
Di dalam club ,tampak Harel dan Fairel menikmati suasana . Sementara Jay terlihat kaku . Dia tidak bersemangat berada di sana .
Fairel dan Harel menggoda Jay ,agar membuktikan dirinya tidak seorang yang pemarah lagi .
" Kakak ,lihat gadis disana ,dia sangat cantik dan seksi . Dia sedang tersenyum menatap diriku yang tampan ini " ucap Harel percaya diri sambil merapikan rambut dan pakaiannya.
" Eh anak rakun ,gadis itu tidak sedang tersenyum padamu tapi tersenyum sama Jay . Kau jangan terlalu percaya diri " sela Fairel mengejek setelah menjitak kepala Harel .
" Aww...sakit dodol " Harel mengelus ngelus kepalanya
" Kakak cepat ajak dia bicara !" Kata Harel bersemangat
" Tidak ,tidak ,aku sedang tidak ingin " tolak Jay
Harel dan Fairel menatap Jay jail " kakak harus membuktikan jika kakak tidak sedang memikirkan Sonya "
Jay menatap Fairel dan Farel " Baiklah akan aku lakukan " Jay menghampiri gadis cantik dan seksi itu dan menyapanya dengan lembut.
" Hai !" Sapa Jay lembut
" Hai juga . Kau mau kencan buta dengan ku ?" Ajak sang gadis
" Maaf ,aku tidak bisa ,Kau sangat cantik dan baik tapi aku sudah memiliki seseorang di dalam hatiku . Kau bisa mengajak yang lain .Aku yakin banyak pria yang akan menerimamu " tolak Jay sopan
" Kau laki laki yang sangat sopan yang pernah aku temui .jika tidak keberatan mau kah kau berdansa denganku malam ini . Hanya berdansa !" Pinta gadis seksi
"Dulu aku dan pasanganku suka berdansa . Tapi maaf ,aku bener bener tidak bisa " Jay menyatukan kedua tangannya .
Si gadis seksi tersenyum . Dia terpaku menatap pria sopan di hadapannya .pria yang mencintai seseorang dengan tulus .
" Baiklah . Aku akan pergi " balas gadis seksi setelah mendapat penolakan beberapa kali .
Jay balas tersenyum mempersilahkan si gadis seksi meninggalkan meja yang mereka duduki .
"Apa kau tau , aku selalu mengejar ngejar para gadis cantik dan seksi tapi tidak ada satu pun yang mau sementara kak Jay . Dia yang selalu di kejar kejar para gadis cantik dan seksi .
Fairel tertawa kecil mengejek Harel . Seketika Jay mendekat .
" Bagaimana ? Apa kalian sudah puas ? " Tanya Jay
" Iya sudah " balas Fairel dan Harel sambil mengangguk
" Bagus ! Sekarang kita bisa pulang ?" Jay kembali bertanya
Keduanya mengangguk . Lalu mereka bertiga kembali ke kediaman Wiliam .
Di rumah Peter tampak gelisah menatap keluar jendela kamarnya.Dia sedang memikirkan Sonya .Bricia menghampiri suaminya lalu menyentuh pundak suaminya dan Peter pun menoleh .
__ADS_1
" Apa yang sedang ayah lihat di tengah malam seperti ini , hanya ada bulan ! " Ujar Bricia
" Iya ,sebuah bulan yang indah yang menerangi kegelapan . Seperti hal nya rumah kita yang gelap membutuhkan sinar bulan " seru Peter
" Cahaya bulan ! Iya ,rumah kita memang sudah lama gelap dan membutuhkan cahaya . Maka mamah akan mencari cahaya itu " Bricia tersenyum sambil menatap ke arah atas
Peter menoleh menatap Bricia " apa maksudmu mah ?"
" Aku akan mencarikan Jay seorang istri ,istri yang akan menerangi rumah ini dengan cahaya " balas Bricia
" Apa !" Seru Peter tidak terima
" Oya ,ayah masih ingat dengan Anita ? Besok dia akan sampai di kota ini "
" Anita ? " Tanya Peter bahagia dan di balas anggukan oleh Bricia . Anita adalah tetangga sekaligus sahabat Jay ketika tinggal di Jamaica.
Sebelumnya Anita sudah pernah sekali menemui Jay dan tinggal beberapa bulan di kediaman Wiliam sekitar 6 tahun yang lalu .
Dimana Jay saat itu sedang terpuruk dan terpukul karena kematian Joya .Anita datang berniat menghibur Jay karena permintaan dari Bricia .
Akan tetapi tidak membantu . Jay masih saja dingin dan pemurung .Karena merasa lelah Anita kembali ke Jamaica.
Dan sekarang Anita kembali dengan keinginannya sendiri . Dia kembali ingin melihat situasi dan kondisi Jay .
