
Jayvin menangis dan memeluk tubuh Joya yang sudah tidak bernapas.
" Joyaaaa ,bangunlah sayang !"
Roh joya ikut menangis melihat tubuh nya sudah meninggal.
" Jay ,maafkan aku .aku tidak bisa menepati janjiku , untuk selalu bersamamu. Maaf Jay " joya menangis pilu .
" Jayvin !" Seru Sonya dan terbangun dari tidurnya.
Ternyata itu hanya mimpi .dia bermimpi tentang kejadian 7 tahun yang lalu .
" Hanya mimpi , tapi terasa nyata.siapa wanita dan pria itu " Sonya berfikir keras.
" Siapa pria dan wanita itu ? Kenapa ada dalam mimpiku ? " Sonya kembali berfikir
"Siapa mereka ? Kenapa aku tidak bisa mengingatnya ?" Sonya mulai gelisah
Tiba tiba bayangan itu kembali muncul dibenak nya .
" Awwww kepalaku sakit " Sonya menekan kepalanya dengan kedua tangannya.
" Bayangan apa itu .kenapa sama seperti mimpi ku tadi .siapa pria dan wanita itu ? Apa hubungannya dengan aku ? " Sonya kembali berfikir keras mengingat masa lalu nya .
Kepalanya kembali sakit hebat .Sonya berteriak sambil menekan nekan kepalanya dengan kedua tangannya.
" Aawww ! Sakit ! " Sonya meringis kesakitan .lalu Sonya pingsan .Samir keluar dari toilet dengan terburu buru,karena mendengar teriakan Sonya.
" Sonya ! Kau baik baik saja ?" Samir memeriksa Sonya.lalu menekan bel yang ada di atas tempat tidur Sonya.
Seorang perawat muncul karena Samir menekan bel.
" Bapak memanggil ?" Tanya perawat
" Iya suster.tolong periksa sepupu saya.tadi dia teriak histeris dan sekarang dia pingsan " ucap Samir panik
Perawat memeriksa keadaan Sonya " tunggu sebentar "perawat pergi .
" Sonya ,kau akan baik baik saja .dokter akan memeriksa kondisi mu " Samir menggenggam tangan Sonya
Beberapa detik kemudian perawat kembali bersama dokter yang menangani Sonya.
Sang dokter memeriksa kondisi Sonya.
" Dokter ,bagaimana kondisinya ? apa Sonya baik baik saja dokter ?" Tanya Samir panik
" Tenang pak .seperti yang sudah pernah saya katakan .dia terlalu memaksakan dirinya untuk mengingat kembali ingatannya " ucap dokter lalu pergi.
Dengan setia ,Samir duduk di samping tempat tidur Sonya sambil menggenggam tangan sonya.seperti seorang suami yang setia menunggu suaminya.hingga Samir ketiduran .
Sonya sadar.dia melirik ke arah Samir yang ketiduran " samir .ternyata kau adalah samsam yang di bicarakan Sonya " batin Sonya sambil terus melirik wajah Samir .
Flashback Kejadian tujuh tahun yang lalu.
Ketika roh joya menangisi tubuhnya di pelukan Jay ,seorang gadis cantik menghampiri joya dengan perasaan iba
" Jika kamu tidak keberatan ,aku akan membantumu kembali hidup "
__ADS_1
" Apa maksud mu ,apakah kamu seorang peri ? atau malaikat maut ?" Tanya roh joya
"Tidak . aku sama seperti mu .namaku sonya ,tubuhku pingsan akibat kecelakaan ini.kedua orang tua ku meninggal ,tapi tubuhku masih hidup . aku akan menyerahkan tubuhku untuk mu,dan aku akan pergi bersama ibu dan ayahku "
" Kenapa kamu menyerahkan tubuhmu untuk aku ,apakah kamu sudah bosan hidup ?"
Sonya tertawa kecil " bukan begitu ,aku merasa kamu lebih membutuhkan tubuhku ,lagian aku bisa bersama dengan ibu dan ayahku ,lihat mereka ada disana " Sonya menunjukkan ke arah roh ibu dan ayahnya yang sudah menunggunya.ayah dan ibu Sonya balas melambaikan tangannya.
" Ayo cepatlah ,cium keningku ,setelah 7 hari kau akan selamanya memiliki tubuhku . Dan aku akan pergi bersama dengan ayah dan ibuku " Sonya menarik lengan joya dan membawanya ke tubuhnya yang sedang pingsan di dalam mobil.
" Terimakasih Sonya ,namaku joya "
" Iya ,sama sama joya ,tapi sebelumnya kamu harus berjanji untuk selalu menyayangi samsam " Sonya mengutarakan permintaan terakhir nya.
" Samsam siapa ?, Apa dia orang yang spesial ?" Selidik joya penuh tanya
" Ya ,dia adalah sepupuku yang selalu menjaga aku ,dia memang sedikit kasar, tapi sebenarnya dia itu anak baik,jadi tolong berjanjilah " tambah Sonya memohon
" Iya ,aku berjanji "balas joya
" Terimakasih " sambung Sonya
Flashback off
****
Samir terbangun dari tidurnya .
