Kisah Kita Belum Selesai

Kisah Kita Belum Selesai
Bab 38


__ADS_3

Sang mentari tersenyum menyambut pagi . Cahayanya menghangatkan tubuh. Sonya terbangun dari tidurnya dan mengindai sekeliling .


Dia masih berada di tengah tengah taman kota . Dia tertidur semalam dengan baju yang masih basah dan kini sudah mengering .


Sonya memelangkah dan meninggalkan gazebo. Dia keluar dari taman kota dengan tatapan kosong .Dia terus saja berjalan tanpa arah dan tujuan . Fikirannya mengikuti kakinya melangkah .


Di banyak tempat yang ada di kota . Kakinya membawa dia ke kuburan.Kuburan di mana jasadnya di kubur dan jasad kedua orang tuanya.


Tanpa ragu ,Sonya melangkah memasuki area pemakaman.Dia berjalan menuju kuburan kedua orang tua Sonya .


" halo Om ,Tante . Kalian pasti kaget kan dengan wajahku ini .Maaf jika aku sudah lama tidak berkunjung. Dan maafkan aku juga tidak bisa mempertahankan wajah  putri kalian .Aku sangat menyesali semua yang terjadi .Tapi percaya lah aku tidak tau apa apa .Ketika perban di buka ,aku sangat terkejut jika wajah putrimu berubah menjadi wajahku " Joya berbicara pada kedua makam orang tua Sonya sambil duduk bertingngung menghadap nisan orang tua Sonya.


Selesai berbicara dengan nisan orang tua Sonya . Kini dia berjalan menuju makam orang tua dan dirinya sendiri . Kebetulan satu area dengan makam ortu Sonya.


Sonya mengelus elus batu nisan milik ibu dan ayahnya dengan lembut .Kemudian menjatuhkan kepalanya dan menahan air matanya .


" Ayah ,mamah ! Joya sangat kesepian.Tidak ada seorang pun yang menerima kehadiran Joya mah .Katakan mah ,Joya harus berbuat apa ? Apa kesalahan ku mah . Aku juga tidak tahu bagaimana bisa wajahku kembali . Aku yakin ini semua bagian dari rencana Tuhan untuk ku . Tapi semua menyalahkan aku mah ,yah  "  Kata joya lalu jeda sesaat sambil mengusap air matanya yang pada akhirnya jatuh juga .


" Ayah ,mamah ! Joya tidak tahu harus pergi kemana ? Sekarang Joya tidak punya siapa siapa " tambah Joya dengan kesedihan


Seketika Sonya kaget , seseorang menyentuh pundaknya dari belakang .Dalam hitungan detik Sonya menoleh ke belakang .


Dan betapa Sonya terkejut bukan main karena seseorang yang di belakangnya itu adalah Peter .


" P p paman ! " Ucap Sonya gagab


Peter mengusap air mata yang masih membasahi pipi Sonya dengan lembut dan penuh kasih sayang seperti kasih sayang seorang ayah pada putrinya.


" Nak . Ini sangat sulit untuk di pahami . Tapi ayah senang ternyata kau bener bener Joya .Maafkanlah ayahmu ini yang sempat meragukan dirimu " ucap Peter dengan nada penuh penyesalan sambil menyatukan kedua tangannya


Dengan cepat Sonya menggenggam kedua tangan ayah mertuanya yang sudah dia anggab seperti ayah sendiri.


" Tidak ayah jangan meminta maaf ! Ayah lebih tua dariku " balas Sonya


" Nak ,kau bener bener putri yang sangat baik . Ayah dan ibumu mendidikmu dengan sangat baik " puji Peter


Sonya menunduk malu dengan pujian Peter terhadap dirinya " paman angan memuji aku terus . Aku tidak sebaik itu "


" Nak ,ayo kita pulang ,kau harus  memberitahu Jay  tentang  kebenaran ini . dia berhak tau  " semangat membara di hati Peter


" Tidak paman ,aku tidak bisa " tolak Sonya


Peter menatap Sonya dalam " kenapa nak ? Apa kau sudah tidak mencintai putra ayah lagi karena Jay membentak mu . Tapi percayalah ketika dia tau kau yang sebenarnya . Dia pasti akan berubah lembut . Jadi kau harus bicara pada Jay  " bujuk Peter


" Bukan itu Paman "


" Baiklah ,biarkan aku saja yang memberitahu Jay . Tapi kau tetap harus ikut pulang , ayo " Peter menarik pergelangan tangan Sonya dengan lembut

__ADS_1


Akan tetapi Sonya menghempas tangan Peter dengan pelan .lalu menatap Peter dengan dalam .


" Tidak paman " Sonya kembali menolak ajakan Peter


"Tapi kenapa nak ? " Ulang Peter


" Apa yang akan Paman katakan pada Jay ? " Sonya balik bertanya


" Paman akan memberitahu jiwamu hidup di tubuh Sonya . Jiwamu bertransmigrasi ke tubuh Sonya  " ucap Peter tenang  tanpa memikirkan seberapa akurat Jay akan mempercayai hal itu .


Meskipun Jay pernah membaca kisah seperti itu di dunia Maya  .Tapi Jay tetap tidak mempercayai hal itu .


Baginya itu adalah mitos yang menyebar sangat cepat di Dunia Maya.


" Paman ,Jay tidak akan semudah itu percaya . Dia tidak percaya dengan hal hal yang seperti itu .Jika aku terus memaksa Jay mengakui aku adalah Joya ,bukan cinta lagi yang aku dapat tapi kebencian yang semakin memuncak . Lagi pula aku tidak tega melihat Jay bersedih . Jadi aku putuskan aku tidak akan kembali ke rumah Paman kecuali takdir yang membawa ku kembali kesana " kata Sonya panjang dan penuh penekanan.


