Kisah Kita Belum Selesai

Kisah Kita Belum Selesai
Bab 32


__ADS_3

Semua keluarga terlihat berkumpul di ruang tamu . Kecuali Jay .mereka tampak bahagia karena Peter terhindar dari bahaya.


" Ayah .gimana kalo kita bikin syukuran kecil kecilan aja " usul bricia


" Iya .aku rasa itu ide bagus . Bagaimana menurut ibu ?" Peter mengalihkan pandangannya pada Rani


" Itu merupakan hal yang positif . Ibu setuju " ucap Rani sambil mengangguk


" Harel juga setuju " tambah harel


" Gisel juga " lanjut Gisel manja sambil mepet pada harel .


Tap tap tap


Miranda berjalan dengan high heels setinggi 10 cm.lengkap dengan tas branded di sampingnya ada fairel berjalan dengan gaya pakaian santai .


" Paman !" Fairel menghampiri Peter


" Syukurlah kakak baik baik saja " lanjut Miranda pada Peter.


" Iya ,semua itu berkat Sonya . Putraku baik baik saja " ujar Rani


" Ibu . Itu hanya kebetulan saja ,tidak usah membesar besarkan " bantah bricia tidak suka


" Ibu yakin itu bukan suatu kebetulan " protes Rani sambil menatap bricia kesal lalu memalingkan mukanya.


Setelah mencium punggung tangan Peter dan bricia . Fairel mencium pipi neneknya .


" Nenek selalu bener " goda fairel


" Kau memang kesayangan nenek " balas Rani


" Paman sudah terhindar dari kecelakaan . Bagaimana kalo kita bikin syukuran?" Usul fairel


" Iya . Itu yang sedang kita bahas " balas bricia


" Jadi kapan ? Fairel akan membantu dekorasi " lanjut fairel bersemangat .


" Gimana kalo lusa ?" Ucap Rani


" Tapi . Apakah Jay akan mengizinkan kita mengadakan syukuran di rumah ini ?" Tanya Miranda


Semua saling memandang .mereka hampir melupakan hal itu .


Tap tap tap


Jay menuruni anak tangga dengan setelan jas . semua mata tertuju pada Jay .


" Jay . Lusa akan di adakan syukuran di sini . Kalau bole..."


" Lakukan saja nek " balas Jay dingin lalu melangkah keluar rumah .


Semua saling menatap bahagia ,seakan tidak percaya dengan apa yang mereka dengar .


"Baiklah . Fairel akan bertanggung jawab pada dekorasi " fairel mengambil bagian

__ADS_1


Bricia dan yang lain hanya mengangguk .kecuali Rani .


" Tidak ,tidak . Kali ini nenek ingin Sonya yang bertanggung jawab untuk acara ini . Kamu setuju Peter ?" Ujar Rani


Mata bricia dan Miranda " jangan " keduanya kompak


Sonya muncul dengan membawa teh yang sudah di susun di nampan . Dengan sopan Sonya menaruh teh di atas meja .


" Sonya . Kau mau kan nak . Mengurus acara syukuran untuk putraku ?" Tanya Rani cepat


Dengan mata sayu Sonya menatap Peter terlebih dahulu .dan Peter mengangguk


" Sonya mau nek " balas Sonya sambil mengangguk .


Fairel hanya tersenyum menatap Sonya dengan nakal .Miranda terlihat kesal karena tanggung jawab beralih ke Sonya .


" Gadis ini . Berusaha menyaingi putraku . Awas saja kau " batin miranda .lalu mencolek fairel agar matanya tidak terus menatap Sonya.


*****"


Rumah kediaman Wiliam dihias begitu indah oleh Sonya dan fairel .para tamu berdatangan .


Acara syukuran di awali dengan berdoa .semua keluarga dan para undangan sudah berkumpul di bawah . Kecuali Jay .dia hanya diam di dalam kamarnya .


Jay berdiri menghadap tembok dimana bingkai foto joya di pajang .Jay menatap dalam foto joya.


Dari balik pintu . Sonya memperhatikan Jay dengan sedih .


" Mungkin sudah saatnya . Aku memberitahu Jay . Jika aku adalah joya "batin Sonya hendak melangkah namun terhenti .


" Tapi . Bagaimana jika jay tidak percaya " Sonya menghela nafas . Lalu berfikir sejenak.


Tanpa Sonya sadari Jay sudah ada di hadapannya dengan wajah dingin .


" Kau sedang apa disitu ?" Tanya Jay dingin


Sonya kaget " aku .."


" Pergilah ,jangan mengganggu ku " bentak Jay dan melangkah masuk ke kamarnya tanpa menutup pintu.


Jay berdiri di depan jendela menghadap keluar . Seperti sudah menjadi kebiasaan Jay .


