Kisah Kita Belum Selesai

Kisah Kita Belum Selesai
Bab 49


__ADS_3

Dua Minggu berlalu ,Jay mulai lembut terhadap Sonya . Dia tidak pernah meninggikan suaranya lagi pada Sonya .


Pagi ini Bricia berjalan mendekati Nini di dapur . Usah berolah raga pagi ,Bricia merasa haus dan berniat ingin meminum segelas air dingin di dalam kulkas .


Tidak sengaja mata Bricia tertuju pada semangkok  sup beraroma tulang sapi  di meja .


" Nin ! sup apa ? Dan untuk siapa ?  untuk siapa ini ? " Tanya Bricia pada Nini yang sedang membuatkan teh .


Nini menoleh ke arah Bricia dan hendak menjawab pertanyaan Bricia . Tapi Sonya seketika mendekat .


" Itu  sup tulang . Tadi aku membuatkannya untuk nenek " sela Sonya sopan


Bricia memalingkan wajahnya,menoleh ke arah Sonya lalu ke arah Nini .


" Nini biarkan saja dia yang memberikan sup  itu pada nenek . Jadi kalo nenek tidak suka ,dia akan marah marah pada Sonya bukan sama kamu . Lebih baik kamu ke pasar sama beli beberapa buah dan sayuran ! Cepat pergi !  " perintah Bricia


Nini hanya mengangguk lalu berbalik pergi .


" Berikanlah sup tulang nya  pada nenek ! Jika rasanya  tidak enak , maka nenek akan marah marah sama kamu " kata ibu dua anak itu dengan senyum smirk nya .


" Dipastikan mertuaku  itu akan marah marah . Dia kan tidak suka sup ,obat dan susu . Biarkan saja dia kena semprot mertuaku yang cerewet itu . Heheheh " batin Bricia senang sembari tersenyum simpul .


Sonya membawa sup  ke kamar Rani . Ketika melintasi kamar Jay , Anita berteriak dari pintu kamar Jay .


" Sonya ! " Panggil Anita


Sonya berhenti melangkah dan menoleh ke belakang .


" Anita !" Balas Sonya lembut


" Sini " ajak Anita sembari melambaikan tangannya ke bawah .


Tanpa berfikir lama , Sonya berbalik badan dan berjalan  menghampiri Anita .


" Ada apa Anita ? " Tanya Sonya


Tanpa menjawab ucapan Sonya , Anita menarik tangan Sonya masuk ke dalam kamar Jay .


" Jay ! " Panggil Anita pada Jay yang sedang mengenakan jas hitam


Jay menoleh dan langsung menatap Sonya . Mata Sonya dan Jay saling menatap dengan tatapan dalam seperti ada ikatan di masa lalu .


Anita mengamati Jay dan Sonya " hei ada apa dengan kalian berdua ?" Ujar Anita bingung


Jay dan Sonya saling memalingkan wajah dan pandangannya ke arah samping .Keduanya terlihat canggung


" Sonya , kamu ikut kami ya ?"


" Kemana ? " Balas Sonya


" Jay ,Farel dan aku akan pergi ke hotel untuk pemeriksaan pembangunan apartemen di kawasan A "


" Aku tidak paham soal begitu Anita , aku rasa aku tidak bisa ikut " tolak Sonya


" Hei , aku tidak peduli kau paham atau tidak, aku hanya butuh di temenin sama kamu saja " sela Anita memaksa

__ADS_1


" Baiklah , tapi aku harus memberikan sup ini untuk nenek dulu " balas Sonya


" Tidak , dia tidak perlu ikut " sela Jay


" Hei , kenapa ? Apa ada yang salah ? "


" Ti - tidak " balas Jay salah tingkah


" Ya sudah , klo gitu aku ganti baju dulu . Lima menit lagi kita bertemu di bawah " ucap Anita setelah melirik Jay dan Sonya secara bergantian .


Anita berbalik dan pergi menuju kamarnya . Begitu juga dengan Sonya , dia masuk ke kamar Rani dengan sup di tangannya .


Di kamar Rani tidur santai  di atas ranjangnya. Ketika Sonya masuk , Rani segera bangun dan duduk di atas ranjangnya.


" Nek "


" Sonya "


" Nenek ,harus makan ini "Sonya duduk di atas ranjang di samping Rani


" Apa itu ?" Tanya Rani seraya melihat ke arah mangkok


" Ini sup ,bagus untuk kesehatan nenek " sela Sonya lalu menyuapi Rani


" Aaaaa " ucap Sonya sambil menyodorkan satu sendok sup


" Aaaaaaa"  ejek Rani menirukan Sonya


" Nenek , aku sedang menyuapi nenek , bukan sedang mengajari paduan suara . Cepat nenek buka mulut , aaa " kata gadis cantik berkulit putih itu dengan lembut.


" Rasanya enak , kau yang membuatnya ?"


