
" tuan peramal " sapa Bricia sopan sambil duduk bersimpuh bersama Fatih yang tidak lain adalah teman arisan Bricia menghadap paranormal yang memiliki aurat mistis dengan bola kristal di hadapannya .
Dia memutar mutar bola kristal tersebut lalu menatap Bricia dengan tatapan datar .
" Putramu sebentar lagi akan menikah untuk kedua kalinya . Dia ditakdirkan menikah sebanyak dua kali selama hidupnya . Calonnya di kenal seluruh keluarga " seru pria bertubuh tinggi itu
Dan kau , putramu akan lulus ujian masuk universitas jika namanya di ganti untuk sampai dia masuk universitas " lanjut paranormal tersebut datar tentunya dengan tatapan datar juga .
Bricia dan Fatih saling bertukar pandang . Keduanya tertawa senang merasa puas dengan ramalan si pria peramal tersebut .
" kamu lihat , dia mengetahui apa yang sedang kita fikirkan " Fatih berbisik pada Bricia
" iya ,kamu bener " balas Bricia
Keduanya kembali pulang ke rumah masing masing dengan kebahagiaan yang tak terhingga .
Sementara Anita dengan semangat mengendarai mobilnya sampai sampai dia tidak sengaja menabrak seorang wanita yang sedang melintas di jalan.
Brakkk
Wanita itu melayang dan jatuh di jalan . Dia pun pingsan lalu orang orang yang berada disana segera mendekati kejadian .
Berberapa diantara mereka mengetok kaca mobil Anita .Anita semakin panik dan ketakutan.dia menggigit kuku tangannya sambil mencari akal .
Anita segera meraih ponselnya di dashboard . Tanpa menunggu lama Anita segera menghubungi Jay .
Jay sedang mengadakan pertemuan dengan kliennya.saat ponselnya berdering . Dia meminta izin untuk menerima panggilan . Dia sedikit menjauh dari sisi klien
" Halo Jay !" Sapa Anita gugup
" Halo Anita ! Kenapa suaramu panik begitu dan kenapa disana berisik sekali ? Kau sedang dimana ? " Tanya Jay mulai kwatir
" Aku sedang menuju ke kantor mu tapi tidak sengaja di jalan aku menabrak seseorang. Tolong aku Jay ! Massa sedang berkerumun di sekeliling mobilmu . Aku takut sekali di amuk massa " jelas Anita ketakutan
" Aku tidak ada di kantor. Aku sedang bertemu klien. Katakan kau dimana ! Aku akan segera kesana !" Ujar Jay
" A kau tidak tau pasti Jay . Tapi di sini rame orang jualan dan tidak jauh dari sini ada toko roti " balas Anita
" Jangan takut ,aku akan segera kesana " Jay menutup telponnya dan langsung menuju lokasi dimana Anita berada.
" Keluarlah brengsek ! Kalau tidak kami akan merusak kaca mobilmu ini " Seru pria berbadan tinggi sambil mengetok jendela mobil Anita
Merasa tidak punya pilihan . Anita pun keluar dari dalam mobilnya.
__ADS_1
" Kau harus mempertanggung jawabkan perbuatan mu. Dan memberikan ganti rugi pada wanita malang ini " seru pria berbadan gemuk
"Iya ,jika tidak kami akan melaporkan kasus ini pada polisi " tambah pria tinggi
" Iya ! Aku akan bertanggung jawab. Aku akan mengobati wanita ini dan memberikan ganti rugi " balas Anita panik
" Aku rasa kalian harus ikut . Untuk memastikan wanita ini tidak berbohong " ujar salah satu perempuan yang ikut
" Iya ! Itu bener maka aku akan ikut dengannya " jawab pria gemuk
" Aku juga ikut " tambah pria kurus
" Dan aku juga " lanjut seorang wanita
Anita hanya bisa pasrah . Mereka menggotong tubuh wanita malang ke dalam mobil Anita.
Entah karena panik dan bingung Anita melajukan mobil menuju mobil menuju kediaman Wiliam .
Sesampai disana .dua pria itu mengangkat tubuh wanita malang itu dan membaringkannya di sofa teras .
" Ini bukan rumah sakit ! Kenapa kau membawa kesini ? " Pria tinggi emosi
Bricia dan yang lain keluar setelah mendengar suara keributan dari luar.
" Sayang ! Ada apa ? Apa yang terjadi dan siapa orang orang ini ? " Tanya Bricia penasaran sambil melirik ke tiga orang asing itu.
