Kisah Kita Belum Selesai

Kisah Kita Belum Selesai
Bab 45


__ADS_3

Sambil bersiul Leon berjalan dengan gaya bak model . Kelihatannya Leon menyambut pagi dengan ceria dan penuh semangat. Tapi Ketika dia membuka pintu ekspresi wajahnya berubah 360 derajat.


Matanya melotot  sambil menelan salivanya . Dia menatap Jay dengan ketakutan.


Hanya dengan menyilangkan kedua tangannya di dada di tambah raut wajah yang mengeras  juga tatapan horornya sudah membuat Leon berkeringat.


Tanpa di persilahkan , Jay masuk ke dalam rumah Leon dengan arogan layaknya yang empunya rumah.Leon mengikuti Jay dari belakang seperti ekor .


Jay memindai sekeliling. Dia segera duduk di sofa dengan kaki di atas meja. Jay melepas kacamatanya lalu menatap ke arah Leon tajam.


" Dimana harel ?" Tanya Jay datar


Tapi mampu membuat Leon semakin ketakutan . Bibirnya menegang dan cenderung bergetar .


"Aaaa aku tidak tahu kak !" Balas Leon terbata bata


Jay menghela nafasnya panjang lalu kembali mengamati Leon dengan intens. Leon memalingkan pandangannya. Dia menggerak gerakkan matanya kesana kemari .


Hal itu membuat Jay tertawa kecil . Dia tahu jika Leon sedang berbohong .


Tiba tiba ponsel Leon berdering . Jay dan Leon memalingkan matanya ke arah ponsel yang bergetar di atas meja hanya jarak 7 cm dari kaki Jay .


Sepertinya Leon tidak punya keberanian untuk mengangkat telpon .ponsel milik Leon berdering hingga tiga kali .


" Apa kamu tidak akan menerima panggilan itu ? " Seru Jay


Dengan cepat Leon mengambil ponsel yang ada di meja dan segera menerima panggilan suara dari Alex .


" Hallo Leon ! " Sapa Alex dari seberang telpon


" Iii iya !" Balas Leon tergagab sambil mengamati espresi Jay


Dengan singgab Jay merebut ponsel milik Leon . Tanpa berani protes Leon hanya diam dan pasrah .


"  Aku baru di datangi Roy . Dia menanyakan soal harel . Tapi aku berhasil lolos tanpa memberitahunya ,


Soal harel yang mabuk dan semalaman bersama Anyelir . Hahaha aku cerdas kan ?  Denger Leon kau juga harus segera pergi dari rumahmu karena aku rasa orang suruhan kak Jay menuju ke sana ! " Alex jeda sebentar. Dia menghela nafas panjang


" Hallo ! Leon ! Kau dengar aku ! Kita bertemu di hotel zzz . Kita harus segera memberitahu Harel dan Anyelir   " Lanjut Alex karena dari tadi dia mengoceh tanpa di balas

__ADS_1


" Berhentilah mengoceh kanebo basah  ! Kau sudah membuat kita semua dalam bahaya " seru Leon dalam hatinya .


" Hallo Leon kau denger aku !hallo ! Hallo !  "


" Iya aku mendengarmu anak cerdas " sindir Jay


Mulut Alex terkatup katup . Dia segera menutup telponnya.


Jay menatap Leon dengan mata mengintimidasi. Dan Leon menunduk sambil menghela nafasnya .


Jay menyentuh dagu Leon dan menaikannya " Sekarang kau sudah tidak bisa mengelak lagi ! Cepat ikut aku ke dalam mobil !" Perintah Jay dengan penuh penekanan


Leon hanya bisa pasrah dan menuruti keinginan Jay . Dia pun ikut masuk ke dalam mobil milik Jay dan memberitahu tempat Harel dan Anyelir berada .


Semalam Anyelir memang sempat memberitahu Alex , Adi dan Leon jika Anyelir juga tidak berani membawa Harel pulang ke rumahnya . Dia membawa Harel ke sebuah hotel zzz .


Di tempat lain . Sonya dan Peter sedang berbicara serius di kamar Sonya .


Peter berencana akan menikahkan Sonya dan Jay .


Tapi Sonya tidak mau . Dia menolak keinginan Peter dengan alasan belum waktunya. Dia ingin dinikahi karena Jay yang menginginkan bukan karena paksaan dari Peter semata.


" Bagaimana cara nya ayah ? " Ucap Sonya penasaran


Keduanya memang sepakat untuk memangil dengan sebutan ayah dan anak ketik sedang berdua saja .


" Ayah akan memaksa Jay untuk menikahi mu . Hingga dia  tidak akan punya pilihan . Jika perlu ayah akan berpura pura sakit . Agar Jay menuruti keinginan ayah "


" Tidak ayah . Aku tidak setuju ! Bagaimana jika suatu saat Jay menyadarinya . Maka Jay kan mbenci ayah ! Aku tidak mau itu terjadi ! " Tolak Sonya tidak setuju dengan ide Peter


Dia memang ingin kembali bersama dengan Jay tapi tidak seperti itu . Dia ingin Jay sendiri yang menginginkan pernikahan itu bukan karena paksaan dari Peter .


