
Di gelapnya malam dengan cahaya rembun yang tersipu malu menampakkan kecantikannya , Sonya duduk di sudut lantai sembari memeluk kedua lututnya dengan erat seperti kura kura yang berada di dalam cangkangnya.
Air mata Sonya perlahan menetes membasahi lututnya.tatapannya kosong . Dia kembali menangis tanpa suara .dia menghadapi badai yang lebih besar dari sebelumnya .Berulang kali dia menghembuskan nafasnya panjang.
" Jay ! Kenapa kau tidak bisa mengenali aku ! Aku joya " Ucap Sonya dengan nada kesedihan .
" Apa aku harus merelakan mu ! Aku mulai lelah Jay . Aku mulai lelah " tambah Sonya dalam tangisannya.
Mentari pagi menyapa pagi dengan senyuman hangat . semua melakukan rutinitas masing-masing.
Sonya terbangun dari tidurnya yang semalam tidur di lantai .Dia segera mandi dan bergegas ke dapur.
Di dapur ada Bricia dan Anita sedang membuatkan sarapan untuk Jay .
" Setelah jadi , antarkan ke kamar Jay ya .Jika pagi pagi ,dia jarang sekali ikut sarapan " Bricia menyampaikan setiap deteil kebiasaan Jay pada Anita
" Baik Tante ! " Ucap Anita sambil membuatkan oatmeal untuk Jay
" Oya ,jangan lupa tambahkan yogurt. Jay sangat menyukainya " tambah Bricia lalu pergi meninggalkan Anita sendiri
Sambar tersenyum sendiri , sembari menuangkan oatmeal ke dalam mangkok .
Tiba tiba ada kecoak melintas di kaki Anita , otomatis membuat Anita melompat dan menjetrit .
" Ada kecoak ! Tolong ! Ihh ! " Anita melompat ketakutan
Oatmeal dalam mangkok pun jatuh ke lantai , sebagian mengenai baju Anita . Kini semua usaha Anita sia sia . Dia tidak jadi membuatkan Jay sarapan karena dia harus mengganti pakaiannya dulu yang kena cipratan oatmeal .
" Aku harus ganti baju dulu , ah sial ! " Gerutu Anita sambil berjalan dan hampir saja tabrakan dengan Sonya .
" Anita ! " Sapa Sonya yang bengong melihat baju Anita kotor kena tumpahan oatmeal.
" Sonya ! Aku akan mengganti pakaianku . Kamu buatkanlah semangok oatmeal untuk Jay " perintah Anita dan Sonya hanya tersenyum sambil mengangguk
"Huh merepotkan sekali ! Kenapa harus membuatkan sarapan segala . Aku tidak terbiasa melakukannya " gerutu Anita sembari berjalan ke kamarnya.
Dengan semangat dan ceria , Sonya segera membuatkan sarapan untuk Jay .Usai membuatnya Sonya langsung membawa sarapannya ke kamar Jay .
Disana Jay sedang mandi di dalam kamar mandi . Sonya masuk dan menaruh semangkok oatmeal di meja samping ranjang Jay .
Jay keluar dari kamar mandi dengan handuk selutut .
__ADS_1
" Ahhh !" Sonya menjerit dan segera memalingkan wajahnya dari Jay .
" Kau ! Ngapain ke kamarku ? " Seru Jay menutupi bagian dadanya dengan kedua tangannya
" Sarapan . Eh maksud ku , Akuu " Sonya bingung harus bicara dari mana
" Apa ! Kau sengaja kan kesini . Kau ingin mengintip aku kan !" Tuduh Jay seenaknya
" Bu bukan itu . Aku , aku hanya " Sonya tidak mampu berucap . Dia sangat gugup.
" Kau ini " Jay menghampiri Sonya dengan tergesa gesa hingga membuat Jay terpleset dan terjatuh menimpa Sonya .
Kini keduanya saling menatap dalam . Cukup lama dengan posisi seperti itu .karena tidak tahan dengan tatapan Jay , Sonya memalingkan wajahnya .
" Kau ! Cepat bangun ! " Perintah Jay pada Sonya
" Apa " Balas Sonya bingung
" Aku bilang cepat bangun ! Ayo bangun !" Seru Jay
" Iya , tapi bagaimana caranya ?" Ujar Sonya bingung
" Kau ! Apa aku harus mengajarimu cara untuk bangun seperti apa ? Hah ! " Sembur Jay kesal
" Iya kau di bawah dan aku diatas " kata Jay dengan mengejek lalu tiba tiba terdiam seperti berfikir
"Apa ? Aku di atas dan kau di bawah ? " ucap Jay dalam kewarasan nya sembari mengamati tubuhnya yang sedang menindi tubuh Sonya .
Dengan cepat Jay bangun dan memalingkan wajahnya malu malu .Begitu juga dengan Sonya. Dia segera Bangun dan berdiri .Keduanya menjadi salah tingkah .