Peter menghela nafas panjang " Bagaimana jika takdir tidak membawamu kembali ke Rumah ku ? " Tanya Peter berandai-andai.


"Maka aku akan berfikir jika takdir ku bukan Jay ! Aku akan mengikhlaskan Jay . Meskipun begitu aku akan terus mencintai nya hingga akhir hidupku .Mencintai tidak harus memiliki kan !" Balas Sonya penuh dengan kesedihan .


" Kau memang wanita yang sangat baik . Terimakasih sudah mencintai putraku sedalam itu . Ku akan menghargai keputusanmu .tapi aku minta satu hal


Darimu . Tinggallah di rumah milik ayahmu .Itu adalah Rumahmu " ujar Peter memohon.


Kebetulan Sonya memang butuh tempat tinggal ,dengan rasa bahagia dia mengangguk pertanda setuju .


Setelah memastikan stok makanan dan kebutuhan Joya . Peter unduh diri meninggalkan Sonya seorang diri .


Peter kembali ke rumah miliknya dengan hati yang bahagia setelah menghubungi Roy jika Jay tidak ke kantor hari ini . Dia berniat akan memberitahu Jay kebenaran yang ia ketahui apa pun yang terjadi .


Setelah tiga puluh menit sampai rumah ,Peter langsung berjalan menuju kamar Jay . .Dia menghabiskan waktunya dengan menatap foto Joya seharian .


Peter masuk dan duduk di ranjang milik putranya itu .Jay yang menyadari kehadiran sang ayah. Dia pun duduk di sebelah ayahnya.Lalu menatap wajah ayahnya itu.


" Apa ayah baik baik saja ?" Tanya Jay penuh pertanyaan


" Jay ! Ayah pernah membaca sebuah kisah seseorang yang bertransmigrasi ke tubuh orang lain karena suatu alasan . Dan Kau harus tahu jika Sonya memang Joya . Jiwa Joya bertransmigrasi ke tubuh Sonya . Nak .Kau harus menerimanya dan menikahi Sonya ,dan kalian akan hidup bahagia ,dengan begitu kisah kalian akan lengkap " bujuk Peter pelan


" Ayah ! Apa yang terjadi dengan ayah ? Kenapa ayah mempercayai hal mustahil seperti itu . Dan stop ayah membicarakan soal Sonya . Jay sudah tidak ingin mendengar nama itu " kata Jay tegas.


" Nak !"


" Yah ,Jay mohon !" Balas Jay


Seketika bricia menghampiri ayah dan anak itu " hei sedang membicarakan apa ? Kenapa mamah tidak diajak ?" Sela Bricia


" Mamah ,ada apa ? " Tanya Jay

__ADS_1


" Nggak " balas Bricia sambil menggeleng kepalanya .


" Kakak ! " Teriak Harel dari balik pintu bersama dengan Fairel


Firasat Jay mulai tidak enak ,dia menatap satu satu anggota keluarganya.


"Ada apa ini ? Kenapa filing aku menjadi tidak enak ya . Sepertinya ada sesuatu yang tidak aku ketahui " ucap Jay curiga


" Kami hanya ingin memastikan ,kau baik baik saja . Kami kwatir kau akan bersedih karena wajah Joya yang di pakai oleh Sonya " seru Rani to the poin sambil berjalan  menghampiri  Jay.


Semua mata tertuju pada Rani " nenek ! "


" Ibu ! " Ujar Harel ,fairel dan Bricia secara bersamaan . Sementara Gisel hanya menyimak . Lalu Miranda sedang tidak ada disana .


Dia menitipkan Fairel pada Peter .Dengan tujuan ,agar Fairel bekerja di perusahaan keluarga Wiliam .


Sementara dia pergi menyusul suaminya yang bekerja di luar negeri .


" Kenapa kalian masih saja menguatirkan ku . Sudah aku bilang aku baik baik saja .Kalian pasti takut aku kembali jadi pemurung dan pemarah kan ? "


Semua mengiakan sambil mengangguk


" Baiklah ,akan ku beritahu . Jika itu tidak akan terjadi lagi . Aku akan selalu tersenyum dan tertawa  . Sekarang aku bahagia demi kalian semua . Apa kalian masih tidak percaya itu ? "


" Iya kami percaya !" Ucap Bricia dan Rani


" Tidak " seru Fairel dan Harel dengan senyum mengejek


" Apa !" Ucap Jay tidak percaya sambil menatap Harel dan Fairel .


" Kami butuh bukti . Bukti jika kakak tidak akan menindas kami dalam bentuk apapun "


" Apa yang kalian mau sebagai bukti ?"


" Mudah saja ,kakak ganti baju dan ikut kami ke suatu tempat " Harel menjelaskan maksudnya sambil merkedip pada Fairel .


" Itu bener ,kau harus ikut kami " tambah Fairel


" Dasar anak anak nakal . Aku tau maksud kalian . Tapi oke lah .Akan aku buktikan pada kalian agar kalian puas " gerutu Jay sambil bergurau


Peter ,Rani ,Gisel dan Bricia hanya menyimak dan saling menatap bingung . Bricia mendekati Harel dan berbisik


" Harel ,apa rencana kalian ?"


" Mamah ,kami kan membawa kak jay ke club . Disna banyak wanita cantik . Sapa tau ada yang cocok untuk kak Jay ajak bersenang senang " Jay balas berbisik pada ibunya.


Bricia hanya tersenyum tipis  . Dia merasa itu ide yang sangat bagus , agar Jay melupakan Joya dan Sonya.

__ADS_1


__ADS_2