Kisah Kita Belum Selesai

Kisah Kita Belum Selesai
bab 18


__ADS_3

Dua Minggu sudah berlalu Samir masih berada di penjara . sementara Seno sudah keluar dari rumah sakit .namun kondisi Seno belum pulih total.


Olivia menemani Seno sambil memotong buah untuk Seno .Sonya terlihat sedang mengepel lantai.sonya sudah terbiasa melakukannya selama dua Minggu terakhir ini.


Laras dan Olivia yang sudah menyuruh Sonya melakukannya. Laras berjalan melewati sonya dengan ponsel di tangan.karena sibuk dengan ponselnya Laras akhirnya kepeleset.dan menyalahkan Sonya.


Brak


" Cupuuuuu....,bisa nggak sih bekerja dengan bener.lihat ponselku jadi rusak " bentak Laras


" Laras kan yang jalan sambil bermain hp " ucap Sonya membela diri


Laras emosi " apa kamu bilang .jadi kamu menyalahkan aku .aku yang tidak hati hati begitu kan maksud mu ? Hah. Dasar pembawa sial .kau itu wanita pembawa sial, paham ga ?" balas Laras sambil menjambak rambut Sonya


"Aww...Laras sakit " Sonya meringis kesakitan


" Rasakan ini akibatnya jika kamu berani menyalahkan aku " Laras semakin memperkuat jambakannya pada rambut Sonya hingga Sonya menundukkan kepalanya.


" Laras lepaskan .sakit Laras " ucap Sonya sambil meringis


Laras melepas tangannya dari rambut sonya.lalu menumpahkan air pel lantai yang sudah kotor di kepala Sonya .


Byurrrrr.......,tumpah seluruhnya .Sonya mengusap mukanya agar tidak mengenai matanya.laras menatap Sonya dengan tatapan tajam dan memajukan bibir bawahnya  .


" Laras ! " Teriak Seno


Laras mengalihkan pandangannya pada ayahnya


"Laras . cepat minta maaf sama sepupumu " bentak Seno pada laras.akan tetapi Laras tidak takut sama sekali dengan ucapan seno.laras malah mendorong tubuh Sonya hingga tersungkur di lantai.sonya menangis tanpa suara. Sementara Olivia tersenyum miring.


" Itu hukuman untuk nya karena sudah merusak ponselku dan kau juga harus memberikan ponselmu untuk aku sebagai gantinya  " umpat Laras lalu pergi ke kamar Sonya , untuk mengambil ponsel Sonya.


Seno sedih melihat Sonya di perlakukan buruk oleh putrinya sendiri.tapi dia tidak bisa berbuat apa apa . untuk berdiri saja dia butuh bantuan orang lain.


"Sonya paman minta maafkan atas nama Laras ya.paman janji akan menasihati nya lagi " seru Seno dengan hati yang sedih.


" Tidak paman .Sonya baik baik saja. Paman tidak perlu minta maaf " hibur Sonya agar pamannya tidak sedih lagi


" Terimakasih putriku . cepatlah ganti baju mu .paman tidak ingin kau sakit " perintah Seno

__ADS_1


Sonya mengangguk sambil melempar senyum pada Seno lalu pergi untuk mengganti pakaiannya.


" Mamah .tolong nasehati Laras agar lebih menghormati sonya.sonya tidak punya siapa siapa lagi selain kita mah .kasihan sonya.dan satu lagi mah .bagi tugas dengan laras.kenapa semua Sonya yang melakukan pekerjaan rumah .Sonya juga putri kita mah .mamah harus adil  "


" Pah .mamah tidak bisa memaksa Laras.lagian apa yang di katakan Laras itu ada benernya pah .semenjak Sonya tinggal di rumah kita ,semua hancur.kita kehilangan semua yang kita miliki.dan Samir di penjara .Sonya memang pembawa sial pah .bahkan adik dan adik iparmu meninggalkan .mamah yakin itu semua karena Sonya."


" Mamah bicara apa ?,kok jadi ikut ikutan seperti Laras sih " sela Seno tidak terima


"Mamah bicara fakta pah "


" Mah .papah mohon jangan pernah bicara seperti itu lagi " Seno memohon pada istrinya


" Mamah malas bicara dengan papah .nih makan sendiri buahnya " Olivia memberikan buah yang sedari tadi di tangannya pada Seno dengan kasar .lalu pergi meninggalkan Seno di ruang tamu.


