Kisah Kita Belum Selesai

Kisah Kita Belum Selesai
Bab 37


__ADS_3

Sonya menuruni anak tangga .kini mata tertuju pada Sonya .dengan rasa takut dan ragu Sonya mendekati seluruh keluarga yang sudah sangat membencinya.


Semua menatap Sonya dengan tatapan kebencian . Tapi Sonya berusaha untuk menyakinkan kembali semua keluarga agar mengerti posisinya.


" Nenek !" Sapa Sonya ragu


" Aku sangat menyayangimu meskipun kau adik dari seorang pembunuh.kau sangat tau itukan . Karena aku berfikir kau beda dengan keluarga mu ,tapi hari ini kau menyadarkan ku akan kesalahanku itu . Kau dan keluargamu tidak ada bedanya.Kau sudah menipu ku dengan wajahmu itu " sindir Rani


Karena tidak dapat pembelaan dari Rani .kini Sonya menghampiri Peter dengan perasaan iba " paman  ! Aku tidak tahu apa apa !"


Peter hampir kembali luluh . Tiba tiba Bricia kembali memperkeruh suasana.


" Apa menurutmu putraku yang salah dengar tentang rencana kalian ? Kamu sudah ketahuan tapi kau masih saja mengelak " Sela bricia


Jay menuruni anak tangga dan melihat Sonya masih ada di rumahnya .


Dengan langkah panjang Jay menghampiri Sonya .


" Kau ! , Kenapa kau masih disini ?"


Jay menarik tangan Sonya kasar  " apa kamu fikir aku akan mencintaimu dengan wajah joya yang kamu gunakan ini ? Itu tidak akan terjadi . Mungkin kau memiliki wajah joya . Tapi jiwa dan ketulusan joya tidak ada padamu . Kau paham ! "


" Jay tolong dengerin penjelasan ku  . Aku mohon ,ada hal yang harus kamu ketahui " Sonya memohon


" Diam kau ! Sekarang pergi dari sini " Jay menarik paksa Sonya keluar dari rumah .


" Jay ,sebenarnya aku "  belum selesai bicara


Jay mendorong Sonya keluar rumah dengan kasar lalu menutup pintu lalu menguncinya dari dalam .


Sonya menggedor gedor pintu sambil menangis memanggil Jay .


" Jay ! Dengerin aku Jay "teriak Sonya namun tidak di balas oleh Jay.


Karena Jay sudah tidak mendengnya ,Jay berjalan masuk ke kamarnya dengan emosidan amarah .sementara keluarga bubar dan masuk ke kamar masing masing .


Karena merasa tidak di terima Lagi Sonya meninggalkan kediaman Wiliam dengan penuh kesedihan .


Dia berjalan menuju rumah Samir .Berharap Samir ada dan memahami keadaannya.setibanya disana ,dia bukannya di terima malah mendapat perlakuan buruk dari Olivia dan Laras .

__ADS_1


Ternyata Samir bekerja di luar kota .Dia tidak akan kembali dalam waktu dekat ini .Kini Sonya bener bener tidak di inginkan dimana pun dan tidak ada satupun yang dapat memahami situasi yang terjadi.


" Kau ! Apa kau sudah berhasil menjerat Jay dengan wajahmu ? " Seru Laras dengan raut wajah ceria.


" Aku yakin ,dia pasti tergila gila setelah melihat wajahmu ,iya kan ?  Apa dia sudah tanda tanganni seluruh hartanya untuk mu ? ,Wah secepat itu? " Tambah Olivia bahagia


" Itu artinya ,kita akan kembali kaya seperti dulu lagi kan mah ? Dan aku akan memiliki mobil lagi ,mobil yang lebih bagus dari mobil yang aku pakai dulu " raut wajah Laras begitu bahagia


" Iya sayang pastinya " balas Olivia


Laras dan Olivia saling berpelukan bahagia . Mereka tertawa sambil berkata kata tanpa henti .Akan tetapi kebahagiaan itu tidak berlangsung lama . Sonya menyadarkan ibu dan anak itu jika rencana mereka tidak berjalan sesuai keinginan mereka .


" tidak terjadi sesuai keinginan kalian . Jay mengusirku dan sekarang seluruh keluarga juga membenciku " seru Sonya lalu dia pun menunduk sedih. Laras dan Olivia terkejut dan berhenti berkata kata.


Raut wajah Laras dan Olivia seketika  berubah murung .Khayalan mereka untuk kembali menjadi kaya hilang sudah .


Rasa kecewa bercampur marah mengisi hatinya . Mereka hanya bisa memarahi dan menyalahkan setiap apa yang Sonya perbuat .


