
Di ruang keluarga ,Bricia sedang menonton acara tv . Anita yang baru bangun ,menghampiri Bricia
" Selamat pagi Tante "
Bricia menoleh ke arah Anita " Anita, kau sudah bangun . Kau ikutlah bersama Jay . Dia akan ke hotel bertemu dengan teman lamanya Reyhan pemilik hotel A " titah Bricia
" Tapi Jay tidak mengajakku Tante " balas Anita cuek
" Apa kamu lupa jika tante adalah mamahnya Jay . Tante sudah bicara dengan Jay untuk mengajakmu , dan Jay setuju . Maka untuk itu cepatlah bersiap " ucap Bricia dengan ekspresi berseri .
Ibu dua anak itu begitu ingin menjodohkan Anita dengan Jay .
Dia selalu mencari cara agar Jay dan Anita selalu bersama dan menghabiskan waktu bersama.
" Baiklah Tante . Tapi sebelum bersiap aku akan menemui Jay ke kamarnya . Aku ke atas dulu . Terimakasih ya Tante " ucap Anita dengan seulas senyum .
Sementara Sonya , berjalan menuju kamar Rani . Dia membawakan Rani segelas Susu dengan roti .
Ketika melewati kamar Jay . Sonya berhenti melangkah karena Jay berteriak dari dalam kamarnya .
" Fairel , kau masih dikamar ku . Tolong ambilkan aku handuk. Nini lupa untuk menaruh handuk disini . Fairel ! Kau dengar aku ! Cepat sedikit ! "
Sonya terdiam sejenak , antara masuk dan tidak .
" Fairel ! Tolong cepat ! Aku tau kamu masih di situ . Rel ! " Jerit Jay dengan keras.
Dengan langkah ragu , Sonya masuk ke kamar Jay . Dan menaruh segelas susu dan roti di atas meja . Lalu dia mengambil handuk yang ada di atas Ranjang .dan segera memberikannya pada Jay .
Ketika Pintu terbuka , Sonya memberikan Handuk dengan membelakangi pintu.
" Kau lagi ! Kenapa ke kamarku ?" Seru Jay
Sonya melangkah panjang dengan wajah merah merona , berniat akan pergi dari kamar Jay .
" Kau tunggu disitu . Aku ingin bicara padamu " teriak Jay dari dalam kamar mandi.
Jay segera keluar dan menghampiri Sonya .
" Kau , kenapa kau selalu masuk ke kamar ku ? " Tanya Jay dengan tergesa gesa
" Bukan begitu , aku hanya ingin "
" Aku memanggil fairel bukan kamu " ujar Jay dengan tatapan malu
" Tadi itu kau teriak , jadi aku berfikir untuk " ucap Sonya gugup
" Lain kali , walaupun aku berteriak jangan masuk begitu saja ke kamar ku . Kau paham ? "
Sonya hanya mengangguk . Tiba tiba Anita muncul dan menghampiri Jay dengan mata jail.
" Hei apa apaan ini . Lihat dirimu , kemarin kau merasa malu memakai pakaian di hadapanku . Tapi sekarang lihat dirimu . Kau ingin memakai pakaianmu di hadapan Sonya ?" Ucap Anita sambil tersenyum merayu.
Jay dan Sonya menggeleng kepalanya secara bersamaan.
" Oh mungkin , kalau satu wanita kau malu . Tapi kalau dua wanita kau tidak malu kan ? " Ucap Anita bergurau sembari merangkul Sonya .
" Bukan begitu , aku tadi " ucap Sonya gugup
" Anita , ini tidak seperti yang kau pikirkan " tambah Jay dan Sonya mengangguk.
" Hei , bagaimana jika kamu ikut aku dan Jay ke Hotel A . Jay ada janji disana " ajak Anita dengan lembut pada Sonya
__ADS_1
" Iya ,tapi dengan satu syarat " balas Sonya menatap Anita
" Dia tidak perlu ikut " sela Jay dingin
" Kenapa ? " Protes Anita
" Bukan apa , dia kan baru pulih .Akan lebih baik baginya untuk di rumah saja " jawab Jay canggung.