" Mah " panggil seno.tapi Olivia tidak berbalik dan terus melangkah .


Seno menghela nafasnya " Adi ,Mira .maafkan aku tidak bisa menepati janjiku.aku tidak bisa melindungi Sonya " Gumam Seno dengan nada penuh kesedihan .


Selesai ganti pakaian Sonya menangis dalam kamarnya yang tertata rapi meskipun kecil.


" Hiks hiks hiks ,Joya kangen sama papah dan mamah .hiks hiks hiks ,joya tau mamah sama papah tidak suka melihat joya menangis.joya harus kuat . Hiks hiks hiks " Sonya menangis .


" Eh .apa kamu akan disini terus dan menangis hingga pagi .lebih baik kau memasak makan malam " perintah Olivia.


Sonya mengangguk. " Baik bibi " kata Sonya sopan lalu pergi


Selesai menyiapkan makanan di meja .Sonya berniat ingin bergabung dengan Laras ,Olivia dan Seno .tapi di halangi oleh Olivia.


" Kamu mau apa ?" Ujar Olivia dengan mata sinis nya.


" Sonya mau ikut makan bibi " balas Sonya


" Tidak bisa.lebih baik beresin barang barangmu .besok pergi mencari pekerjaan .setelah mendapatkan uang baru kau kembali kesini . selama tujuh tahun kau koma paman mu udah merawat mu.sekarang kau harus berbakti " sambung Olivia dengan kejam tanpa belas kasih.


Seno melirik Olivia " mamah "


Laras tersenyum licik


" Tapi sonya lapar bibi.ijinkan sonya makan dulu,sedari pagi Sonya belum makan  " ucap Sonya sambil menelan Saliva.

__ADS_1


" Tidak bisa.sekarang juga pergi beresin barang mu "


" Mah, tolong kasihani Sonya,biarkan dia makan dulu,apa mamah tidak denger ,Sonya belum makan dari pagi  "


" Papah diam saja.jangan ikut campur "


" Sonya baik baik saja paman.jangan kwatir ya "sonya tersenyum palsu . lalu pergi ke kamar nya dengan perut kosong.


" Sonya....." Panggil seno sedih


Tapi Sonya tidak menoleh .dia terus saja berjalan .dia tidak ingin jika Seno melihat air mata yang menetes di pipinya.


Dengan tenaga yang dia miliki , Seno memutar kedua roda kedepan dengan kedua tangannya.lalu kursi roda yang diduduki Seno pun berjalan .Seno mengarah kannya ke kamar Sonya .


Olivia dan Laras saling memandang dan saling memberi kode .lalu keduanya kembali makan .


Sonya berbaring di tempat tidur nya dengan posisi tengkurap.sonya menangis tanpa suara.air mata Sonya terus mengalir membasahi guling yang sedang Sonya peluk.


Tok tok tok


Seno mengetuk pintu kamar Sonya.


" Sonya .." Seno masuk dengan kursi roda nya karena pintu kamar tidur di kunci.


Dengan cepat Sonya bangun dan mengusap air matanya.seno mendekati Sonya .lalu mengelus kepala Sonya.


" Sonya .paman minta maaf tidak bisa melindungimu ,dari Laras dan olivia.paman merasa tidak berguna sekarang"


"Tidak paman ,jangan pernah meminta maaf sama sonya.paman lebih tua dari Sonya " Sonya menggenggam tangan Seno.


Seno mencium tangan keponakannya sambil meneteskan air mata " sonya .ucapan bibirmu tidak usah di dengerin ya.besok kau tidak perlu kemana mana.setelah paman pulih .paman akan mencari pekerjaan "


" Tidak apa paman .Sonya tidak keberatan jika Sonya harus bekerja.bibi bener ,paman sudah menjaga Sonya selama tujuh tahun di rumah sakit . sekarang udah waktunya Sonya berbakti kepada paman .paman tidak usah kwatir.sonya baik baik saja "


" Kamu yakin ?"


" Yakin paman .Sonya udah besar " senyum manis di wajah Sonya agar pamannya tidak sedih.


Seno memeluk sonya.sonya kembali meneteskan air matanya di pelukan paman yang dia sayangi.

__ADS_1


__ADS_2