
Hari pertunangan Anita dengan Jay pun berlangsung . Acara pertunangan diadakan di kediaman wiliam .yang merupakan keinginan Jay sendiri .
Dia ingin acara pertunangannya dengan Anita sederhana saja .Tentu saja Bricia setuju .yang dia inginkan hanyalah Jay segera bersatu dengan Anita , tidak peduli dimana pun itu .
Bricia begitu bahagia . Sementara Sonya hanya bisa pasrah mengikuti kemana takdir membawanya . Seperti air mengalir . Lalu Peter dan Rani . Keduanya menginginkan Jay menikah dengan Sonya.
Tapi tidak yang bisa mereka lakukan selain hanya menjadi penonton.
Karena Jay sendiri yang sudah memutuskan untuk menikah dengan Anita .
Ide cemerlang pun seketika muncul di benak Rani.Dia memanggil Nini dan Joon untuk membantu misinya .
Nini dan Joon hanya menurut dan menyimak ucapan Rani .Padahal keduanya sedang sibuk melayani para tamu undangan.
"Denger ! Kalian harus menyingkirkan semua hand soap dan tisu di rumah itu untuk sementara . Kecuali di kamar Jay .Dan jangan ada satu pun yang tau soal ini kecuali kita bertiga . Kalian paham ? " Tutur Rani
" Tapi untuk apa nyonya ? Para tamu undangan pasti membutuhkan itu semua . Bagaimana jika para undangan merasa tidak nyaman berada di sini dan memutuskan untuk meninggalkan acara " protes Nini dengan polosnya .
" Iya itu bener nyonya , tuan Jay pasti akan marah besar jika mengetahui semua itu . Dan kami semua pasti akan dia pecat " sambung Joon sembari menganguk
Wajar saja mereka ketakutan mengingat Jay yang tidak suka dengan kesalahan sekecil apapun . Tapi hal itu lantas tidak membuat Rani membatalkan rencananya .
" Hei ,itu bukan urusanmu. Yang perlu kamu lakukan adalah menuruti perintahku.Dan soal Jay ,biar aku yang mengurusnya . Lagian kalian tidak usah kwatir, cucuku itu sudah berubah ,dia tidak pemarah lagi kan . Dia sudah kembali seperti Jay yang dulu " papar Rani membujuk Joon dan Nini agar tidak takut .
" Iya juga sih " sela Nini
" Ya sudah ,kalo sudah paham . Cepatlah kalian kerjakan "
" Tapi kalo boleh tau , untuk apa nyonya melakukan semua itu ? " Tanya Joon penasaran
" Hei , tidak usah banyak bertanya . Kalian cukup melakukan perintah ku . Aku akan memberikan kalian bonus kalo sudah melakukan pekerja kalian dengan baik . Kalian mau uang kan ? " Rani mencoba menyogok dua pekerja rumahnya yang sudah bertahun tahun setia bersamanya.
" Siap nyonya " balas Nini dan Joon kompak lalu pergi melakukan tugasnya seperti yang di perintahkan Rani .
Rani berdecih sembari menggeleng gelengkan kepalanya " jika bicara tentang bonus pasti mereka akan segera bertindak . Hah ,aku harus segera mencari Sonya " gumam Rani seraya tersenyum menyeringai.
Sonya sedang sibuk melayani para tamu undangan . Seseorang mendekati Sonya dan meminta tisu .
" Nona ,saya butuh tisu untuk " pinta seorang perempuan yang merupakan tamu undangan
" Tisu ? Baiklah saya akan mengambilnya untuk anda . Tunggu sebentar " ujar Sonya sopan dan ramah .lalu pergi mencari tisu .
Akan tetapi Sonya tidak menemukannya .Sonya yang melihat Rani yang sedang memindai sekeliling segera menghampiri Rani .
" Nenek ! " Sapa Sonya
" Sonya ! " Balas Rani
" Ada apa nek ? Apa nenek sedang mencari seseorang?" Tanya Sonya pingin tau
" Iya ,aku sedang mencarimu !" Pungkas Rani
" Ada apa nenek mencariku ? apa nenek butuh sesuatu ? " tanya Sonya lembut
__ADS_1
" Aku harus mengirim mu ke kamar Jay " gumam Rani tidak sadar
" Apa ? " Tanya Sonya
" Ah , tidak maksud nenek . Seorang tamu disana menginginkan hand soap dan tisu " ralat Rani dengan cepat
" Oh ,gitu . Tadi seorang tamu juga meminta hal yang sama padaku nek . Aku sudah mencari cari tapi tidak menemukannya . Bahkan aku ke kamarku pun tidak ada . Padahal seingatku masih banyak nek . Entah kemana semua " katanya kebingungan
" Jelas saja tidak ada . Orang sudah di umpatin " lagi lagi Rani keceplosan
" Apa ? " Kembali Sonya kebingungan
" Ah, tidak , maksud nenek , nenek tidak tau . Coba kamu ke kamar Jay saja .Mungkin Disana masih ada " usul Rani mengutarakan maksud dan tujuannya yang sebenarnya.
Ya ,Rani merencanakan hal itu, semata-mata untuk membuat Jay dan Sonya menghabiskan waktu bersama dan hanya berdua .
