
Tiba di rumah Jay dan harel berjalan beriringan . Harel terus memohon pada Jay agar tidak memberitahu kejadian semalam pada keluarga.
Jay hanya diam dan terus berjalan dengan wajah dingin dan datar .
" Kakak tunggu kak ! Aku bisa jelaskan yang sebenarnya ka ! " Ucap harel Was was
Jay terus berjalan menaiki anak tangga . Dari arah berlawanan Sonya muncul dan berpapasan langsung dengan Jay .Entah ceroboh atau tangganya memang licin Sonya kepeleset dan jatuh di pelukan Jay .
Keduanya saling memandang dengan tatapan dalam . Cukup lama dengan posisi seperti itu lalu harel hanya diam mematung memperhatikan Jay dan Sonya.
" Joya " gumam Jay pelan dan terus menatap mata Sonya dengan lembut dan dalam .
Ehem
Bricia Tiba tiba muncul dan berdehem. Jay memalingkan wajahnya begitu juga dengan Sonya .
" Kau kenapa kau berada di rumahku ? " Ucap Jay yang tiba tiba jadi kasar
" Aaa aku ! " Sonya gugup . Dia tidak tahu harus memulainya dari mana .
" Katakan kenapa kau kembali ! Apa kamu tidak punya rasa malu kembali ke rumah ini ! " Seru Jay emosi
Sonya menyentuh tangan Jay dengan cepat di hempas oleh Jay
" Sudah berapa kali aku katakan jangan pernah menyentuh ku ! " Hardik Jay jengkel
Dengan acuh tak acuh Bricia buka suara " nak sudahah lupakan saja wanita ini ! Yang penting kau tidak meleleh dengan wajahnya yang mirip dengan joya . Ada hal penting yang lebih bermakna daripada mengurusi wanita ini " tutur Bricia dengan mata yang tertuju pada Sonya . Sesaat Bricia kembali memalingkan matanya pada Jay.
" Tolong temenin Anita berbelanja . Dia tidak cukup banyak membawa baju sekalian temenin dia keliling kota . Wanita cantik dan polos seperti dia sangat bahaya jika jalan sendirian . Temenin ya nak !" Lanjut Bricia membujuk Jay dengan lembut .
" Iya baiklah !" Balas Jay cepat dengan mata yang masih melekat pada Sonya .Seolah sengaja membuat Sonya cemburu .
Betapa girangnya Bricia mendengar persetujuan dari Jay . Dengan mudahnya Jay menyetujui tanpa penolakan sama sekali .
" Kalo begitu pergilah ! Temui Anita di kamarnya . Beritahu Anita jika kamu akan menemaninya. ! Ayo cepet !" Ujar Ibu yang masih terlihat cantik itu dengan tersenyum sempurna.
" Iya ! Kakak pergilah " sela Harel dengan senyum merayu
__ADS_1
Jay menoleh pada Harel dengan mata kejamnya " urusan kita belum selesai . Setelah pulang aku akan menemui mu . Bersiaplah ! " Ucap Jay penuh misteri
Harel hanya menggeleng kepalanya lega . Paling tidak untuk beberapa jam saja .
Hal itu cukup membuat bricia kebingungan dengan apa yang di bicarakan putranya .
Usai mengancam Jay pergi menuju kamar Anita . Sedangkan Sonya menatap sedih punggung Jay yang berjalan menuju kamar Anita .
Bricia mengamati Sonya yang terus menatap ke arah Jay " sepertinya wanita ini cemburu ! Baiklah akan aku buat kamu terus merasakan cemburu hingga akhirnya kau sendiri yang akan berlari meninggalkan rumah ini karena merasa sakit setiap kali melihat Jay dan Anita bersama " Bricia berbicara dalam hatinya sambil menatap sinis Sonya
" Mah , aku akan ke kamar ! " Ucap Harel berjalan melewati ibunya
" Em rel ! Semalaman kau dimana ? Gisel begitu menghawatirkanmu nak ? " Tanya Bricia
Harel berbalik dan menoleh ke arah ibunya " hotel eh maksud Harel nginap di rumah teman mah !" Balas Harel gugub
" Sudah ku duga ! Lain kali beritahu Gisel kalo kamu tidak pulang nak !" Ujar Bricia tanpa menaruh curiga sedikitpun .
