Kisah Kita Belum Selesai

Kisah Kita Belum Selesai
Bab 55


__ADS_3

Hari pertunangan Anita dengan Jay pun berlangsung . Acara pertunangan diadakan di kediaman wiliam .yang merupakan keinginan Jay sendiri .


Dia ingin acara pertunangannya dengan Anita sederhana saja .Tentu saja Bricia setuju .yang dia inginkan hanyalah Jay segera bersatu dengan Anita , tidak peduli dimana pun itu .


Bricia begitu bahagia . Sementara Sonya hanya bisa pasrah mengikuti kemana takdir membawanya . Seperti air mengalir . Lalu Peter dan Rani . Keduanya menginginkan Jay menikah dengan Sonya.


Tapi tidak yang bisa mereka lakukan selain hanya menjadi penonton.


Karena Jay sendiri yang sudah memutuskan untuk menikah dengan Anita .


Ide cemerlang pun seketika muncul di benak Rani.Dia memanggil Nini dan Joon untuk membantu misinya .


Nini dan Joon hanya menurut dan menyimak ucapan Rani .Padahal keduanya sedang sibuk melayani para tamu undangan.


"Denger ! Kalian harus menyingkirkan semua hand soap dan tisu di rumah itu untuk sementara . Kecuali di kamar Jay .Dan jangan ada satu pun yang tau soal ini kecuali kita bertiga . Kalian paham ? " Tutur Rani


" Tapi untuk apa nyonya ? Para tamu undangan pasti membutuhkan itu semua . Bagaimana jika para undangan merasa tidak nyaman berada di sini dan memutuskan untuk meninggalkan acara " protes Nini dengan polosnya .


" Iya itu bener nyonya , tuan Jay pasti akan marah besar jika mengetahui semua itu . Dan kami semua pasti akan dia pecat " sambung Joon sembari menganguk


Wajar saja mereka ketakutan mengingat Jay yang tidak suka dengan kesalahan sekecil apapun . Tapi hal itu lantas tidak membuat Rani membatalkan rencananya .


" Hei ,itu bukan urusanmu. Yang perlu kamu lakukan adalah menuruti perintahku.Dan soal Jay ,biar aku yang mengurusnya . Lagian kalian tidak usah kwatir, cucuku itu sudah berubah ,dia tidak pemarah lagi kan . Dia sudah kembali seperti Jay yang dulu " papar Rani membujuk Joon dan Nini agar tidak takut .


" Iya juga sih " sela Nini


" Ya sudah ,kalo sudah paham . Cepatlah kalian kerjakan "


" Tapi kalo boleh tau , untuk apa nyonya melakukan semua itu ? " Tanya Joon penasaran


" Hei , tidak usah banyak bertanya . Kalian cukup melakukan perintah ku . Aku akan memberikan kalian bonus kalo sudah melakukan pekerja kalian dengan baik . Kalian mau uang kan ? " Rani mencoba menyogok dua pekerja rumahnya yang sudah bertahun tahun setia bersamanya.


" Siap nyonya " balas Nini dan Joon kompak lalu pergi melakukan tugasnya seperti yang di perintahkan Rani .


Rani berdecih sembari menggeleng gelengkan kepalanya " jika bicara tentang bonus pasti mereka akan segera bertindak . Hah ,aku harus segera mencari Sonya " gumam Rani seraya tersenyum menyeringai.


Sonya sedang sibuk melayani para tamu undangan . Seseorang mendekati Sonya dan meminta tisu .


" Nona ,saya butuh tisu untuk " pinta seorang perempuan yang merupakan tamu undangan


" Tisu ? Baiklah saya akan mengambilnya untuk anda . Tunggu sebentar " ujar Sonya sopan dan ramah .lalu pergi mencari tisu .


Akan tetapi Sonya tidak menemukannya .Sonya yang melihat Rani yang sedang memindai sekeliling segera menghampiri Rani .


" Nenek ! " Sapa Sonya


" Sonya ! " Balas Rani


" Ada apa nek ? Apa nenek sedang mencari seseorang?" Tanya Sonya pingin tau


" Iya ,aku sedang mencarimu !" Pungkas Rani


" Ada apa nenek mencariku ? apa nenek butuh sesuatu ? " tanya Sonya lembut

__ADS_1


" Aku harus mengirim mu ke kamar Jay " gumam Rani tidak sadar


" Apa ? " Tanya Sonya


" Ah , tidak maksud nenek . Seorang tamu disana menginginkan hand soap dan tisu " ralat Rani dengan cepat


" Oh ,gitu . Tadi seorang tamu juga meminta hal yang sama padaku nek . Aku sudah mencari cari tapi tidak menemukannya . Bahkan aku ke kamarku pun tidak ada . Padahal seingatku masih banyak nek . Entah kemana semua " katanya kebingungan


" Jelas saja tidak ada . Orang sudah di umpatin " lagi lagi Rani keceplosan


" Apa ? " Kembali Sonya kebingungan


" Ah, tidak , maksud nenek , nenek tidak tau . Coba kamu ke kamar Jay saja .Mungkin Disana masih ada " usul Rani mengutarakan maksud dan tujuannya yang sebenarnya.


Ya ,Rani merencanakan hal itu, semata-mata untuk membuat Jay dan Sonya menghabiskan waktu bersama dan hanya berdua .