" Dia udah baik kok . Iya kan Sonya " Anita menatap Sonya
Sonya mengangguk dengan senyum tulus .
" Katakan , apa syaratnya ? " Tambah Anita . Sementara Jay hanya menyimak .
" Syaratnya ,aku harus ke kamar Nenek dulu untuk mengantarkan susu dan roti itu " Sonya menunjuk susu dan sepotong roti yang ia taruh di meja .
" Cuma itu ,ya sudah . Aku juga harus berganti pakaian . Kalau begitu sampai jumpa lima menit lagi di bawah " Anita melangkah pergi .
Begitu juga dengan Sonya . Lalu Jay menutup pintu kamarnya dan segera memakai pakaiannya .
Dengan senyum mengembang , Sonya masuk ke dalam kamar Rani .Dia tidak membayangkan,akan sering menghabiskan waktu bersama dengan Jay .
" Hei ,ada apa denganmu ? Kenapa kau tersenyum sendiri ? Kau sedang bahagia ya ?" Tebak Rani sambil menaikkan alisnya .
" Nenek , aku akan pergi ke hotel bersama Jay dan Anita " Sonya senyum malu malu
"Nenek ikut senang untuk mu . Jadi apa lagi yang kamu tunggu . Pergilah " ujar Rani bahagia
" Tapi nenek , susu dan rotinya " Sonya melirik susu dan roti yang ada di tangannya
" Berikan padaku ,akan aku habiskan " balas Rani bersemangat. Sonya menyerahkan susu dan roti pada Rani.
" Baiklah nenek , aku akan pergi "
" Iya nek . Aku janji " balas Sonya sembari mengangguk
Tiga puluh menit kemudian , Anita ,Sonya dan Jay sudah tiba di hotel milik reynan .
Tanpa sengaja Anita melihat berita di tv yg ada di lobby.7 orang perampok melarikan diri ke lokasi ke lokasi A . Polisi sedang melakukan pengejaran .
" Jay , kita pulang saja . Aku takut penjahatnya bersembunyi ke sini " ucap Anita ketakutan usai menonton berita.
" Tidak usah kwatir, aku akan menjagamu ,aku itu jago berkelahi ,dengan sekejap aku akan mengalahkan para penjahat itu " balas Jay sombong sembari menunjukkan beberapa pose .
" Oh , kau bener lelaki sejati " ejek Anita bergurau
Jay tersenyum ,dan Sonya hanya menyimak .lalu Jay merapikan setelan jasnya .
" Kalian berdua tunggu disini ,aku akan menelpon reynan dulu " perintah Jay lalu pergi berjalan menjauh dari Anita dan Sonya.
" Sonya ! , Bagaimana menurutmu. Bukankah Jay laki laki tangguh dan pemberani. Kau lihat cara dia memperlakukan wanita "ucap Anita memancing reaksi Sonya . Tapi Sonya biasa saja .
"Apa maksudmu,aku tidak paham '' balas Sonya seadanya .
" Apa kamu tidak terpesona dengan ketampanan dan ke hebatan Jay " tanya Anita sambil berbisik di telinga Sonya.
Sonya hanya diam menatap Jay dari jauh . dia tidak menjawab pertanyaan Anita.
" Permisi nona , kau menghalangi jalan " ucap seorang pelayan hotel sambil mendorong beberapa barang .
Anita dan Sonya menyingkir , mereka memberi jalan pada pelayan hotel tersebut.
__ADS_1
" Kita duduk disana saja yuk " ajak Anita sembari menarik pergelangan tangan Sonya menuju bangku .
Keduanya duduk di bangku sambil mengamati para pelayan dan tamu hotel yang berjalan lalu lalang.
