
Bricia sedang mengemasi barang barang yang di butuhkan Peter untuk perjalanan ke luar negeri.
Karena untuk beberapa Minggu ke depan Peter ada urusan bisnis .
" Mah . Selama ayah tidak ada tolong jaga rumah kita mah " Peter memohon
" Pasti ayah ,ayah tidak perlu kwatir " balas bricia bersemangat
" Dan juga Sonya . Dia gadis yang baik mah . Tolong jangan melukai perasaannya " tambah Peter
Kini Raut wajah bricia berubah menjadi manyun " ayah ,sejujurnya mamah tidak suka dengan nya .jika mamah perhatikan dia selalu mencari kesempatan untuk merayu Jay . Mamah tidak suka " bricia mengungkap isi dalam hati nya .
Peter mendekati bricia " mah . Ketika menatap mata Sonya ,ayah seperti melihat bayangan joya padanya " ucap Peter sedih
Bricia menghela nafas panjang " ayah sadar . Itu semua hanyalah ilusi . Karena ayah sedang merindukan joya .mana mungkin joya hidup dalam tubuh Sonya . Itu tidak masuk akal " protes bricia
" Mungkin Memang terdengar tidak masuk akal .tapi apa pernah mamah mendengar transmigrasi jiwa dan semacamnya " Pandangan Peter menerawang ke atas seperti sedang berfikir.
Bricia hanya menggeleng gelengkan kepalanya .
Pagi harinya .Peter bersiap akan berangkat .sebelum pergi Peter ingin menemui Sonya terlebih dahulu .
Petermengetok ngetok pintu kamar joya .
Tok tok tok
"Sonya . Kau di dalam " teriak Peter . Akan tetapi tidak ada jawaban dari Sonya .
Dia mencoba sekali lagi . Akan tetapi tetap tidak ada jawaban . Rasa panik menyelimuti Peter .
" Joon " teriak Peter
Joon kebetulan masih berada diruang tamu menyeret koper milik tuannya .diapun langsung berlari menghampiri tuannya.
" Iya tuan " ucap Joon
" Dimana Jay ? Cepat panggil " perintah Peter
" Ayah ,harel dan kak Jay sudah pergi pagi pagi sekali . Mereka tampak buru buru " ucap Gisel dengan nada malas karena masih mengantuk .
" Kalau begitu . Cepat Carikan kunci cadangan " seru Peter .joon mengangguk lalu pergi .
" Untuk apa yah " tanya bricia yang nongol secara tiba tiba
" Mah . Sonya terkunci di dalam " balas Peter panik
__ADS_1
" Oh ya ampun . Wanita itu berulah lagi . Biarkan saja dia . Kenapa sih ayah tidak pergi saja . Ntr ayah ketinggalan pesawat lagi " ujar bricia malas
" Mamah bagaimana sih . Sonya terkunci di dalam dan tidak ada Suara sama sekali . Ayah takut Sonya kenapa Napa " Peter kembali mengetuk pintu kamar Sonya
Beberapa menit kemudian Joon datang dengan beberapa kunci cadangan di tangannya.
" Cepat Joon ,buka pintunya " perintah Peter
Joon mencoba kunci pertama ,tapi tidak cocok . Lalu mencoba kunci ke dua . Tidak cocok juga . sekarang tersisa 2 kunci lagi . Joon kembali mencoba kunci ke tiga .
Ternyata sama saja .Peter menjadi semakin panik .Joon kembali mencoba kunci terakhir .
Jep
Dan pintu pun terbuka .Peter langsung berlari ke arah Sonya yang sedang berbaring di ranjang kecil.
" Nak " sapa Peter sambil menyentuh jidat Sonya .
Betapa Peter terkejut mendapati Sonya demam tinggi . Peter berteriak pada asisten rumah tangga agar membuatkan joya kompres .
Dengan terburu buru dan di bantu oleh Joon .Peter membopong tubuh Sonya ke lantai atas .
Dia membaringkan Sonya di kamar tamu .meskipun bricia tidak suka tapi dia tidak berkutik sama sekali . Dia hanya memutar bola matanya malas sambil mengerutkan bibirnya .
Rani yang mendengar hal tersebut ,segera menemani Sonya di kamar .
" Bagaimana keadaanya ?" Tanya Peter
" Tidak perlu kwartir paman ,dia hanya kelelahan . Setelah minum obat penurun panas ,dia akan membaik " balas Mahesa
"Terimakasih esa "
" Sama sama paman . Esa tinggal dulu paman " Mahesa pamit pulang dan Peter mengangguk
Bricia ,Gisel dan bricia mengantar dokter Mahesa sampai pintu .kemudian mereka bertiga duduk santai di sofa ruang keluarga .
