
Di rumah sakit Seno dan Samir terlihat sedih .Samir duduk di samping Sonya yang sedang di rawat di ruang ICU.samir menggenggam tangan sonya erat.dan Seno berdiri mengintip dari kaca .
Seno meneteskan air mata melihat kondisi Sonya yang kritis.
" Adi ,Mira,aku akan menjaga putri kalian .aku akan berusaha memberikan yang terbaik untuk Putri kalian .berapa pun itu biayanya " gumam Seno dari balik kaca
Sementara Laras dan Olivia tampak biasa saja.tidak terlihat raut sedih di wajah keduanya.mereka berdua sibuk bermain dengan ponselnya sambil duduk di bangku.
Entah apa yang ada di fikiran Jay . tepat di tanggal dan bulan yang sama .Dia berusaha kembali untuk melenyapkan dirinya sendiri di tempat keduanya mengalami kecelakaan .
Jay menginjak pedal gas dan langsung menabrak pembatas jalan .
Brukk
Mobil Jay rusak parah .dan Jay tidak sadarkan diri di dalam mobilnya .asap pun keluar dari dalam mobil .
*********
7 tahun kemudian
Jayvin berubah menjadi pria yang sombong ,dingin ,dan mudah marah.
Dia selalu memarahi setiap karyawannya yang bergosip tentang cinta.bagi Jay cinta itu adalah kebohongan dan penderitaan.
Pagi ini ,para karyawan sedang bercanda mengejek dua orang karyawan yang sedang jatuh cinta .tiba tiba berhenti ketika jayvin masuk dengan seorang pria yang setia berada di sampingnya.
Jayvin mengamati setiap karyawan nya,tanpa ada satupun yang terlewatkan .semua karyawan berdiri lalu membungkuk memberi hormat pada Jay.
Jayvin mendekati seorang karyawan laki laki,dengan wajah angkuhya dan melepas kacamatanya.
" Jangan pernah percaya dengan cinta ,atau cinta akan merenggut kebahagiaanmu " ucap Jay dan kembali mengenakan kacamata nya
Semua staf hanya diam tidak berkutik.
Jay mengitari pandangannya ke semua stafnya.
" Dengar,jika kalian masih ingin bekerja disini .saya tidak ingin ada yang membicarakan tentang cinta,tertawa,dan berpacaran di kantor ini .jika sekali lagi saya mendengar ada yang berpacaran di kantor ini,maka kalian semua akan saya pecat . Paham. !!!" Gertak Jay tanpa belas kasihan.
" Paham pak !!!" Ucap staf serempak
"Bagus . Silahkan kembali bekerja " perintah Jay .Jay melangkah .semua staf bernafas lega lalu berubah tegang ketika Jay berbalik.
" Dia !" Jay menunjuk ke arah perempuan yang sedang bucin " pecat dia sekarang juga "
Semua staf ketakutan .tidak ada seorang pun yang berani membantah perintah jay.
Kemudian Jay masuk ke dalam ruangan nya.dan mulai sibuk dengan pekerjaannya.
Sementara para staf mulai bergosip
"Aku rasa , sebentar lagi staf disini akan berubah menjadi laki laki semua " ucap nisa pada Dodo
__ADS_1
" Kau bener.bos sangat membenci wanita .jangan sampai kau melakukan kesalahan sekecil apa pun ,jika kau masih ingin bekerja disini " balas Dodo
" Dodi bener .selain pak bos membenci wanita .dia juga tidak mau melihat orng bahagi .buktinya dia melarang orang untuk tertawa. Dia sangat kejam " tambah Natan.
" Ehem.....,siapa yang sedang kalian bicarakan ?" Harel tiba tiba nongol .
Semua staf kembali tegang dan menunduk. jika harel mengadu pada jayvin maka tamatlah riwayat mereka.
Harel mendekati Natan .Natan menunduk ketakutan .
" Kakak ku memang kejam.bahkan aku saja adiknya sendiri dilarang untuk tertawa "
Ucap harel pada Natan.
Ketegangan pun berubah menjadi tertawa " sst...jangan kencang kencang nanti bos mendengarnya " ucap harel
Para staf pun mengangguk dan kembali mengobrol satu sama lain .harel meninggalkan para staf setelah berhasil menghilangkan ketegangan para staf.
Harel masuk ke ruangan Jay.
Dan langsung duduk di meja kerja jay.jay tidak mempedulikan harel .dia tetap sibuk dengan laptop nya.
" Kakak.apa kakak Akan terus bekerja ?" Kata Harel sambil memain mainkan mancis.
" Jangan ganggu aku .pergilah anak nakal !" Seru jayvin
" Ah ! Sampai kapan kakak akan seperti ini " harel turun dari meja.lalu pergi keluar dari ruangan jayvin.
Di sisi lain.Sonya terbangun dari komanya.di sebelahnya ada Samir .Laras dan Olivia duduk di bangku samping tempat tidur sonya.