Tentu saja kedatangannya akan disambut hangat oleh seluruh keluarga. Seluruh keluarga menganggap Anita adalah bagian dari keluarga . Termasuk Peter ,Peter selalu berfikir positif tentang seseorang,apalagi Anita gadis yang sudah lama dia kenal .
" Belum . Tapi aku akan segera memberitahunya " ucap Bricia bersemangat .Bricia keluar kamar dan menuruni anak tangga .
Di ruang Tamu ,ada Rani dan Gisel sedang berbicara santai . Bricia tersenyum menatap keduanya .Dia tidak sabar ingin memberitahu kedatangan Anita .
Kebetulan atau tidak Jay ,Harel dan Fairel muncul secara tiba tiba sambil bercanda dan tertawa kecil .
Bricia semakin bersemangat ,dan melangkah cepat .
" Hai ,kalian sudah pada pulang " Sambut Bricia
" Ada kabar bagus yang ingin mamah beritahu " lanjut Bricia semangat sambil duduk berhadapan dengan Rani
" Kabar bagus apa mah ?" Tanya Harel kepo . Seperti anak kecil dia duduk di samping ibunya dengan tiba tiba.
Jay dan Fairel menyusul . Keduanya duduk dengan pelan .
" Besok ,Anita akan kemari "
" Apa !" Seru semua bersamaman lalu menatap ke arah Jay .
" Kakak . Nikmati tidurmu malam ini .Karena Setelah besok ,kau tidak akan bisa tidur nyenyak ,haha hahah . Mamah kita pasti akan menyuruhmu , antar Anita ,jemput Anita ahahh " ejek Harel bersemangat.
__ADS_1
Jay membalas dengan senyuman " mula besok . Apapun yang mamah perintahkan akan aku turuti. Asalkan mamah bahagia " ucap Jay sambil menatap ibunya.
" Oh putra mamah . Kau manis sekali " balas Bricia senang .
" Itu artinya yang jemput Anita ke bandara kak Jay kan mah ?" Tambah Harel
" Iya Kamu mau kan Jay ?" Tanya Bricia memastikan
Jay mengiakan dengan mengangguk sambil tersenyum cerah .
Esok paginya
Sang mentari menyapa pagi dengan senyumnya yang penuh kehangatan. Hiruk pikuk kendaraan lalu lalang menghiasi jalanan .
Jay melakukan aktivitas seperti biasa. Tapi pagi ini sebelum ke kantor Jay harus menjemput Anita ke bandara sesuai keinginan ibunya. Tapi Jay malah kejebak macet.
" Ayo cepat !" Ucap Jay sambil memperhatikan kemacetan di jalan
" Dia pasti akan marah marah sepanjang jalan karena aku terlambat menjemputnya " Jay menatap arloji di tangannya
" Siap kan telingamu Jay ,karena Anita akan menyemprot mu habis habisan "
Setelah tiga puluh menit Jay sampai di bandara internasional . Dia berjalan dengan sangat buru buru sambil mengamati sekeliling .
" Dimana dia ? Pasti dia marah ! Habislah aku !" Jay masih mencari keberadaan Anita
Seorang perempuan berpakaian mini dress berwarna merah menghadap belakang menarik perhatian Jay . Bentuk tubuhnya yang mirip dengan Anita membuat Jay berfikir jika wanita itu adalah Anita .
Dengan cepat Jay memeluk wanita yang berbalut mini dress berwarna merah dan memohon maaf .
" Tolong Maafkan aku Anita ,aku udah berusaha secepat mungkin tapi jalanan sangat macet . Bukan salahku kan ? Jangan marah ya ! , Iya. " Ucap Jay dengan tempo yang cepat .
Perempuan berbalut dress merah meronta . Tapi Jay terus memeluk Anita dengan erat .
Seketika Jay melirik seorang pria berbadan besar berdiri dengan tatapan sangar dan tajam pada Jay . Seperti singa yang sedang marah .
Jay melepas pelukannya pada wanita itu dan melihat wajahnya .Betapa Jay terkejut dan segera minta maaf . Ternyata Wanita tersebut bukan Anita.
" Maaf ,saya "
" Kau sengaja menggoda putri saya ya ? Sudah bosan hidup kamu ? " Ucap sang pria sambil mengepal jarinya dan bersiap akan meninju .
"Om tunggu om ,ampun om . Saya pikir nona cantik ini teman saya . Karena body dan pakaiannya sama . Maaf om !" Jay kembali meminta maaf sambil memohon ampun
" Pembohong ,kau laki laki hidung belang kan yang berusaha mencari kesempatan . Ayo ngaku !" Tambah wanita seksi
" Tidak . Saya tidak seperti yang kalian bayangkan . Ini bener bener murni slh paham . Tolong maafkan saya "
__ADS_1