
Semua keluarga terlihat berkumpul di ruang tamu . Kecuali Jay .mereka tampak bahagia karena Peter terhindar dari bahaya.
" Ayah .gimana kalo kita bikin syukuran kecil kecilan aja " usul bricia
" Iya .aku rasa itu ide bagus . Bagaimana menurut ibu ?" Peter mengalihkan pandangannya pada Rani
" Itu merupakan hal yang positif . Ibu setuju " ucap Rani sambil mengangguk
" Harel juga setuju " tambah harel
" Gisel juga " lanjut Gisel manja sambil mepet pada harel .
Tap tap tap
Miranda berjalan dengan high heels setinggi 10 cm.lengkap dengan tas branded di sampingnya ada fairel berjalan dengan gaya pakaian santai .
" Paman !" Fairel menghampiri Peter
" Syukurlah kakak baik baik saja " lanjut Miranda pada Peter.
" Iya ,semua itu berkat Sonya . Putraku baik baik saja " ujar Rani
" Ibu . Itu hanya kebetulan saja ,tidak usah membesar besarkan " bantah bricia tidak suka
" Ibu yakin itu bukan suatu kebetulan " protes Rani sambil menatap bricia kesal lalu memalingkan mukanya.
Setelah mencium punggung tangan Peter dan bricia . Fairel mencium pipi neneknya .
" Nenek selalu bener " goda fairel
" Kau memang kesayangan nenek " balas Rani
" Paman sudah terhindar dari kecelakaan . Bagaimana kalo kita bikin syukuran?" Usul fairel
" Iya . Itu yang sedang kita bahas " balas bricia
" Jadi kapan ? Fairel akan membantu dekorasi " lanjut fairel bersemangat .
" Gimana kalo lusa ?" Ucap Rani
" Tapi . Apakah Jay akan mengizinkan kita mengadakan syukuran di rumah ini ?" Tanya Miranda
Semua saling memandang .mereka hampir melupakan hal itu .
Tap tap tap
Jay menuruni anak tangga dengan setelan jas . semua mata tertuju pada Jay .
" Jay . Lusa akan di adakan syukuran di sini . Kalau bole..."
" Lakukan saja nek " balas Jay dingin lalu melangkah keluar rumah .
Semua saling menatap bahagia ,seakan tidak percaya dengan apa yang mereka dengar .
"Baiklah . Fairel akan bertanggung jawab pada dekorasi " fairel mengambil bagian
__ADS_1
Bricia dan yang lain hanya mengangguk .kecuali Rani .
" Tidak ,tidak . Kali ini nenek ingin Sonya yang bertanggung jawab untuk acara ini . Kamu setuju Peter ?" Ujar Rani
Mata bricia dan Miranda " jangan " keduanya kompak
Sonya muncul dengan membawa teh yang sudah di susun di nampan . Dengan sopan Sonya menaruh teh di atas meja .
" Sonya . Kau mau kan nak . Mengurus acara syukuran untuk putraku ?" Tanya Rani cepat
Dengan mata sayu Sonya menatap Peter terlebih dahulu .dan Peter mengangguk
" Sonya mau nek " balas Sonya sambil mengangguk .
Fairel hanya tersenyum menatap Sonya dengan nakal .Miranda terlihat kesal karena tanggung jawab beralih ke Sonya .
" Gadis ini . Berusaha menyaingi putraku . Awas saja kau " batin miranda .lalu mencolek fairel agar matanya tidak terus menatap Sonya.
*****"
Rumah kediaman Wiliam dihias begitu indah oleh Sonya dan fairel .para tamu berdatangan .
Acara syukuran di awali dengan berdoa .semua keluarga dan para undangan sudah berkumpul di bawah . Kecuali Jay .dia hanya diam di dalam kamarnya .
Jay berdiri menghadap tembok dimana bingkai foto joya di pajang .Jay menatap dalam foto joya.
Dari balik pintu . Sonya memperhatikan Jay dengan sedih .
" Mungkin sudah saatnya . Aku memberitahu Jay . Jika aku adalah joya "batin Sonya hendak melangkah namun terhenti .
" Tapi . Bagaimana jika jay tidak percaya " Sonya menghela nafas . Lalu berfikir sejenak.
Tanpa Sonya sadari Jay sudah ada di hadapannya dengan wajah dingin .
" Kau sedang apa disitu ?" Tanya Jay dingin
Sonya kaget " aku .."
" Pergilah ,jangan mengganggu ku " bentak Jay dan melangkah masuk ke kamarnya tanpa menutup pintu.
Jay berdiri di depan jendela menghadap keluar . Seperti sudah menjadi kebiasaan Jay .
