Kisah Kita Belum Selesai

Kisah Kita Belum Selesai
bab 34


__ADS_3

Karena penasaran Sonya mengitari seluruh ruangan mencari cermin .


" Ada apa dengan wajahku? Kenapa Laras begitu histeris saat melihat wajahku ?" Gumam Sonya penasaran.


Dia turun dari tempat tidur . Dia mencari apa saja yang bisa untuk bercermin .


" Dimana ada cermin ?" Mata Sonya memindai sekeliling.Tapi tidak ada yang bisa digunakan untuk bercermin.


Karena tidak menemukan sama sekali .Dia melangkah terhuyung keluar ruangan dan berjalan dekat lift dimana ada toilet di sana .


" Disana pasti ada cermin " gumam Sonya tidak sabar ,tapi takut dan was was.


Dengan perasaan dah Dig dug . Sonya memberanikan diri untuk melihat mukanya di depan cermin .


Dan ......


Sonya ternganga lebar sambil menyentuh pipinya " i ini ,ini tidak mungkin ! Bagaimana bisa wajah ku kembali ? " Sonya begitu gelisah


" Tidak ! Jay pasti akan semakin membenciku ,Apa yang harus aku lakukan " Sonya mulai menangis lalu menjerit


" Tidakkkkk !" Sonya melempar cermin dengan pot bunga hidup yang ada di sudut kamar mandi . Sonya begitu histeris


Beberapa perawat dan satpam yang bertugas masuk ketika mendengar teriakan Sonya.


Sonya yang syok dan histeris disuntik oleh perawat dalam hitungan detik Sonya langsung pingsan . Entah obat apa yang sudah perawat suntikkan.


Dia pun di bawa kembali ke ruangannya .


Laras dan dokter yang menangani Sonya sampai di ruangannya ,sang dokter membuka laci dan mengambil berkas joya .disana ada amplop yang berisi foto joya .


" Lihat ini nona . Ini foto yang di kasih nenek tuan Jay  . Dia menyuruh saya mengembalikan wajah saudaramu persis seperti itu ! " Seru dokter menjelaskan dengan detil sambil menyerahkan foto tersebut.


Laras menarik foto tersebut dengan kasar dari tangan dokter .Betapa terkejutnya Laras melihat foto yang ada di tangannya .


Mata Laras melotot seolah akan keluar . Dan mulutnya ternganga lebar .


" Nenek Jay yang memberikan ini ?" Tanya Laras masih syok


" Iya " Jawab dokter sambil mengangguk


" Itu tidak mungkin !"


" Lalu dari mana saya mendapatkan foto ini ? Dialah yang memberikannya .Saya hanya menjalankan tugas saya ebagai dokter " ucap dokter


Laras berlari tanpa meminta maaf pada sang dokter . Sang dokter hanya menghela nafasnya lalu menggeleng kepalanya.


Dengan raut wajah yang masih syok .Laras mengambil ponselnya dari sakunya ,lalu menelpon Olivia .sambil menunggu panggilannya di angkat ,Laras mondar mandir sambil menggigit kuku tangan kirinya .

__ADS_1


Sementara tangan kanan menekan ponsel di dekat telinganya.


" Hallo mah ! " Sapa Laras dengan panik


" Iya nak ,ada apa ? Kenapa nafasmu tersengal sengal ? " Ucap Olivia lalu memasukkan beberapa cemilan ke dalam mulutnya.


" Mamah itu mah ! Si cupu mah !" Ucap Laras gelagapan bingung harus memulai dari mana .


" Kenapa nak ? Mama tidak paham maksudmu . Bicara yang jelas nak ! " Balas Olivia santai dan kembali makan cemilan di depan tv.


" Mamah ! mamah harus kesini! Muka si cupu berubah mah " ujar Laras masih panik


" Berubah lebih jelek ? Itu bagus nak . itu pantas untuknya ,biar dia nggak sok kecakepan .Jika perbannya sudah di copot . Kau pulang saja " umpat Olivia tenang


" Bukan mamah "


"Lalu ! Emm pasti sangat jelek, seperti si buruk rupa . Itu sangat bagus nak  " canda Olivia


" Tidak mah ,wajah si cupu berubah semakin cantik dari wajahnya yang  sebelumnya . Dokter memberikan si cupu wajah orang lain ,yang lebih cantik dari wjahnya .Aku tidak suka melihat nya lebih cantik ! " Keluh Laras kesal


Olivia tersendat hingga batuk dan cemilan yang ada di dalam mulutnya lompat keluar.


" Apa kamu bilang ?" Tanya Olivia masih tidak yakin


" Makanya mamah kesini !" Ajak Laras manyun


" Iya iya ,mamah akan kesana . Secantik apa sih ? Bikin penasaran "


Tiga puluh menit kemudian .Olivia dan Seno sudah berada di Rumah sakit tempat Sonya di rawat.


