Kisah Kita Belum Selesai

Kisah Kita Belum Selesai
Bab 51


__ADS_3

Di ruang keluarga ,Bricia sedang menonton  acara tv . Anita yang baru bangun ,menghampiri Bricia


" Selamat pagi Tante "


Bricia menoleh ke arah Anita " Anita, kau sudah bangun . Kau  ikutlah bersama Jay . Dia akan ke hotel bertemu dengan teman lamanya Reyhan pemilik hotel A " titah Bricia


" Tapi Jay tidak mengajakku Tante "  balas Anita cuek


" Apa kamu lupa jika tante adalah mamahnya Jay  . Tante sudah bicara dengan Jay untuk mengajakmu , dan Jay setuju . Maka untuk itu  cepatlah bersiap " ucap  Bricia dengan ekspresi berseri .


Ibu dua anak itu begitu ingin menjodohkan Anita dengan Jay .


Dia selalu mencari cara agar Jay dan Anita selalu bersama dan menghabiskan waktu bersama.


" Baiklah Tante . Tapi sebelum bersiap aku akan menemui Jay ke kamarnya . Aku ke atas dulu . Terimakasih ya Tante " ucap Anita dengan seulas  senyum .


Sementara Sonya , berjalan menuju kamar Rani . Dia membawakan Rani segelas Susu dengan roti .


Ketika melewati kamar Jay . Sonya berhenti melangkah karena Jay berteriak dari dalam kamarnya .


" Fairel  , kau masih dikamar ku . Tolong ambilkan aku handuk. Nini lupa untuk menaruh handuk disini . Fairel ! Kau dengar aku ! Cepat sedikit ! "


Sonya terdiam sejenak , antara masuk dan tidak .


" Fairel ! Tolong cepat ! Aku tau kamu masih di situ . Rel ! "  Jerit Jay dengan keras.


Dengan langkah ragu , Sonya masuk ke kamar Jay . Dan menaruh segelas susu dan roti di atas meja . Lalu dia mengambil handuk yang ada di atas Ranjang .dan segera memberikannya pada Jay .


Ketika Pintu terbuka , Sonya memberikan Handuk dengan membelakangi pintu.


" Kau lagi ! Kenapa ke kamarku ?" Seru Jay


Sonya melangkah panjang dengan wajah merah merona  , berniat akan pergi dari kamar Jay .


" Kau tunggu disitu . Aku ingin bicara padamu " teriak Jay dari dalam kamar mandi.


Jay segera keluar  dan menghampiri Sonya .


" Kau , kenapa kau selalu masuk ke kamar ku ? " Tanya Jay dengan tergesa gesa


" Bukan begitu , aku hanya ingin "


" Aku memanggil fairel bukan kamu " ujar Jay dengan tatapan malu


" Tadi itu kau teriak , jadi aku berfikir untuk " ucap Sonya gugup


" Lain kali , walaupun aku berteriak jangan masuk begitu saja ke kamar ku . Kau paham ? "


Sonya hanya mengangguk . Tiba tiba Anita muncul dan menghampiri Jay dengan mata jail.


" Hei apa apaan ini . Lihat dirimu , kemarin kau merasa malu memakai pakaian di hadapanku . Tapi sekarang lihat dirimu . Kau ingin memakai pakaianmu di hadapan Sonya ?" Ucap Anita sambil tersenyum merayu.


Jay dan Sonya menggeleng kepalanya secara bersamaan.


" Oh mungkin , kalau satu wanita kau malu . Tapi kalau dua wanita kau tidak malu kan ? " Ucap Anita bergurau sembari merangkul Sonya .


" Bukan begitu , aku tadi " ucap Sonya gugup


" Anita , ini tidak seperti yang kau pikirkan " tambah Jay dan Sonya mengangguk.


