Kisah Kita Belum Selesai

Kisah Kita Belum Selesai
Bab 53


__ADS_3

Keluarga Jay yang begitu ketakutan akan bahaya yang sedang menimpa salah satu keluarga nya , segera pergi menuju lokasi penyanderaan.sementara Fairel tidak bisa kesana karena masih harus menyelesaikan meeting.Akan tetapi konsentrasi fairel menjadi terpecah .


" Harel ,cepatlah !" Perintah Bricia gelisah sembari melihat ke luar jendela mobil


" Tenanglah mah ,jangan panik dulu . Kakak pasti baik baik aja " bujuk harel


Peter yang juga gelisah segera mengambil ponselnya dan melihat berita lewat ponselnya .


" Berita terkini ,para perampok mengancam pihak kepolisian untuk memberikan mereka mobil anti peluru.Para penjahat mengancam pihak kepolisian . Jika dalam 10 menit tidak memberikan apa yang mereka minta maka salah satu sandera yaitu tuan Jayvin Wiliam pengusaha terkemuka di kota A akan mereka lenyapkan . Sekian berita terkini .


" Ahh " Bricia membekap mulutnya dengan kedua tangannya .


Lalu Peter menarik nafas panjang . Seumur hidupnya baru kali ini dia bener bener merasa takut . Nyawa putra yang dia kasihi sekarang sedang di ujung tanduk .


Andai saja fairel dan Roy ikut bersama Jayvin saat itu , mungkin jayvin tidak akan dalam bahaya seperti saat ini .


Kembali ke hotel , para penjahat mulai kesal ,karena belum ada kabar dari pihak kepolisian akan mengabulkan keinginan mereka.


" Bagaimana ? " Ucap pimpinan penjahat sembari menodongkan pistol di kepala jayvin.


" Belum ada bos ,sepertinya para polisi tidak akan memberikan yang kita mau bos " balas penjahat satu seraya menatap ke layar benda pipih di tangannya .


" Sial , mereka ingin bermain main dengan ku . Baiklah ,tuan Wiliam kau akan mati di tanganku sekarang juga. Sepuluh ,sembilan ,delapan ,tujuh ,enam ,lima ... " pimpinan penjahat menghitung


Sonya begitu ketakutan dan panik . Dia mengitari pandanganya ke sekeliling mencari apa yang bisa ia gunakan untuk menolong Jay .


Tiba tiba dia melihat ada pisau di samping pimpinan penjahat . Pisau itu milik pimpinan penjahat,dia melempar nya ketika ingin mengajar Jay dengan tangan kosong .


Pelan pelan Sonya bergerak . Dia berniat mengambil pisau di lantai .


Sementara Jay tidak terlihat takut sama sekali .Dia tenang dan menutup matanya memikirkan Joya .


" Joya ,aku akan menemui mu " batin Jayvin sambil membayangkan Sonya ada di hadapannya .


Pimpinan penjahat kebingungan melihat reaksi Jay yang tersenyum sebelum menemui ajalnya .seketika dia berhenti menghitung di angka dua .


" Pria ini tidak waras ,dia tidak takut sama sekali akan tiada " batin pimpinan penjahat


" Bos ,dia itu mengejekmu ,cepat tarik pelatuk nya " ucap penjahat tiga


Pimpinan penjahat kembali menghitung " satu "


Pimpinan bersiap menarik pelatuknya dan terdengar tembakan dan jeritan pimpinan penjahat .


Di luar polisi dan wartawan menjadi ribut .


" Pak ,apa yang akan bapak lakukan ? seperti yang bapak lihat pimpinan penjahat telah menodongkan pistol di kepala Tian Wiliam ?" Tanya seorang wartawan


" Para penjahat tidak akan berani melukai siapa pun . Mereka hanya menggertak . Akan aku pastikan semua sandera tidak terluka " balas Kepala polisi percaya diri .


" Itu artinya bapak tidak akan memberikan ,mobil anti peluru pada para perampok ?" Lanjut sang jurnalis yang bertubuh kurus .


