
Keluarga Jay yang begitu ketakutan akan bahaya yang sedang menimpa salah satu keluarga nya , segera pergi menuju lokasi penyanderaan.sementara Fairel tidak bisa kesana karena masih harus menyelesaikan meeting.Akan tetapi konsentrasi fairel menjadi terpecah .
" Harel ,cepatlah !" Perintah Bricia gelisah sembari melihat ke luar jendela mobil
" Tenanglah mah ,jangan panik dulu . Kakak pasti baik baik aja " bujuk harel
Peter yang juga gelisah segera mengambil ponselnya dan melihat berita lewat ponselnya .
" Berita terkini ,para perampok mengancam pihak kepolisian untuk memberikan mereka mobil anti peluru.Para penjahat mengancam pihak kepolisian . Jika dalam 10 menit tidak memberikan apa yang mereka minta maka salah satu sandera yaitu tuan Jayvin Wiliam pengusaha terkemuka di kota A akan mereka lenyapkan . Sekian berita terkini .
" Ahh " Bricia membekap mulutnya dengan kedua tangannya .
Lalu Peter menarik nafas panjang . Seumur hidupnya baru kali ini dia bener bener merasa takut . Nyawa putra yang dia kasihi sekarang sedang di ujung tanduk .
Andai saja fairel dan Roy ikut bersama Jayvin saat itu , mungkin jayvin tidak akan dalam bahaya seperti saat ini .
Kembali ke hotel , para penjahat mulai kesal ,karena belum ada kabar dari pihak kepolisian akan mengabulkan keinginan mereka.
" Bagaimana ? " Ucap pimpinan penjahat sembari menodongkan pistol di kepala jayvin.
" Belum ada bos ,sepertinya para polisi tidak akan memberikan yang kita mau bos " balas penjahat satu seraya menatap ke layar benda pipih di tangannya .
" Sial , mereka ingin bermain main dengan ku . Baiklah ,tuan Wiliam kau akan mati di tanganku sekarang juga. Sepuluh ,sembilan ,delapan ,tujuh ,enam ,lima ... " pimpinan penjahat menghitung
Sonya begitu ketakutan dan panik . Dia mengitari pandanganya ke sekeliling mencari apa yang bisa ia gunakan untuk menolong Jay .
Tiba tiba dia melihat ada pisau di samping pimpinan penjahat . Pisau itu milik pimpinan penjahat,dia melempar nya ketika ingin mengajar Jay dengan tangan kosong .
Pelan pelan Sonya bergerak . Dia berniat mengambil pisau di lantai .
Sementara Jay tidak terlihat takut sama sekali .Dia tenang dan menutup matanya memikirkan Joya .
" Joya ,aku akan menemui mu " batin Jayvin sambil membayangkan Sonya ada di hadapannya .
Pimpinan penjahat kebingungan melihat reaksi Jay yang tersenyum sebelum menemui ajalnya .seketika dia berhenti menghitung di angka dua .
" Pria ini tidak waras ,dia tidak takut sama sekali akan tiada " batin pimpinan penjahat
" Bos ,dia itu mengejekmu ,cepat tarik pelatuk nya " ucap penjahat tiga
Pimpinan penjahat kembali menghitung " satu "
Pimpinan bersiap menarik pelatuknya dan terdengar tembakan dan jeritan pimpinan penjahat .
Di luar polisi dan wartawan menjadi ribut .
" Pak ,apa yang akan bapak lakukan ? seperti yang bapak lihat pimpinan penjahat telah menodongkan pistol di kepala Tian Wiliam ?" Tanya seorang wartawan
" Para penjahat tidak akan berani melukai siapa pun . Mereka hanya menggertak . Akan aku pastikan semua sandera tidak terluka " balas Kepala polisi percaya diri .
" Itu artinya bapak tidak akan memberikan ,mobil anti peluru pada para perampok ?" Lanjut sang jurnalis yang bertubuh kurus .