Dengan langkah panjang keduanya berjalan menuju ruang inap Sonya dirawat .


Laras berada di luar kamar . Tepatnya di depan pintu sambil mondar mandir menunggu ibunya datang .


" Laras " panggil Olivia panik sambil berjalan mendekati Laras.


" Apa yang terjadi nak ?" Tanya Seno


"Mah ,pah ,masuk saja dan lihat wajah si Cupu yang sekarang!" Laras membuka pintu ruangan Sonya


Perasaan panik bercampur penasaran,Olivia dan Seno melangkah pelan menghampiri Sonya yang masih tidur karena efek disuntik perawat tadi .


Satu ,dua ,tiga , doorrrrr


"Aah ! Ada hantu " teriak Olivia syok sambil memalingkan wajahnya.


" Dia si cupu mah ,bukan hantu " Laras bingung dengan reaksi kedua orang tuanya " papah ! " Seru Laras ketika melihat ayahnya hampir terhuyung.

__ADS_1


Seno tampak syok ketika melihat muka Sonya . Seno duduk lemas di bangku yang ada di samping Sonya dengan bantuan Laras.


Sementara Olivia melangkah mundur sambil membekap mulutnya dengan kedua tangannya.


Laras jelas bingung dengan sikap kedua orang tuanya .


" Mamah baik baik saja ?" Sapa Laras kwatir.


Olivia pun mengatur nafasnya berkali kali .


" Laras ! Apa yang terjadi ? Kenapa muka sepupuhmu berubah menjadi wajah joya ?" Tanya Seno lemas


" Joya ? Joya siapa pah ?" Tanya Laras penasaran


" Wanita yang sudah di lenyapkan kakakmu delapan tahun silam " balas Olivia dengan raut wajah ketakutan.


Laras menyimak


Seno menatap putrinya " nak kenapa jadi seperti ini ?" Ulang Seno bertanya


" Aku tidak tahu pasti pah . Yang aku tahu . Nenek Jay memberikan foto wanita cantik pada dokter bedah . Dan dokter bedah itu mengubah wajah si cupu persis seperti foto wanita itu " ungkap Laras


" Apa !" Saut Olivia dan Laras secara bersamaan.


Tiba tiba ide cemerlang muncul di benak Olivia sambil tersenyum dia menatap Seno .seolah mengetahui isi fikiran Olivia ,Seno menatap istrinya dalam .


" Jangan mah ,jangan lakukan itu !" Perintah Seno mulai gelisah karena dia tahu istrinya akan segera membut keributan.


" Pah ,ini kesempatan bagus untuk kita membalas keluarga itu . Dan kita juga bisa menikmati apa yang dulu pernah hilang .Ini namanya sekali mendayung dua pulau terlampaui " lanjut Olivia bersemangat dan Seno hanya menggeleng tidak setuju.


" Maksud mamah apa ?" Tanya Laras yang masih belum paham


" Laras ! ,Kita akan membuat keributan .Kita akan pergi ke kediaman Wiliam dan meminta pertanggung jawaban pada keluarga itu karena sudah berani merubah muka si cupu jadi wajah joya. Kita akan menuntut uang yang banyak sebagai kompensasi "


Olivia jeda sebentar untuk mengatur nafasnya lalu dia menepuk kedua tangannya seolah sedang menepuk nyamuk " sekali tepuk " Olivia membuka telapak tangannya seperti akan meminta " dua nyamuk " ucap Olivia lalu meniup telapak tangannya yang masih terbuka " fuuh " dengan angkuhnya Olivia tersenyum .


" Lalu kehidupan kita kembali seperti dulu lagi kan mah ?" Tanya Laras


"Iya . Kita dapat uang dan juga dapat hiburan " jawab Olivia


" Papah tidak setuju mah . Itu ide paling buruk yang pernah papah dengar .Mamah jangan memancing di air keruh mah .papah yakin nyonya Rani tidak sengaja melakukannya. Dia sudah tua ,mungkin penglihatannya kabur mah "


" Mamah tidak peduli pah . Lagian itu sama saja bentuk kelalaian mereka . Pokoknya mereka harus membayarnya " Olivia kekeh


" Lalu bagaimana dengan kak Samir mah ?" Tanya Laras


Sekejap Seno dan Olivia laling bertukar pandang  .

__ADS_1


" Iya Laras bener mah . Bagaimana reaksi Samir jika dia melihat wajah Sonya berubah " Seno kembali panik


" Tidak ada cara lain pah .  Sonya harus kembali ke kediaman Wiliam . Jangan Sampai Samir menemui Sonya " usul Olivia.


__ADS_2