Kisah Kita Belum Selesai

Kisah Kita Belum Selesai
bab 19


__ADS_3

Di tengah teriknya matahari Sonya berjalan sambil menyeret kopernya.wajahnya memerah karena sinar matahari .


Dia berhenti di sebuah coffee shop.mencoba melamar pekerjaan .namun tidak ada lowongan.


Dia keluar dari dalam coffee shop ,dan kembali berjalan mencari lowongan kerja.namun tidak satupun yang memberinya pekerjaan.


Kini hari sudah sore . Sonya belum juga mendapatkan pekerjaan . Bahkan perut Sonya keroncongan tapi dia tidak punya uang sedikitpun.Sonya terlihat lelah dan putus asa.dia menyadari betapa sulitnya mendapatkan pekerjaan.


Sambil melamun, Sonya terus berjalan di sisi jalan .tiba tiba seorang pria tua dari arah berlawanan keluar dari sebuah toko bunga dengan dua buket bunga di tangannya.


Pria itu kesulitan untuk melihat jalan karena bunga yang dia pegang.tiba tiba sebuah motor melintas,Sonya dengan cepat menarik pria tua tersebut .


" Hei ,kalau berkendara jangan ugal ugalan .kau tidak bisa melihat ada orang " umpat sonya.akan tetapi si pengendara terus melaju dengan kencang.seolah tidak mempedulikan orang yang hampir saja dia tabrak.


" Bapak baik baik saja " tanya Sonya


Pria tersebut menurunkan buket mawar merah yang dia pegang .Sonya ternganga lebar.dan ternyata pria itu adalah Peter.


" Kau lagi ,kau sudah dua kali menyelamatkan nyawa ku nak . terimakasih.kau seperti malaikat yang di kirim Tuhan untuk ku " Peter melirik Sonya dari ujung kepala sampai ujung kaki hingga koper yang Sonya bawa .


" Nak .kau mau kemana ?" Tanya peter


" Aku juga tidak tau paman .aku sedang mencari pekerjaan .tapi tidak satu pun yang bisa memberikan aku pekerjaan "


Ucap Sonya dengan muka lelahnya


Peter merasa iba melihat kondisi Sonya " nak .orang tua mu dimana ?" Peter kembali bertanya.


Sonya menunduk " kedua orang tua ku sudah meninggal paman " jawab Sonya sedih.


Peter semakin iba melihat Sonya " nak .hari sudah mulai gelap .lebih baik kau ikut dengan paman saja ya ke rumah paman " ajak Peter


Sonya merasa bahagia .jika dia ikut dengan Peter dia akan bertemu dengan jayvin.dan berkumpul dengan keluarganya yang dia sayangi.tapi seketika dia kembali murung.


Dia ingat jika dia bukan joya lagi tapi sonya.tidak mungkin baginya untuk tinggal dirumah jayvin.


" Maaf paman .aku tidak bisa " tolak Sonya sopan


" Tidak bisa.paman tidak mau mendengar penolakan.kau harus ikut paman.kau tidak perlu takut ya .paman menganggap mu seperti putri paman sendiri " Peter mencoba menjelaskan agar Sonya tidak kwatir.


" Tapi paman " Sonya masih ragu


" Udah .nggak usah berfikir lagi .ayo ikut paman " Peter berjalan .dengan ragu Sonya melangkah mengikuti Peter.


Keduanya pun masuk ke dalam mobil hitam milik peter.lalu melaju menuju kediaman keluarga William.


Sesampainya di kediaman william.mereka disambut oleh bricia dan Rani.peter memberikan bunga pada Rani dan bricia.


" Ibu .selamat hari ibu .Peter sayang sama ibu " Peter menyerahkan bunga mawar untuk ibunya lalu mencium ibunya.

__ADS_1


" Terimakasih anakku .semoga kau selalu bahagia " balas Rani pada putranya


Lalu Peter memberikan buket bunga yang satu lagi pada bricia .bricia tersenyum bahagia .lalu tiba tiba berubah saat melihat Sonya di belakang Peter.


Bricia menatap dari ujung kaki hingga ujung kepala .Sonya melempar senyuman lalu menunduk .Saat pertama kali melihat Sonya .bricia tidak menyukai nya.bagi bricia Sonya mirip dengan joya.


Bricia menaruh bunga di meja lalu menarik Peter sedikit menjauh dari Sonya " Ayah .siapa dia ? Kenapa membawanya kesini ?" Tanya bricia berbisik


" Mamah .ayah kasihan sama dia .dia tidak tau mau kemana .jadi ayah bawa kesini " balas Peter


" Ya ,ampun .ayah .sekalian aja ayah bawa semua orang yang ada di jalanan kesini .ini rumah ayah bukan panti asuhan " tambah bricia kesal


" Mah.dia itu udah nyelamatin ayah dua kali.kalau nggak ada dia ayah udah di rumah sakit sekarang " lanjut Peter


Bricia merasa jengkel " ih terserah ayah saja .mamah malas berdebat dengan ayah " bricia berjalan menghampiri Sonya.


Peter menggeleng kepalanya.lalu mendekati Sonya Rani dan bricia.


