Kisah Kita Belum Selesai

Kisah Kita Belum Selesai
Bab 48


__ADS_3

Di gelapnya malam dengan cahaya rembun yang tersipu malu menampakkan kecantikannya , Sonya duduk di sudut lantai  sembari memeluk kedua lututnya dengan erat seperti kura kura yang berada di dalam cangkangnya.


Air mata Sonya perlahan menetes membasahi lututnya.tatapannya kosong . Dia kembali menangis tanpa suara .dia menghadapi badai yang lebih besar dari sebelumnya .Berulang kali dia menghembuskan nafasnya panjang.


" Jay ! Kenapa kau tidak bisa mengenali aku ! Aku joya  " Ucap Sonya dengan nada kesedihan .


" Apa aku harus merelakan mu ! Aku mulai lelah Jay . Aku mulai lelah " tambah Sonya dalam tangisannya.


Mentari pagi menyapa pagi dengan senyuman hangat . semua melakukan rutinitas masing-masing.


Sonya terbangun dari tidurnya yang semalam tidur di lantai .Dia segera mandi dan bergegas ke dapur.


Di dapur ada Bricia dan  Anita sedang membuatkan sarapan untuk Jay .


" Setelah jadi , antarkan ke kamar Jay ya .Jika pagi pagi ,dia jarang sekali ikut sarapan " Bricia menyampaikan setiap deteil kebiasaan Jay pada Anita


" Baik Tante ! " Ucap Anita sambil membuatkan oatmeal untuk Jay


" Oya ,jangan lupa tambahkan yogurt. Jay sangat menyukainya " tambah Bricia lalu pergi meninggalkan Anita sendiri


Sambar tersenyum sendiri , sembari menuangkan oatmeal ke dalam mangkok .


Tiba tiba ada kecoak melintas di kaki Anita , otomatis membuat Anita melompat dan menjetrit .


" Ada kecoak ! Tolong ! Ihh ! " Anita melompat ketakutan


Oatmeal dalam mangkok pun jatuh ke lantai , sebagian mengenai baju Anita . Kini semua usaha Anita sia sia . Dia tidak jadi membuatkan Jay sarapan karena dia harus mengganti pakaiannya dulu yang kena cipratan oatmeal .


" Aku harus ganti baju dulu  , ah sial ! " Gerutu Anita sambil berjalan dan hampir saja tabrakan dengan Sonya .


" Anita ! " Sapa Sonya yang bengong melihat baju Anita kotor kena tumpahan oatmeal.


" Sonya ! Aku akan mengganti pakaianku . Kamu buatkanlah semangok oatmeal untuk Jay  " perintah Anita dan Sonya hanya tersenyum sambil mengangguk


"Huh merepotkan sekali ! Kenapa harus membuatkan sarapan segala . Aku tidak terbiasa melakukannya " gerutu Anita sembari berjalan ke kamarnya.


Dengan semangat dan ceria , Sonya segera membuatkan sarapan untuk Jay .Usai membuatnya Sonya langsung membawa sarapannya ke kamar Jay .


Disana Jay sedang mandi di dalam kamar mandi . Sonya masuk dan menaruh semangkok oatmeal di meja samping ranjang Jay .


Jay keluar dari kamar mandi dengan handuk selutut .

__ADS_1


" Ahhh  !"  Sonya menjerit dan segera memalingkan wajahnya dari Jay .


" Kau ! Ngapain ke kamarku ? " Seru Jay menutupi bagian dadanya dengan kedua tangannya


" Sarapan . Eh maksud ku , Akuu " Sonya bingung harus bicara dari mana


" Apa ! Kau sengaja kan kesini . Kau ingin mengintip aku kan !" Tuduh Jay seenaknya


" Bu bukan  itu . Aku  , aku hanya  " Sonya tidak mampu berucap . Dia sangat gugup.


" Kau ini " Jay menghampiri Sonya dengan tergesa gesa hingga membuat Jay terpleset dan  terjatuh menimpa Sonya .


Kini keduanya saling menatap dalam  . Cukup lama dengan posisi seperti itu .karena tidak tahan dengan tatapan Jay , Sonya memalingkan wajahnya .


" Kau ! Cepat bangun ! " Perintah Jay pada Sonya


" Apa " Balas Sonya bingung


" Aku bilang cepat bangun ! Ayo bangun !" Seru Jay


" Iya , tapi bagaimana caranya ?" Ujar Sonya bingung


" Kau ! Apa aku harus mengajarimu cara untuk bangun seperti apa ? Hah !  " Sembur Jay kesal


" Iya kau di bawah dan aku diatas " kata Jay dengan mengejek  lalu tiba tiba terdiam seperti berfikir


"Apa  ? Aku di atas dan kau di bawah ?  " ucap Jay dalam kewarasan nya sembari mengamati tubuhnya yang sedang menindi tubuh Sonya .


