Kisah Kita Belum Selesai

Kisah Kita Belum Selesai
Bab 50


__ADS_3

Beberapa jam kemudian , dokter keluar dari ruangan .


Anita , dan fairel dan Jay menghampiri dokter yang menangani Sonya .


" Bagaimana keadaannya dokter " sapa Jay panik


" Dia baik baik saja .lukanya sudah di jahit . Kalian bisa menemuinya sekarang " balas dokter


" Terimakasih dokter " balas Fairel


Jay melangkah panjang . Masuk ke ruangan dimana Sonya berbaring . Anita dan fairel mengikuti dari belakang .


" Kau baik baik saja ? " Ucap Jay pada Sonya yang sedang berbaring dengan perban di kepalannya .


" Aku baik baik saja . Lukanya tidak terlalu serius . Kata dokter aku bisa pulang sekarang " kata Sonya dengan ceria dan semangat .


" Kau bisa berjalan ? " Tanya Anita


" Jika tidak kuat ,kau tidak perlu memaksakan diri . Kau bisa menginap semalam disini " ujar Jay dingin


" Hei ,aku tidak selemah itu . Aku kuat kok . Lihat " Sonya bangkit dari tempat tidurnya .


Fairel , Anita dan Jay hanya menyimak dan mengamati Sonya .


" Ayo kita pulang " ajak Sonya bersemangat .


" Kamu yakin ? " Tanya Jay memastikan


" Iya "  balas Sonya lalu tersenyum


Sejak tadi fairel hanya memperhatikan Sonya . Dia selalu saja terpesona ketika menatap Sonya .


" Aku akan membantumu berjalan , ayo " ajak fairel sembari memegang lengan Sonya .


Sonya melirik Jay , dan Jay memalingkan wajahnya ke samping .Seolah menutupi perasaan cemburunya.


Lalu Anita memperhatikan Sonya dan Jay secara bergantian .


Kini Sonya dan Fairel berjalan beriringan . Sementara Jay dan Anita berjalan di belakang .


Sesudah sampai di rumah . Fairel membawa Sonya ke kamar . Peter terlihat kwatir dengan keadaan Sonya .


" Nak ,apa yang terjadi ? " Tanya Peter pada Jay yang sedang berdiri di pintu kamar melirik ke arah fairel yang sedang merebahkan tubuh Sonya di atas ranjang .


" Dia mencoba menyelamatkan aku ayah " ujar Jay dengan nada lemas


" Bener begitu ? Itu artinya dia sangat peduli pada mu Jay . Ayah mohon Jay , perlakukanlah gadis malang itu dengan baik . Dia udah begitu sering menjaga dan menyelamatkan keluarga ini " ucap Peter memohon pada putranya

__ADS_1


Jay hanya diam menyimak sembari menatap ke arah ranjang dimana Sonya berbaring .


" Sonya ,kau istirahat lah . Aku akan ke bawah . Jika butuh sesuatu kau bisa panggil aku . Kau mengerti ? " Ujar Fairel dengan lembut dan penuh kasih sayang .


Dari pancaran mata fairel terlihat ketulusan dan cinta untuk Sonya . Tapi Sonya tidak menyadari itu .Sonya mengangguk seraya tersenyum ramah  pada Fairel .Seolah dia memberikan peluang untuk Fairel .


Di ruang keluarga , Bricia dan Anita mengobrol . Keduanya terlihat sangat akrab seperti ibu dan putri .


" Anita , bagaimana hubunganmu dengan Jay ? Apa sudah ada kemajuan ? " Ujar Bricia penasaran


" Belum Tante " balas Anita seraya menggelengkan kepalanya


" Kau harus lebih banyak waktu bersama jay . Kalau begitu kau temui Jay sekarang ke kamarnya . Ayo " titah Bricia penuh antusias


" Iya ,baiklah Tante " Anita berdiri dan melangkah menaiki tangga menuju kamar Jay .


Tanpa mengetok pintu, Anita masuk ke kamar Jay dengan santai .


" Jay ! " Panggil Anita sambil memindai sekeliling kamar , akan tetapi ,Jay tidak ada disana.


" Mungkin dia sedang mandi "  gumam Anita mendekati pintu kamar mandi


" Jay , Kau dengar aku  ! Kau di dalam " Anita kembali berteriak memanggil Jay .


Tetapi tidak ada jawaban dari dalam . Hanya ada suara gemercik air.


Yakin Jay ada di dalam ,Anita duduk di sofa mini di dekat jendela sambil menunggu Jay keluar dari dalam kamar mandi .


Bukannya merasa malu ,Anita malah terus menatap tubuh Jay tanpa baju . tampaknya Anita terpesona dengan keindahan tubuh atletis Jay .


Mungkin hal seperti itu udah biasa di tempat kelahirannya, itulah kenapa reksinya biasa saja pada Jay .


