
Seperti sudah menjadi kebiasaan madu dan bricia selalu bersantai di ruang keluarga sambil menonton acara kesukaan bricia.
Tidak peduli hari sudah sore . Madu masih saja asyik duduk di sebelah bricia .
" Oho lihat ,mereka berdua sangat cocok " ucap bricia
" Iya Tante " balas madu
Seketika joya melintas akan ke dapur . Dengan mata jail madu melirik joya.
Madu mencolek bricia " Tante ,madu haus pingin teh " ungkap madu manja
Bricia mengalihkan pandangannya pada joya " joya kau tidak dengar . Madu haus . Buatin dia segelas teh " perintah bricia pada joya
Joya ternganga lebar menatap madu yang seakan sengaja .
" Hei ,kenapa masih berdiri disitu . Apa kamu tuli ? " Seru bricia
Joya menghela nafas panjang " Baik Tante " balas joya dengan anggukan
Madu tersenyum miring . Keduanya kembali asyik menonton tv .
Ketika film nya lagi tegang ,joya mencul dengan se gelas teh yang di taruh di atas nampan .
" Teh nya " ucap joya sambil menyodorkan satu gelas pada madu .
" Taruh di situ aja " balas madu namun matanya tetap fokus pada layar televisi bersama bricia .
Joya pun menaruh gelas berisi teh di meja dekat madu .
Karena acaranya begitu menengangkan secara refleks tangan madu tidak sengaja menyentuh teh yang masih panas .
" Aww....panas " jerit madu
Bricia dan joya mengalihkan pandangan nya pada madu .dan madu menatap tajam joya.
" Kau sengaja ya ,ingin melukai aku . Kenapa tidak memberitahu jika kau menaruh nya di sini ?" Seru madu seolah lupa ingatan jika dia yang menyuruh joya untuk menaruh nya di meja .
" Tidak " balas joya sambil menggelengkan kepalanya
__ADS_1
" Lalu kenapa kau menaruhnya disitu ? Kau ingin mengusirku kan . Kau tidak suka aku datang ke rumah ini kan ? " Teriak madu seenaknya.sementara bricia hanya menyimak .
" Kau sendiri kan yang menyuruh nya " jawab joya polos.
bibir madu langsung mengerut " Jadi kau ingin menyalahkan ku ?" Mata madu melotot pada joya lalu mengalihkan pandangannya pada bricia dengan tatapan sedih
" Tante lebih baik aku pergi saja . Joya tidak menginginkan aku disini " seru madu dan akan berdiri namun di halangi oleh bricia .
" tidak ,duduklah " ajak bricia lembut pada madu .Kemudian bricia menatap tajam joya .
" Hei . Kau nggak lihat .karena ulahmu tangan madu jadi terluka . Cepat minta maaf " perintah bricia pada joya.
" Apa !" Gumam joya pelan tidak percaya
" Kau tidak dengar . Cepat minta maaf " bricia kembali berteriak
Joya mengatur nafasnya lalu menatap madu " maaf madu " ucap joya
madu melirik joya dengan sinis "iya ,karena aku baik . Aku akan memaafkan mu . Tapi tolong buatkan lagi cokelat panas . Aku berubah pikiran mendadak ingin cokelat panas . bisa kan ? " ujar madu seenaknya .
untuk kesekian kalinya joya menghela nafasnya " baiklah " ucap joya sambil mengangguk lalu pergi ke dapur .
Selesai membuatkan cokelat panas .joya kembali dengan segelas cokelat panas . Dan menaruhnya di atas meja .
" cokelat nya " ujar joya
" iya " balas madu dan langsung menerimanya .niatnya ingin menumpahkan cokelatnya pada joya .namun gagal karena
Kali ini ada Rani sedang melintas dan memperhatikan madu dengan tatapan tidak suka .
dengan muka manyun Madu meneguk cokelat panasnya .Rani yang sudah memperhatikan tingkah madu sedari tadi ,mendekati madu sambil menatap tidak suka .dan Dengan sengaja Rani menyenggol siku madu .dan coklat pun tumpah di baju madu .
"Aw " jeruk madu secara refleks ,ia pun menatap Rani kesal
" sabar madu . sabar . dasar nenek tua bau tanah .sengaja banget . lihat saja kalo aku udah jadi istrinya Jay ,akan ku balas kau " batin madu
" Aduh madu maaf . Nenek tidak sengaja " ucap Rani berpura pura
Lalu Rani menarik tangan joya " joya ayo ikut nenek " ajak Rani sambil tersenyum puas .joya pun menurut .
__ADS_1
Sementara bricia dan madu pergi ke kamar bricia untuk membersihkan dirinya dari cokelat.
dua jam kemudian madu dan bricia sudah berada di ruang tamu . seolah sengaja menunggu Jay kembali .
dan bener saja jay kembali dari kantor .dengan semangat bricia mencolek madu ,agar menghampiri Jay .
dengan senang hati madu melakukannya .
" hai Jay . kau sudah kembali " sapa madu basa basi
" iya " jawab Jay singkat dan melangkah melewati madu .
" Jay ,aku ingin pulang .bisa kah kau mengantar aku pulang " tabah madu dengan manja .
" iya Jay . ini udah malam .tidak baik dia pulang sendiri malam malam begini . lebih baik anterin ya nak " bujuk bricia
Jay menghentikan langkahnya dan berbalik .sesaat dia memicingkan matanya . lalu kembali berjalan menghampiri Joon yang baru saja masuk .madu tersenyum mengira Jay akan mengantarnya.
" Joon ,tolong anterin madu ya . pastikan dia selamat sampai rumah " perintah Jay
Joon hanya mengangguk dan Jay melangkah menuju atas .
betapa bricia dan madu tidak menyangka .keduanya hanya melongo
sebelum Jay masuk ke dalam kamarnya . Dia terlebih dahulu mengetok pintu kamar joya .
Cklek
Ketika pintu terbuka Jay langsung masuk ke dalam kamar tanpa aba aba .
Dalam hitungan detik .Jay sudah memeluk joya dengan erat .
" Kau tidak merindukan aku ?" Tanya Jay masih dalam mode berpelukan .
" Sangat merindukan mu " balas joya lalu tersenyum dan langsung merangkul leher Jay .
" Dan aku sangat dan sangat merindukanmu " tambah Jay bersemangat sambil memencet hidung joya .
****
__ADS_1