" Nak kamu mulai sekarang tinggal disini .kau bisa ..." Peter melirik ke lantai atas


" Kau bisa tinggal di gudang dekat dapur .tapi sangat berdebu .jadi kamu harus membersihkannya dulu sebelum tidur disana.dan jika kamu punya keperluan diluar kau boleh keluar lewat pintu belakang.kau dilarang melewati pintu depan .tapi jika tidak mau kau boleh menyewa kos an atau semacamnya " sela bricia duluan


Rani dan Peter menoleh ke arah bricia .


" Iya Bu .tidak apa saya akan membersihkan . terimakasih sudah mengizinkan saya tinggal disini " balas Sonya sopan


" Aku bukan ibumu .jangan panggil aku ibu.dan satu lagi ,disini tidak ada yang gratis ,kau harus membantu memasak dan membersihkan rumah ini "


" Ya sudah .pergilah kesana .dapur sebelah sana.setelah selesai membersihkan kamarmu kau harus menyiapkan makan malam " bricia menunjuk ke arah dapur.


Sonya mengangguk lalu pergi.peter menatap istrinya


" Mah .kenapa tidak menyuruh nya di kamar tamu saja di atas "


" Ayah itu sudah pas untuk nya.kita harus menyadarkan dia pada posisinya,biar dia tidak melunjak "


Rani menggeleng kepalanya " istrimu ini sangat kejam Peter " Rani pergi ke lantai atas


Bricia masa bodoh dengan ucapan ibu mertuanya.dia hanya mengerutkan bibirnya.dia kembali duduk ke sofa sambil bersantai dengan ponselnya.


Sonya membersikan gudang dengan semangat .dia menata gudang menjadi indah dan nyaman .


Selesai membereskan kamar.sonya istirahat sejenak .dia membaringkan tubuhnya di kasur yang tidak terlalu besar.sambil menatap langit langit gudang yang sudah menjadi kamarnya.


Ketika menatap langit langit kamarnya .tanpa sengaja matanya tertuju pada jam dinding yang menempel di tembok.


Jam sudah menunjukkan 18.30.sonya segera bangun dan berjalan menuju dapur untuk memasak .


Dengan ke ahlian memasak yang dia miliki .tidak butuh waktu lama Sonya sudah selesai memasak dan menghidangkannya di atas meja.

__ADS_1


Bricia masuk ke dapur " kamu cepat juga memasaknya.baiklah sebentar lagi anak anak ku akan kembali untuk makan malam.sebaiknya kau kembali ke kamarmu dan jika kamu ingin makan kau makan di dapur saja " perintah bricia


Soya mengangguk.kebetulan sonya juga lapar.sonya segera berjalan ke dapur .


Setengah jam berlalu .semua keluarga William kini sudah berkumpul kecuali jayvin .


" Mamah .harel lapar sekali " harel melewati ibunya dan duduk di bangku.


" Hei..kakakmu mana ?" Bricia mengindai sekeliling


" Mamah .kak Jay tidak ingin makan . katanya tidak lapar " balas harel dan mengambil sepotong ayam dan segera memakannya.


Rani dan Peter duduk di susul dengan gisel.gisel duduk di sebelah harel .gisel tersenyum pada harel,tapi harel tidak mempedulikannya .


Tiba tiba seorang laki laki dan dua perempuan berjalan menghampiri bricia.


" Hallo bricia .lama tidak bertemu denganmu " wanita itu menghampiri bricia dan bricia berdiri .keduanya cipika-cipiki.bricia begitu bahagia.


" Hei . Andini .kau juga ikut sayang .kau tambah cantik saja sayang " puji bricia


Andini mencium tangan bricia.


" Tante juga tambah cantik saja " balas andine memuji bricia.


" Tapi meskipun andine cantik nasibnya kurang beruntung bricia . suaminya masih merasa kurang .dia menceraikan putri ku .dia mencampakkan andine demi perempuan lain " Soraya berpura pura sedih


Andine juga menunduk sedih .bricia merasa iba menatap andine.lalu menyuruh adine untuk duduk.


" Ayo duduk sayang " ajak bricia


Andin dan orang tuannya pun duduk.bricia begitu peduli pada andini.bricia menawarkan banyak lauk untuk andine .


" Ayo ,ini di makan .jangan sungkan-sungkan " bricia menawarkan dengan hati yang bahagia.


Rani mengerutkan bibir nya.dia merasa bricia terlalu heboh.rani mepet ke Peter.


" Lihat istrimu.sama temannya dia baik banget.tapi sama kita dia jahat " Rani berbisik di telinga Peter


Peter hanya menatap ibunya sambil mengendikkan bahunya.gisel melirik harel tapi harel menatap andine dengan mata genitnya.hal itu membuat Gisel cemburu.


" Bricia .dimana putra mu Jay ?" Tanya Soraya


" Ada di kamarnya " balas bricia


" Apa Jay udah menikah lagi ?" Soraya kembali bertanya pada bricia


" Belum ,lalu bagaimana dengan andine ?" bricia balik bertanya.


" Kenapa tidak menikah lagi .bukankah istrinya Jay ,sudah tujuh tahun meninggal ? Kenapa Jay belum melanjutkan hidupnya ?"

__ADS_1


"Iya kau benar raya.anakku harus melanjutkan hidupnya " seru bricia semangat


Andine dan Soraya saling menatap sambil tersenyum miring.


__ADS_2