" Nak ! Ayah hanya takut jika Jay terlambat untuk menyadari jika kamu adalah Joya " keluh pria tua itu cemas


" Ayah ! Aku juga sama seperti ayah . Ada rasa takut di hati ini . Tapi ayah aku juga percaya . Apa yang sudah di takdirkan  menjadi milikku akan terus menjadi milikku " ucap Sonya seakan dia ikhlas jika Jay nantinya berpaling darinya.


Di hotel zzz harel bersiap akan meninggalkan hotel  bersama Alex dan Anyelir . Tapi terhenti ketika Jay dan Leon tiba lebih cepat.


Jay mengepal jari tangannya lalu melayangkan tinjunya . Dalam hitungan detik sudah mendarat di pipi harel dengan sempurna .

__ADS_1


Harel meringis kesakitan " Ahh sakit kak Jay ! " Rengek Harel kesakitan tapi tidak di hiraukan oleh Jay . Dia terus saja meninju wajah adiknya hingga lebam dan darah mengalir dari hidungnya .


Dengan ragu ragu Alex dan Leon mencoba memisahkan keduanya.Alex dan Leon memeluk Jay dengan erat sementara Anyelir memeluk kaki Jay dan memohon ampun untuk melepas Harel .


Dan akhirnya Jay pun berhenti memukul Harel . Alex dan Leon melepas pelukannya terhadap Jay lalu Anyelir kembali berdiri di smping harel . Dia menghela nafas panjang lalu menatap wajah harel yang sudah babak belur olehnya.


" Kenapa kau bertindak sejauh itu anak nakal ! Tidak kah kau berfikir dengan istrimu di rumah  " celoteh Jay pada harel dan harel hanya menunduk menyesali perbuatannya.


Lalu Jay memalingkan matanya ke arah Anyelir " dan kamu nona ! Kenapa kamu tidak menolak saat adikku yang bodoh ini menggodamu ! Kau tau dia sudah menikah kan ?" Lanjut Jay


" Karena aku mencintai harel kak " balas Anyelir tanpa rasa malu sedikit pun .


Jay tertawa kecil " tapi dia sudah memiliki istri . Apa kamu tidak malu berkata seperti itu nona kepada laki laki yang sudah beristri  " ujar Jay dengan sinis


"Harel tidak pernah mencintai Gisel .Harel hanya mencintai aku . Dan  aku juga rela jika harus simpanannya saja  " balas Anyelir semakin tidak masuk akal


Harel terkejut mendengar ucapan Anyelir . Pasalnya dia tidak pernah merasa  bicara seperti itu pada Anyelir .


Jay melirik ke arah harel . dan harel menggeleng geleng kepalanya .


Jay lebih terkejut lagi " ini gila ! Kalian berdua harus segera mengakhiri hubungan kalian ! Jika mamah tau habislah kau harel . Dan kakak tidak akan membantumu untuk itu " tegas Jay mengingatkan adiknya


Anyelir memalingkan pandangannya pada Harel sementara harel menunduk seperti tidak punya nyali untuk berbicara .


" Lebih baik kita pulang ! Gisel sudah menunggumu di rumah ! " Ujar Jay sambil menarik pergelangan tangan Harel agar mengikutinya .


Di rumah Anita sedang duduk di ranjang kamarnya sambil menatap ponselnya .seperti sedang mencari sesuatu di sana .


Bricia yang memperhatikan Anita dari balik pintu tersenyum lebar sambil mendekati Anita.


Bricia duduk di samping Anita  " sepertinya kau sibuk dengan ponselmu ! Apa kau sedang chat an dengan jy ? " Tanya Bricia berharap


Anita menoleh ke arah bricia lalu tersenyum kecil " Tidak Tante ! Aku sedang mencari cari suatu tempat yang bagus . Rencana nya besok aku pingin mengajak Sonya jalan jalan " balas Anita dengan mata yang kembali fokus pada layar ponselnya.


" Apa ! " Seru Bricia kesal


Dia merebut ponsel milik Anita dan menaruhnya di atas ranjang " dengar Anita ! Ada hal yang lebih penting dari pada itu . Hubunganmu dengan Jay belum ada kemajuan . Lebih baik besok kamu mengajak Jay untuk menemanimu berbelanja . Kalian harus sering menghabiskan waktu bersama. Kau paham kan maksud Tante ?"


Anita hanya mengangguk mengerti

__ADS_1


" Bagus ! Tante yang akan bicara dengan Jay . Tante akan pastikan Jay bersedia menemanimu besok  !" Tambah Bricia dengan yakin


__ADS_2