Tiba tiba ponsel Anita berdering . Dia segera mengambil ponsel dari dalam tas nya . Dan menerima panggilan.
" Halo Jay " sapa Anita
" Anita ,kalian dimana ? " Tanya Jay
" Aku sedang duduk bersama Sonya . Aku bisa melihatmu dari sini " balas Anita sembari menatap ke arah Jay
" Benarkah , kalau begitu tunggu disitu ,aku akan kesana " lanjut Jay sambil mengamati sekeliling , kemudian menutup telponnya .
Anita menaruh ponselnya kembali ke dalam tas miliknya . Lalu memberikannya pada Sonya .
" Sonya , aku ingin ke toilet ,kau tunggu disini ! Jay akan segera kesini " ucap Anita dan Sonya mengangguk
Dalam hitungan menit , Jay menghampiri Sonya .
" Sonya , Anita dimana ? " Tanya Jay
"Anita sedang ketoilet dulu " jawab Sonya lembut
Tiba tiba sekumpulan perampok masuk ke dalam hotel untuk bersembunyi disana . Mereka menyandera para tamu dan pelayan . Para tamu dan pelayan berlarian ketakutan ketika penjahat melepas peluru . Suasana menjadi gaduh .
Karena panik dan ketakutan Sonya menarik Jay masuk ke dalam salah satu ruangan.
" Siapa mereka , kenapa membawa seenaknya melepas peluru di tempat ramai ?" Tanya Jay tenang sembari mengintip dari dalam ruangan yang kebetulan terbuat dari kaca .
" Aku tidak tahu ,yang pasti mereka bukan orang baik " balas Sonya ketakutan
Jay berbalik dan menatap Sonya "
" Anita , dalam bahaya ,aku akan menelponnya agar bersembunyi " ujar Jay seraya mengambil ponselnya dari saku .Jay pun menelpon Anita .
Seketika mata keduanya tertuju pada tas yang ada di tangan Sonya . Pasalnya dari dalam tas terdengar handphone berdering .Dan itu ponsel milik Anita.
" oh tidak . Tadi Anita memberikannya padaku sebelum ia ketoilet " ucap Sonya panik
"Aku akan ke toilet menyusul Anita , kau tetaplah disini . Jangan keluar sebelum aku datang . Kau mengerti ? " perintah Jay
" Tolong jangan pergi , di luar sangat berbahaya. Bagaimana jika kamu ketahuan ? Mereka tidak akan mengampuni mu " ujar Sonya panik sembari menggenggam tangan Jay
" Tenanglah ,aku jago berkelahi .Kau tidak usah kwatir . Kau tunggu saja disini " Jay melepas genggaman Sonya dari tangannya. Lalu berbalik badan .
" Jay ,aku mohon tetaplah disini ! " Sonya memohan
Jay berbalik dan menatap Sonya " Sonya , aku harus menemui Anita ke toilet dan membawanya kesini , sebelum para penjahat itu menemukannya disana . Kau tenanglah ,aku akan baik baik saja . Kau denger aku , jangan keluar sebelum aku dan Anita kembali " usai bicara Jay keluar dan kembali menutup pintu dengan pelan .
Sonya hanya bisa pasrah . Dia mengintip dari balik kaca . Mengamati para penjahat dengan kasar memperlakukan para Sandra.
Sementara Jay berjalan secara mengendap endap menuju toilet .
" Diam , jangan ada yang bergerak ,jika tidak aku akan melenyapkan kalian semua " seru penjahat 1 sembari menodongkan senjanya.
"aahhh" jerit para sandera ketakutan
" diam ! atau ku tembak kalian !" gertak penjahat 7
" Cepat geledah semua ruangan dan toilet ! Bawa semua kesini ! jangan ada yang tersisa ! " Perintah pimpinan penjahat .
__ADS_1
3 anak buahnya mengangguk dan segera melaksanakan perintah pimpinannya.Sisanya berjaga di dekat para sandera .