
Di pagi hari Jay bersiap akan pergi ke kantor . Dia berjalan menuruni anak tangga. Disana ada Gisel yang tidur di atas sofa.
Ternyata Gisel menunggu Harel semalaman di ruang tamu . Hingga Gisel ketiduran .
Jay memicingkan matanya dan menatap Gisel lurus. Entah sadar atau tidak Gisel terbangun dari tidurnya sebelum Jay membangunkannya.
" Gisel kenapa tidur disini ? "
Gisel mengucek kedua matanya dan mendekati Jay " kakak ! Aku menunggu Harel pulang "
" Apa ! Jadi anak nakal itu belum pulang ! "
" Iya kak ! "
Jay meraih ponselnya dari kantor celananya. Dan menelpon Harel . Tapi hasilnya sama saja . Ponsel harel belum aktif juga .
Gisel menatap Jay penuh harapan harel akan menerima panggilan Jay . Jay melirik Gisel dengan raut wajah datar sambil menggeleng kepalanya .Gisel menghela nafasnya lalu menunduk dengan wajah cemberut .
Jay mendekati Gisel dan menyentuh pundak Gisel " aku akan mencarinya . Jangan kwartir " ujar Jay sopan
Gisel mengangkat dagunya " terimakasih kak Jay " balas Gisel
Jay pergi keluar dengan mengendarai mobilnya . Tampaknya dia tahu kemana dia akan pergi . Pertama dia mendatangi rumah Adi .
Adi yang bersiap akan berangkat kerja dikejutkan dengan kedatangan Jay . .Dengan pose memasukkan jari tangan ke kantong celananya . Dia bersandar di dinding samping pintu . Tatapannya tajam mengarah pada mata sipit Adi .Adi sampai melotot melihat Jay di depan pintu. Tangannya membekap mulutnya. Tubuhnya bergetar ketakutan hanya dengan menatap Jay saja .
" Bbbbb bos ! " Kata Adi dengan nada terbata bata
Jay melepas kacamatanya dan menaruhnya di kantong depannya .Dia menatap jail mata Adi sambil merapikan dasi milik Adi .
Tubuh Adi masih bergetar ketakutan .Kini mulutnya terkatup katup .
" Katakan dimana Harel ? " Tanya Jay datar
" Aaaa aku tttty tidak tau bos " balas Adi masih terbata bata
" Sungguh !" Mata Jay mengintimidasi Adi
" Semalam Harel.mabok berat . Aku meninggalkan Harel di bar bersama Leon ,Anyelir .dan Alex " kata pria bertubuh kurus itu dengan ketakutan
__ADS_1
" Habislah aku " ucap Adi dalam hatinya sambil menutup matanya menunggu detik detik Ahir hidupnya.
Jay memperhatikan Adi yang masih bergetar sambil menutup matanya . Lalu pergi begitu saja meninggalkan Adi . Jay pergi menuju rumah Leon .
Adi yang masih dalam posisi berdiri sambil menutup mata berlahan membuka salah satu matanya lalu mata yang satunya .
" Tidak terjadi apa apa !" Adi merasa heran dan tak percaya . Dia menepuk nepuk pipinya dengan keras .
" Awww sakit . Ternyata bukan mimpi ! Apa yang terjadi dengan bos ? Kenapa dia tidak menghukum ku seperti yang biasa dia lakukan !" Gumam Adi kebingungan
Tiba tiba istri Adi datang dengan membawa sapu di tangan . Wajahnya begitu horor sekali menatap suaminya.
" Kenapa masih disini ! Gimana mau direkomendasikan jika kamu kerja selalu saja kesiangan ! . Kamu itu harus jadi penjilat . Apa kamu tidak ingin membahagiakan istrimu .... " Bla bla bla istri Adi mengoceh sepanjang kereta api .
Adi yang tidak tahan mendengar ocehan sang istri segera berlari terbirit birit meninggalkan rumah menuju kantor Jay .
Sesampai di rumah Leon . Jay mengetok pintu rumah Leon . Jay berdiri di depan pintu rumah Leon
Sementara Roy asisten setia Jay pergi ke rumah Alex .Disana Alex di interogasi oleh Roy .
" Kamu tau jika kamu berani berbohong ,Jay akan menendang mu ke neraka . Jadi jangan coba coba berbohong pada ku " seru Roy penuh penekanan
Alex hanya menunduk. Dia tau betul apa yang dikatakan oleh pria di hadapannya itu adalah bener bener kenyataan.
" Aku bener bener tidak tahu . Terakhir aku meninggalkan Harel bersama "mata Alex menatap ragu Roy .