" Iya mah " balas Harel sambil mengangguk. Lalu kembali melangkah menuju kamarnya .
Harel menghela nafas panjang " hah ! Hampir saja " gumam harel lega sambil mengelus elus dadanya .
Sonya hanya mengangguk dan berbalik . Dari belakang Bricia melangkah mendahului Sonya dengan cepat . Sonya hanya bisa diam dan mengelus dadanya .
Entah kenapa baik ketika joya berada di tubuh aslinya atau di dalam tubuh Sonya . Bricia tetap saja tidak menyukainya . Sonya merasa sedih akan hal itu.
Dia selalu bertanya tanya dalam hatinya hal apa yang membuat Bricia begitu membenci dirinya .
Tapi Sonya tidak mendapatkan jawabannya.Dengan berat Sonya berjalan ke dapur dan membuatkan dua gelas kopi . Dan segera membawanya ke kamar Jay .
Di sana Anita sedang bercanda dengan Jay . Ketika Sonya masuk candaan Jay semakin mesra dengan Anita . Seolah Jay sengaja melakukannya hanya di hadapan Sonya .
Tidak berhenti disana Jay sengaja merayu Anita di hadapan Sonya . Jay membelai rambut panjang Anita yang di culry gantung .dia sedang duduk menghadap cermin sambil memoles natural makeup di wajah cantiknya .
" Kau sangat cantik dengan gaya rambut seperti ini " puji Jay tapi matanya sedikit melirik ke arah Sonya
Dari pantulan cermin di hadapannya .
__ADS_1
Hati Sonya terasa sakit mendengar Jay memuji perempuan lain di hadapannya . Tapi Sonya berusaha tidak terjadi apa apa .
" Terimakasih Jay ! jika memang kamu suka ,aku tidak keberatan dengan gaya rambut seperti ini selamanya " Balas Anita dengan seksi
" Maaf ! Tante Bricia menyuruhku untuk membawakan kopi untuk kalian berdua " sela Sonya dan segera menaruh dua gelas kopi di atas nakas dan beranjak pergi meninggalkan kamar .
Rasanya Sonya tidak sanggup melihat orang yang disayanginya memuji dan menggoda wanita lain .
Tanpa merasa kasihan Jay menatap kepergian Sonya dengan senyum miringnya.
Dan dia segera menjauh dari dekat Anita karena apa yang dia lakukan tadi semata mata untuk membuat Sonya jengkel saja .
Sonya berlari kembali ke luar rumah . Dan paling tepatnya di taman belakang rumah . Dia berdiri menghadap jalan dengan tatapan sedih dan kosong .
Tes tes
Sonya memeluk dirinya sendiri dengan kedua tangannya sambil menangis tanpa mengeluarkan suara .
Dia selalu mencoba untuk kuat tapi dia tidak mampu . Dia merasa mulai capek secara fisik dan juga secara mental .
Dia mengelus elus lengannya sendiri dengan lembut . Dia hanya bisa menangis .Dia selalu berusaha menguatkan orang lain tapi dia tidak mampu untuk menguatkan dirinya sendiri .
Seseorang menyentuh bahu Sonya dari belakang . Dengan segera Sonya mengusap air matanya dan menoleh ke arah belakang .
Dan ternyata Peter adalah orangnya . Dia berdiri di belakang Sonya dengan tatapan iba .
Sonya tersenyum palsu untuk menutupi rasa sedihnya .Tapi pria tua itu tau apa yang sedang Sonya alami .
Pria tua itu menarik pergelangan tangan Sonya dan mengajaknya duduk di bangku besi yang ada di samping Sonya .
Usai keduanya duduk . Peter menatap wajah Sonya yang menunduk karena menutupi air matanya .
Pria itu menaikkan dagu Sonya lalu menatap mata Sonya dalam .
" Nak ! Kau berusaha membahagiakan ayahmu ini tanpa memikirkan kebahagiaanmu . Jika kamu merasa sudah lelah . Ayah akan memaksa Jay untuk menikahimu apapun resikonya " titah Peter halus
Tidak setuju dengan usul Peter , Sonya menggeleng kepalanya dan menggenggam telapak tangan Peter dan menaruhnya di kepalanya .
__ADS_1
" Berjanjilah ayah . Jangan pernah bicara seperti itu lagi . Aku tidak ingin Jay mbenci ayah " tolak Sonya dengan berat Peter mengangguk .