Kisah Kita Belum Selesai

Kisah Kita Belum Selesai
Bab 46


__ADS_3

Tiba di rumah Jay dan harel berjalan beriringan . Harel terus memohon pada Jay agar tidak memberitahu kejadian semalam pada keluarga.


Jay hanya diam dan terus berjalan dengan wajah dingin dan datar .


" Kakak tunggu kak ! Aku bisa jelaskan yang sebenarnya ka ! " Ucap  harel Was was


Jay terus berjalan menaiki anak tangga . Dari arah berlawanan Sonya muncul dan berpapasan langsung dengan Jay .Entah ceroboh atau tangganya memang  licin Sonya kepeleset dan jatuh di pelukan Jay .


Keduanya saling memandang dengan tatapan dalam . Cukup lama dengan posisi seperti itu lalu harel hanya diam mematung memperhatikan Jay dan Sonya.


" Joya " gumam Jay pelan dan terus menatap mata Sonya dengan lembut dan dalam .


Ehem


Bricia Tiba tiba muncul dan berdehem. Jay memalingkan wajahnya begitu juga dengan Sonya .


" Kau kenapa kau berada di rumahku ? " Ucap Jay yang tiba tiba jadi kasar


" Aaa aku ! " Sonya gugup . Dia tidak tahu harus memulainya dari mana .


" Katakan kenapa kau kembali ! Apa kamu tidak punya rasa malu kembali ke rumah ini ! " Seru Jay emosi


Sonya menyentuh tangan Jay dengan cepat di hempas oleh Jay


" Sudah berapa kali aku katakan jangan pernah menyentuh ku ! " Hardik Jay jengkel


Dengan acuh tak acuh Bricia buka suara " nak sudahah lupakan saja wanita ini  ! Yang penting kau tidak meleleh dengan wajahnya yang mirip  dengan joya . Ada hal penting yang lebih bermakna daripada mengurusi wanita ini " tutur Bricia dengan mata yang tertuju pada Sonya . Sesaat Bricia kembali  memalingkan matanya pada Jay.


" Tolong temenin Anita berbelanja . Dia tidak cukup banyak membawa baju sekalian temenin dia keliling kota . Wanita cantik dan polos seperti dia sangat bahaya jika jalan sendirian . Temenin ya nak !" Lanjut Bricia membujuk Jay dengan lembut .


" Iya baiklah !" Balas Jay cepat dengan mata yang masih  melekat pada Sonya .Seolah sengaja membuat Sonya cemburu .


Betapa girangnya Bricia mendengar persetujuan dari Jay . Dengan mudahnya Jay menyetujui tanpa penolakan sama sekali .


" Kalo begitu pergilah  ! Temui Anita di kamarnya . Beritahu Anita jika kamu akan menemaninya. ! Ayo cepet !" Ujar Ibu yang masih terlihat cantik itu dengan tersenyum sempurna.


" Iya ! Kakak pergilah " sela Harel dengan senyum merayu

__ADS_1


Jay menoleh pada Harel dengan mata kejamnya " urusan kita belum selesai . Setelah pulang aku akan menemui mu . Bersiaplah ! " Ucap Jay penuh misteri


Harel hanya menggeleng kepalanya lega . Paling tidak untuk beberapa jam saja .


Hal itu cukup membuat bricia kebingungan dengan apa yang di bicarakan putranya .


Usai mengancam Jay pergi menuju kamar Anita . Sedangkan Sonya menatap sedih punggung Jay yang berjalan menuju kamar Anita .


Bricia mengamati  Sonya yang terus menatap ke arah Jay " sepertinya wanita ini cemburu ! Baiklah akan aku buat kamu terus merasakan cemburu hingga akhirnya kau sendiri yang akan berlari meninggalkan rumah ini karena merasa sakit setiap kali melihat Jay dan Anita bersama "  Bricia berbicara dalam hatinya sambil menatap sinis Sonya


" Mah , aku akan ke kamar ! " Ucap Harel berjalan melewati ibunya


" Em rel ! Semalaman kau dimana ? Gisel begitu menghawatirkanmu nak ? " Tanya Bricia


Harel berbalik dan menoleh ke arah ibunya " hotel eh maksud Harel nginap di rumah teman mah !" Balas Harel gugub


" Sudah ku duga  ! Lain kali beritahu Gisel kalo kamu tidak pulang nak  !" Ujar Bricia tanpa menaruh curiga sedikitpun .