Ketika hendak menjawab .Salah satu polisi mendekati kepala polisi .
" Bos seperti nya kita harus menyerah " ucap salah satu polisi terhadap kepala polisi
__ADS_1
Kepala polisi hanya bisa menyimak .tiba tiba seorang polisi satu lagi mendekat .
" Bos mereka tidak bisa di percaya. Mereka sudah menembak tuan Wiliam.Kita harus bergerak . Berikan perintah bos " ujar polisi pada atasnya
Atasannya kembali berfikir .lalu memutuskan .
" Baik , bawa semua pasukan dan serang mereka " ucap kepala polisi memberi perintah.
Di dalam hotel suasana semakin panas . Ternyata Sonya menikam lengan pimpinan penjahat dengan pisau ,sehingga tembakan mengarah ke atas dan tidak mengenai kepala Jay .
Tatapan marah menyelimuti para penjahat dan bersiap membidik Sonya .akan tetapi buyar setelah para polisi masuk ke dalam dan melakukan tembakan. Ahirnya terjadilah baku tembak ,antara polisi dan penjahat . Tanpa membuang kesempatan , dengan cepat Sonya dan Jay berlindung di balik tiang .
Karena Jay merasa kasihan melihat sebagian para sandera masih ada yang terikat dan berteriak ketakutan . Jay berfikir untuk menolongnya .Ketika Jay melepas ikatan sandera .Sonya kembali panik melihat Jay kembali ke tempat semula .
Pimpinan penjahat melihat aksi Jay dari balik sofa yang sudah berantakan .
" Rencanaku gagal karena pria kaya ini . Aku tidak akan pergi sebelum membunuhnya . Dia harus mati di tanganku " ucap Pimpinan penjahat
Pimpinan penjahat membidik senjatanya ke arah jayvin dengan ekpresi marah ,kesal dan emosi .
Sonya yang menyadari hal itu ,segera berlari melindungi Jay .
Duuarrrr....
Peluru berhasil menembus perut Sonya dari jarak 4 meter . Mata jayvin melotot ,mulutnya ternganga . Sepertinya Jayvin syok melihat Sonya melindungi dirinya .
Sementara polisi membalas serangan pimpinan penjahat . Polisi menarik pelatuknya sebanyak tiga kali pada pimpinan penjahat hingga tewas .
Darah keluar dari perut Sonya . Sonya melihat bekas tembakan tanpa ekspresi dan seketika Sonya hilang keseimbangan .
Dengan cepat Jay menopang tubuh Sonya yang hampir tumbang .
Nafasnya tidak beraturan dan matanya mulai meredup akibat kesakitan yang dia rasakan .
Seketika bayang bayang Joya melintas di hadapan Jay . Dia pun membopong tubuh gadis malang itu dan berjalan dengan tergesa gesa .
Anita yang merasa sudah aman keluar dari ruangan dan melihat dari lantai atas , Jay yang sedang membopong tubuh Sonya .
" Ada apa dengan Sonya ? Kenapa Jay menggendongnya? " Gumam Anita kebingungan dan penasaran .
Jay membawa Sonya ke dalam mobil dan segera melajukan mobilnya.
" Sonya ,buka matamu ,aku akan membawamu ke rumah sakit . Kau akan baik baik saja .Dokter akan mengobatimu " teriak Jay sesekali melirik Sonya sembari menyetir.
Tidak ada jawaban dari Sonya ,karena Sonya sudah teramat kesakitan .
" Sonya ,aku mohon buka matamu ,Sonya kau denger aku ? Iya ya ,aku tau kau pasti mendengarkan kan ?" Jay melirik wajah Sonya,memastikan Sonya masih bernafas , lalu kembali fokus menyetir .
"Kita akan sampai ,aku akan menyelamatkan mu . Kau harus selamat " tambah Jay dengan air mata yang sudah mbasahi pipinya
Disisi lain ,mobil harel sudah sampai di depan hotel . Disana masih terlihat ramai .Harel ,Peter ,Gisel dan Bricia keluar dari mobil dan langsung masuk ke dalam hotel .
