
Di kediaman Wiliam ,terlihat Harel dan Gisel sedang rebutan remote tv .Gisel ingin menonton film sementara harel ingin menonton pertandingan sepakbola
" Hei,kalian berdua tidak bisa tenang sedikit . Kalian seperti anak kecil saja " ucap Bricia sembari duduk di sofa imut bergabung .
Ketika Gisel mengganti channel TV, ada berita yang menarik perhatian Bricia .
" Gisel ,beritanya " ujar Bricia penasaran
Akhirnya Gisel mengembalikan channel ke semula. Ternyata ada berita penyanderaan di sebuah hotel .Harel Gisel dan Bricia mendengarkan dan melihat dengan serius berita di tv .
" Hotel itu kan milik reynan . Jay ada Disana kan mah ? " Ucap Harel
Bricia menjadi panik dan ketakutan
" Harel coba telpon Fairel . Mungkin saja Jay sudah pulang atau belum ke hotel " perintah Bricia gelisah .
Harel menelpon Fairel sesuai perintah ibunya .
" Halo fairel ,kau di kantor ? Kak Jay ada bersama mu ? Ad berita di tv coba kamu tonton .ya sudah dulu ya " harel menutup telponnya
" Bagaimana rel ? "
" Kakak masih di hotel reynan mah " jawab Harel sedih
" Oh tidak " ucap Bricia dengan sedih dan lemas.
Kembali ke hotel . Salah satu penjahat berhasil menemukan Anita di dalam toilet.
" lepaskan aku " jerit Anita dengan tangan terikat dan di belakangnya ada dua penjahat mendorongnya agar berjalan dengan cepat .
" Cepat jalan " teriak penjahat 2
" Tolong lepaskan aku " Anita masih saja memohon
Tanpa rasa kasihan penjahat dua mendorong Anita bergabung bersama Sandra yang lain .
" Aku menemukannya di toilet " seru penjaga dua pada pimpinan penjahat .
"Bagus , periksa kembali " perintah pimpinan penjahat
Penjahat dua dan satu kembali berpencar ke segala arah .dan disusul oleh pempinan penjahat . Jay yang sejak tadi mengintip, berjalan pelan mendekati para sandera yang sudah terikat dan duduk di lantai .
Dua penjahat berjalan mondar mandir .
Sambil memegang senjata api.wajahnya begitu horor dan badannya begitu besar dan berotot .
Ketika Meleng ,Jay mendekati para sandera dan berpura pura menjadi salah satu sandera ,lalu berusaha membatu para sandera membuka ikatannya . Usai terbuka semua ,mereka kabur satu persatu .
Terakhir ,Jay mendekati Anita dan bersiap akan kabur . Tapi tertangkap basah oleh penjahat 4.
" Hei ,mau kemana ? " Teriak penjahat 4
__ADS_1
Nita dan Jay menoleh dan langsung berlari untuk bersembunyi .
" Semua sandera berhasil kabur " teriak penjahat lima
Mendengar temannya berteriak para penjahat lainnya berlari ketempat semula .
" Seorang pemuda berpakaian abu abu membebaskan para sandera bos " ucap penjahat empat
" Sial , cari pemuda itu . Dan kumpulkan kembali para sandera . Jika mereka melawan habisi saja mereka " perintah pimpinan penjahat.
Anak buahnya mengangguk lalu pergi berpencar untuk mengumpulkan para sandera .
Beberapa Sandra menjerit ketakutan ketika beberapa penjahat menembak salah satu Sandra hingga tewas .
" Berhenti semua ,jika tidak kalian semua akan sama seperti dia " serang salah satu penjahat .
Seketika semua berhenti dan diam di tempat .dengan mudah para penjahat mengumpulkan kembali para Sandra .
Sementara Jay dan Anita sedang bersembunyi di balik tembok dengan ekspresi tegang . penjahat 2 berjalan sembari menggenggam senjata api miliknya .
Dengan mengamati sekeliling dengan teliti dan waspada.Anita tampak tegang dan ketakutan akan ketahuan . Berbeda dengan Jay yang tampak tenang .
Penjahat dua semakin mendekat .Anita membekap mulutnya . Suasana tampak tegang . Penjahat dua terus melangkah ,lalu tiba tiba terdengar suara dari arah lain .
Penjahat dua berbalik badan dan mencari ke arah suara tadi .dan bener saja seorang sandera ada disana bersembunyi di balik pilar .
Tanpa rasa kasihan ,penjahat dua langsung menembak perempuan berambut panjang itu hingga meninggal di tempat .
Anita menghela nafas lega sembari menatap wajah Jay tenang seolah tidak terjadi sesuatu .
