
Sambil bersiul Leon berjalan dengan gaya bak model . Kelihatannya Leon menyambut pagi dengan ceria dan penuh semangat. Tapi Ketika dia membuka pintu ekspresi wajahnya berubah 360 derajat.
Matanya melotot sambil menelan salivanya . Dia menatap Jay dengan ketakutan.
Hanya dengan menyilangkan kedua tangannya di dada di tambah raut wajah yang mengeras juga tatapan horornya sudah membuat Leon berkeringat.
Tanpa di persilahkan , Jay masuk ke dalam rumah Leon dengan arogan layaknya yang empunya rumah.Leon mengikuti Jay dari belakang seperti ekor .
Jay memindai sekeliling. Dia segera duduk di sofa dengan kaki di atas meja. Jay melepas kacamatanya lalu menatap ke arah Leon tajam.
" Dimana harel ?" Tanya Jay datar
Tapi mampu membuat Leon semakin ketakutan . Bibirnya menegang dan cenderung bergetar .
"Aaaa aku tidak tahu kak !" Balas Leon terbata bata
Jay menghela nafasnya panjang lalu kembali mengamati Leon dengan intens. Leon memalingkan pandangannya. Dia menggerak gerakkan matanya kesana kemari .
Hal itu membuat Jay tertawa kecil . Dia tahu jika Leon sedang berbohong .
Tiba tiba ponsel Leon berdering . Jay dan Leon memalingkan matanya ke arah ponsel yang bergetar di atas meja hanya jarak 7 cm dari kaki Jay .
Sepertinya Leon tidak punya keberanian untuk mengangkat telpon .ponsel milik Leon berdering hingga tiga kali .
" Apa kamu tidak akan menerima panggilan itu ? " Seru Jay
Dengan cepat Leon mengambil ponsel yang ada di meja dan segera menerima panggilan suara dari Alex .
" Hallo Leon ! " Sapa Alex dari seberang telpon
" Iii iya !" Balas Leon tergagab sambil mengamati espresi Jay
Dengan singgab Jay merebut ponsel milik Leon . Tanpa berani protes Leon hanya diam dan pasrah .
" Aku baru di datangi Roy . Dia menanyakan soal harel . Tapi aku berhasil lolos tanpa memberitahunya ,
Soal harel yang mabuk dan semalaman bersama Anyelir . Hahaha aku cerdas kan ? Denger Leon kau juga harus segera pergi dari rumahmu karena aku rasa orang suruhan kak Jay menuju ke sana ! " Alex jeda sebentar. Dia menghela nafas panjang
" Hallo ! Leon ! Kau dengar aku ! Kita bertemu di hotel zzz . Kita harus segera memberitahu Harel dan Anyelir " Lanjut Alex karena dari tadi dia mengoceh tanpa di balas
__ADS_1
" Berhentilah mengoceh kanebo basah ! Kau sudah membuat kita semua dalam bahaya " seru Leon dalam hatinya .
" Hallo Leon kau denger aku !hallo ! Hallo ! "
" Iya aku mendengarmu anak cerdas " sindir Jay
Mulut Alex terkatup katup . Dia segera menutup telponnya.
Jay menatap Leon dengan mata mengintimidasi. Dan Leon menunduk sambil menghela nafasnya .
Jay menyentuh dagu Leon dan menaikannya " Sekarang kau sudah tidak bisa mengelak lagi ! Cepat ikut aku ke dalam mobil !" Perintah Jay dengan penuh penekanan
Leon hanya bisa pasrah dan menuruti keinginan Jay . Dia pun ikut masuk ke dalam mobil milik Jay dan memberitahu tempat Harel dan Anyelir berada .
Semalam Anyelir memang sempat memberitahu Alex , Adi dan Leon jika Anyelir juga tidak berani membawa Harel pulang ke rumahnya . Dia membawa Harel ke sebuah hotel zzz .
Di tempat lain . Sonya dan Peter sedang berbicara serius di kamar Sonya .
Peter berencana akan menikahkan Sonya dan Jay .
Tapi Sonya tidak mau . Dia menolak keinginan Peter dengan alasan belum waktunya. Dia ingin dinikahi karena Jay yang menginginkan bukan karena paksaan dari Peter semata.
" Bagaimana cara nya ayah ? " Ucap Sonya penasaran
Keduanya memang sepakat untuk memangil dengan sebutan ayah dan anak ketik sedang berdua saja .
" Ayah akan memaksa Jay untuk menikahi mu . Hingga dia tidak akan punya pilihan . Jika perlu ayah akan berpura pura sakit . Agar Jay menuruti keinginan ayah "
" Tidak ayah . Aku tidak setuju ! Bagaimana jika suatu saat Jay menyadarinya . Maka Jay kan mbenci ayah ! Aku tidak mau itu terjadi ! " Tolak Sonya tidak setuju dengan ide Peter
Dia memang ingin kembali bersama dengan Jay tapi tidak seperti itu . Dia ingin Jay sendiri yang menginginkan pernikahan itu bukan karena paksaan dari Peter .