Tanpa peduli dengan omongan Jay . Sonya masuk ke dalam kamar Jay dan menghampiri Jay .
Hal itu membuat Jay semakin emosi .belum sempat Sonya berkata sudah di sela duluan oleh Jay .
" Lancang sekali kau masuk ke dalam kamar ku tanpa mengetok pintu " seru Jay marah
"Jay " Sonya menyentuh tangan Jay
Akan tetapi di tepis oleh Jay " kau " seru Jay sambil menunjuk jarinya tepat di muka Sonya.
" Sekarang kau berani menyentuh ku . Kau mau mencoba menggoda aku ,hah . Jadi ini tujuan Samir mengirim mu " Jay jeda sejenak ,lalu bercecak seperti bunyi jam " Samir bener bener licik . begini trik murahan keluarga mu " umpat Jay emosi sambil terus berjalan hinnga sonya terpojok di tembok.
Mata Sonya tidak sengaja menatap ke luar kamar ada asap ngebul .
__ADS_1
"Jay ,ada asa..." Sonya mencoba memberitahu Jay ada asap .
" Diam " bentak Jay dengan mata melotot
" Tapi Jay " mata Sonya menatap lurus ke pintu kamar Jay.
" Diam kau ! Beraninya kau menyela saat aku bicara " teriak Jay emosi
Sementara di lantai bawah , sedang berdoa . Ketika mereka menyadari ada asap .
" Kebakaran " teriak salah satu tamu sambil mengindai sekeliling ruangan.
Semua panik ,dan berhamburan keluar rumah .akan tetapi Jay dan Sonya masih berad di lantai atas . Dan tepatnya di kamar Jay.
Sonya menarik tangan Jay agar mengikutinya . Akan tetapi Jay menghempasnya.
" Jay ,ada keba " belum selesai bicara Jay kembali menyela ucapan Sonya
" Sudah aku bilang diam " seru Jay sambil mencari suara api yang sudah mulai merembet
" Kebakaran " seru Jay panik
" Itu yang coba aku beritahu . Tapi kau terus saja mengumpat " ucap Sonya panik bercampur takut.
" Tenang saja . Aku tidak akan membiarkan mu mati . Meskipun Samir merenggut joya dari ku . Tapi setelah ini .kau jangan pernah muncul lagi di hadapanku " celoteh Jay lalu menarik tangan Sonya mencari jalan keluar di tebalnya asap .
Uhuk uhuk uhuk
Sambil berjalan ,Keduanya batuk batuk karena asap .harel nampak panik ketika menyadari tidak ada kakaknya disana .dia menyuruh fairel untuk menelpon ponsel Jay . Karena ponsel harel ketinggalan di dalam .
" Bagaimana ?" Tanya harel tidak sabar
" Tidak di angkat " balas fairel panik
" Coba lagi " ucap harel lalu mengusap wajah nya. Fairel pun mencoba kembali menghubungi ponsel Jay . Akan tetapi tidak ada jawaban karena ponsel Jay tertinggal di kamar .
Harel menatap lurus fairel dan fairel menggeleng kepalanya.
Sementara Peter menelpon pemadam kebakaran .
Jay dan Sonya terus berjalan menuruni tangga . Setelah sampai di lantai bawah pandangan Jay mulai kabur karena menghirup asap terlalu banyak.dia hampir jatuh.
Sonya mencoba menolong Jay . Akan tetapi Jay mendorong Sonya " jangan pernah sentuh aku " teriak Jay lalu Jay tersungkur dan setengah sadar .
Sonya membantu memapah Jay dengan sisa tenaga yang ia miliki . Dia berjalan sempoyongan di antara tepalnya asap dan api. Akan tetapi usaha Sonya sia sia . Dia menaruh Jay di lantai .lalu berteriak minta tolong .
" Tolong " teriak Sonya dengan keras .namun tidak ada yang mendengar.
Tiba tiba sebuah reruntuhan yang sudah terbakar hendak jatuh mengenai jay .
Dengan berani Sonya menahan reruntuhan , agar tidak mengenai Jay hingga akhirnya Sonya sendiri yang terbakar bersama reruntuhan tersebut.
Kini pemadam sudah tiba. Mereka memadamkan api dengan cepat . Salah satu dari mereka berteriak .
" Cepat panggil ambulans ,ada dua orang terjebak disini " teriak salah satu anggota damkar.
__ADS_1
" Ya ampun Jay . Itu pasti Jay " ucap bricia panik dan mencoba masuk untuk memastikan .
Tapi dihalangi oleh Peter . sementara fairel memeluk Rani dan Miranda .lalu Gisel memeluk harel ,akan tetapi harel berusaha meronta.