" Hei , bagaimana jika kamu ikut aku dan Jay ke Hotel A . Jay ada janji disana " ajak Anita dengan lembut pada Sonya

__ADS_1


" Iya ,tapi dengan satu syarat " balas Sonya menatap Anita


" Dia tidak perlu ikut " sela Jay dingin


" Kenapa ? " Protes Anita


" Bukan apa , dia kan baru pulih .Akan lebih baik baginya untuk di rumah saja " jawab Jay canggung.


" Dia udah baik kok . Iya kan Sonya " Anita menatap Sonya


Sonya mengangguk dengan senyum tulus .


" Katakan , apa syaratnya ? " Tambah Anita . Sementara Jay hanya menyimak .


" Syaratnya ,aku harus ke kamar Nenek dulu untuk mengantarkan susu dan roti itu  " Sonya menunjuk  susu dan sepotong roti yang ia taruh di meja .


" Cuma itu ,ya sudah . Aku juga harus berganti pakaian . Kalau begitu sampai jumpa lima menit lagi di bawah " Anita melangkah pergi .


Begitu juga dengan Sonya . Lalu Jay menutup pintu kamarnya dan segera memakai pakaiannya .


Dengan senyum mengembang , Sonya masuk ke dalam kamar Rani .Dia tidak membayangkan,akan sering menghabiskan waktu bersama dengan Jay .


" Hei ,ada apa denganmu ? Kenapa kau tersenyum sendiri ? Kau sedang bahagia ya ?" Tebak Rani sambil menaikkan alisnya .


" Nenek , aku akan pergi ke hotel bersama Jay dan Anita " Sonya senyum malu malu


"Nenek ikut senang untuk mu . Jadi apa lagi yang kamu tunggu . Pergilah " ujar Rani bahagia


" Tapi nenek , susu dan rotinya " Sonya melirik susu dan roti yang ada di tangannya


" Berikan padaku ,akan aku habiskan " balas Rani bersemangat. Sonya menyerahkan susu dan roti  pada Rani.


" Baiklah nenek , aku akan pergi "


" Iya nek . Aku janji " balas Sonya sembari mengangguk


Tiga puluh menit kemudian , Anita ,Sonya dan Jay sudah tiba di hotel milik reynan .


Tanpa sengaja Anita melihat berita di tv yg ada di lobby.7 orang perampok melarikan diri ke lokasi ke lokasi A . Polisi sedang melakukan pengejaran .


" Jay , kita pulang saja . Aku takut penjahatnya bersembunyi ke sini " ucap Anita ketakutan usai menonton berita.


" Tidak usah kwatir, aku akan menjagamu ,aku itu jago berkelahi ,dengan sekejap aku akan mengalahkan para penjahat itu " balas Jay sombong sembari menunjukkan beberapa pose .


" Oh , kau bener lelaki sejati " ejek Anita bergurau


Jay tersenyum ,dan Sonya hanya menyimak .lalu Jay merapikan setelan jasnya .


" Kalian berdua tunggu disini ,aku akan menelpon reynan dulu " perintah Jay lalu pergi berjalan menjauh dari Anita dan Sonya.


" Sonya ! , Bagaimana menurutmu. Bukankah Jay laki laki tangguh dan pemberani. Kau lihat cara dia memperlakukan wanita "ucap Anita memancing reaksi Sonya . Tapi Sonya biasa saja .


"Apa maksudmu,aku tidak paham '' balas Sonya seadanya .


" Apa kamu tidak terpesona dengan ketampanan dan ke hebatan Jay " tanya Anita sambil berbisik di telinga Sonya.


Sonya hanya diam menatap Jay dari jauh . dia tidak menjawab pertanyaan Anita.


" Permisi nona , kau menghalangi jalan " ucap seorang pelayan hotel  sambil mendorong beberapa barang .


Anita dan Sonya menyingkir , mereka memberi jalan pada pelayan hotel tersebut.

__ADS_1


" Kita duduk disana saja yuk " ajak Anita sembari menarik pergelangan tangan Sonya menuju bangku .


Keduanya duduk di bangku sambil mengamati para pelayan dan tamu hotel yang berjalan lalu lalang.