" Maaf , yang tadi itu , itu " ucap Jay gugub
Dia menghela nafas panjang lalu kembali melanjutkan ucapannya .
" Denger ! Yang tadi itu tidak sengaja . Aku kepleset karena licin , hingga terjatuh dan menimpamu . Kamu jangan salah paham " kata pria tampan dengan mata indah dan bentuk tubuh seperti atletis itu .
" Aku kesini untuk mengantarkan sarapan untuk mu " sela Sonya seraya menunjukkan ke meja .
" Pergilah sebelum aku hilang akal " kata Jay sembari menggelengkan kepalanya dengan mata yang mulai nakal pada Sonya .
" Apa " Ucap Sonya tidak mengerti
__ADS_1
" Maksudku , Kau boleh pergi sekarang ! Aku akan pakai baju . Tidak mungkinkan aku memakainya di hadapanmu ! Aku harus cepat cepat karena aku bisa terlambat ke kantor " ucap Jay dengan lembut
" Iya , kau bener " balas Sonya malu malu lalu berbalik dan melangkah .
Nafas Jay tidak beraturan . Dia menatap Sonya dari belakang . Ketika akan melewati pintu kamar , Sonya berbalik dan ingin melihat Jay sekali lagi sebelum menutup pintu .
Jay langsung memalingkan wajahnya ke samping karena merasa canggung ketahuan masih memperhatikan Sonya.
Senyuman menghiasi sudut bibir Sonya, lalu menutup pintu kamar Jay . Begitu juga dengan Jay , dia melepas senyuman tulus setelah sekian lama .
Usai mengganti pakaiannya, Anita menghampiri Bricia yang sedang sibuk menonton film.
" Tante ! " Sapa Anita ramah
Bricia menoleh ke arah Anita seraya tersenyum lebar.
" Anita ! Bagaimana ? Jay menyukai sarapan buatanmu ? Dia pasti memujimu " kata Bricia bersemangat dengan remote di tangan.
" Aku tidak jadi memberikan sarapan untuk Jay Tante Sonya yang melakukannya . Tadi oatmeal buatan ku ketumbahan karena entah datang dari mana , di dapur ada kecoak . Aku paling takut sama kecoak Tante " ujar Anita santai sembari duduk di sebelah Bricia
Tapi tidak dengan Bricia . Dia sangat emosi ketika Anita menyebut nama Sonya .Dia menaruh remote dengan kasar dan segera berdiri mencari Sonya .Anita yang biasa saja , hanya mengganti Chanel tv.
Bricia melangkah dengan terburu-buru menuju kamar Sonya . Dan benar saja , Sonya ada disana . Dia sedang menatap ke arah jendela seraya tersenyum mengingat Jay.
" Sonya ! " Teriak Bricia dengan nada kemarahan . Seketika Sonya menoleh ke arah Bricia yang berjalan menghampirinya.
" Tante ! " Balas Sonya sopan
" Kau ini ! Kenapa kau selalu saja membuat aku jengkel . Apa kamu tidak ada kerjaan lain selain mendekati Jay . Sudah berapa kali aku katakan , jangan pernah mendekati putraku . Apa kamu tidak punya rasa malu . Ya aku lupa , kau dan keluarga mu memang tidak punya rasa malu . Kalian memang begitu , suka menggoda pria kaya untuk di peras " umpat Bricia
" A aku tidak paham maksud Tante " balas Sonya seraya menggelengkan kepalanya dengan ekspresi wajah yang sedih
" Diam kau ! Jangan pura-pura polos di hadapanku . Aku sengaja menyuruh Anita yang membuatkan sarapan untuk Jay . Supaya Jay mulai tertarik pada Anita . Tapi kenapa malah kau yang membuatnya . Kau sengaja melakukannya " tuduh Bricia kesal sembari menatap Sonya dengan tatapan sinis dan menghakimi .
Sonya sedih mendengar semua tuduhan Bricia pada dirinya. Dia mencintai Jay dengan tulus . Tapi kenapa selalu salah di mata Bricia
" Jangan tunjukkan wajah sedihmu itu pada ku . Itu tidak akan berpengaruh padaku . Kau tau , aku sangat membencimu " seru Bricia lalu berbalik meninggalkan Sonya
Air mata Sonya kembali menetes jatuh membasahi pipinya .
Sementara Bricia , berjalan dengan langkah panjang dan wajah kesal .
__ADS_1
" Harus aku apakan gadis itu ! Agar pergi dari rumah . Segala carasudahaku lakukan tapi dia tidak mau pergi dari rumah ini . Kalau pun dia pergi pasti balik lagi ke rumah ini . Datang dan kembali lagi . Hah entah kenapa dia selalu ada jalan untuk kembali kerumah ini " kata Bricia mengomel sendiri