ada beberapa penjaga membereskan  , sisa sisa barang yang tidak terbakar.


Sesampai di kamar Jay , Harel mencari foto joya di dalam laci ,akan tetapi tidak menemukannya disana .

__ADS_1


" Dimana kakakku menyimpan foto kak joya " seru Harel sambil terus mencari di dalam lipatan buku buku .


Karena tidak menemukannya disana . Harel mendekati lemari pakaian Jay . Dia mencarinya disana . Namun tidak menemukannya .


Harel hampir putus asa ,dia menghela nafasnya ,tiba tiba matanya tertuju pada lipatan baju Jay . Dengan cepat dan tidak sabar ,Harel memeriksa,dan bener disana ada beberapa foto joya .


Dengan bahagia Harel mengambil satu foto joya ,lalu pergi meninggalkan rumah .


Di ke gelapan ,Rani berjalan dengan menggunakan senter  menuju kamar Sonya dan mencari satu foto Sonya untuk di bawa ke RS.


Setelah menemukannya .Rani memanggil salah satu dari mereka " Joon . Tolong ambilkan aku satu amplop " perintah Rani


" Baik nyonya " balas Joon dan langsung pergi .Ternyata disana ad miranda juga . Ketika ia mendengar ibunya sedang ke rumah untuk mengambil foto Sonya .


Ide pun muncul di benaknya . Dia mengikuti Rani ke rumah yang sudah terbakar .


Ketika Rani  terdiam menatap foto mendiang suaminya yang terbakar separoh . Dengan cepat dia menaruh foto Sonya di atas meja di kegelapan.


Miranda yang sudah menunggu kesempatan bagus itu segera menukar foto Sonya dengan foto joya .Entah bagaimana caranya  dia mendapatkan foto joya .


Seketika Joon menghampiri Rani dan menyerahkan amplop besar pada Rani  " ini amplopnya nyonya "


" Iya , terimakasih Joon " ucap Rani sambil menerimanya.


Joon pun kembali bekerja . Dan Rani mengambil foto yang dia duga foto Sonya tanpa melihat dia memasukkan foto terebut. Lalu segera pergi ke rumah sakit.


Senyum miring menghiasi bibir miranda " ini hukuman untuk mu Sonya karena sudah mencoba merusak rencanaku . Aku berusaha membuat keluarga ini bergantung pada putraku tapi kau merusaknya  " guman Miranda puas


Dia pun mengikuti Rani , untuk memastikan rencananya berhasil .


" Ini dokter . Tolong buat wajahnya persis seperti ini  ! " Seru Rani memohon


Ang dokter pun menerim amplopnya dan langsung membuka isi dalam amplop " iya " balas dokter .


Dokter pergi sambil membawa foto joya untuk mepersiapkan operasi plastik untuk Sonya .


Dari kejauhan Miranda kembali tersenyum penuh kemenangan " sekarang akan semakin seru . Kita lihat bagaimana reaksi Jay ketika melihat wajah istrinya di pakai oleh adik musuhnya . Aku jadi tidak sabar melihat reaksi Jay  " Miranda berdecak  sambil menggelengkan kepalanya " Ahir dari kisahmu akan berakhir Sonya '" Miranda berbicara sendiri.


" Mamah " panggil fairel


Miranda terkejut lalu menoleh " fairel . Sejak kapan disitu nak ?" Ucap Miranda panik


" Baru saja Mah "


Miranda menghela nafas lega " syukurlah "


" Jay sudah sadar mah . Ayo temui Jay " ajak fairel


Miranda tersenyum sambil mengangguk. Keduanya pergi ke ruangan dimana Jay di rawat.disana semua keluarga sudah berkumpul .


Semua menatap Jay sedang di periksa oleh dokter yang menangani Jayvin.


" Baiklah .semua sudah bagus .Kalian bisa bicara dengan pasien ! Saya akan tinggal . Jika ada keluhan bisa panggilan saya ! "  Seru dokter yang menangani Jay


Peter dan Bricia  mengangguk " terimakasih dokter " balas Bricia


Saat dokter keluar fairel dan miranda masuk .fairel duduk di sebelah Jay  " Ahirnya kau sadar Jay " ujar fairel ikut senang.

