Kisah Kita Belum Selesai

Kisah Kita Belum Selesai
Bab 26


__ADS_3

Tiga puluh menit sudah berlalu .fairel dan miranda sudah sampai di kediaman Wiliam .


Bricia memeluk dan mencium fairel .


" Bibi ,semakin cantik aja " goda fairel setelah lama tidak bertemu


" Benarkah ,lalu kau membawa apa untuk bibi mu ini ?"


" Ada deh ,bibi pasti menyukainya " fairel menatap bibinya dengan mata genitnya.


" Oh ,bibi jadi tidak sabar ,cepat berikan " bricia merengek seperti anak kecil .


" Biarkan fairel masuk dan duduk dulu . Ayo rel " ajak Peter


" Ih ,ayah merusak kesenangan orang saja " gerutu bricia kesal


Semua tertawa bahagia.fairel mencium tangan Peter lalu memeluk harel .


" Jay ,dimana ? " Fairel mencari keberadaan sepupunya .


" Dia ke kantor,tadinya dia ingin menunggumu ,tapi ada telpon dari kantor.mendadak dia harus kesana " balas bricia


Fairel hanya mengangguk .lalu memberikan bricia sebuah kotak mewah .dengan senang beicia mengambil dari tangan fairel .dan membuka isinya .bricia tersenyum manis lalu menatap fairel.


Yang lain tidak sabar melihat isi dalam kotak .fairel menghampiri bricia .lalu mengambil isi dalam kotak .


" Izinkan aku memakainya untuk bibi " seru fairel sopan .bricia hanya tersenyum dia sudah tidak bisa berkata kata dengan perlakuan manis fairel padanya.


Dengan segera fairel memakai kan kalung mewah pada leher bricia.semua hanya menonton dengan senyuman di wajah .


Fairel kembali duduk .dan memberikan Peter dan harel dua buah kotak yang isinya jam tangan .semua begitu bahagia.


seketika Sonya menghampiri dan menaruh beberapa teh di meja .


Sepertinya fairel menyukai Sonya pada pandangan pertama .dia terus tersenyum dan menatap Sonya.


Lalu Sonya kembali ke dapur.


" Bibi ,siapa gadis itu ?" Fairel menunjuk ke arah Sonya yang berjalan ke arah dapur.


" Dia pemban " bricia belum selesai bicara sudah di potong oleh Peter.


" Dia putri ku " sela Peter menatap bricia .mata bricia melotot,seperti biasa dia tidak menyukai kebaikan suaminya yang menurutnya terlalu berlebihan untuk orang asing seperti Sonya.


Tentu saja fairel dan Miranda terkejut mendengar hal itu .Miranda melirik bricia yang terlihat tidak suka .


" Putri ?" Tanya fairel penuh dengan tanya.


" Iya " Peter menggeleng geleng kepalanya " aku mengangkat nya jadi putriku "

__ADS_1


" Oh ,cuma putri angkat " gumam bricia


Karena haus fairel meneguk minuman buatan sonya.sepertinya fairel menikmati teh buatan Sonya.


" Emmmm... nikmati nya .ah .baru kali ini fairel meminum teh senikmat ini " seru fairel dengan gelas yang masih di tangan.


Karena merasa penasaran Miranda segera mencoba teh buatan sonya.dia ingin memastikan ucapan fairel tidak salah.


"Mm....,iya .ini bener bener nikmat " balas Miranda


" Apa Putri paman yang membuatnya ?"tanya fairel penasaran


" Ya " balas Peter mengangguk


" Ngomong ngomong rasa tehnya persis seperti teh buatan Sonya .iya nggak sih ?" Miranda melirik bricia


" Iya ,iya bener sekali aunty,harel juga sependapat dengan aunty " sambung harel


" Sudah , tidak usah membicarakan orang yang sudah tiada " ucap bricia malas.dia mencoba mengalihkan pembicaraan .karena baik joya ataupun Sonya ,bricia tidak menyukainya sama sekali.


" Dari tadi aku tidak melihat nenek . ngomong ngomong nenek ada dimana ?" Fairel kembali memindai sekeliling


" Ada di atas .dia tidak enak badan " balas Peter


" Fairel akan ke atas " fairel melangkah ke atas .


Cklek


Fairel membuka pintu kamar Rani " nenek " panggil fairel penuh dengan kerinduan.


Rani menoleh ke arah fairel " kesayangan ku " balas Rani bahagia menatap cucunya.


" Untuk nenek " fairel menunjukkan kotak yang sedari tadi di belakangnya.


