Kisah Kita Belum Selesai

Kisah Kita Belum Selesai
Bab 43


__ADS_3

Selesai mengumpat Bricia pergi meninggalkan Sonya dengan suasana hati yang masih gondok .Bricia sibuk dengan pikirannya yang sudah kemana mana terhadap Sonya hingga malam berlalu .


Di sisi lain Harel sedang bersenang senang dengan para sabat sahabatnya di sebuah bar .


Tampaknya Harel sudah mabuk berat . Harel mulai agresif menatap wajah wanita yang selama ini dia kagumi.


Seolah wanita itu juga menyukai Harel . Dia memberi kebebasan pada harel untuk melakukan apa saja yang Harel inginkan.


" Hai cantik !" Sapa Harel setengah sadar .


Wanita cantik itu hanya tersenyum simpul menatap Harel .Dia ikut bergabung bersama ke empat sahabat itu .


Ke tiga sahabat itu gelisah melihat Harel yang terus saja minum . Dia minum lebih banyak dari biasanya.


Ke 3 sahabatnya mencoba menghentikannya tapi tidak berhasil . Harel tidak mau di hentikan.Dia terus dan terus minum minuman beralkohol itu.Seolah dia ingin meluapkan seluruh kesedihan yang selama ini dia pendam sendiri.


Kesedihan karena terpaksa menikahi Gisel yang tidak dia cintai sama sekali.


Harel terus saja mengoceh meluapkan isi hatinya ke tiga teman dan wanita cantik itu hanya diam menyimak ocehan Harel .


Antara kasihan dan takut ketiga temannya hanya bisa pasrah membiarkan sahat mereka minum minuman beralkohol dalam jumlah banyak.


" Kasih aku minum sedikit lagi !" Pinta Harel dengan nada mabuk


" Jangan lagi Harel . Kau sudah terlalu banyak minum .Bagaimana kau bisa pulang nantinya " seru Adi


" Iya itu betul rel ! Kami tidak berani mengantarkan kamu pulang rel . Kakakmu bisa bisa menghajar kami rel " sela Leon


"Kakakmu itu sangat kejam . Dia pasti akan menghabisi kami ,jika mengantar mu dalam kondisi mabuk " tambah Alex


Segitunya mereka takut pada Jay . Tapi memang semua orang takut pada Jay sejak delapan tahun terakhir ini.


Bahkan orang terdekat Jay takut pada Jay yang dingin dan pemarah itu.


Beberapa hari ini Jay sudah tidak pemarah lagi tapi ituhanya berlaku di dalam rumah nya saja . Dia masih Jay yang pemarah di jika di luar rumah .


Semua orang masih takut padanya .termasuk teman teman Harel . Karena pernah beberapa kali ketiga temannya kena semprot kemarahan Jay .


Harel masa bodoh amat dengan omongan ketiga sahabatnya. Kali ini Harel memang tidak bisa di hentikan .


Di tambah lagi wanita seksi dan cantik yang bernama anyelir itu tidak menolak saat Harel terus saja meminta di tambahkan minuman.

__ADS_1


Dan akhirnya Harel tidak sadarkan diri. Ke tiga sahabatnya saling bertukar pandang. Satu satu pergi meninggalkan Harel dan Anyelir.


" Sepertinya istriku sudah menunggu . Aku harus segera pulang " ucap Adi lalu pergi duluan


" Aku juga harus pergi , Ibu ku sudah chat  " seru Leon sambil berlari


Anyelir hanya diam menyaksikan keduanya pergi begitu cepat . Kini tersisa Alex seorang . Anyelir menatap ke arah Alex . Alex hanya bisa menggigit bibir bawah nya sbil tersenyum dekil pada Anyelir.


" Aku juga harus pergi . Kucingku belum di kasih makan  . Permisi " seru Alex dan berlari begitu cepat


" Eh ! Tunggu dulu ! Bagaimana dengan Harel ! " Teriak Anyelir


Tapi Alex sudah menghilang di tengah tengah para pengunjung dan alunan musik yang keras.


" Teman macam apa kalian bertiga . Meninggalkan teman saat sedang tidak sadarkan diri seperti ini . Di tunggu istrilah ,ibunya lah dan kucingnya lah " Anyelir jeda sesaat


" Tunggu dulu ! Apa kata Alex ? Kucing ? Sejak kapan Alex memiliki kucing . Bukannya Alex alergi sama kucing ! " Anyelir berbicara sendiri


Kemudian dia kembali menatap Harel penuh kasih " lalu aku harus bagaimana rel ? " Anyelir berfikir sejenak


Dan memutuskan membawa Harel ke hotel. Dia berfikir akan meninggalkan Harel di hotel saja .setelah itu baru Anyelir pulang kerumahnya.


