Kisah Kita Belum Selesai

Kisah Kita Belum Selesai
Bab 25


__ADS_3

Setelah pertemuan jayvin dengan sonya.sedikit demi sedikit jayvin kembali pada jati dirinya sendiri.


Jayvin mulai melupakan kesedihannya .dan mengagumi sonya.setiap kali Sonya membersihkan kamar jayvin .


Jayvin selalu diam diam memperhatikan sonya.ketika Sonya sadar ,Jay menjauhkan pandangannya dan berbuat pura tidak tau.


Bahkan pagi ini Dengan santai jayvin menikmati sarapannya . harel yang sarapan di sampingnya terus saja memperhatikan jayvin.


Seperti memiliki mata di segala arah ,tanpa melihat jayvin tau jika harel memperhatikannya .


" Kenapa kamu memandangi ku seperti itu ? Apa ada masalah ? " Tanya Jay menghentikan makannya


" Kakak .stop terus memecat staf mu " ucap harel tanpa ada reaksi dari Jay.


Seketika Sonya datang dengan dua cangkir kopi di tangannya.fikiran jayvin langsung terpecah .


Segera Sonya menaruh kopi di dekat Jay dan yang satunya di dekat harel .tanpa menunggu lama Jay meneguk kopi buatan Sonya.


" Kok nggak enak ,kamu nggak kasih gula ya ?" Tanya Jay usil


Karena penasaran Harel meminum kopinya.tapi harel tidak menunjukkan rasa pahit .


" Manis kok " harel menatap Jay bingung


Jay kembali meminum kopinya " tapi punya ku pahit "


Karena kesal Sonya mengambil kopi dari tangan Jay dan langsung mencicipinya " manis kok " protes Sonya kesal


" Aku bilang pahit ,cepat buatin aku lagi " jayvin merebut gelas di tangan Sonya dan kembali meminum kopinya sampai habis .


Sepertinya Sonya paham maksud Jay .dia hanya ingin basa basi dengan Sonya dan ingin di buatin lagi kopi karena kopi buatan Sonya mengingatkan Jay pada joya .


Dengan senang hati Sonya pergi ke dapur untuk membuatkan Jay secangkir dan Jay hanya tersenyum licik


Harel yang sedari tadi disebelah Jay bertopang dagu menatap kakaknya.


Dari kejauhan bricia menyaksikan jayvin dengan tatapan anehnya pada Sonya.


Hal itu memuat bricia tidak suka . Akan tetapi bricia tidak menunjukkan nya pada putranya.


Tap tap tap tap tap tap tap tap


Suara langkah kaki Bricia melangkah mendekati meja makan .


" Selamat pagi anak anak mamah " bricia duduk di sebelah Jay


" Mamah " ucap harel dan Jay barengan dan bricia tersenyum.


" Ayah ,sama nenek tidak ikut sarapan mah ?" Tanya Jay

__ADS_1


" Papah mu lagi telponan dengan seseorang ,paling sebentar lagi kesini  .kalo nenekmu ,dia sedang tidak enak badan " ujar bricia malas


" Apa perlu Jay panggilan dokter mah ?" Jay terlihat kwatir dengan keadaan neneknya.


" Nggak perlu Jay ,nenekmu cuma pegel pegel aja katanya " bricia meneguk teh nya.


Sonya kembali dengan segelas kopi dan segera menaruhnya di hadapan jay.


" Kopinya " jay tersenyum jail menatap sonya.bricia melirik Jay lalu menatap  Sonya dengan tatapan sinis


" Sonya ,kamu segera ke atas bawa minyak urut .ibu mertuaku sedang tidak enak badan .kau harus mengurut nya " perintah bricia


Sonya hanya mengangguk lalu pergi keatas menuju kamar Rani .


Tok tok tok


Sonya mengetok pintu kamar Rani .


" Nenek "


Tok tok tok


" Iya ,masuk saja .pintunya tidak di kunci " seru nenek Jay dari dalam kamarnya.


Cklek


" Nenek ,aku akan memijitmu "


Dia duduk di sebelah Rani lalu memijit kaki Rani terlebih dahulu.


Rani terus saja menatap Sonya " nak .entah mengapa aku merasa sudah lama mengenalmu.aku bersyukur kau masuk kedalam rumah ini .aku berharap suatu saat nanti Jay menemukan wanita sepertimu " katanya sambil tersenyum menatap Sonya


" Nenek jangan terus memujiku .aku bisa malu,lagian aku rasa semua wanita ketakutan jika berada di dekat jay.dia sangat pemarah " ucap Sonya sambil terus memijiti kedua kaki Rani.