Ketika hendak menjawab .Salah satu polisi mendekati kepala polisi .


" Bos seperti nya kita harus menyerah " ucap salah satu polisi terhadap kepala polisi

__ADS_1


Kepala polisi hanya bisa menyimak .tiba tiba seorang polisi satu lagi mendekat .


" Bos mereka tidak bisa di percaya. Mereka sudah menembak tuan Wiliam.Kita harus bergerak . Berikan perintah bos " ujar polisi pada atasnya


Atasannya kembali berfikir .lalu memutuskan .


" Baik , bawa semua pasukan dan serang mereka " ucap kepala polisi memberi perintah.


Di dalam hotel suasana semakin panas . Ternyata Sonya menikam lengan pimpinan penjahat dengan pisau ,sehingga tembakan mengarah ke atas dan tidak mengenai kepala Jay .


Tatapan marah menyelimuti para penjahat dan bersiap membidik Sonya .akan tetapi buyar setelah para polisi masuk ke dalam dan melakukan tembakan. Ahirnya terjadilah baku tembak ,antara polisi dan penjahat . Tanpa membuang kesempatan , dengan cepat Sonya dan Jay  berlindung di balik tiang .


Karena Jay merasa kasihan melihat sebagian  para sandera masih ada yang terikat dan berteriak ketakutan . Jay berfikir untuk menolongnya .Ketika Jay melepas ikatan sandera .Sonya kembali panik melihat Jay kembali ke tempat semula .


Pimpinan penjahat melihat aksi Jay dari balik sofa yang sudah berantakan .


" Rencanaku gagal karena pria kaya ini . Aku tidak akan pergi sebelum membunuhnya . Dia harus mati di tanganku " ucap Pimpinan penjahat


Pimpinan penjahat membidik senjatanya ke arah jayvin dengan ekpresi marah ,kesal dan emosi .


Sonya yang menyadari hal itu ,segera berlari melindungi Jay .


Duuarrrr....


Peluru berhasil menembus perut Sonya dari jarak 4 meter  . Mata jayvin melotot ,mulutnya ternganga . Sepertinya Jayvin syok melihat Sonya melindungi dirinya .


Sementara polisi membalas serangan pimpinan penjahat . Polisi menarik pelatuknya sebanyak tiga kali pada pimpinan penjahat hingga tewas .


Darah keluar dari perut Sonya . Sonya melihat bekas tembakan tanpa ekspresi dan seketika Sonya hilang keseimbangan .


Dengan cepat Jay menopang tubuh Sonya yang hampir tumbang .


Nafasnya tidak beraturan dan matanya mulai meredup akibat kesakitan yang dia rasakan .


Seketika bayang bayang Joya melintas di hadapan Jay . Dia pun membopong tubuh gadis malang itu dan berjalan dengan tergesa gesa .


Anita yang merasa sudah aman keluar dari ruangan dan melihat dari lantai atas , Jay yang sedang membopong tubuh Sonya .


" Ada apa dengan Sonya ? Kenapa Jay menggendongnya? " Gumam Anita kebingungan dan  penasaran .


Jay membawa Sonya ke dalam mobil dan segera melajukan mobilnya.


" Sonya ,buka matamu ,aku akan membawamu ke rumah sakit . Kau akan baik baik saja .Dokter akan mengobatimu " teriak Jay sesekali melirik Sonya sembari menyetir.


Tidak ada jawaban dari Sonya ,karena Sonya sudah teramat kesakitan .


" Sonya ,aku mohon buka matamu ,Sonya kau denger aku ? Iya ya ,aku tau kau pasti mendengarkan kan ?" Jay melirik wajah Sonya,memastikan Sonya masih bernafas , lalu kembali fokus menyetir .


"Kita akan sampai ,aku akan menyelamatkan mu . Kau harus selamat " tambah Jay dengan air mata yang sudah mbasahi pipinya


Disisi lain ,mobil harel sudah sampai di depan hotel . Disana masih terlihat ramai .Harel ,Peter ,Gisel dan Bricia keluar dari mobil dan langsung masuk ke dalam hotel .