Rani segera mengambil kotak tersebut ,dengan segera Rani membuka isi kotak tersebut ,dan isinya membuat Rani ternganga lebar.


" Terimakasih cucuku sayang " ucap Rani bahagia.dan mencoba memakainya.


Fairel mengambil dari tangan neneknya " akan fairel bantu nek " seru fairel sopan dan Rani hanya tersenyum.fairel memakaikan neneknya kalung pemberiannya .


" Nenek sangat cantik dengan kalung itu .nenek terlihat lebih muda sekarang " gombal fairel ,sang nenek lagi lagi tersenyum senang.


" Nenek . Fairel turun dulu ya "  seru fairel


Rani hanya mengangguk.fairel turun ke lantai bawah dan langsung ke dapur .dia memperhatikan Sonya sedang memasak .


Sambil tersenyum fairel mendekati Sonya " hai !" Sapa fairel sopan dan ramah


Sonya melempar senyum " hai juga " balas Sonya sopan

__ADS_1


" Namaku fairel ,namamu siapa ?" Tanya fairel


Sonya yang sedari tadi fokus dengan masakannya . Tiba tiba menatap ke arah fairel  " Sonya " jawab Sonya singkat dan kembali fokus pada masakannya


" Nama yang cantik secantik orangnya " gombal fairel dengan mata genitnya


Tanpa terpengaruh sedikitpun ,Sonya kembali menatap fairel " apa kamu butuh sesuatu ?" Tanya Sonya


Fairel tak menjawab .dia hanya tersenyum sendiri membayangkan Sonya mengejar ngejar dirinya.sama seperti perempuan yang lainnya.


" Kau butuh sesuatu ?" Ulang Sonya melambaikan tangannya di depan wajah fairel .dan fairel pun tersadar dari lamunannya.


" Aku ingin memberikan jus untuk nenek .bisa bantuin aku membuatnya " fairel mengatakan maksud dan tujuannya ke dapur.


Setelah mengangguk Sonya membuatkan nenek jus .fairel duduk di dekat meja ,dia menatap Sonya sambil bertopang dagu.


Segelas jus alpukat siap di minum .Sonya menaruh di sebuah nampan kecil dan memberikannya pada fairel .


Dengan sengaja fairel menyentuh tangan Sonya saat menerima nampan berisi segelas jus  " terimakasih " ucap fairel dengan mata genit menatap Sonya .


Sonya hanya tersenyum dan menggeleng kepalannya.fairel pun pergi meninggalkan dapur dan kembali naik ke atas menuju kamar Rani dengan nampan berisi segelas jus .


Kemudian fairel memberikannya pada Rani  " minumlah nek " bujuk fairel lembut


" Kau memang cucu kesayangan ku .kau selalu memanjakan nenekmu ini " Rani minum jus nya dengan di bantu oleh fairel dan fairel hanya tersenyum manis .


di sisi lain Samir terlihat gelisah memikirkan keadaan Sonya .Olivia mencoba menenangkan putranya.


" Nak ,jangan menghawatirkan sesuatu yang belum terjadi  "


Samir berhenti mondar mandir,dan duduk di sebelah Olivia yang sedari tadi duduk .


" Gimana aku nggak gelisah mah .Sonya berada di sarang harimau .Samir tidak tau sekarang keadaannya . " Samir mencurahkan kegelisahannya yang berlebihan pada Olivia.


" Kakak terlalu berlebihan .kakak memikirkan dirinya dia sendiri tidak ingin pulang .karena Sonya disana enak .ada AC ,rumahnya besar .pasti dia tidur dengan nyaman disana .itulah kenapa dia tidak mau pulang  " sambung Laras yang duduk juga di dekat tv .


" Ada sesuatu yang di sembunyikan Sonya yang Samir tidak tau .itulah kenapa Sonya tidak mau pulang .Samir akan kembali kesana untuk mengajaknya pulang " Samir menghela nafasnya panjang lalu bersandar di sofa


Secara refleks Olivia dan Laras saling menatap ketakutan " jangan " ucap Olivia dan Laras bersamaan


" Kenapa ?" Tanya Samir kebingungan


" Mamah tidak ingin kau terluka mir .bagaimana jika Jay disana ? Mamah takut dia tidak mengampunimu .mamah mohon jangan pergi kesana nak " Olivia mohon .


" Tidak bisa mah .Samir harus menjemput Sonya "


Laras melihat ke arah  Samir " gimana jika Sonya tetap tidak mau " tanya Laras asal


" Samir akan maksa Sonya " jawab Samir

__ADS_1


__ADS_2