Kisah Kita Belum Selesai

Kisah Kita Belum Selesai
Bab 41


__ADS_3

" tuan peramal  " sapa Bricia sopan sambil duduk bersimpuh bersama Fatih yang tidak lain adalah teman arisan Bricia menghadap paranormal yang memiliki aurat mistis dengan bola kristal di hadapannya .


Dia memutar mutar bola kristal tersebut lalu menatap Bricia dengan tatapan datar .


" Putramu sebentar lagi akan menikah untuk kedua kalinya . Dia ditakdirkan menikah sebanyak dua kali selama hidupnya . Calonnya di kenal seluruh keluarga " seru pria bertubuh tinggi itu


Dan kau , putramu akan lulus ujian masuk universitas jika namanya di ganti untuk sampai dia masuk universitas " lanjut paranormal tersebut datar tentunya dengan tatapan datar juga .


Bricia dan Fatih saling bertukar pandang . Keduanya tertawa senang merasa puas dengan ramalan si pria peramal tersebut .


" kamu lihat , dia mengetahui apa yang sedang kita fikirkan " Fatih berbisik pada Bricia


" iya ,kamu bener " balas Bricia


Keduanya kembali pulang ke rumah masing masing dengan kebahagiaan yang tak terhingga .


Sementara Anita dengan semangat mengendarai mobilnya sampai sampai dia tidak sengaja menabrak seorang wanita yang sedang melintas di jalan.


Brakkk


Wanita itu melayang dan jatuh di jalan . Dia pun pingsan lalu orang orang yang berada disana segera mendekati kejadian .


Berberapa diantara mereka mengetok kaca mobil Anita .Anita semakin panik dan ketakutan.dia menggigit kuku tangannya sambil mencari akal .


Anita segera meraih ponselnya di dashboard . Tanpa menunggu lama Anita segera menghubungi Jay .


Jay sedang mengadakan pertemuan dengan kliennya.saat ponselnya berdering . Dia meminta izin untuk menerima panggilan . Dia sedikit menjauh dari sisi klien


" Halo Jay !" Sapa Anita gugup


" Halo Anita ! Kenapa suaramu panik begitu dan kenapa disana berisik sekali ? Kau sedang dimana ? " Tanya Jay mulai kwatir


" Aku sedang menuju ke kantor mu tapi tidak sengaja di jalan aku menabrak seseorang. Tolong aku Jay ! Massa sedang berkerumun di sekeliling mobilmu . Aku takut sekali di amuk massa " jelas Anita ketakutan


" Aku tidak ada di kantor. Aku sedang bertemu klien. Katakan kau dimana ! Aku akan segera kesana !" Ujar Jay


" A kau tidak tau pasti Jay . Tapi di sini rame orang jualan dan tidak jauh dari sini ada toko roti " balas Anita


" Jangan takut ,aku akan segera kesana " Jay menutup telponnya dan langsung menuju lokasi dimana Anita berada.


" Keluarlah brengsek ! Kalau tidak kami akan merusak kaca mobilmu ini " Seru pria berbadan tinggi sambil mengetok jendela mobil Anita


Merasa tidak punya pilihan . Anita pun keluar dari dalam mobilnya.

__ADS_1


" Kau harus mempertanggung jawabkan perbuatan mu. Dan memberikan ganti rugi pada wanita malang ini " seru pria berbadan gemuk


"Iya ,jika tidak kami akan melaporkan kasus ini pada polisi " tambah pria tinggi


" Iya ! Aku akan bertanggung jawab. Aku akan mengobati wanita ini dan memberikan ganti rugi " balas Anita panik


" Aku rasa kalian harus ikut . Untuk memastikan wanita ini tidak berbohong " ujar salah satu perempuan yang ikut


" Iya ! Itu bener maka aku akan ikut dengannya " jawab pria gemuk


" Aku juga ikut " tambah pria kurus


" Dan aku juga " lanjut seorang wanita


Anita hanya bisa pasrah . Mereka menggotong tubuh wanita malang ke dalam  mobil Anita.


Entah karena panik dan bingung Anita melajukan mobil menuju mobil menuju kediaman Wiliam .


Sesampai disana .dua pria itu mengangkat tubuh wanita malang itu dan membaringkannya di sofa teras .


" Ini bukan rumah sakit ! Kenapa kau membawa kesini ? " Pria tinggi emosi


Bricia dan  yang lain keluar setelah   mendengar suara keributan dari luar.


" Sayang  ! Ada apa ? Apa yang terjadi dan siapa orang orang ini ? " Tanya Bricia penasaran sambil melirik ke tiga orang asing itu.