" Ada apa ? "


" Tidak ada, Tante Bricia menyuruhku kesini " jawab Anita dengan tenang .


"Kamu ke bawah saja . Aku akan menemui mu ke bawah  " ucap Jay


" Kenapa ? Kita bisa ke bawah bersama sama " ujar Anita


" Aku ingin pakai baju . Apa aku harus memakainya di hadapan mu ? "


" Emang kenapa ? Aku tidak keberatan jika kamu memakainya di hadapanku " sela Anita dengan senyum nakal nya sembari bergurau .


" Tidak bisa . Aku merasa malu . Kau keluar dulu . Aku akan menemui mu dibawah . Cepatlah " Jay mendorong tubuh Anita keluar


" Tapi Jay " Anita berusaha meronta sambil  tertawa kecil

__ADS_1


"  Keluarlah " Jay terus mendorong Anita


Jay segera menutup pintunya setelah berhasil mendorong Anita keluar .lalu Jay segera Memakai bajunya .usai berpakaian Jay turun ke bawah seperti janjinya .Jay dan Anita mengobrol di bawah .


Sementara Bricia masuk ke kamar Sonya . Seperti yang biasa dia lakukan , dia mengumpat pada Sonya yang sedang rebahan di kasur.


Setiap apa yang di lakukan Sonya selalu salah di mata Bricia . Dan Sonya hanya diam dan pasrah . Dia tidak bisa membalas karena dia sadar,wanita yang akan dia lawan adalah wanita yang sudah melahirkan laki laki yang dia cintai.


" Dengan kasar , Bricia membuka pintu kamar Sonya dengan kasar .


"  Kenapa hidupmu selalu saja ceroboh . Dan sialnya kami harus selalu merawatmu . Apa kamu tidak bisa lebih berhati hati sedikit . Agar kau tidak menyusahkan orang lain lagi .


Sonya hanya menyimak dan diam mengamati Bricia terus mengumpati dirinya .


" Atau kau memang sengaja melakukannya . Kau sengaja agar Jay memperhatikanmu . Ya kenapa tidak, di dalam darahmu mengalir darah penipu dan pembunuh . Ku memang wanita yang sangat hina  " tuduh Bricia dengan tatapan sinis pada Sonya . Lalu Sonya hanya bisa menggelengkan kepalanya.


Usai memaki Sonya , ibu dua anak itu pergi kelur dari amar Sonya . Dan Sonya tidak dapat membendung air matanya lagi yang dia tahan sejak tadi  . Air mata nya jatuh membasahi bantal .


Dia begitu sedih melihat kenyataan, Bricia yang tidak pernah bisa menerima kehadirannya.


Apa salahnya , dia hanya ingin di cintai dan diterima di keluarga ini . Dia selalu melakukan permintaan pada yang kuasa . Agar Bricia menerimanya.Tapi sampai detik ini juga belum terkabul .


" Ibu mertua , Andai saja kau menyayangi aku . Aku akan sangat bahagia dan merasa orang yang paling beruntung di dunia ini .  Kenapa kau tidak bisa melihat betapa aku tulus mencintai putramu  " ungkap Sonya dalam kesedihannya .


Hiks hiks hiks


Air mata Sonya terus mengalir membasahi pipinya dan juga bantal . Matanya hingga memerah dan terlihat bengkak .


Fairel yang selalu berusaha mendekati Sonya masuk ke kamar Sonya usai mengetok pintu yang tidak tertutup rapat .


Dengan segera Sonya mengusap air matanya .


" Sonya ,ada apa ? Kau habis menangis ? " Tanya Fairel


" Tidak ,aku tidak sedang menangis " balas Sonya berbohong


"Coba aku lihat matamu " fairel mencoba menatap mata Sonya yang sembab.


Dengan cepat Sonya membelakangi fairel . Dia  menyembunyikan matanya yang memerah akibat menangis .


" Sudah kubilang aku tidak menangis " seru Sonya .


Fairel menghela nafas panjang " ya sudah kenapa kaualah menyembunyikan wajahmu dariku "  ujar fairel


" Tidak ,aku tidak sedang menyembunyikan tapi aku sudah mengantuk " Sonya berpura pura menguap .


" Ya baiklah ,kalo begitu aku akan pergi . Kau tidurlah " fairel bangkit dari duduknya dan segera keluar dari kamar sembari tersenyum salut sembari menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


" Aku tau , kau pasti habis menangis karena tadi aku melihat bagaimana Tante Bricia menghinamu . Tapi aku salut padamu . Kau bisa tegar di hadapan Bricia tanpa membalasnya . Aku sungguh menyukaimu Sonya " batin Fairel sembari berjalan .


Dia begitu mengagumi sosok Sonya yang cantik dan kuat .


__ADS_2