" Sonya.kau sudah bangun ? Apa kau butuh sesuatu ? "
" Sonya ! Hallo ! Sonya !,kau baik baik saja ?" Samir melambaikan tangannya di depan wajah sonya.
" Ahh iya ,kak .aku pingin sekali makan roti.mau kah Kakak membelikan nya untuk ku "
" Tentu saja .apapun yang kau mau, akan aku belikan .tunggu sebentar ya ". Samir keluar dari ruangan dan pergi menuju kantin RS.
Setelah Samir menghilang dari pandangan Sonya. ekspresi Sonya berubah menjadi murung.
" Jay !" Panggilan sonya
Di tempat lain .Jay tiba tiba terkejut.dia merasa seperti ada yang memanggilnya
" Ya " Jay menjawab secara refleks seolah keduanya punya ikatan batin.
" Bagaimana caraku untuk memberi tahumu,jika aku adalah joya .bagaimana Jay !" Sonya berbicara sendiri
" Siapa yang memanggil namaku ?" Jayvin mengedarkan pandangannya.namun tidak seorang pun disana.
" Kenapa aku merasa seperti ada yang menyebut namaku ? Jayvin jeda sebentar untuk menarik nafas lalu mengambil foto joya dari kantong kemeja nya.
" Joya !.aku sangat merindukanmu .kenapa kau tidak menepati janji mu.kenapa kau pergi begitu saja "
"Jay.aku kembali untuk menepati janjiku.aku kembali hanya untuk dirimu,Jay bisa kah kau mengenalimu nanti " air mata Sonya menetes membasahi pipinya.
Cklek
Suara pintu terbuka.laras masuk dengan wajah malasnya dengan sebuah tas di tangannya.
__ADS_1
" Hah..,aku bener bener capek " Laras menaruh tas berisi pakaian bersih untuk Samir di lantai dengan asal.sonya segera mengusap air matanya.
" Eh cupu !.dengar .cepatlah pulih .aku sangat capek jika harus bolak balik ke sini,hanya untuk mengantarkan keperluan mu dan juga kak Samir.kamu tau aku juga punya kesibukan " Laras duduk di bangku samping tempat tidur Sonya.
" Maaf Laras " balas Sonya singkat
"Maaf maaf .makanya kau harus melawan penyakitmu.supaya cepat pulih .apa kamu tidak bosan berada di sini terus.lagian apa kau tidak kasihan sama kak Samir .dia menunggumu tanpa mengeluh " Laras menatap tidak suka pada Sonya .
" Maaf Laras " Sonya kembali minta maaf
" Tidak perlu minta maaf sonya.kakak tidak pernah merasa lelah menjagamu kok " Samir masuk dengan 3 bungkus roti di tangan .lalu Samir memberikannya pada Sonya.
" Terimakasih kak " Sonya tersenyum lalu menerima rotinya .sementara Laras merasa jengkel .dia memajukan bibirnya .
" Aku mau pergi dulu " Laras berjalan dengan hati yang gondok
Samir hanya menggeleng gelengkan kepalanya.lalu menatap Sonya.
" Kau habis menangis ? Apa kau tersinggung dengan kata kata Laras ?.dari dulu Dia memang seperti itu ,nggak usah di fikirin ya "
" Nggak kok kak " balas Sonya
" Ya sudah .ayo di makan rotinya.jika kau butuh apa apa bilang saja pada kakak.kakak akan mengambilkannya untuk mu.
" Terimakasih kak " Sonya menggigit rotinya.
Tiba tiba ponsel samir berdering .Samir menerima panggilannya.
" Hallo "
" Hallo Samir "
" Ada apa madu "
Sonya tersendat mendengar Samir menyebut nama madu.sonya segera mengalihkan pandangan nya ke arah Samir.
" Samir ! Kau dimana ? Ada yang ingin aku katakan .ayo kita ketemu " ajak madu dari balik telpon.
" Aku sedang di rumah sakit madu .aku tidak bisa " tolak Samir
" Samir !.ada hal penting yang ingin aku sampaikan "
Samir berbalik badan dan melirik ke arah Sonya.sonya mengalihkan pandangannya ke arah lain.
" Baiklah hanya sepuluh menit " balas Samir lalu menutup telponnya.samir menghampiri Sonya
" Sonya ! Kakak tinggal sebentar tidak apa ?"
" Kakak mau menemui siapa ?"
Samir mendekati wajah Sonya " ini rahasia kita berdua ya.jangan pernah beritahu siapa pun .termasuk mamah .kau mengerti ?"
" Iya " balas Sonya
" Kakak ingin menemui pacar kakak .ingat jangan memberitahu siapa pun "
" Iya kak beres " ucap Sonya dengan senyum palsu
__ADS_1