Disana ada Anita . Bricia langsung memeluk Anita dengan kasih sayang .
" Sanyang ,kau tidak terluka kan ? "
__ADS_1
" Tidak Tante ,aku baik baik saja "jawab Anita
" Dimana Jay ? " Bricia mengitari pandangannya ke sekeliling
" Jay membawa Sonya ke rumah sakit. Kata salah satu polisi , Sonya tertembak " ujar Anita sedih
" Apa ! Jay bersama Sonya sementara kamu di sini . Jay membiarkan kamu sendirian di tempat seperti ini . Anita kenapa kau membiarkan Jay membawa Sonya ?" rasa kecewa terlihat di wajah Bricia
" Tante ,Sonya terluka parah . Dia harus segera di obati . Jika aku juga di posisinya pasti akan melakukan hal yang sama " balas Anita
" Itu dia masalahnya ,Sonya tertembak dan Jay bersamanya . Mereka tidak boleh bersama " gerutu Bricia kesal ,semua mata pun tertuju padanya
" Ah,maksud ku ,disini sangat kacau dan Jay tega meninggalkan kamu disini " ralat Bricia
"Tante ,tidak apa ,sudah aku bilang aku baik baik saja " balas Anita
" Harel ,segera cari tau di rumah sakit mana Jay berada " perintah Bricia pada putra keduanya .
" Baik mah " ucap Harel
" Bricia ,lebih baik kita bawa Anita ke rumah ,kasian dia pasti lelah sudah Berjam jam disini " ujar Peter
Bricia hanya mengangguk dan mereka keluar dari sana .
Sesampainya di rumah sakit terdekat ,Jay membopong tubuh Sonya yang sudah tidak berdaya masuk ke dalam rumah sakit dengan penuh noda darah .
" Dokter ! Dokter ! Tolong selamatkan dia,dia tertembak " teriak Jay panik
Dua perawat menghampiri Jay dan segera membantu Jay menaruh Sonya
Di brankar .
Lalu mendorong brankar yang diatasnya ada Sonya .
" Sonya buka matamu ,aku mohon . Kau akan selamat . Kau harus yakin " ucap Jay panik sambil melirik Sonya
"dokter ! cepat dokter " teriak Jay sembari berjalan mengikuti dua perawat mendorong Sonya di atas brankar "Sonya kau dengar aku kan " Jay masih saja mengoceh .usai tiba di ruang operasi Sonya di bawah masuk oleh dua perawat .
Beberapa dokter dan perawat ikut masuk dengan tergesa gesa.jay menahan salah satu dokter yang akan masuk
" Dokter apa dia akan baik baik saja . Maksudku dia tidak akan.... "
" Tenanglah ,kami akan menanganinya " balas sang dokter anestesi lalu masuk ke ruang operasi .
Jay hanya bisa menunggu di depan pintu dengan perasaan gelisah dan takut .
Perasaan yang sama ketika joya sekarat dan menghembuskan nafas terakhir .Jay mondar mandir menunggu dengan setia di depan ruang operasi.
" Keluarganya pernah menghancurkan keluarga kami ,tapi ada apa dengannya ? Wanita itu tidak waras . Dia mempertaruhkan nyawanya untuk ku , bahkan dia sudah dua kali melakukannya " celoteh Jay berusaha untuk tenang .
Beberapa jam kemudian ,dokter bedah yang menangani Sonya keluar .
" Bagaimana keadaanya dokter ? " Tanya Jay panik dengan mata yang berkaca kaca .
" Operasinya berhasil ,dan masa kritisnya sudah lewat " balas dokter bedah
__ADS_1
" Apa aku bisa menemuinya dokter ? " Jay kembali bertanya
" Boleh saja ,tapi tolong jangan membuatnya merasa terganggu " balasnya lalu pergi setelah Jay mengangguk .