" Aku takut Jay . Mereka sangat kejam " balas Anita ketakutan
"Tenanglah Anita ,semua akan baik baik saja ,ikuti saja perintahku " bujuk Jay
Ahirnya Anita mengalah . Dia berjalan dengan pelan dan hati hati sambil memperhatikan sekeliling .
Ketika Jay mengintai penjahat satu . Teryata penjahat tiga melihat Jay . Dia menodongkan pistolnya di kepala Jay
Tidak jauh dari situ ,Anita dan Sonya bertabrakan .
" Sonya !" Sapa Anita
" Anita !" Balas Sonya pelan
"Sonya ,aku takut sekali " ucap Anita panik
" Ayo kesana " Sonya membawa Anita ke sebuah ruangan lalu menguncinya .
" Dimana Jay ? " Tanya Sonya panik
" Aku tidak tahu , tadi Jay membebaskan semua Sandra ,dan sekarang para penjahat semakin marah dan mengejar kami " ujar Anita dengan cepat dan tergesa gesa
__ADS_1
" Aku menemukan pria itu " teriak penjahat tiga
Seketika Sonya terkejut mendengar teriakan penjahat . Dia menatap Anita .
" Pria yang mana ? " Tanya Sonya pada Anita . Anita hanya mengendikkan bahunya .
Merasa penasaran Sonya segera mendekati kaca dan mengintip dari balik orden.
" Oh tidak ! Aku harus menolong Jay " ucap Sonya panik dan mencoba membuka pintu .
Tapi di cegah oleh Anita " Sonya jangan pergi , para penjahat itu sangat kejam . Mereka bisa saja mencelakaimu " kata Anita
" Aku tidak peduli dengan diriku , aku harus membantu Jay " Ucap Sonya dengan tegas dan langsung membuka pintu lalu keluar .
Anita yang ketakutan hanya bisa pasrah . Dia kembali menutup pintunya . Dia tidak mau mati konyol hanya untuk menyelamatkan Jay .
" Cepat jalan ,jika tidak peluru ini akan mengenai kepalamu " bentak penjahat ke tiga pada Jay .
Tanpa rasa takut ,Jay tetap tenang berjalan menghampiri para Sandra yang kembali tertangkap .
Pimpinan penjahat menatap Jay dengan tatapan kesal dan emosi karena sudah berani mencoba merusak rencana para penjahat .
Merasa hebat dan tangguh ,pimpinan penjahat melempar pisau miliknya dan senjata api ke samping .
Dia berniat ingin menghajar Jay tanpa senjata .
" lepaskan dia "
" kau mencoba jadi pahlawan kan , sekarang coba lawan aku " seru pimpinan penjahat sembari melakukan pukulan pertamanya pada Jay tepat mengenai hidung Jay dengan sangat keras .
Jay mengerang kesakitan ,dan darah segar keluar dari hidungnya . Tidak puas sampai disitu pimpinan penjahat menyiku Jay dengan kakinya tepat mengenai perut Jay .
" Ahh " Jay kembali mengerang kesakitan .
Pimpinan penjahat dan para penjahat tertawa kecil menyaksikan pimpinannya menghajar Jay dengan mudah .
Emosi Jay memuncak ,wajahnya memerah .matanya tajam .dalam hitungan detik Jay menghajar pimpinan dengan mudah hingga pimpinan penjahat tersungkur .
Terkejut melihat Jay jago bertarung . Para anak buah penjahat berkerumun mengelilingi Jay ,dan mencoba membalas Jay .
Dengan senang hati Jay menghajar para penjahat dengan mudah .
Dalam hitungan detik semua tersungkur di lantai . Lalu satu dari penjahat kembali berdiri dan mencoba menghajar Jay .
Tapi tidak berhasil ,Jay membalas serangannya dengan emosi . Jay memiting leher penjahat dengan lengannya dan hampir mati karena tidak bisa bernapas .
" Lepaskan dia " seru pimpinan penjahat sembari menodongkan pistol di kepala Jay .
Dengan terpaksa Jay melepas penjahat dan menaruh kedua tangannya di atas .
" Kau mencoba bermain main dengan kami . Kamu tidak tau kami penjahat yang tidak punya hati . Aku bisa saja membunuhmu disini " seru pimpinan penjahat
__ADS_1
" Beritahu para polisi untuk menyiapkan mobil anti peluru . Jika tidak pemuda ini akan aku habisi " perintah Pimpinan penjahat pada anak buahnya .
Anak buahnya mengangguk dan segera menelpon polisi yang sudah mengepung hotel .