Disana ada Anita . Bricia langsung memeluk Anita dengan kasih sayang .


" Sanyang ,kau tidak terluka kan ? "

__ADS_1


" Tidak Tante ,aku baik baik saja "jawab Anita


" Dimana Jay ? " Bricia mengitari pandangannya ke sekeliling


" Jay membawa Sonya ke rumah sakit. Kata salah satu polisi , Sonya tertembak " ujar Anita sedih


" Apa ! Jay bersama Sonya sementara kamu di sini . Jay membiarkan kamu sendirian di tempat seperti ini . Anita kenapa kau membiarkan Jay membawa Sonya ?" rasa kecewa terlihat di wajah Bricia


" Tante ,Sonya terluka parah . Dia harus segera di obati . Jika aku juga di posisinya pasti akan melakukan hal yang sama " balas Anita


" Itu dia masalahnya ,Sonya tertembak dan Jay bersamanya . Mereka tidak boleh bersama " gerutu Bricia kesal ,semua mata pun tertuju padanya


" Ah,maksud ku ,disini sangat kacau dan Jay tega meninggalkan kamu disini " ralat Bricia


"Tante ,tidak apa ,sudah aku bilang aku baik baik saja " balas Anita


" Harel ,segera cari tau di rumah sakit mana Jay berada " perintah Bricia pada putra keduanya .


" Baik mah "  ucap Harel


" Bricia ,lebih baik kita bawa Anita ke rumah ,kasian dia pasti lelah sudah  Berjam jam disini " ujar Peter


Bricia hanya mengangguk dan mereka keluar dari sana .


Sesampainya di rumah sakit terdekat ,Jay membopong tubuh Sonya yang sudah tidak berdaya masuk ke dalam rumah sakit dengan penuh noda darah .


" Dokter ! Dokter ! Tolong selamatkan dia,dia tertembak  " teriak Jay panik


Dua perawat menghampiri Jay dan segera membantu Jay menaruh Sonya


Di brankar .


Lalu mendorong brankar yang diatasnya ada Sonya .


" Sonya buka matamu ,aku mohon . Kau akan selamat . Kau harus yakin " ucap Jay panik sambil melirik Sonya


"dokter ! cepat dokter " teriak Jay sembari berjalan mengikuti dua perawat mendorong Sonya di atas brankar  "Sonya kau dengar aku kan "  Jay masih saja mengoceh .usai tiba di ruang operasi Sonya di bawah masuk oleh dua perawat .


Beberapa dokter dan perawat ikut masuk dengan tergesa gesa.jay menahan salah satu dokter yang akan masuk


" Dokter apa dia akan baik baik saja . Maksudku dia tidak akan.... "


" Tenanglah ,kami akan menanganinya " balas sang dokter anestesi lalu masuk ke ruang operasi .


Jay hanya bisa menunggu di depan pintu dengan perasaan gelisah dan takut .


Perasaan yang sama ketika joya sekarat dan menghembuskan nafas terakhir .Jay mondar mandir menunggu dengan setia di depan ruang operasi.


" Keluarganya pernah menghancurkan keluarga kami ,tapi ada apa dengannya ? Wanita itu tidak waras . Dia mempertaruhkan nyawanya untuk ku , bahkan dia sudah dua kali melakukannya " celoteh Jay berusaha untuk tenang .


Beberapa jam kemudian ,dokter bedah yang menangani  Sonya keluar .


" Bagaimana keadaanya dokter ? " Tanya Jay panik dengan mata yang berkaca kaca .


" Operasinya berhasil ,dan masa kritisnya sudah lewat " balas dokter bedah

__ADS_1


" Apa aku bisa menemuinya dokter ? " Jay kembali bertanya


" Boleh saja ,tapi tolong jangan membuatnya merasa terganggu " balasnya lalu pergi setelah Jay mengangguk .


__ADS_2