__ADS_1


Semua bahagia . Tiba tiba jayvin teringat dengan Sonya " Bagaimana dengan Sonya ?" Tanya Jay penasaran


Semua saling menatap  dan tidak mau bicara . Rani mendekat pada Jay .


" wajahnya hangus terbakar Jay tapi dalam beberapa bulan dia akan pulih  " balas Rani sedih .


" Dulu Samir merenggut nyawa joya dan sekarang wajah adik tercintanya terbakar . Pasti dia sedang bersedih . Tapi dia pantas mendapatkannya .kesedihannya tidak seberapa dengan kesedihan yang aku alami " batin Jay


Beberapa bulan kemudian


Jay sudah sehat dan kembali beraktivitas seperti biasa . Bahkan Jay terlihat lebih ceria dan bersemangat seperti saat ketika joya masih bersama Jay.


Fairel dan harel rebutan duduk di sebelah Rani " aku lebih dulu " ucap fairel sambil tersenyum mengejek harel .


" Hei ! Kalian masih saja seperti anak kecil " seru Rani bergurau


" Tante cepat carikan wanita untuk fairel . Jika tidak dia akan terus mengganggu ku " ucap harel memberikan usul


" Kalian sama saja " ujar Peter


Tiba tiba Jay mencul dan duduk di samping Peter  " selamat pagi " sapa Jay dengan ceria


" Kakak ,aku senang kakak kembali seperti dulu lagi " sela harel bahagia


" Iya , sekarang kau jauh lebih ceria sama seperti ketika joya masih ada " ucap Miranda mulai merusak suasana


Jay hanya diam menyimak . Semua terdiam menatap Jay  ,dan tidak berani bersuara . Harel mencoba membuat suasana menjadi ceria lagi .


" Emm....,bagaimana jika kita sarapan saja . Sepertinya masakannya enak semua ini . Rasanya perutku sudah meronta ingin di kasih makan " Harel mengelus perutnya


" Iya ,iya . Ayo semua makan !" Seru Peter sambil menatap putranya .


" Selamat makan ! " Seru Gisel


Tapi yang lain masih pada bengong memastikan Jay baik baik saja .


" Hei kenapa kalian menatap aku seperti itu .Aku baik baik saja .Entah kenapa sekarang aku merasa plong . Aku merasa joya seperti masih hidup .Entahlah ,tapi itu yang sedang aku rasakan sekarang " ucap Jay tenang dan penuh kejujuran tanpa beban .


Semua terharu menyimak ucapan Jay .lalu tersenyum lebar menatap Jay .


Ementara di  rumah sakit  dokter bersiap akan membuka perban di wajah Sonya .Sonya tampak gelisah sementara Laras yang memang menemani Sonya karena paksaan dari Samir ikut tegang .


Satu persatu dokter melepas perban yang menutupi wajah Sonya dengan bantuan dua suster di sebelahnya .


Ketika bagian dagu dan bibir Sonya terlihat . Raut muka Laras berubah kecewa .satu perban di lepas kembali .dan raut wajah Laras semakin kecewa . Dia semakin dekat pada Sonya  sambil terus fokus menatap lurus ke arah Sonya .


Ketika seluruh perban lepas . Laras semakin tambah kecewa dia berjalan mundur sambil menggeleng kepalanya


" Dokter ! Apa yang kamu lakukan pada wajah  saudaraku . Itu bukan wajah Sonya " seru Laras melotot dan masih menggelengkan kepalanya


" Apa maksud anda ? " Tanya dokter bingung . Sonya pun ikut bingung .Dia meraba raba seluruh mukannya .


" Ini sebuah tindakan kejahatan . Saya bisa menuntut kalian karena sudah lancang merubah wajah saudara saya  . Saya mengenal muka sepupuh saya . Dan wajah itu ,bukan wajah ya " ujar Laras penuh penekanan


" Tenanglah dulu . Saya melakukan sesui dengan foto yang di berikan pada saya . Jika tidak percaya kau boleh ikut saya ke ruangan saya . Akan saya tunjukkan " bujuk dokter


Akhirnya Laras bersedia ikut ke ruangan dokter yang menangani Sonya.

__ADS_1


__ADS_2