
Setelah gio pergi madu berusaha bangkit " dasar sial ,kau memang tidak berguna gio dan ini semua karena joya "madu mengatur nafasnya sejenak "Joya kau....kau membuat kesabaran aku habis ,jika aku tidak bisa memiliki Jay ,maka kau juga tidak akan bisa memilikinya,aku akan merenggutnya darimu ,aku tidak akan membiarkan kamu bahagia dan kau Jay beraninya kau membuang ku demi wanita kampungan itu,akan kubalas kau Jay " seru madu sambil berusaha memungut pakaiannya yang berserakan di lantai dengan lemah
Setelah mengenakan pakaiannya, dengan sisa tenaga yang dia miliki dia segera menelpon seorang pria
" Hallo sayang ,tumben menelpon ,apa kamu sudah berubah fikiran ingin balikan sama aku ?"
Hisk hiks hiks
Madu pura pura menangis " aku merasa tidak pantas untukmu lagi Samir ,kamu pasti akan membenciku ,hiks hiks hiks "
" Sayang kau selalu pantas untukku,aku sangat mencintai mu ,kamu tau itu kan ? Balas pria dari balik telpon
" Tidak samir ,aku sudah tidak pantas lagi untukmu ,dia sudah berani melecehkan aku ,padahal aku sudah berusaha melawan tapi aku tidak berdaya ,hiks hiks "
" Siapa pria yang berani melecehkan kamu sayang katakan ,akan aku habisi dia " nada suara sandi naik satu oktaf
" Dia baru saja menikahi seorang gadis yang malang,dia bilang dia tidak mencintai gadis itu ,dia ingin menikah dengan aku ,tapi aku menolak ,karena aku masih mencintaimu samir ,tapi dia sakit hati ,lalu dia melecehkan aku ,hiks hiks "
" Cepat beritahu siapa pria itu sayang " nada suara sandi terdengar tidak sabar
Madu mengirim foto Jay pada samir ,ketika samir melihat foto Jay ,dengan emosi yang mendidih dia segera mengambil senjata api di laci kamarnya ,lalu berjalan dengan terburu buru.
" Dasar bajingan kau jay,akan ku hajar kau " seru sandi sambil mengantongi senjatanya,sandi turun ke lantai bawah
Tiba tiba seorang wanita mencegahnya
" Nak ,kamu mau kemana terburu buru begitu ?" Ujar Olivia
" Mah ,aku ada urusan,ini penting ,madu sudah dilecehkan oleh pengusaha sukses di kota ini "
Mendengar kata madu ,ekspresi Olivia berubah kesal " pengusaha muda ? Siapa ? "
"Siapa lagi mah kalo bukan putra sulung keluarga Wiliam"
" Maksudmu Jay "
" Iya mah "
" Tidak mungkin Samir ,Jay terlihat seperti orang lurus dan bener ,itu tidak masuk akal ,dan hari ini hari pernikahannya dengan putri sahabat ayahnya ,mamah rasa papahmu ada disana untuk menghadiri pernikahannya,ibu rasa madu yang mengada Ngada "
" Tidak mah ,madu tidak seperti itu ,justru madu dilecehkan karena menolak cinta jay,mamah tau karena apa karena madu mencintai aku dan ingin menikah dengan aku mah "
tanpa sengaja mata Olivia tertuju pada pistol yang ada di balik kantong samir , ekspresi wajah Olivia berubah menjadi takut " dasar wanita ular ,beraninya dia memanfaatkan putraku, untuk kepentingannya,astaga bagaimana cara ku untuk mencegah putraku agar tidak melakukan hal bodoh ini " batin Olivia sambil berfikir keras
" Samir jangan melakukan hal yang membuat perusahaan papahmu hancur nak "Olivia mengingatkan Samir
__ADS_1
"Mamah ,aku hanya akan memberikan dia pelajaran karena dia sudah melecehkan calon menantu mamah "
" Oh iya,paman ,bibi dan sepupumu sonya sudah di jalan arah kesini ,lebih baik kamu tunggu ya ,sonya sangat merindukanmu nak "
" Oya , bilang sama Sonya ,samir juga sangat merindukan Sonya ,samir janji setelah urusan samir selesai samir akan segera pulang ,ok mah " samir berlari keluar rumah dan masuk ke dalam mobilnya ,lalu menghilang dari pandangan Olivia.
Olivia terlihat panik dan takut jika samir akan melepas pelurunya pada seseorang.olivia mencoba menghubungi suaminya namun tidak berhasil .kini Olivia tambah gelisah.
Setelah acara pernikahan selesai Jay dan joya meminta restu pada keluarga.rani mencium pipi cucunya dan memeluknya.
" Selamat ya Jay ,semoga kalian berdua selalu bahagia,nenek bahagia melihat kalian bahagia "
" Terimakasih nenek ,nenek memang yang terbaik " balas Jay sambil mengedipkan sebelah matanya pada sang nenek
" Dengar joya ,jika cucuku ini mengyusahkanmu beritahu nenek saja ,nenek akan menjewer telinga nya " lanjut Rani bergurau
" Tentu nek " ujar joya sambil tersenyum
" Ibu ,Jay tidak akan menyusahkan joya,joya mengerti cara untuk mengendalikan Jay kita yang nakal ini " ucap Peter lalu tertawa kecil
" Ayah bener nek ,kak Jay takut sama kak joya " harel berbisik di telinga Rani dengan kencang sehingga semua dapat mendengar ucapannya ,semua tertawa kecuali bricia dan bricia yang merasa kesal dan marah.
