Kisah Kita Belum Selesai

Kisah Kita Belum Selesai
bab 17


__ADS_3

Samir berniat mampir ke sebuah coffee shop .ingin menemui temannya sekalian melepas penat untuk sesaat.


Dari jauh Samir melihat madu sedang asyik ngobrol dengan para sahabat nya .Samir berniat memberikan madu kejutan.


Samir diam diam mendekati madu sambil tersenyum bahagia.


Ketika Samir bersiap mengagetkan madu .tiba saja Samir ternganga lebar mendengar madu jujur pada sahabatnya.


" Madu gimana hubungan lo dengan Samir ? " Sahabat satu madu


" Iya madu .kapan lo akan menikahi nya ?" Sahabat kedua


"Iya madu kapan ? " Lanjut sahabat ke tiga


Madu menghela nafasnya " gue nggak pernah punya niatan untuk menikah dengan dia.gue cuma manfaatin dia saja .sekarang dia udah jatuh miskin. untuk apa lagi gue berpura pura mencintai nya.malas amat " jawab madu dengan wajah malasnya


" Madu !" Teriak Samir penuh dengan amarah


Madu dan ketiga sahabatnya berdiri sambil menoleh ke arah Samir yang berdiri dengan emosi yang sudah memuncak .Seperti gunung yang siap meletus .


" Samir ! Kau salah paham .aaa akuuu ,aku tidak bermaksud ...." Madu gugup harus bicara apa


Samir dengan cepat mengambil pistolnya di saku .madu dan ketiga sahabatnya ketakutan dan berteriak  saat Samir menodongkan pistolnya ke arah nya.


" Hei turunkan senjatamu .madu bisa tiada " ucap sahabat ke dua madu dengan lantang


Samir berpindah menodongkan pistol nya ke arah sahabat kedua madu


" Aauuu......maaf samir.aku salah bicara " balas sahabat


Kedua madu ketakutan.


" Samir .ini nggak lu cu .kiii ta bisa biii ca raa baik baik ya .tapi to long turunin sen jata mu ya " bujuk madu


" Kau perempuan paling jahat yang pernah aku kenal .kau udh berani mempermainkan perasaanku " Samir bicara lalu melepas pelurunya .


Doorrrrrr


Pelurunya tepat mengenai perut madu .darah segar mengalir banyak di dress berwarna hitam milik madu.


Semua orang yang berada di dalam berteriak ketakutan.


" Sa mi rr .ka u ..." Madu memegang bekas tembakan Samir membuat tangan madu di penuhi dengan darah yang keluar dari luka tembakan di perutnya.

__ADS_1


Madu terkapar tak berdaya.samir menangis mendekati madu .


" Madu ,kenapa kau berani mempermainkan perasaanku.aku sangat mencintaimu.bahkan aku hingga membunuh joya yang tidak bersalah .hiks hiks hiks " Samir menangis


" Apa salahku madu .hingga kau tega melakukan itu pada ku .kau berpura pura mencintai aku yang sangat mencintai mu .jawab madu ,jawab ,hiks hiks hiks jawab madu jawab " Samir mengguncang guncang tubuh madu .


Ketiga sahabat madu dan beberapa pengunjung yang lain hanya diam dan syok menatap ke arah madu dan Samir.dan yang lain berteriak histeris,ada yang menutup mulut nya dengan mata melotot.


Beberapa menit kemudian ambulans dan polisi masuk ke dalam coffee shop.setelah seseorang yang berada di situ menelpon polisi.


Polisi mengamankan senjata Samir .Samir tidak melakukan perlawanan sama sekali .Samir pun di bawa ke mapolres.sementara mayat madu di bawa ke RS .


Di rumah sakit ,Laras dan Olivia duduk menghadap ke tempat tidur Seno yang sedang berbaring dengan beberapa alat menempel di tubuh nya.


Ponsel Olivia berdering.olivia segera mengangkat ponselnya.


" Hallo ,iya bener ,kenapa ya ?,apaaa !,baik pak saya akan segera kesana .iya.terimakasih " Olivia menutup telponnya.


Olivia menatap putrinya panik


" Laras ,kakak kamu di kantor polisi. Dia menghabisi madu .mamah akan ke sana .kamu tolong tungguin papah ya disini " Olivia mengambil tas nya lalu pergi


" Tapi mah ...." Sela Laras namun Olivia udah menghilang dari pandangan nya .


