Kisah Kita Belum Selesai

Kisah Kita Belum Selesai
bab 2 . fitting gaun pengantin


__ADS_3

Jayvin menyematkan cincin pertunangan di jari manis joya,sebaliknya joya memasang cincin yang satunya di jari manis jayvin,lalu terdengar suara tepuk tangan yang meriah dari keluarg dan para undangan


Mata bricia dan madu melotot besar tidak percaya dengan apa yang barusan mereka lihat .bricia mengoceh pada madu


" Bagaimana bisa ? Apa kamu yakin sudah mengambil isi dalam kotak perhiasan itu ?"


" Aku yakin sekali Tante,aku menaruh cincin itu di dalam pot besar itu ,tapi bagaimana bisa cincin itu kembali ke kotaknya ?" Madu berfikir keras mencari tau jawabannya


"Apa kamu yakin tidak ada yang melihat mu saat membuang cincin itu ?"


"Aku yakin sekali Tante tidak ada yang melihat aku "


Dari kejauhan nyonya Rita dan harel tersenyum lebar sambil memperhatikan ekspresi bricia dan madu .


" Kamu fikir aku akan membiarkan kau merusak pertunangan cucuku, tidak akan, aku juga akan memberitahu Peter kalau kau dan madu berusaha menggagalkan pertunangan cucuku" batin Rani


Flashback


Setelah madu mengubur cincin tersebut,madu pergi menghampiri bricia.harel yang ternyata mengintip madu dari kejauhan segera menghampiri pot yang ada cincin pertunangan Jay dan joya.


Harel memang sudah curiga melihat keanehan madu,sehingga harel memutuskan pergi lalu mengintip madu dari kejauhan .


"Sudah ku duga kau akan melakukan hal kotor seperti itu mantan calon kakar ipaku " gumam harel lalu menggeleng kepalanya


Harel segera mengambil kedua cincin pertunangan dari dalam pot.nyonya bricia yang panik setelah menyadari isi kotak perhiasan udah kosong segera membaik.


" Nenek mencari ini ?" Harel menunjukkan kedua cincin itu ke arah Rani


" Iya ,nenek udah panik , bingung mau nyari kemana,acara pertunangan akan segera berlangsung , ngomong ngomong kau Nemu dimana anak nakal ?" Rani menepuk pipi cucunya


" Calon kakak ipar yang gagal menguburnya di pot besar , Untung harel melihatnya nek, kalau tidak kak Jay sama kakak ipar joya tidak jadi bertunangan hari ini "


" Kamu memang pintar cucuku ,kamu persis seperti kakak dan ayahmu " Rani mengelus rambut cucunya


" Pastinya dong nek,keluarga William tidak ada yang bodoh "


" Ada ,mamahmu bricia sangat bodoh,dia selalu melakukan hal hal yang yang tidak di sukai oleh suaminya "


" Sudahlah nenek ,harel bawa kotak cincinnya dulu ke podium "


"Ya pergilah cucuku "


Harel naik ke podium setelah MC mengumumkan sesi pertukaran cincin.harel menyerahkan kotak cincin pada jayvin .


Flashback off


Seminggu sudah berlalu ,hari ini jay dan joya akan pergi fitting baju pengantin .


Bricia mencoba menahan putranya agar tidak pergi.bricia berpura pura sakit,ketika Jay hendak turun ke bawah,tiba tiba bricia memanggil putranya

__ADS_1


" Jay,bisa kah kamu membelikan mamah obat pusing di apotik ,mamah merasa sangat pusing ?" Bricia berpura pura merasa sakit di jidatnya


" Iya mah ,setelah pulang ,Jay akan mampir ke apotik,beli obat untuk mamah "


" Jangan Jay kelamaan , sekarang aja ya nak ,mamah sudah tidak nahan pusing nya "bricia terus saja memijat mijat area jidat dan pelipisnya seakan terasa sakit di sekitar sana


Jay menjadi panik " mama apa mamah baik baik saja ,bagaimana kalau kita ke rumah sakit saja mah,Jay akan anterin mamah "


"Tidak perlu jay,mamah minum obat pusing juga nanti sembuh,Jay ke apotek aja beli mamah obat pusing ya "


" Baiklah mah ,mamah istirahat aja di kamar,Jay akan segera kembali "


" Tidak perlu kak Jay,biar aku aja yg beli mamah obat,kak Jay pergi aja sama kakak ipar"


Bricia menepuk jidatnya,dia merasa kesal rencananya kembali gagal ,sebenarnya kemarin bricia sudah merencanakan semua ini dengan madu .


Bricia berpura pura sakit untuk mengantarkan Jay ke apotek,disana madu sudah menunggu untuk menahan Jay.


Flashback


Bricia dan madu duduk di sudut ruangan sebuah cafe .keduanya tampak sibuk menyusun rencana selanjutnya


" Tante ,bagaimana jika besok mamah pura pura sakit saja,dan minta Jay untuk beli obat ke apotek bregas .madu akan menunggu disana Tante ,ban mobil madu akan madu kempes in.setelah itu madu minta di anterin pulang sama Jay ke rumah .setelah sampai di rumah madu akan kasih Jay segelas minuman yang sudah di campur dengan obat tidur sebagai tanda terimakasih sudah mengantar madu ke rumah.setelah itu....."