" Iya mah " balas Harel sambil mengangguk. Lalu kembali melangkah menuju kamarnya .


Harel menghela nafas panjang " hah ! Hampir saja " gumam harel lega sambil mengelus elus dadanya .


Sonya  hanya mengangguk dan berbalik . Dari belakang  Bricia melangkah mendahului Sonya dengan cepat . Sonya hanya bisa diam dan mengelus dadanya .


Entah kenapa baik ketika joya berada di tubuh aslinya atau di dalam tubuh Sonya . Bricia tetap saja tidak menyukainya . Sonya merasa sedih akan hal itu.


Dia selalu bertanya tanya dalam hatinya hal apa yang membuat Bricia begitu membenci dirinya .


Tapi Sonya tidak mendapatkan jawabannya.Dengan berat Sonya berjalan ke dapur dan membuatkan dua gelas kopi . Dan segera membawanya ke kamar Jay .


Di sana  Anita sedang bercanda dengan Jay . Ketika Sonya masuk candaan Jay semakin mesra dengan Anita . Seolah Jay sengaja melakukannya hanya di hadapan Sonya .


Tidak berhenti disana Jay sengaja merayu Anita di hadapan Sonya . Jay membelai rambut panjang  Anita  yang di culry gantung .dia  sedang duduk menghadap  cermin sambil memoles natural makeup di wajah cantiknya .


" Kau sangat cantik dengan gaya rambut  seperti ini  " puji Jay tapi matanya sedikit melirik ke arah Sonya


Dari pantulan cermin di hadapannya .

__ADS_1


Hati Sonya terasa sakit mendengar Jay memuji perempuan lain di hadapannya . Tapi Sonya berusaha tidak terjadi apa apa .


" Terimakasih Jay  ! jika memang kamu suka ,aku tidak keberatan dengan gaya rambut seperti ini selamanya " Balas Anita dengan seksi


" Maaf  ! Tante Bricia menyuruhku untuk membawakan kopi untuk kalian berdua " sela Sonya dan segera menaruh dua gelas kopi di atas nakas dan beranjak pergi meninggalkan kamar .


Rasanya Sonya  tidak sanggup melihat orang yang disayanginya memuji dan menggoda wanita lain .


Tanpa merasa kasihan Jay menatap kepergian Sonya dengan senyum miringnya.


Dan dia segera menjauh dari dekat Anita karena apa yang dia lakukan tadi semata mata untuk membuat Sonya jengkel saja .


Sonya berlari kembali ke luar rumah . Dan paling tepatnya  di taman belakang rumah . Dia berdiri menghadap jalan dengan tatapan sedih  dan kosong .


Tes tes


Sonya memeluk dirinya sendiri dengan kedua tangannya sambil menangis tanpa mengeluarkan suara .


Dia selalu mencoba untuk kuat tapi dia tidak mampu . Dia merasa mulai capek secara fisik dan juga secara mental .


Dia mengelus elus lengannya sendiri dengan lembut . Dia hanya bisa menangis .Dia selalu berusaha  menguatkan orang lain tapi dia tidak mampu untuk menguatkan dirinya sendiri .


Seseorang menyentuh bahu Sonya dari belakang . Dengan segera Sonya mengusap air matanya dan menoleh ke arah belakang .


Dan ternyata Peter adalah orangnya . Dia berdiri di belakang Sonya dengan tatapan iba .


Sonya tersenyum palsu untuk menutupi rasa sedihnya .Tapi pria tua itu tau apa yang sedang Sonya alami .


Pria tua itu menarik pergelangan tangan Sonya dan mengajaknya duduk di bangku besi yang ada di samping Sonya .


Usai keduanya duduk . Peter menatap wajah Sonya yang menunduk karena menutupi air matanya .


Pria itu menaikkan dagu Sonya lalu menatap mata Sonya dalam .


" Nak ! Kau berusaha membahagiakan ayahmu ini tanpa memikirkan kebahagiaanmu . Jika kamu merasa sudah lelah . Ayah akan memaksa Jay untuk menikahimu apapun resikonya " titah Peter halus


Tidak setuju dengan usul Peter , Sonya menggeleng kepalanya dan menggenggam telapak tangan Peter dan menaruhnya di kepalanya .

__ADS_1


" Berjanjilah ayah . Jangan pernah bicara seperti itu lagi . Aku tidak ingin Jay mbenci ayah " tolak Sonya dengan berat Peter mengangguk .


__ADS_2