" Bersama ..! " Seru Roy menunggu Alex melanjutkan ucapannya
" Bersamaaaaa. " tiba tiba ponsel
ponsel Alex berdering .baik Alex maupun Roy sama sama melihat ke arah ponsel Alex yang bergetar di atas meja .
Alex segera menerima panggilan dari Adi dengan sesekali menatap ke arah Roy ( iya . Em...apa ! Iya baik ! Aku mengerti ! " Alex menutup telponnya
Alex kembali mengalihkan pandangannya pada Roy . Dan bersiap siap mengambil ancang ancang berlari keluar rumahnya .
Roy berdecak kesal . Alex berhasil lepas dari cengkraman nya .
" Sial ! Kalau kamu tidak berhasil membawa Harel . Maka riwayatmu lah yang tamat Roy ! " Seru Roy bermonolog
__ADS_1
Lalu beranjak pergi dari rumah Alex . Roy terus saja mengumpati dirinya sendiri sambil membanting setir mobil nya .
Si pembuat ulah pun terbangun dari tidurnya . Dia terkejut saat mendapati dirinya di sebuah kamar yang indah dengan desain yang estetis.
Di tambah dirinya tanpa pakaian hanya berbalut selimut saja . Harel menekan lembut area jidat nya sambil meringis merasakan sensasi kepala yang masih pusing akibat alkohol yang memabukkan dirinya semalam.Dia mengingat dirinya habis mabuk semalam dan tidur bersama Anyelir.
" Ah brengsek !! Kenapa aku harus berbuat sejauh ini ! Bagaimana jika orang rumah tau ! Bisa bisa aku di gantung hidup hidup " umpat Harel
Dengan cepat Harel bangun dari atas ranjang dan mengenakan pakaiannya satu persatu. Dia mengambil jas hitam miliknya di atas sofa mini yang ditata di dekat jendela dan bersiap akan pergi
" Semalaman Kau menikmati malam bersamaku dan sekarang kau akan pergi begitu saja ? " Ucap Anyelir dengan suara tak acuh
Harel segera berbalik dan menatap Anyelir yang berjalan ke arahnya menggunakan piama toska . Setelah mandi rambut panjang Anyelir terlihat acak acakan namun tetap terlihat cantik di mata Harel .
" Any ! Apa yang terjadi semalam ? " Tanya Harel masih mencoba menipu dirinya sendiri berharap apa yang dia fikirkan tidak bener bener terjadi.
" Baru semalam kita melakukannya . Kau mudah sekali melupakan hal indah seperti itu sayang " balas Anyelir penuh dengan gairah
" Any ! Aku bener bener minta maaf . Yang terjadi semalam adalah ke kilaf an. Saat itu aku sedang di kuasai oleh alkohol ,tapi kamu kamu kenapa kamu tidak menolak saat aku menggodamu !" Harel terdengar menyesali perbuatannya
Anyelir tersenyum sambil duduk di sofa dengan santai " karena aku mencintaimu rel . Aku juga menginginkan hal yang sama seperti kamu . Jadi untuk apa aku menghentikan dirimu " balas Anyelir dengan tenang
Harel menarik panjang nafasnya lalu mendekati Anyelir dan duduk di sebelah Anyelir .
" Tapi aku sudah menikah any ! Apa yang sudah terjadi diantara kita adalah sebuah kesalahan dan seharusnya tidak terjadi "
" Kau sendiri yang bilang jika kamu tidak mencintai istrimu . Kau menikahinya karena terpaksa . Itulah kenapa aku jadi berani dan tidak menolakmu "
" Tapi tetap saja aku sudah menikah " Harel mengusah wajahnya
" Bagaimana jika kak Jay tau dan paling terburuk nya mamah . Hah ! Aku harus bagaimana ? " Harel tiba tiba menjadi lemas
" Tenang saja . Aku tidak akan memberitahu siapa pun . Hanya kita berdua yang tahu !" Kata Anyelir tanpa kwatir sedikitpun .
" Apa ! Apa kamu tidak merasa di rugikan sama sekali sama aku !" Tanya Harel kebingungan
" Tidak ! Aku juga menikmatinya semalam . Kita sama sama menikmati " kembali Ayelir berbicara dengan tenang
Harel hanya menggeleng geleng kepalanya. Bisa-bisa nya seorang wanita tidak merasa menyesal sudah memberikan kesuciannya pada seorang pria yang sudah beristri dengan cuma cuma .
__ADS_1
Apa itu yang dinamakan cinta buta atau semata mata hanya nafsu ! Entahlah tapi yang pasti Harel sedang dalam ketakutan .
Meskipun Anyelir tidak menuntut apa apa darinya tapi tetap saja sebagai laki laki Harel tidak bisa mengabaikan perbuatannya semalam .