Tanpa peduli dengan omongan Jay . Sonya masuk ke dalam kamar Jay dan menghampiri Jay .


Hal itu membuat Jay semakin emosi .belum sempat Sonya berkata sudah di sela duluan oleh Jay .


" Lancang sekali kau masuk ke dalam kamar ku tanpa mengetok pintu " seru Jay marah


"Jay " Sonya menyentuh tangan Jay


Akan tetapi di tepis oleh Jay " kau " seru Jay sambil menunjuk jarinya tepat di muka Sonya.


" Sekarang kau berani menyentuh ku . Kau mau mencoba menggoda aku ,hah . Jadi ini tujuan Samir mengirim mu " Jay jeda sejenak ,lalu bercecak seperti bunyi jam " Samir bener bener licik . begini trik murahan keluarga mu " umpat Jay emosi sambil terus berjalan hinnga sonya terpojok di tembok.


Mata Sonya tidak sengaja menatap ke luar kamar ada asap ngebul .

__ADS_1


"Jay ,ada asa..." Sonya mencoba memberitahu Jay ada asap .


" Diam " bentak Jay dengan mata melotot


" Tapi Jay " mata Sonya menatap lurus ke pintu kamar Jay.


" Diam kau ! Beraninya kau menyela saat aku bicara " teriak Jay emosi


Sementara di lantai bawah , sedang berdoa . Ketika mereka menyadari ada asap .


" Kebakaran " teriak salah satu tamu sambil mengindai sekeliling ruangan.


Semua panik ,dan berhamburan keluar rumah .akan tetapi Jay dan Sonya masih berad di lantai atas . Dan tepatnya di kamar Jay.


Sonya menarik tangan Jay agar mengikutinya . Akan tetapi Jay menghempasnya.


" Jay ,ada keba " belum selesai bicara Jay kembali menyela ucapan Sonya


" Sudah aku bilang diam " seru Jay sambil mencari suara api yang sudah mulai merembet


" Kebakaran " seru Jay panik


" Itu yang coba aku beritahu . Tapi kau terus saja mengumpat " ucap Sonya panik bercampur takut.


" Tenang saja . Aku tidak akan membiarkan mu mati . Meskipun Samir merenggut joya dari ku . Tapi setelah ini .kau jangan pernah muncul lagi di hadapanku " celoteh Jay lalu menarik tangan Sonya mencari jalan keluar di tebalnya asap .


Uhuk uhuk uhuk


Sambil berjalan ,Keduanya batuk batuk karena asap .harel nampak panik ketika menyadari tidak ada kakaknya disana .dia menyuruh fairel untuk menelpon ponsel Jay . Karena ponsel harel ketinggalan di dalam .


" Bagaimana ?" Tanya harel tidak sabar


" Tidak di angkat " balas fairel panik


" Coba lagi " ucap harel lalu mengusap wajah nya. Fairel pun mencoba kembali menghubungi ponsel Jay . Akan tetapi tidak ada jawaban karena ponsel Jay tertinggal di kamar .


Harel menatap lurus fairel dan fairel menggeleng kepalanya.


Sementara Peter menelpon pemadam kebakaran .


Jay dan Sonya terus berjalan menuruni tangga . Setelah sampai di lantai bawah pandangan Jay mulai kabur karena menghirup asap terlalu banyak.dia hampir jatuh.


Sonya mencoba menolong Jay . Akan tetapi Jay mendorong Sonya  " jangan pernah sentuh aku " teriak Jay  lalu Jay tersungkur dan setengah sadar .


Sonya membantu memapah Jay dengan sisa tenaga yang ia miliki . Dia berjalan sempoyongan di antara tepalnya asap dan api. Akan tetapi usaha Sonya sia sia . Dia menaruh Jay di lantai  .lalu berteriak minta tolong .


" Tolong " teriak Sonya dengan keras .namun tidak ada yang mendengar.


Tiba tiba sebuah reruntuhan yang sudah terbakar  hendak jatuh mengenai jay .


Dengan berani Sonya menahan reruntuhan , agar tidak mengenai Jay hingga akhirnya Sonya sendiri yang terbakar bersama reruntuhan tersebut.


Kini pemadam sudah tiba. Mereka memadamkan api dengan cepat . Salah satu dari mereka berteriak .


" Cepat panggil ambulans ,ada dua orang terjebak disini " teriak salah satu anggota damkar.

__ADS_1


" Ya ampun Jay . Itu pasti Jay " ucap bricia panik dan mencoba masuk untuk memastikan .


Tapi dihalangi oleh Peter . sementara fairel memeluk Rani dan Miranda .lalu Gisel memeluk harel ,akan tetapi harel berusaha meronta.


__ADS_2