Bricia dan madu saling menatap seolah paham selanjutnya yang akan terjadi lalu keduanya tertawa bahagia


Flashback end


Harel hanya menggeleng kepalanya pertanda setuju.


"Tapi Jay ,jangan pergi dulu ,mamah ..." Bricia melangkah ingin mengejar Jay tapi di tahan oleh harel


" Mamah ,biar harel aja ya yang beli obat mamah ,mamah istirahat saja di kamar ya " harel menuntun bricia ke kamar


Bricia terpaksa menurut masuk ke kamar.harel membaringkan tubuh ibunya di tempat tidur berukuran king size.


Kemudian harel menyelimuti bricia dengan selimut " mamah tunggu sini ya ,harel akan segera kembali "


Lalu Harel keluar dari kamar dan segera turun ke bawah .bricia merasa kesal jika rencananya gagal total.


Bricia mengambil ponselnya di atas nakas ,dan segera menghubungi madu .


Belum sempat menyentuh menu panggil ,nyonya Rani ,harel dan seorang pria memakai snelli lengkap dengan tas medis masuk ke dalam kamar bricia.


Bricia yang kaget dengan kedatangan dokter hanya bisa pasrah .


" Mamah ,kenapa mamah Bagun dari ranjang ?" Harel membantu bricia kembali berbaring di atas ranjang


" Kenapa kau manggil dokter harel mamah tidak apa apa ,mama hanya perlu minum obat lalu istirahat "

__ADS_1


" Nenek yang manggil mah "


Bricia menoleh ke arah ibu mertuanya .Rani hanya tersenyum miring pada menantunya


" Aku tau kau hanya berpura pura sakit menantu bodoh " batin rani


" Astaga ,nenek tua ini selalu menyusahkan aku " batin bricia


" Kamu harusnya berterimakasih pada mertua mu ini,ketika Jay mengatakan kau sedang sakit ,aku langsung menelpon dokter Mahesa " seru Rani


Bricia tersenyum hampar" iya Bu,terimakasih " balas bricia


Dokter Mahesa memeriksa bricia ,bricia hanya pasrah.


" Baiklah , semua baik baik saja , tidak ada yang perlu di kwartirkan ,saya akan memberi obat pusing saja "


Setelah memberikan obat pusing ,Mahesa pamit keluar ,disusul dengan harel dan Rani.


Sementara jay dan joya sedang memasuki sebuah butik mewah ,didalamnya terdapat banyak sekali deretan baju pengantin


" Hello Mr William, selamat datang ,ada yang bisa saya bantu ?" Sapa seorang perempuan cantik dengan sopan dan senyum mempesona


" Hello ms Liza ,senang bertemu denganmu lagi ,bisakah kau menunjukkan gaun pengantin yang terindah dan elegan untuk calon istriku ini " jawabnya menjelaskan maksud tujuannya datang dengan senyum tampan dan sopan.


" Anda akan segera menikah tuan William,wah suatu berita yang membahagiakan,saya turut bahagia untukmu tuan William ,baiklah mari saya tunjukkan beberapa desain gaun pernikahan yang sesuai dengan anda dan nona inginkan " ucap Liza dengan lembut lalu menunjukkan beberapa desain gaun pernikahan yang bagus.


Joya dan Jay hanya mengangguk dengan mata fokus memperhatikan setiap desain gaun pengantin ,hingga akhirnya mata Jay terhenti disebuah gaun pengantin yang begitu elegan.


" Aku rasa ini sangat cocok untukmu" Jay menatap ke arah joya,joya hanya membalas dengan senyuman.


" Pilihan yang sangat bagus tuan William,baiklah mari nona ,saya antarkan ke ruang ganti untuk segera mencoba gaunnya " ucap Liza dengan sangat semangat lalu menarik tangan joya agar mengikutinya.


Para pegawai Liza segera mengukur badan joya ,lalu mengambilkan gaun dengan ukuran joya sesuai dengan pilihan Jay .


" Terimakasih " ucap joya lalu memakaikan gaun pengantin pilihan tunangannya


" Anda terlihat sangat cantik nona ,pantas saja tuan William memilih nona "


" Terimakasih ms Liza " balas joya lalu tersenyum manis


Lalu Liza menuntun joya keluar dari ruang ganti dan mengarahkannya mendekati sebuah cermin ,joya menatap dirinya di cermin ,seulas senyum kecil terlihat di kedua sudut bibirnya .


" Kau terlihat sangat cantik dengan gaun ini joya " ucap jayvin dari belakang yang sedari tadi sudah berdiri menatap joya


Joya hanya membalasnya dengan senyuman manis.


Kemudian seorang pegawai membawakan sepatu dan memberikannya pada Jay, lalu Jay duduk bersimpuh dan melepaskan sepatu joya yang dia kenakan lalu menggantinya dengan sepatu pernikahan yang sangat cantik.


Hal itu membuat para karyawan butik iri dengan perlakuan Jay pada tunangannya.

__ADS_1


" Sempurna " seru Jay lalu mengecup pipi joya ,joya merona seperti kepiting rebus.


__ADS_2