"Kakak ipar bener bener sudah kalah " Miranda bicara pelan sambil menatap bricia dengan mata jahilnya.
" Baiklah,aku dan istriku akan menginap malam ini di hotel z ,tolong jangan ada yang mengganggu ya " seru Jay
"Tentu saja nek ,asalkan nenek dan yang lain tidak mengganggu aku dan istriku "Jay melangkah sambil menarik tangan joya
" Tunggu " suara bricia terdengar kencang ,membuat semua mata tertuju pada bricia,lalu harel dengan cepat menghampiri ibunya,seolah mengetahui isi dalam fikiran ibunya.
" Mamah ,anak mamah bukan kak Jayvin saja,aku juga anak mamah ,aku juga pingin di perhatikan oleh mamah " harel tiba tiba menjadi manja
" Harel ,kenapa kamu tiba tiba menjadi seperti anak kecil "
" Mah ,adik bener , kemarin adik sempat curhat sama Jay ,katanya adik juga pengen menikah ,jadi tolong mamah Carikan seorang perempuan untuk adikku yang manis " sambung Jay iseng ,harel melirik ke arah Jay ,dan Jay mengedipkan matanya pada harel.
" Kakak bener bener membuat aku dalam masalah " umpat harel berharap dapat belas kasih dari Jay.
" Apakah itu bener harel,baiklah ibu akan mencarikannya untuk mu ,anak teman teman ibu cantik cantik ,kau bisa memilih salah satu dari mereka,tunggu sebentar " bricia mengambil ponselnya dri tas dengan bersemangat.
" Mamah itu tidak perlu ,kak Jay hanya..."
" Sudah tidak perlu malu ,lihat mereka semua cantik "
Jay dan yang lain tertawa,kemudian Jay berlari menuju pintu keluar sambil menarik lengan joya.keduanya masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan gedung . dari kejauhan terlihat madu tersenyum miring.
__ADS_1
" Tersenyum lah joya ,setelah ini kau hanya akan menangis seumur hidup mu " madu bicara dengan sinis
1000 meter dari gedung pernikahan sebuah mobil hitam menyalip mobil Jay secara tiba tiba .Jay dan joya terkejut karena terjadi begitu tiba tiba.
Jay dan joya keluar dari dalam mobil ,begitu juga dengan Samir ,dia berjalan mendekati Jay dan menarik kerah baju Jay.
" Samir Ada apa ini ? " Jay dan joya panik melihat Samir marah secara brutal
" Dasar bajingan beraninya kau melecehkan madu ,dan sekarang kau mempermainkan gadis malang ini ,akan aku beri kau pelajaran " Samir melayangkan tinjunya sangat keras tepat mengenai muka Jay.
Pluk pluk
Darah segar keluar dari hidung Jay,sementara joya terlihat panik dan menggeleng gelengkan kepalanya
" Samir apa maksudmu ,aku tidak melakukan seperti yang kau katakan,dan joya adalah istriku ,aku mencintainya " Jay membela diri
Tetapi Samir yang sudah di selimuti amarah ,tidak percaya ucapan Jay " beraninya kau berbohong di depan gadis malang ini "
Pluk pluk
Dua pukulan kembali mendarat di wajah Jay ,Jay menyeka darah di hidungnya " aku tidak berbohong" lalu mbalas memukul Samir ,keduanya pun saling memukul.ketika ada kesempatan Jay menendang Samir hingga tersungkur dan tak berdaya.
Jay dan joya memanfaatkan kesempatan untuk berlari dengan cepat dan masuk ke dalam mobil ,lalu jay melajukan mobilnya.
Hal itu membuat Samir semakin marah ,Samir mengeluarkan pistol dalam hitungan detik samir melepaskan peluru nya dengan cepat .
Doorr
Pelurunya berhasil menembus ban belakang ,mobil pun oleng dan menabrak mobil lain yang sedang melintas dan mobil lain menabrak mobil yang lainnya dan terjadilah kecelakaan beruntun.
Melihat kekacauan yang terjadi akibat ulahnya,samir mundur dan meninggalkan tempat tersebut.
" Sayang ,kau baik baik saja kan ?" Jay memastikan joya masih bernafas,lalu mengguncang nguncang tubuh joya ,
Joya membuka matanya yang penuh dengan darah " Jay "
" Ya sayang ,aku akan membawamu ke rumah sakit " Jay berusaha keluar dari dalam mobil
" Jay ....,a...akuu.. sangat..... mencintai....mu....."
" iya ,aku tau itu sayang " sela Jay sedih sambil menyentuh pipi joya.
" Jay aku selalu bermimpi ,akan selalu di sisimu baik suka atau pun duka.aku
ingin....menuai..bersamamu..tapi .... tidak.... terpenuhi...aku. sudah tidak kuat lagi Jay . aku .." tambah joya dengan nafas terengah-engah.
__ADS_1
"Sayang ,jangan terus berbicara ,atau kau akan kehabisan tenaga ,tunggu sebentar,aku akan mencari bantuan . dan membawamu ke RS . setelah itu semua akan baik baik saja "
"Jay ......ma....ma... maafkan a....aku " joya menghembuskan nafas terakhirnya