" Iya nenek bener . Akan segera aku ambilkan " jawab Sonya dengan polosnya dan pergi menuju kamar Jay .
Rani sengaja menyuruh Sonya ke kamar Jay ,karena sebelumnya Rani tidak sengaja mendengar Jay bicara pada harel jika dia ingin ke kamarnya untuk mandi .
Rani tersenyum menyeringai " misi berhasil " gumam Rani sembari menatap ke atas memperhatikan Sonya menaiki anak tangga .
Usai menaiki anak tangga, Sonya melangkah ke kamar Jay dan langsung masuk ke kamar mandi Jay .
Seketika Sonya terdiam ketika menatap cermin di hadapannya. Dia menatap pantulan wajahnya di cermin sembari menyentuh wajahnya .
Jay masuk ke kamarnya ,dan langsung melepas kemeja dan celananya hingga tersisa bokser karena Jay merasa bener bener lengket dan ingin segera berendam .
Beberapa detik ,Sonya tersadar dan segera mengambilkan tisu dan Hand soap .
" Aahh " jerit Sonya repleks
" Kau ,apa yang kamu lakukan di kamarku ? kenapa kau selalu muncul di kamarku . Apa memang sudah kebiasaanmu masuk ke kamar seorang pria ? " Duga Jay seenak jidatnya
" Bukan itu ,tisu ,aku , hand soap " ujar Sonya gugup
" Apa ! Ayo jelaskan padaku . Apa kau suka mengintip pria yang sedang mandi ? " Kata pria tampan itu dengan mata menyeringai
" Ti-tidak " balas Sonya sembari menggeleng kepalanya
" Lalu ? "
" Aku kesini untuk mengambil tisu dan hand soap karena di bawah habis dan tamu undangan membutuhkannya . Jadi aku kesini " jelas Sonya gugup
Jay menyimak sembari tersenyum menyeringai dan dengan tatapan nakal .
" Jay ! " Panggil Anita sembari berjalan masuk ke kamar Jay .
Mendadak Sonya dan Jay tercengang. Dengan gerakan refleks Jay mendorong Sonya masuk ke dalam kamar mandi dan menguncinya dari dalam .
Sonya hanya diam sambil menatap Jay .
"Jay kau di dalam "teriak Anita dari balik pintu sembari mengetok pintu
__ADS_1
" Sssss " Jay menempelkan jari telunjuk nya di bibirnya tapi terlambat karena Sonya sudah lebih dulu menjawab .
" Iya " balas Sonya cepat
Jay menepuk jidatnya dan Sonya hanya menunjukkan senyuman yang dipaksakan .
" Sonya ,kau di dalam bersama Jay ?"
" Iya " balas Sonya dengan cepat tapi segera menutup mulutnya dan Jay kembali menepuk jidatnya.
" Kau sudah tidak waras" ucap Jay berbisik
" Maaf ,aku tidak sengaja . Mulutku bicara begitu saja " balas Sonya berbisik
" Cepat jawab. Jika tidak Anita akan curiga " paksa Jay
" Aku harus bilang apa ? "
" Katakan kau sedang mandi bersama Jay " ucap Jay asal karena kesal
" Aku sedang mandi bersama Jay " teriak Sonya tanpa mencerna ucapannya .lalu segera membekap mulutnya.
Jay melotot menatap Sonya
" Maaf " ucap Sonya lalu tersenyum sambil menggigit bibir bawahnya .
" Apa ?" Tanya Anita tersentak
" Ahh ,tidak . Maksudku ,aku sedang mandi di kamar mandi Jay " ralat Sonya gugup dan di balas anggukan oleh Jay .
" Oh ,begitu . Ya sudah aku akan kebawah mencari jay . Kau lanjut saja mandinya " ujar Anita lalu pergi keluar dari kamar Jay tanpa curiga .
Akhirnya Sonya dan Jay bernafas lega setelah melewati ketenangan.
" Apa yang akan Anita fikirkan tentangmu jika melihat mu ada bersamaku di kamar mandi " ujar Jay kwatir
Tanpa sadar jay menunjukkan rasa pedulinya pada Sonya dan Sonya terbuai sejenak .Dia tersenyum sembari menatap Jay .
Gengsi mengakui perasaannya,Jay segera mengedit ucapannya .
" Maksudku, apa jadinya jika Anita melihat kau dan aku di disini. Dia pasti akan menolak pertunangan dengan aku " ucap Jay tanpa berani menatap mata Sonya .
Di lantai bawah , Anita mengamati setiap sudut. Bricia yang menyadari Anita sedang mencari seseorang segera menghampiri Anita ,usai izin pada teman teman arisannya .
" Anita ,ada apa ? Kau mencari seseorang? " Sapa Bricia lembut
" Iya Tante . Aku mencari Jay . Apa Tante melihatnya ? " Balas Anita dengan mata yang masih mengamati sekeliling .
Bricia tersenyum tulus " nak , pasti dia di kamarnya . Mau kemana lagi dia . Ayo caridia kekamarnya " ujar Bricia tenang
" Sudah Tante . Tapi tidak ada . Di kamar Jay hanya ada Sonya "
" Sonya di kamar Jay !" Kata Bricia kesal
__ADS_1
" Emm " balas Anita sambil mengangguk .Seketika wajah Bricia berubah menjadi horor .