Dengan cepat Jay bangun dan memalingkan wajahnya malu malu .Begitu juga dengan Sonya. Dia segera Bangun dan  berdiri .Keduanya menjadi salah tingkah .


" Maaf , yang tadi itu , itu " ucap Jay gugub


Dia menghela nafas panjang lalu kembali melanjutkan ucapannya .


" Denger ! Yang tadi itu tidak sengaja . Aku kepleset karena licin , hingga terjatuh dan menimpamu . Kamu jangan salah paham " kata pria tampan dengan mata indah dan bentuk tubuh seperti atletis itu .


" Aku kesini untuk mengantarkan sarapan untuk mu " sela  Sonya seraya menunjukkan ke meja .


" Pergilah sebelum aku hilang akal  " kata Jay sembari menggelengkan kepalanya dengan mata yang mulai nakal pada Sonya .


" Apa  "  Ucap Sonya tidak mengerti

__ADS_1


" Maksudku , Kau boleh pergi sekarang ! Aku akan pakai baju . Tidak mungkinkan aku memakainya di hadapanmu ! Aku harus cepat cepat karena aku bisa  terlambat ke kantor " ucap Jay dengan lembut


" Iya , kau bener " balas Sonya malu malu lalu berbalik dan melangkah .


Nafas Jay tidak beraturan . Dia menatap  Sonya dari belakang . Ketika akan melewati pintu kamar , Sonya berbalik dan ingin melihat Jay sekali lagi sebelum menutup pintu .


Jay langsung memalingkan wajahnya ke samping  karena merasa canggung ketahuan masih memperhatikan Sonya.


Senyuman menghiasi sudut bibir Sonya, lalu menutup pintu kamar Jay . Begitu juga dengan Jay , dia melepas senyuman tulus setelah sekian lama .


Usai mengganti pakaiannya, Anita menghampiri Bricia yang sedang sibuk menonton film.


" Tante ! " Sapa Anita ramah


Bricia menoleh ke arah Anita seraya tersenyum lebar.


" Anita ! Bagaimana ? Jay menyukai sarapan buatanmu ? Dia pasti memujimu " kata Bricia bersemangat dengan remote di tangan.


" Aku tidak jadi memberikan sarapan untuk Jay Tante Sonya yang melakukannya . Tadi oatmeal buatan ku  ketumbahan karena entah datang dari mana , di dapur ada kecoak . Aku paling takut sama kecoak Tante " ujar Anita santai sembari duduk di sebelah Bricia


Tapi tidak dengan Bricia . Dia sangat emosi ketika Anita menyebut nama Sonya .Dia menaruh remote dengan kasar dan  segera berdiri mencari Sonya .Anita yang biasa saja , hanya mengganti Chanel tv.


Bricia melangkah dengan terburu-buru menuju kamar Sonya . Dan benar saja , Sonya ada disana . Dia sedang menatap ke arah jendela seraya tersenyum mengingat Jay.


" Sonya ! " Teriak Bricia dengan nada kemarahan . Seketika Sonya menoleh ke arah Bricia yang berjalan menghampirinya.


" Tante ! " Balas Sonya sopan


" Kau ini ! Kenapa kau selalu saja membuat aku jengkel . Apa kamu tidak ada kerjaan lain selain mendekati Jay . Sudah berapa kali aku katakan , jangan pernah mendekati putraku . Apa kamu tidak punya rasa malu . Ya aku lupa , kau dan keluarga mu memang tidak punya rasa malu . Kalian memang begitu , suka menggoda pria kaya untuk di peras  " umpat Bricia


" A aku tidak paham maksud Tante " balas Sonya seraya menggelengkan kepalanya dengan ekspresi wajah yang sedih


" Diam kau ! Jangan pura-pura polos di  hadapanku . Aku sengaja menyuruh Anita yang membuatkan sarapan untuk Jay .  Supaya Jay mulai tertarik pada Anita . Tapi kenapa malah kau yang membuatnya . Kau sengaja melakukannya " tuduh Bricia kesal sembari menatap Sonya dengan tatapan sinis dan menghakimi .


Sonya sedih mendengar semua tuduhan Bricia pada dirinya. Dia mencintai Jay dengan tulus . Tapi kenapa selalu salah di mata  Bricia


" Jangan tunjukkan wajah sedihmu itu pada ku . Itu tidak akan berpengaruh padaku . Kau tau , aku sangat membencimu  "  seru Bricia lalu berbalik meninggalkan Sonya


Air mata Sonya kembali menetes jatuh membasahi pipinya .


Sementara Bricia , berjalan dengan langkah panjang dan wajah kesal .

__ADS_1


" Harus aku apakan gadis itu ! Agar pergi dari rumah . Segala carasudahaku lakukan tapi dia tidak mau pergi dari rumah ini . Kalau pun dia pergi pasti balik lagi ke rumah ini . Datang dan kembali lagi . Hah entah kenapa dia selalu ada jalan untuk kembali kerumah ini "  kata  Bricia mengomel sendiri


__ADS_2