" Tuh Ayah denger kan . Seharusnya ayah tidak perlu membatalkan perjalanan ayah hanya demi wanita itu " bricia nampak kecewa suaminya gagal berangkat
" Sudahlah mah . Nyawa Sonya jauh lebih penting " ucap Peter santai
Tiba tiba Gisel ternganga lebar ketika melihat televisi. Sedari tadi Gisel menonton tv.
" Ayah . Ibu .lihat .bukankah itu pesawat yang akan ayah tumpangi " Gisel menunjuk ke arah tv
Mata bricia dan Peter melirik ke arah tv . Dan benar saja pesawat tersebut jatuh dan terbakar.
__ADS_1
Peter dan bricia menghela nafas lega .andai Sonya tidak terkunci di kamar mungkin Peter sudah ikut terbakar di dalam pesawat.
Lagi lagi Sonya menyelamatkan nyawa Peter. Hal itu membuat Peter semakin menyayangi Sonya.
" Ayah akan menemui Sonya " Peter berdiri dan melangkah menuju lantai atas
Dengan semangat Peter mendekati Sonya yang sudah bangun .dia di temani oleh Nini .ketika Peter mendekati Sonya .Peter segera menempelkan telapak tangan nya pada jidat Sonya.
" Kau sudah membaik ?" Ucap Peter lembut dan Sonya hanya tersenyum.
" Nini ,tolong buatkan Sonya jus ya " pinta Peter
" Baik tuan " balas Nini sambil mengangguk lalu pergi
Peter menatap dalam mata Sonya . Seolah mencari sesuatu disana .dan tatapan itu membuat Sonya tidak nyaman .
"Paman ,ada apa ?" Tanya Sonya penasaran
"Kenapa masih saja memanggil aku dengan sebutan paman . Kau boleh memanggil ku dengan sebutan ayah " seru Peter
" Iya ,ayah " Sonya meralat ucapannya
" Nak . Kau mirip sekali dengan joya . Dia gadis yang manis dan baik . Hanya saja dia sudah tiada . Dan seolah Tuhan mengirimkan mu ke sini untuk mengganti kannya " Peter mengelus rambut Sonya
" Apa dia putri ayah ?" Seru Sonya pura pura tidak tahu
Peter menghela nafasnya " iya " jawab Peter sambil mengangguk.
Seketika Rani menghampiri Peter " nak ,jay mencarimu .tadi harel menanyakan keadaanmu. Dan ibu sudah menyakinkan mereka jika kamu baik baik saja. Dan tidak jadi berangkat .tapitetap saja Jay tidak tenang sebelum melihat mu .jadi cepat temui dia " ucap Rani
" baik Bu . Aku akan turun " balas Peter dan berbalik badan lalu melangkah .ketika Peter akan melangkah melewati kamar ,harel dan Jay sudah lebih dulu memeluk Peter.
"Ayah " keduanya memeluk ayahnya dengan erat.
"Syukurlah ayah baik-baik saja "ucap Jay
" Iyaa ayah.untung ayah tidak jadi berangkat . Tapi ngomong ngomong kenapa ayah batal berangkat ?" Tanya harel
" Itu semua berkat so ..." Harel dan Jay menyimak
Tiba tiba saja ponsel Jay berdering .hingga pandangan Peter teralih pada Jay . Jay mengambil ponselnya dari kantor dan langsung memeriksa layar ponselnya " telpon dari Roy . Aku akan mengangkat telpon dulu " seru Jay lalu menjauh sedikit dari Peter dan harel .
Karena rasa penasarannya,harel kembali bertanya pada ayahnya " kenapa ayah batal berangkat ? " Ulang harel
" Itu semua berkat Sonya nak " jawab Peter sambil menatap ke arah Sonya
__ADS_1
Harel mengalihkan pandangannya pada Sonya yang sedang mengobrol dengan Rani " Sonya ?" Tanya harel bingung .apa urusannya batal berangkat dengan Sonya ? .
" Iya bener . Ayah berfikir bicara dengan Sonya sebelum berangkat . Ketika ayah mengetok pintu . Sonya tidak menjawab .terpaksa Joon buka pintu kamar dengan kunci cadangan . Dan ternyata Sonya pingsan di kamar karena demam " seru Peter