" Nak ,apa kamu tau ,dulu cucuku tidak seperti itu .dulu dia sangat baik dan perhatian .tapi semenjak dia kehilangan istrinya dia berubah menjadi seperti itu " Rani mengingat kembali masa lalu


Hati Sonya terasa sedih mendengar perkataan Rani .ingin rasanya dia berteriak dan memberitahu kepada semua bahwa dia adalah joya .


Akan tetapi dia sadar ,jika itu sangat mustahil,di jaman modern seperti sekarang ini tidak ada yang mempercayai hal semacam itu.


Semua orang hanya akan menertawakan dirinya ,dan berfikir jika dia sudah tidak waras lagi.


Hal itu juga akan membuat Jay semakin jauh darinya.jay hanya akan membenci dirinya .


" Nak ,kenapa wajahmu menjadi sedih " tanya Rani penuh tanya


" Tidak nek ,aku hanya mengingat ibu dan ayahku yang sudah tiada " jawab Sonya


Karena terbawa suasana Rani menjadi ikut sedih " nak ,kau masih punya nenek .aku akan menjadi nenekmu , yang selalu ada untuk mu " Rani mencoba menghibur Sonya.

__ADS_1


Bagai mendapat sebuah berkat ,Sonya merasa bahagia ,selain dia bisa masuk kembali ke dalam keadiaman Wiliam ,dia juga mendapatkan hati Rani dan Peter.


Sesaat Peter masuk ke kamar Rani .dan menatap ibunya bahagia.


" Ibu ,bibi barusan menelpon ,fairel sedang menuju kesini "


Rani terkejut " fairel ? " Tanya Rani memastikan jika dia tidak salah dengar


" Iya " Peter mengangguk


Sonya hanya menyimak .


Peter pun keluar kamar Rani dan segera turun ke bawah , untuk memberitahu yang lain.


Rani menatap Sonya " nak ,turunlah kebawah ,memasak lah yang banyak ,sepuluh Jay sedang dalam perjalanan kesini "


Sonya hanya mengangguk dan segera melangkah pergi.


" Sonya ,tunggu sebentar "


Sonya berhenti dan langsung berbalik badan " ada apa nek ?" Tanya Sonya


" Buatkan juga teh untuk nya.dia sangat suka teh.apalagi teh buatanmu ,pasti dia akan nagih " puji Rani


Sonya hanya tersenyum sambil menggeleng kepalanya.lalu pergi melangkah keluar dari kamar Rani .


" Tuh ,ayahmu sudah datang " bricia menatap ke arah suaminya sedang menuju ke arah nya.


Harel dan jy memutar kepalanya ke kanan.


" Mah fairel dan Miranda lagi di jalan arah kesini " Peter duduk di samping bricia


" Fairel udah kembali ?" Tanya bricia


" Iya ,Miranda lagi menjemput ke bandara " jawab Peter.


Sepertinya Jay tidak terpengaruh dengan percakapan kedua orang tuanya.dia terus menikmati kopi buatan joya.


Seketika Sonya lewat ,Jay melirik Sonya,dan Jay berpura akan mencuci tangan ke wastafel.sedangkan bricia dan Peter terus ngobrol masalah fairel membuat bricia tidak menyadari tingkah aneh Jay.


Dan harel sibuk dengan ponselnya.dia sedang mengetik di layar ponsel nya.sambil tersenyum ketika  membaca chat yang masuk.seperti sebuah kebasan harel menikmatinya .


Andai Gisel berada d sana,mungkin Gisel akan merebut ponsel milik harel.


Tapi sayang nya .ibu Gisel sedang sakit sehingga Gisel untuk sementara waktu berada di rumah 0rang tuanya.


Jay memperhatikan Sonya dari belakang yang sedang memasak untuk menyambut kedatangan fairel . Jay lupa jika dia harus pergi ke kantor. Setiap dia menatap Sonya, seolah dia sedang menatap j0ya , itulah mengapa Jay betah berlama lama beranda di dekat Sonya.


Tapi jika Jay mengetahui s0nya adalah Adik sepupu Samir .entah apa yang akan terjadi dengan Jay.

__ADS_1


__ADS_2