Harel menarik dan menggenggam erat pergelangan tangan Anyelir .sontak membuat Anyelir menoleh ke arah Harel


" Any jangan pergi ! " Seru Harel yang sudah terbangun namun masih dalam pengaruh alkohol


Anyelir mengalah dan berfikir akan menemani Harel beberapa menit saja . Dia pun kembali duduk di samping ranjang Harel berbaring.


Keduanya saling menatap dengan intens.lama kelamaan tatapan itu berubah menjadi ciuman .


Baik Harel maupun Anyelir sama sama saling menyukai . Lama kelamaan ciuman itu berubah semakin dalam dan menuntut .


Kini keduanya sudah larut dalam gairah yang tidak bisa di ucapkan dengan kata kata .keduanya saling memuaskan dan melupakan batasannya.


Bahkan ganguan kecil tidak mampu menghentikan kedua insan itu untuk menghentikan aktifitasnya.contohnya telpon dari Gisel . Gisel sudah menelpon hingga 100x . Sampai sampai ponsel Harel mati total karena kehabisan baterai.


Di tempat lain Jay sedang berada didalam mobil miliknya menuju kediaman William.


Sesampai di rumah,Jay langsung menuju kamarnya tanpa ada satu pun yang melihat Jay sudah pulang kecuali para penjaga dan satpam yang bertugas .


Sejenak Jay menatap foto Joya dan tersenyum  " kau sangat nakal . Kau selalu menatapku seperti itu . Aku sangat lelah seharian. Jadi berhenti menatap ku seperti itu . Malam ini aku tidak bisa begadang menemanimu " seru Jay pada foto Joya.

__ADS_1


Karena begitu leleh bekerja seharian,Jay merebahkan tubuhnya di atas ranjang berukuran besar miliknya.


Sejenak Jay menatap foto Joya yang terpasang di tempok menghadap ranjang dengan senyum mengembang "kau sangat nakal . Kau selalu menatapku seperti itu . Aku sangat lelah seharian. Jadi berhenti menatap ku seperti itu . Malam ini aku tidak bisa begadang menemanimu " seru Jay pada foto Joya.


Dan bener saja dalam hitungan detik jay mulai memejamkan matanya.dan dalam hitungan detik pula  Jay sudah tertidur tanpa mengganti pakaian dulu.


Gisel yang gelisah menunggu Harel yang belum juga kembali mencoba mengetok pintu kamar Bricia .


Bricia bangun dari tidurnya dan membukakan pintu


" Ada apa Gisel ? " Tanya Bricia


Sambil mengucek matanya


" Ibu ! Suamiku belum kembali ! "


" Mungkin lagi di rumah temannya . Tunggu saja pasti dia akan kembali " balas Bricia datar dan tenang


" Tapi ibu tidak biasanya Harel belum pulang jam segini . Aku jadi kwatir Bu !" Gisel masih gelisah


" Ya sudah . Coba kamu telpon dulu !" Usul Bricia


" Sudah ibu ,tapi tidak diangkat !" Ujar Gisel yang mulai urung uringan


" Ya sudah ,ibu akan coba telpon " Bricia masuk ke dalam kamarnya dan mengambil ponselnya di atas nakal . Lalu keluar dari kamarnya .


Dia mencoba menghubungi Putra keduanya . Akan tetapi tidak tersambung. Bricia mencoba lagi tidak tersambung juga . Begitu seterusnya . Akan tetapi tidak juga tersambung . Gisel yang menunggu dan memperhatikan Bricia tambah gelisah.


" Ibu ! Bagaimana ? " Tanya Gisel sambil mengetok ngetok keduan jari tangannya.


Bricia menatap menantu nya sambil menghela nafas panjang  " masih tidak tersambung " balas Bricia dengan nada berat


" Lalu bagaimana ibu  ? "


" Tunggu sebentar " balas bricia dan pergi menuju kamar Jay . Melihat Jay tertidur pulas bricia mengurungkan niatnya untuk membangunkan Jay .


Bricia pergi keluar .Gisel yang tidak sabar mengikuti  Bricia dari belakang seperti ekor . Bricia memerintahkan kepada beberapa penjaga untuk mencari Harel di bar .


Sepertinya Bricia tau kebiasaan putra keduanya yang tidak akan jauh jauh dari yang namanya bar dan semacamnya.


Bricia memerintahkan pada penjaga

__ADS_1


__ADS_2