" Iya nenek bener . Akan segera aku ambilkan " jawab Sonya dengan polosnya dan pergi menuju kamar Jay .


Rani sengaja menyuruh Sonya ke kamar Jay ,karena sebelumnya Rani tidak sengaja mendengar Jay bicara pada harel jika dia ingin ke kamarnya untuk mandi .


Rani tersenyum menyeringai " misi berhasil " gumam Rani sembari menatap ke atas memperhatikan Sonya menaiki anak tangga .


Usai menaiki anak tangga, Sonya melangkah ke kamar Jay dan langsung masuk ke kamar mandi Jay .


Seketika Sonya terdiam ketika menatap cermin di hadapannya. Dia menatap pantulan wajahnya di cermin sembari menyentuh wajahnya .


Jay masuk ke kamarnya ,dan langsung melepas kemeja dan celananya hingga tersisa bokser karena Jay merasa bener bener lengket dan ingin segera berendam .


Beberapa detik ,Sonya tersadar dan segera mengambilkan tisu dan Hand soap .


" Aahh " jerit Sonya repleks


" Kau ,apa yang kamu lakukan di kamarku ? kenapa kau selalu muncul di kamarku . Apa memang sudah kebiasaanmu masuk ke kamar seorang pria ? " Duga Jay seenak jidatnya


" Bukan itu ,tisu ,aku , hand soap " ujar Sonya gugup


" Apa ! Ayo jelaskan padaku . Apa kau suka mengintip pria yang sedang mandi ? " Kata pria tampan itu dengan mata menyeringai


" Ti-tidak " balas Sonya sembari menggeleng kepalanya


" Lalu ? "


" Aku kesini untuk mengambil tisu dan hand soap karena di bawah habis dan tamu undangan membutuhkannya . Jadi aku kesini " jelas Sonya gugup


Jay menyimak sembari tersenyum menyeringai dan dengan tatapan nakal .


" Jay ! " Panggil Anita sembari berjalan masuk ke kamar Jay .


Mendadak Sonya dan Jay tercengang. Dengan gerakan refleks Jay mendorong Sonya masuk ke dalam kamar mandi dan menguncinya dari dalam .


Sonya hanya diam sambil menatap Jay .


"Jay kau di dalam "teriak Anita dari balik pintu sembari mengetok pintu

__ADS_1


" Sssss " Jay menempelkan jari telunjuk nya di bibirnya tapi terlambat karena Sonya sudah lebih dulu menjawab .


" Iya " balas Sonya cepat


Jay menepuk jidatnya dan Sonya hanya menunjukkan senyuman yang dipaksakan .


" Sonya ,kau di dalam bersama Jay ?"


" Iya " balas Sonya dengan cepat tapi segera menutup mulutnya dan Jay kembali menepuk jidatnya.


" Kau sudah tidak waras" ucap Jay berbisik


" Maaf ,aku tidak sengaja . Mulutku bicara begitu saja " balas Sonya berbisik


" Cepat jawab. Jika tidak Anita akan curiga " paksa Jay


" Aku harus bilang apa ? "


" Katakan kau sedang mandi bersama Jay " ucap Jay asal karena kesal


" Aku sedang mandi bersama Jay " teriak Sonya tanpa mencerna ucapannya .lalu segera membekap mulutnya.


Jay melotot menatap Sonya


" Maaf " ucap Sonya lalu tersenyum sambil menggigit bibir bawahnya .


" Apa ?" Tanya Anita tersentak


" Ahh ,tidak . Maksudku ,aku sedang mandi di kamar mandi Jay " ralat Sonya gugup dan di balas anggukan oleh Jay .


" Oh ,begitu . Ya sudah aku akan kebawah mencari jay . Kau lanjut saja mandinya " ujar Anita lalu pergi keluar dari kamar Jay tanpa curiga .


Akhirnya Sonya dan Jay bernafas lega setelah melewati ketenangan.


" Apa yang akan Anita fikirkan tentangmu jika melihat mu ada bersamaku di kamar mandi " ujar Jay kwatir


Tanpa sadar jay menunjukkan rasa pedulinya pada Sonya dan Sonya terbuai sejenak .Dia tersenyum sembari menatap Jay .


Gengsi mengakui perasaannya,Jay segera mengedit ucapannya .


" Maksudku, apa jadinya jika Anita melihat kau dan aku di disini. Dia pasti akan menolak pertunangan dengan aku " ucap Jay tanpa berani menatap mata Sonya .


Di lantai bawah , Anita mengamati setiap sudut. Bricia yang menyadari Anita sedang mencari seseorang segera menghampiri Anita ,usai izin pada teman teman arisannya .


" Anita ,ada apa ? Kau mencari seseorang? " Sapa Bricia lembut


" Iya Tante . Aku mencari Jay . Apa Tante melihatnya ? " Balas Anita dengan mata yang masih mengamati sekeliling .


Bricia tersenyum tulus " nak , pasti dia di kamarnya . Mau kemana lagi dia . Ayo caridia kekamarnya " ujar Bricia tenang


" Sudah Tante . Tapi tidak ada . Di kamar Jay hanya ada Sonya "


" Sonya di kamar Jay !" Kata Bricia kesal

__ADS_1


" Emm " balas Anita sambil mengangguk .Seketika wajah Bricia berubah menjadi horor .


__ADS_2