" Iya , aku membuatnya khusus untuk nenek ,di dalamnya ada obat untuk kesehatan tulang nenek "


" Kalo gitu aku tidak mau lagi . Aku tidak suka dengan obat. Lagian tulang ku sehat kok  "


" Nenek jangan berbohong , aku melihat nenek kesulitan ketika berjalan " sela Sonya


" Kau melihatnya ?" Rani mendekatkan wajahnya ke wajah Sonya


" Iya , aku sering melihatnya . Itulah kenapa aku membuatkan nenek sup ini "  ujar Sonya sambil kembali menyendok Sup ke mulut Rani .


" Cuma kamu yang peduli pada nenek . Semua sibuk dan tidak memperhatikan nenek "


" Selama ini ,mata nenek memperhatikanmu . Ternyata kau baik . Kau tidak punya niat untuk menyakiti keluarga ini .kau sangat mirip dengan joya . Eh tidak tidak , bisa jadi joya yang mirip kamu .  Wajahnya, kepolosannya, kasih sayangnya , cara dia bicara dan tatapannya , semua mirip denganmu " ucap Rani bersemangat


" Oya " balas Sonya pura-pura


" Iya , kau seperti sengaja di kirim Tuhan untuk menggantikan Joya . Kau dan Jay sangat cocok " tambah Rani


" Oya nek . Aku akan pergi ke suatu tempat bersama Anita dan Jay juga harel "


" Bersama Jay ? " Tanya Rani dengan setengah senyum


" Iya "  angguk Sonya

__ADS_1


" Kalau begitu pergilah . Jangan biarkan Jay menunggumu lebih lama "


" Tapi nek , bagaimana dengan sup nenek ? "


" Tenang saja , akan nenek habiskan . Kau  pergi saja " ujar Rani


" Baiklah nenek ,Sonya pergi dulu . Supnya di habiskan ya "  tegur Sonya mengingatkan


" Iya " balas Rani sembari mengangguk


Jay ,Fairel , Anita dan Sonya pergi bersama dalam satu mobil ke lokasi pembangunan apartemen milik Jay .


Disana terlihat para karyawan sibuk bekerja . Jay dan Fairel berkeliling melihat dan memeriksa bagunan bersama seorang pria dengan kertas kalkir di tangannya . Dia adalah seorang arsitek .


Sementara Anita dan Sonya berdiri mengamati para buruh yang bekerja .semua terlihat sibuk dengan tugas masing masing . Ada yang keluar masuk mengangkat bahan .


" Hei , tidakkah kita menghalangi jalan . Bagaimana jika kita duduk disana saja " tunjuk Anita ke arah bangku


Sonya menurut saja . Keduanya duduk di bangku sambil mengamati para buruh .


Usai ngobrol sambil berkeliling Jay dan Fairel juga sang arsitek kembali ke tempat semula .


Anita melambaikan tangannya pada fairel dan Jay yang sedang berjalan menghampiri keduanya .


" Jay Bagaimana ? " Tanya Anita


" Semua lancar . Aku dan Fairel akan pergi ke hotel  . Ada pertemuan penting dengan klien . Kalian berdua kembali saja ke rumah  "  balas Jay sambil melirik ke arah fairel .


" Tidak bisa , aku dan Sonya akan ikut " keluh Anita nekat.


" Ya ,kalian bisa ikut kok  " sela Fairel seraya melirik Jay . Jay hanya menghela nafas .


Entah kelalaian atau emang laki apes ,salah satu pekerja tidak sengaja menjatuhkan beberapa batu bata kearah Jay .


"  Jay " teriak Sonya sambil mendorong tubuh Jay hingga tersungkur.


Batu yang tadinya akan jatuh mengenai kepala Jay , ahirnya sukses mendarat di kepala Sonya sebanyak dua kali .


Sonya pun jatuh tidak sadarkan diri Darah segar keluar dari kepala Sonya .Jay menghampiri Sonya dan menaruh tubuh Sonya di pangkuannya .


" Sonya , apa yang kamu lakukan ? " Jay memperhatikan Sonya


" Jay ,kita harus segera membawanya ke rumah sakit ,jika tidak dia akan kehilangan banyak darah " ajak Fairel


Tanpa bicara Jay segera membopong tubuh Sonya ke dalam mobil .lalu membawa  Sonya ke rumah sakit terdekat . Fairel dan Anita ikut masuk ke dalam mobil.


" Tenanglah ,kau akan baik baik saja  , dokter akan segera memeriksamu "


Setibanya di RS b ,Jay membopong tubuh Sonya dan membawa masuk ke dalam RS .


Fairel berlari sembari memanggil dokter.


" Dokter,tolong dia dokter " teriak Fairel


Beberapa perawat datang dengan mendorong brankar menghampiri Jay .Jay menaruh tubuh Sonya di brankar .perawat langsung mendorong brankar ke ruang untuk di periksa.

__ADS_1


__ADS_2