Kisah Kita Belum Selesai

Kisah Kita Belum Selesai
Bab 29


__ADS_3

Di bawah sinar matahari .Rani berjalan menuju rumah ibadah secara diam diam .maklum saja Jay akan sangat marah jika salah satu keluarganya pergi ke rumah ibadah .


Karena semenjak kepergian joya .Jay berjanji tidak akan pergi ke rumah ibadah dan dia akan berhenti percaya terhadap Tuhan .


Bagi Jay semua yang terjadi padanya bukanlah sebuah cobaan melainkan kutukan yang di berikan Tuhan padanya .


Itulah kenapa setiap anggota keluarganya jika ingin beribadah pasti secara diam diam tanpa sepengetahuan Jay .


Dengan umur Rani yang sudah tua .dia berjalan sempoyongan di teriknya matahari.


" Aku akan memohon ,agar Jay mendapatkan kebahagiannya kembali " gumam Rani bersemangat


Sesampai di rumah ibadah .Rani meminta seperti yang dia inginkan .setelah itu dia melangkah keluar dari tempat ibadah .


Di perjalanan menuju rumah .karena sejak pagi Rani belum makan di tambah terik matahari yang cukup panas membuat Rani jatuh pingsan di sisi jalan .


Seorang wanita yang kebetulan ada disana menolong Rani .


" Nenek " wanita itu menepuk lembut pipi Rani dan ternyata wanita itu adalah Sonya.


" Taxi " panggil Sonya .supir taxi pun menghentikan taxi nya tepat di hadapan Sonya .


" Pak tolong bantu saya " Sonya meminta tolong pada supir taxi agar membantunya membopong tubuh Rani ke dalam taxi .


Dengan bantuan supir taxi .rani dan Sonya sudah berada di dalam taxi .


" Mau kemana non ?" Tanya supir taxi sambil melirik Sonya dari spion dalam


" Lurus saja pak .nanti saya beritahu lagi " balas Sonya panik


Supir taxi mengangguk dan melajukan mobilnya sesuai keinginan Sonya .


Ternyata Sonya membawa Rani ke kediaman wiliam.supir taxi pun kembali membantu Rani keluar dari taxi .


Ketik para penjaga rumah Jay melihat Rani di bopong ,dengan buru buru sebagian penjaga berlari menggantikan supir taxi .


Rani di bawa ke kamarnya oleh para penjaga .Peter terharu melihat Sonya menyelamatkan ibunya .


" Terimakasih nak .kau bukan hanya menyelamatkan nyawa ku tapi kini kau juga menyelamatkan nyawa ibu ku. Aku tidak tau gimana jadinya jika tidak ada kamu " puji Peter pada Sonya


" Sama sama paman .aku senang dapat membantu keluarga ini " balas Sonya sopan


" Baiklah .paman akan ke atas melihat keadaan ibu " ucap Peter dan pergi meninggalkan Sonya di dapur yang sedang membuatkan Rani segelas air hangat.


Tiba tiba Rani muncul dan mengangetkan Sonya .


" Jangan kamu fikir setelah kau menyelamatkan mertua ku kau akan di terima di rumah ini . Sebelum Jay kembali dari kantor kau sudah harus pergi dari sini .jika tidak Jay akan marah besar . kau paham ? " Seru bricia


" Paham Tante " balas Sonya sedih sambil mengangguk

__ADS_1


"Bagus " bricia pergi meninggalkan dapur


Kini Rani sedang di periksa dokter Mahesa .dia adalah dokter keluarga wiliam .


" Bagaimana keadaan ibu saya dokter ?" Tanya Peter pada dokter Mahesa


" Tidak perlu kwatir paman . Nenek baik baik saja .dia hanya kecapean karena berjalan di terik matahari dengan umurnya yang sudah tua .setelah istirahat dan makan ,nenek akan pulih " jawab Mahesa sopan .


" Terimakasih " Peter melempar senyum pada Mahesa dan di balas anggukan oleh Mahesa.lalu Peter menatap Rani .


" Ibu dengar .ibu sudah tua .klo mau kemana mana ibu bisa minta tolong kan sama Joon " pekik Peter pada ibunya agar ibunya tidak bepergian seorang diri mengingat usianya .


" Iya .kau sangat cerewet " umpat Rani manja .Mahesa dan Peter saling menatap smbil melempar senyum.


Sementara bricia hanya menyimak .Seketika Sonya muncul dengan sebuah nampan yang di taruh segelas air dan sepiring nasi beserta lauk di atasnya.


Mahesa dan Peter keluar kamar . " Terimakasih nak " ucap Peter pada Sonya sebelum keluar .