" Tolong Anita Tante ! Anita tidak sengaja menabrak seseorang. Wanita itu pingsan dan karena panik Anita membawa kesini Tante " ujar Anita dengan cepat
Bricia memeluk Anita " sudah tidak apa !" Ucap Bricia sambil menepuk nepuk pundak Anita
" Hei nona pembohong ! Gadis malang ini bisa tiada jika kau tidak bertindak sesuatu ? "Ucap pria tinggi
" Iya itu bener . Kita harus segera membawanya ke rumah sakit . Jika disini terus dia bisa tewas . Disini tidak ada dokter " tambah pria gemuk
" Sepertinya wanita kaya ini hanya menipu kita . Lebih baik kita laporkan saja dia ke polisi . Agar wanita pembohong ini mempertanggung jawabkan perbuatannya " lanjut seorang perempuan
Peter dan Gisel beserta Rani hanya menyimak . Sementara Bricia marah tidak terima mereka menghina Anita .
" Hei ! Kalian jangan seenaknya bicara . Kami memiliki dokter keluarga . Akan segera kami telpon " teriak Bricia emosi lalu menatap suaminya memberi kode agar menelpon dokter Mahesa.
Peter mengangguk dan segera meraih ponsel dari kantung celananya. Lalu menelpon dokter Mahesa
" Halo Esa !"
__ADS_1
"Ya paman !"
" Esa tolong segera kesini . Disini ada keadaan darurat, seseorang mengalami kecelakaan . Tolong cepat Esa ! " Ucap Peter dengan cepat
" Baik pamn ,Esa akan segera kesana " balas dokter Mahesa lalu menutup telponnya.
" Kalian lihat . Suamiku sudah menelpon dokter keluarga kami . Sekarang kalian boleh pergi "perintah Bricia angkuh
Ketiga orang itu saling menatap lalu mengalihkan pandangannya pada Bricia. " Tidak ! Kami tidak akan pergi sebelum kami memastikan kondisi gadis malang ini baik baik saja " seru pria berbadan tinggi
Dan ditambah anggukan dari si wanita dan si pria gemuk . Bricia hanya bis a menghela nafas panjang dan masuk ke dalam rumah.
" Ayo bawa gadis itu ke dalam " ajak Peter
Kedua pria itupun mengangkat tubuh wanita itu ke dalam dan kembali membaringkannya di sofa ruang tamu .
Betapa Bricia dan yang lain terkejut ketika melihat wanita itu ternyata adalah Sonya .
Takdir kembali membawa Sonya ke dalam rumah Wiliam .
Bricia menggigit bibirnya.Rasa takut dan cemas mengelimuti hati Bricia
" Dari sekian banyak manusia di kota ini . Kenapa harus dia yang di tabrak Anita ?" Gumam Bricia pelan sambil menatap Sonya sinis .
Peter yang tidak bisa menyembunyikan rasa paniknya segera menghampiri Sonya dan menggenggam tangan Sonya.
" Nak ! Takdir kembali membawamu ke rumahku . Baik kau atau Jay tidak bisa menolak takdir . Takdir akan terus mempersatukan kalian " ucap Peter dalam hati sambil menatap Sonya yang masih pingsan .
Rani ,fairel dan gisel hanya diam menyimak .
Beberapa menit kemudian dokter Mahesa datang dan segera memeriksa Sonya.
Lalu mengobati luka di kepala Sonya .
Setelah menyuntik sesuatu pada Sonya . Dokter Mahesa meresepkan obat untuk ditebus . Fairel menerima kertas resep dari dokter Mahesa dan segera pergi ke apotik .
Peter meminta tolong pada dua pria disana agar membantu mengangkat tubuh Sonya ke kamar tamu . Meskipun sempat mendapat penolakan dari Bricia . Maklum saja Bricia tidak ingin Sonya lebih lama tinggal di rumahnya . Baginya Sonya itu musuh tangguh yang akan merusak rencananya.
Kedua pria itu membaringkan Sonya di atas ranjang . Lalu Nini sang asisten membantu mengganti pakaian Sonya dengan pakaian bersih .
Sementara Anita membuatkan Sonya bubur dan teh hangat . Bricia memperhatikan Anita dari balik pintu dapur.
" Jika kamu tau Sonya itu adalah saingan mu kau tidak akan berdiri di sana dan membuatkan dia makan dan minum Anita " gumam Bricia merasa iba pada Anita
__ADS_1