Tiba tiba ponsel Anita berdering . Dia segera mengambil ponsel dari dalam tas nya . Dan menerima panggilan.


" Halo Jay " sapa Anita


" Anita ,kalian dimana ? " Tanya Jay


" Aku sedang duduk bersama Sonya . Aku bisa melihatmu dari sini " balas Anita sembari menatap ke arah Jay


" Benarkah , kalau begitu tunggu disitu ,aku akan kesana " lanjut Jay sambil mengamati sekeliling , kemudian menutup telponnya .


Anita menaruh ponselnya kembali ke dalam tas miliknya . Lalu memberikannya pada Sonya .


" Sonya , aku ingin ke toilet ,kau tunggu disini ! Jay akan segera kesini " ucap Anita dan Sonya mengangguk


Dalam hitungan menit , Jay menghampiri Sonya .


" Sonya , Anita dimana ? " Tanya Jay


"Anita sedang ketoilet dulu " jawab Sonya lembut


Tiba tiba sekumpulan perampok masuk ke dalam hotel untuk bersembunyi disana . Mereka menyandera para tamu dan pelayan . Para tamu dan pelayan berlarian ketakutan ketika penjahat melepas peluru . Suasana menjadi gaduh .


Karena panik dan ketakutan Sonya menarik Jay masuk ke dalam salah satu ruangan.


" Siapa mereka , kenapa membawa seenaknya melepas peluru di tempat ramai ?" Tanya Jay tenang sembari mengintip dari dalam ruangan yang kebetulan terbuat dari kaca .


" Aku tidak tahu ,yang pasti mereka bukan orang baik " balas Sonya ketakutan


Jay berbalik dan menatap Sonya "


" Anita , dalam bahaya ,aku akan menelponnya agar bersembunyi " ujar Jay seraya mengambil ponselnya dari saku .Jay pun menelpon Anita .


Seketika mata keduanya tertuju pada tas yang ada di tangan Sonya . Pasalnya dari dalam tas terdengar handphone berdering .Dan itu ponsel milik Anita.


" oh tidak . Tadi Anita memberikannya padaku sebelum ia ketoilet " ucap Sonya panik


"Aku akan ke toilet menyusul Anita , kau tetaplah disini . Jangan keluar sebelum aku datang . Kau mengerti ? " perintah Jay


" Tolong jangan pergi , di luar sangat berbahaya. Bagaimana jika kamu ketahuan ? Mereka tidak akan mengampuni mu " ujar Sonya panik sembari menggenggam tangan Jay


" Tenanglah ,aku jago berkelahi .Kau tidak usah kwatir . Kau tunggu saja disini " Jay melepas genggaman Sonya dari tangannya. Lalu berbalik badan .


" Jay ,aku mohon tetaplah disini ! " Sonya memohan


Jay berbalik dan menatap Sonya " Sonya , aku harus menemui Anita ke toilet dan membawanya kesini , sebelum para penjahat itu menemukannya disana . Kau tenanglah ,aku akan baik baik saja . Kau denger aku , jangan keluar sebelum aku dan Anita kembali " usai bicara Jay keluar dan kembali menutup pintu dengan pelan .


Sonya  hanya bisa pasrah . Dia mengintip dari balik kaca . Mengamati para penjahat dengan kasar memperlakukan para Sandra.


Sementara Jay berjalan secara mengendap endap menuju toilet .


" Diam , jangan ada yang bergerak ,jika tidak aku akan melenyapkan kalian semua " seru penjahat 1 sembari menodongkan senjanya.


"aahhh" jerit para sandera ketakutan


" diam ! atau ku tembak kalian !" gertak penjahat 7


" Cepat geledah semua ruangan dan toilet ! Bawa semua kesini ! jangan ada yang tersisa ! " Perintah pimpinan penjahat .

__ADS_1


3 anak buahnya mengangguk dan segera melaksanakan perintah pimpinannya.Sisanya berjaga di dekat para sandera .


__ADS_2