" Tolong Anita Tante ! Anita tidak sengaja menabrak seseorang. Wanita itu pingsan dan karena panik Anita membawa kesini Tante " ujar Anita dengan cepat


Bricia memeluk Anita  " sudah tidak apa !" Ucap Bricia sambil menepuk nepuk pundak Anita


" Hei nona pembohong  ! Gadis malang ini bisa tiada jika kau tidak bertindak sesuatu ? "Ucap pria tinggi


" Iya itu bener . Kita harus segera membawanya ke rumah sakit . Jika disini terus dia bisa tewas . Disini tidak ada dokter " tambah pria gemuk


" Sepertinya wanita kaya ini hanya menipu kita . Lebih baik kita laporkan saja dia ke polisi . Agar wanita pembohong ini  mempertanggung jawabkan perbuatannya " lanjut seorang perempuan


Peter dan Gisel beserta Rani hanya menyimak . Sementara Bricia marah tidak terima  mereka menghina Anita .


" Hei ! Kalian jangan seenaknya bicara . Kami memiliki dokter keluarga . Akan segera kami telpon " teriak Bricia emosi lalu menatap suaminya memberi kode agar menelpon dokter Mahesa.


Peter mengangguk dan segera meraih ponsel dari kantung celananya. Lalu menelpon dokter Mahesa


" Halo Esa !"

__ADS_1


"Ya paman  !"


" Esa tolong segera kesini . Disini ada keadaan darurat, seseorang mengalami kecelakaan . Tolong cepat Esa ! "  Ucap Peter dengan cepat


" Baik pamn ,Esa akan segera kesana " balas dokter Mahesa lalu menutup telponnya.


" Kalian lihat . Suamiku sudah menelpon dokter keluarga kami . Sekarang kalian boleh pergi "perintah Bricia angkuh


Ketiga orang itu saling menatap lalu mengalihkan pandangannya pada Bricia. " Tidak ! Kami tidak akan pergi sebelum kami memastikan kondisi gadis malang ini baik baik saja " seru pria berbadan tinggi


Dan ditambah anggukan dari si wanita dan si pria gemuk . Bricia hanya bis a menghela nafas panjang dan masuk ke dalam rumah.


" Ayo bawa gadis itu ke dalam " ajak Peter


Kedua pria itupun mengangkat tubuh wanita itu ke dalam dan kembali membaringkannya di sofa ruang tamu .


Betapa Bricia dan yang lain terkejut ketika melihat wanita itu ternyata adalah Sonya .


Takdir kembali membawa Sonya ke dalam rumah Wiliam .


Bricia menggigit bibirnya.Rasa takut dan cemas mengelimuti hati Bricia


" Dari sekian banyak manusia di kota ini . Kenapa harus dia yang di tabrak Anita ?" Gumam Bricia pelan sambil menatap Sonya sinis .


Peter yang tidak bisa menyembunyikan rasa paniknya segera menghampiri Sonya dan menggenggam tangan Sonya.


" Nak ! Takdir kembali membawamu ke rumahku . Baik kau atau Jay tidak bisa menolak takdir . Takdir akan terus mempersatukan kalian " ucap Peter dalam hati sambil menatap Sonya yang masih pingsan .


Rani ,fairel dan gisel hanya diam menyimak .


Beberapa menit kemudian dokter Mahesa datang dan segera memeriksa Sonya.


Lalu mengobati luka di kepala Sonya .


Setelah menyuntik sesuatu pada Sonya . Dokter Mahesa meresepkan obat untuk ditebus . Fairel menerima kertas resep  dari dokter Mahesa dan segera pergi ke apotik .


Peter meminta tolong pada dua pria disana agar membantu mengangkat tubuh Sonya ke kamar tamu . Meskipun sempat mendapat penolakan dari Bricia . Maklum saja Bricia tidak ingin Sonya lebih lama tinggal di rumahnya . Baginya Sonya itu musuh tangguh yang akan merusak rencananya.


Kedua pria itu membaringkan Sonya di atas ranjang . Lalu Nini sang asisten membantu mengganti pakaian Sonya dengan pakaian bersih .


Sementara Anita membuatkan Sonya bubur dan  teh hangat . Bricia memperhatikan Anita dari balik pintu dapur.


" Jika kamu tau Sonya itu adalah saingan mu kau tidak akan berdiri di sana dan membuatkan dia makan dan minum  Anita " gumam Bricia merasa iba pada Anita

__ADS_1


__ADS_2