" Kesalahan apa yang kau perbuat sehingga Jay mengusirmu ? Pasti kau sudah melakukan suatu kesalahan " seru Olivia dengan nada  kesal


" Aku tidak melakukan apa pun . Itu semua karena kalian . Kalian sudah menyebabkan keributan di rumah itu .Andai kalian melihat betapa hancur  hati mereka saat melihat wajah ku persis dengan wajah menantu rumah itu .Kalian pasti tidak akan berfikir hal seburuk itu " sela Sonya dengan kesedihan .


" A kku tidak bermaksud begitu " ucap Sonya gagab


" Diam kau ! Lebih baik kau pergi dari sini .Aku tidak ingin melihat wajahmu lagi . Pergi ! " Teriak Olivia emosi


" Bibi jangan mengusirku . Aku tidak tahu harus pergi kemana di tengah malam begini " ucap Sonya memohon .


Tapi bukan Olivia namannya jika dengan mudah luluh oleh ucapan Sonya .Dengan kasar Olivia mendorong  Sonya ke pintu keluar .


"Itu bukan urusan ku ,pergi kau ! " Seru Olivia


Sonya hanya bisa menangis dan kembali berbalik badan menatap Laras dan olivia namun  Olivia memalingkan wajahnya.


Sonya membuka pintu keluar , seketika terlihat langit memunculkan  kilatan cahaya yang menyambar lalu di ikuti dengan suara gemuruh yang keras , menandakan akan segera turun hujan .


" Dengar ,jangan sampai dia tidak jadi pergi karena badai di luar " Olivia berbisik pada putrinya .


Dengan cepat Laras mengamati ruangan seolah mencari sesuatu dan sesutu itu adalah payung.

__ADS_1


" Tunggu !" Teriak Laras ketika Sonya dengan ragu hendak melangkah melewati pintu .Laras dengan cepat mengambilkan sebuah payung lipat kecil dan memberikannya pada Sonya .


" Bawalah ini ,karena sebentar lagi akan turun hujan " ucap Laras


Sonya menerima payung tersebut .lalu kembali menoleh ke samping menatap Olivia yang berdiri membelakanginya.


Kemudian Sonya melangkah meninggalkan rumah keluarganya.di tengah badai Sonya melangkah tanpa tujuan .


Karena badai angin begitu kencang . Membuat payung Sonya rusak terbawa angin .


Byur .... Hujan pun mulai turun dengan sangat deras


Seakan alam juga ingin ikut menyiksa Sonya . Dia terus berjalan terhuyung-huyung di tengah hujan badai .


Kini seluruh tubuhnya basah kuyup, dia mulai menggigil kedinginan.di gelapnya badai dia mencari tempat untuk berlindung .


Ketika melewati taman kota ,Sonya masuk ke dalam taman dan berteduh di gazebo di tengah taman tersebut .Sonya duduk sambil memeluk  kedua kakinya .


Kini pandangannya kosong seolah dia putus asa " Jay tidak mengenali aku sama sekali . Dan tidak  ada satupun yang menginginkan diriku .Aku harus kemana ? Harus kemana ?" Seru Sonya dengan berlinang air mata .


Di sisi lain Jay bengong menatap ke luar jendela dengan penuh kesedihan dan kegelisahan.


Hatinya berkata Sonya adalah Joya ,tapi dia berusaha untuk tidak mempercayai semua itu .


" Sonya dan Joya memiliki mata yang sama . Bagaimana bisa ? Tidak tidak dia bukan Joya .Aku tidak boleh memikirkan dia lagi .Aku hanya mencintai Joya selama hidupku " Jay berbicara sendiri


Seorang ibu selalu memiliki firasat bagus ,begitu pula Bricia ,dia merasa Jay sedang gelisah memikirkan Sonya .Itulah kenapa dia berdiri  mengamati putranya dari balik pintu kamar Jay.


Dengan langkah pelan Bricia menghampiri Jay . Dia menyentuh  pundak putranya dengan lembut .


Jay menoleh ke arah ibunya  "  mamah !" Sapa Jay dengan raut wajah sedih


" Apa kamu sedang memikirkan Sonya " tanya Bricia


" Tidak mah " ucap Jay menyangkal


" Jay ,mamah tau ,ini pasti sulit untuk mu . Wajah yang selama ini kau cintai sekarang harus kau benci karena kelakuan wanita itu dan keluarganya.Mamah yakin sama kau pasti bisa melewati ini semua " ujar Bricia bersemangat


" Iya mah . Jay baik baik saja .Mamah tidak usah kwatir  ya " kata Jay sambil menggenggam tangan ibunya dengan penuh kasih.

__ADS_1


" Iya mamah tau . Nak kamu harus ingat ,Sonya itu bukan Joya . Meskipun wajah mereka sama tapi kau orang yang paling mencintainya pasti mengenali Joya dari tatapan matanya saja " tambah Bricia seakan tau putranya memang memikirkan Sonya.


__ADS_2