" Nak ! Ayah hanya takut jika Jay terlambat untuk menyadari jika kamu adalah Joya " keluh pria tua itu cemas
" Ayah ! Aku juga sama seperti ayah . Ada rasa takut di hati ini . Tapi ayah aku juga percaya . Apa yang sudah di takdirkan menjadi milikku akan terus menjadi milikku " ucap Sonya seakan dia ikhlas jika Jay nantinya berpaling darinya.
Di hotel zzz harel bersiap akan meninggalkan hotel bersama Alex dan Anyelir . Tapi terhenti ketika Jay dan Leon tiba lebih cepat.
Jay mengepal jari tangannya lalu melayangkan tinjunya . Dalam hitungan detik sudah mendarat di pipi harel dengan sempurna .
__ADS_1
Harel meringis kesakitan " Ahh sakit kak Jay ! " Rengek Harel kesakitan tapi tidak di hiraukan oleh Jay . Dia terus saja meninju wajah adiknya hingga lebam dan darah mengalir dari hidungnya .
Dengan ragu ragu Alex dan Leon mencoba memisahkan keduanya.Alex dan Leon memeluk Jay dengan erat sementara Anyelir memeluk kaki Jay dan memohon ampun untuk melepas Harel .
Dan akhirnya Jay pun berhenti memukul Harel . Alex dan Leon melepas pelukannya terhadap Jay lalu Anyelir kembali berdiri di smping harel . Dia menghela nafas panjang lalu menatap wajah harel yang sudah babak belur olehnya.
" Kenapa kau bertindak sejauh itu anak nakal ! Tidak kah kau berfikir dengan istrimu di rumah " celoteh Jay pada harel dan harel hanya menunduk menyesali perbuatannya.
Lalu Jay memalingkan matanya ke arah Anyelir " dan kamu nona ! Kenapa kamu tidak menolak saat adikku yang bodoh ini menggodamu ! Kau tau dia sudah menikah kan ?" Lanjut Jay
" Karena aku mencintai harel kak " balas Anyelir tanpa rasa malu sedikit pun .
Jay tertawa kecil " tapi dia sudah memiliki istri . Apa kamu tidak malu berkata seperti itu nona kepada laki laki yang sudah beristri " ujar Jay dengan sinis
"Harel tidak pernah mencintai Gisel .Harel hanya mencintai aku . Dan aku juga rela jika harus simpanannya saja " balas Anyelir semakin tidak masuk akal
Harel terkejut mendengar ucapan Anyelir . Pasalnya dia tidak pernah merasa bicara seperti itu pada Anyelir .
Jay melirik ke arah harel . dan harel menggeleng geleng kepalanya .
Jay lebih terkejut lagi " ini gila ! Kalian berdua harus segera mengakhiri hubungan kalian ! Jika mamah tau habislah kau harel . Dan kakak tidak akan membantumu untuk itu " tegas Jay mengingatkan adiknya
Anyelir memalingkan pandangannya pada Harel sementara harel menunduk seperti tidak punya nyali untuk berbicara .
" Lebih baik kita pulang ! Gisel sudah menunggumu di rumah ! " Ujar Jay sambil menarik pergelangan tangan Harel agar mengikutinya .
Di rumah Anita sedang duduk di ranjang kamarnya sambil menatap ponselnya .seperti sedang mencari sesuatu di sana .
Bricia yang memperhatikan Anita dari balik pintu tersenyum lebar sambil mendekati Anita.
Bricia duduk di samping Anita " sepertinya kau sibuk dengan ponselmu ! Apa kau sedang chat an dengan jy ? " Tanya Bricia berharap
Anita menoleh ke arah bricia lalu tersenyum kecil " Tidak Tante ! Aku sedang mencari cari suatu tempat yang bagus . Rencana nya besok aku pingin mengajak Sonya jalan jalan " balas Anita dengan mata yang kembali fokus pada layar ponselnya.
" Apa ! " Seru Bricia kesal
Dia merebut ponsel milik Anita dan menaruhnya di atas ranjang " dengar Anita ! Ada hal yang lebih penting dari pada itu . Hubunganmu dengan Jay belum ada kemajuan . Lebih baik besok kamu mengajak Jay untuk menemanimu berbelanja . Kalian harus sering menghabiskan waktu bersama. Kau paham kan maksud Tante ?"
Anita hanya mengangguk mengerti
__ADS_1
" Bagus ! Tante yang akan bicara dengan Jay . Tante akan pastikan Jay bersedia menemanimu besok !" Tambah Bricia dengan yakin