Kedua orang tua Sonya meninggal ,sementara Sonya mengalami luka parah dan koma selama 2 tahun setelah kejadian itu.
" Sonya , kamu sudah sadar " samir mengelus tangan Sonya
Sonya menatap wajah yang ada di depannya lalu berteriak" Kamu siapa ?"
" Sonya ,ini aku samsam .apa kamu tidak mengenali sepupumu sendiri ?" Samir terlihat bingung dengan keadaan sonya.
" Sepupu ? " Sonya terus menatap wajah samir dengan tatapan penuh misteri
" Ya ,aku samir kau memanggil ku dengan sebutan samsam ,dan yang ini mamahku dan sebelahnya Laras adikku " sandi menunjuk ke arah Olivia dan Laras "lalu yang sedang berjalan kesini pamanmu,dia itu ayahku " tambah samir.
" Tapi aku tidak mengenali kalian semua ,awww....kepala ku sakit " Sonya menjerit sakit di area kepalanya
"Sonya ,kau baik baik saja ?" Samir mengelus kepala Sonya
" Sonya ! Siapa Sonya ?" Sonya kembali bertanya
Sandi ,seno ,Laras dan Olivia saling memandang dengan muka bingung.
"Namamu adalahlah Sonya ,apa kamu tidak bisa mengingat namamu sendiri ? Astaga kau tidak hanya melupakan keluarga mu tapi kau juga melupakan dirimu sendiri,sungguh sangat memprihatikan" umpat Laras
__ADS_1
Sonya hanya menggeleng kepalanya . seorang dokter dan perawat masuk ke dalam ruangan Sonya.
"Dokter ,ada apa dengan putri saya ?,kenapa dia tidak mengenal satupun diantara kami ?"keluh seno
"Tidak perlu kwartir pak !,di beberapa kasus ,kejadian seperti itu sering kali terjadi ,mungkin akibat benturan keras di kepalanya, membuat putri anda lupa ingatan, seiring waktu dia akan mengingat kembali masa lalunya " dokter memberikan penjelasan agar keluarga Sonya tidak panik
" Lalu apakah putri saya sudah bisa pindah ke ruang inap ?" Tanya Seno
" Tentu saja ,tapi sebelumnya bapak harus ke loket untuk mengkonfirmasi pindah ruang " perawat di samping dokter menyerahkan beberapa lembar kertas pada pak seno
" Tentu saja " seno menerima kertas tersebut
" Ayah ,biarkan samir saja ke loket,mamah ,Laras dan ayah balik saja ke rumah ,kalo ada apa apa samir akan kabari kalian "
" Iya .kak samir bener pah,mah .Laras capek pengen istirahat saja di rumah "sambung Laras dengan muka malasnya
"Ya baiklah ,aku percayakan Sonya sama kamu boy " seru Seno sambil menyerahkan kertas bertulisan perpindahan ruang.
Samir menerima kertas tersebut ,lalu masuk ke dalam lift .sementara Seno ,Olivia dan Laras pulang ke rumah kediamannya.
Ting
Samir keluar dari dalam lift dan berjalan menuju loket pendaftaran,lalu menyerahkan kertas yang ada di tangannya pada petugas loket .
Setelah memberikan stempel pada kertas .petugas kembali menyerahkan kertas tersebut pada samir untuk di tandatangani.
Kemudian petugas mengambil satu lembar dan sisanya di serahkan kembali pada samir.
" Silahkan serahkan kertasnya pada perawat ya pak " ucap petugas
" Iya ,terimakasih " samir pergi kembali ke lantai atas dan menyerahkannya kembali pada perawat.
Berapa menit kemudian perawat yang bertugas ,memindahkan Sonya ke ruang inap.
" Sonya apa kamu haus ?" Tawar Samir penuh kasih.
Sonya menatap dalam samir . batin Sonya penuh tanya.sonya mencoba mengingat masa lalunya ,namun tidak berhasil.hanya membuat kepala Sonya sakit tak tertahankan .hingga Sonya meringis kesakitan.
" Awww........sakit......" Sonya meringis sambil memegang kepala nya.
Samir panik dan segera memanggil dokter.dokter memeriksa keadaan Sonya.lalu menyuntikkan obat melalui infus Sonya.hal itu membuat Sonya rileks dan tidur.
" Dokter ,bagaimana keadaan Sonya ?" Samir tampak gelisah.
" Tidak ada yang perlu di kwatirkan .keadaannya sudah jauh lebih baik "ucap dokter dengan ramah .
" Lalu kenapa Sonya kesakitan di area kepalanya dok ?" Samir kembali bertanya.
Senyuman manis terukir di wajah sang dokter " karena dia memaksa mengingat masa lalunya. " setelah menjelaskan dokter pun pergi
Samir mendekati Sonya,dan menggenggam tangannya " Sonya ,aku akan membantumu mengingat masa lalumu " Samir mencium tangan sonya
__ADS_1