Sonya menyuapi Rani dan Rani sangat senang .


" Terimakasih nak Sonya .kau gadis yang sangat mulia .kau seolah di kirim Tuhan ke rumah ini untuk menjaga keluarga ini " puji Rani lembut


Tidak suka dengan perlakuan manis ibu mertuanya pada Sonya .bricia pergi melangkah keluar kamar Rani .


" Heran deh sama ibu mertua ku ini .gampang banget luluh sama siapapun . hah " umpat bricia kesal sambil terus melangkah .


Selesai makan .sonya membawa bekas makan Rani ke dapur .


Di kantor Jay sedang mengadakan pertemuan dengan klien.


" Tinggal bapak tanda tangan saja disini " ucap salah satu klien pada Jay


" Iya .baiklah " Jay bersiap akan tanda tangan


Namun terhenti ketika ponsel Jay berdering .dengan cepat Jay mengangkat ponselnya.


" Halo fairel .ada apa ?"


" Jay .nenek pingsan di jalan " seru fairel panik


" Apa .nenek pingsan ? Sekarang nenek dimana ?" Tanya Jay panik juga


"Ada di rumah Jay " jawab fairel


Jay segera menutup telponnya sambil berdiri . dan bersiap pergi .


" Pak ,bapak mau kemana ? Bapak belum tanda tangan . Bagaimana dengan kesepakatan kita ?" Tanya salah satu klien sambil berdiri


" Nenek ku lagi sakit .kau masih memikirkan tanda tangan . kesepakatan kita batal saja " ucap Jay enteng lalu pergi terburu buru

__ADS_1


Kedua klien itu hanya saling memandang dengan raut wajah kecewa .


Jay segera masuk ke dalam mobilnya dan melaju menuju rumah .


Selesai menelpon Jay. Fairel masuk ke dalam kamar Rani .


" Nek ,Jay sedang menuju kesini .aku memberitahu nenek pingsan di jalan " ucap fairel


Rani ternganga lebar mendengar Jay menuju ke rumah .Rani segera turun dari ranjangnya.dan mendekati fairel.


" Kenapa kau memberitahu Jay ,jika nenek pingsan .aduh bagaimana .jika dia tau nenek pergi ke rumah ibadah dia pasti akan menggigit nenek " umpat Rani pada cucunya panik.


" Nenek jika fairel nggak beritahu Jay maka fairel yang akan di gigit Jay nenek " keluh fairel


" Hah ,kau bukan kesayangan nenek lagi " Rani ngambek


Fairel tersenyum " nenek ,aku bisa apa Jay itu sangat kejam .jika nenek pingsan dan tidak ada yang memberi tau dia ,pasti dia akan marah . Tapi fairel udah bilang ,klo nenek sudah sadar .tapi tetap saja dia bersih keras ingin kesini " seru fairel sedih


" Ah sudahlah .kau nggak beritahukan nenek pingsan sehabis dari rumah ibadah nggak ?" Tanya Rani tidak sabar


" Tidak nek " balas fairel singkat


Rani tersenyum lebar " bagus .itu artinya nenek tinggal telpon Jay saja dan menyuruhnya kembali ke kantor saja .masalah selesai deh " ujar Rani bahagia


" Iya ,nenek bener " balas fairel ikut senang .


Rani mengambil ponselnya di atas nakas dan bersiap menelpon cucunya . Fairel hanya diam menyimak .


Akan tetapi Rani merasa terganggu dengan keberadaan cucunya.


" Heiii .kenapa masih disitu " usir Rani pada cucunya


" Apa ?" Fairel tidak paham maksud neneknya


" Pergilah .nenekmu ini tidak bisa akting kalo kamu terus berdiri disini memperhatikan nenek " ucap Rani


" Baiklah ,fairel akan pergi .semoga nenek berhasil " fairel memberi semangat pada sang nenek .


Rani menelpon nomor Jay .lalu menaruh benda pipih itu  di dekat telinga nya.


" Hallo Jay "


" Hallo nek .Jay denger nenek pingsan . Nenek habis dari mana  ? "


.nenek hanya sebentar di rumah ibadah " Rani keceplosan dia memukul pelan mulutnya  dan segera meralat ucapannya  " eh .nenek em nenek .nenek habis " Rani tampak kebingungan harus bicara apa .


" Nenek .kenapa tidak meminta joon untuk mengantar nenek .nenek harus menjaga kesehatan nenek . apa nenek tau umur nenek berapa ?" Tanya Jay


" 70 tahun " jawab Rani bergurau

__ADS_1


"Nenek !" Seru Jay sambil menggelengkan kepalanya


__ADS_2