Jayvin masuk ke ruangannya.dan duduk di bangku sambil bersandar .


" Ngapain mereka ada disini ? "


Tanya jayvin sambil melepas kacamatanya dan menaruhnya di meja.


Roy terlihat ketakutan " maaf bos ,mereka ingin menemui bos .mereka memaksa untuk masuk " ucap Roy sambil menunduk


" Aku tidak tertarik dengan produk mereka .tapi mengapa mereka tidak mengerti juga.kenapa hal sekecil itu saja kau tidak bisa menangani nya Roy ? " Jayvin menatap Roy


" Maaf bos "


Kedua orang itu segera masuk tanpa ketok pintu lebih dulu .


" Jayvin ,aku mohon berikan aku waktu 10 menit untuk persentase " ucap seorang wanita


Jayvin menatap wanita itu dengan tatapan kesal .


" Hanya lima menit " balas jayvin

__ADS_1


Sang wanita mendekati jayvin dengan senyum menggoda " baiklah " sang wanita berbisik dengan nad seksi di telinga jayvin .dia seolah sengaja melakukannya untuk menggoda jayvin.


Jayvin melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya " waktumu lima menit dari sekarang .mulai "


Wanita tersebut tersenyum dan memulai persentase nya.saat melakukan persentase dia sesekali menatap jayvin dengan mata genitnya .akan tetapi tidak terlihat ketertarikan di wajah jyvin sedikit pun .seolah wanita tersebut hanya menghabiskan waktunya saja.


Setelah lima menit Jay bangkit dari duduk nya .


" Dari awal saya udah bilang .kalo saya tidak tertarik dengan produk anda.tapi anda terus saja memaksa.sekarang lima menit sudah berlalu ,saya harap anda keluar dari ruangan saya " ucap jayvin


Wanita tersebut hanya bengong . tidak menyangka jayvin sedingin itu ,bahkan terhadap seorang wanita cantik.


Jayvin melirik wanita tersebut lalu mengalihkan pandangan nya ke arah Roy .


" Roy ,tunjukkan pintu keluar pada nya " perintah jayvin


Roy mengangguk dan menuntun wanita tersebut untuk keluar.


" Tunggu ! "Teriak jayvin yang menghentikan langkah sang wanita dan berbalik badan menatap ke arah jayvin .


" Jadilah wanita terhormat.jangan bertingkah seperti seorang wanita murahan " lanjut jayvin .sang wanita merasa tersinggung


" Dia laki laki berhati dingin yang paling dingin yang pernah aku temui " gerutu sang wanita sambil berjalan.


Sementara di kantor polisi,Olivia merasa sedih dan juga bingung .dia menemui Samir .


" Samir .kenapa kau melakukan hal bodoh seperti itu lagi nak ?. Sekarang mamah bingung harus apa . Bagaimana cara mamah untuk membebaskan kamu nak "


" Mamah ,tolong hubungi Sigit mah .dia bisa membebaskan aku seperti tujuh tahun yang lalu "


" Mamah berharap seperti itu nak .tapi Sigit sedang keluar negeri  .menurut satpam rumahnya.sigit disana untuk waktu cukup lama " balas Olivia sedih


Terlihat rasa kecewa di wajah Samir " ya sudah mah .Samir tidak apa di sini hingga Sigit kembali .mamah pulanglah .mamah harus menjaga papah di rumah sakit " kata Samir


" Nak .kenapa kamu sampai membunuh madu ?"


" Dia sudah berani mempermainkan perasaanku mah .dia selama ini berpura pura mencintaiku .aku mendengarnya sendiri ,dia bicara seperti itu  " ucap Samir dengan nada sedih lalu menunduk tak berdaya.


Olivia merasa sedih melihat kondisi putranya " nak ,bersabarlah mamah akan berusaha mencari cara agar kau bisa secepatnya bebas " Olivia memberi harapan pada putranya dengan beruraian air mata.


" Sudahlah mah . tidak perlu menghawatirkan aku.mamah pulanglah.saat ini papah lebih membutuhkan mamah " bujuk Samir


Olivia menghapus air matanya " baiklah nak . mamah pergi dulu ya nak "

__ADS_1


Samir mengangguk dan Olivia pun pergi meninggalkan Samir .


__ADS_2