
Dua Minggu berlalu ,Jay mulai lembut terhadap Sonya . Dia tidak pernah meninggikan suaranya lagi pada Sonya .
Pagi ini Bricia berjalan mendekati Nini di dapur . Usah berolah raga pagi ,Bricia merasa haus dan berniat ingin meminum segelas air dingin di dalam kulkas .
Tidak sengaja mata Bricia tertuju pada semangkok sup beraroma tulang sapi di meja .
" Nin ! sup apa ? Dan untuk siapa ? untuk siapa ini ? " Tanya Bricia pada Nini yang sedang membuatkan teh .
Nini menoleh ke arah Bricia dan hendak menjawab pertanyaan Bricia . Tapi Sonya seketika mendekat .
" Itu sup tulang . Tadi aku membuatkannya untuk nenek " sela Sonya sopan
Bricia memalingkan wajahnya,menoleh ke arah Sonya lalu ke arah Nini .
" Nini biarkan saja dia yang memberikan sup itu pada nenek . Jadi kalo nenek tidak suka ,dia akan marah marah pada Sonya bukan sama kamu . Lebih baik kamu ke pasar sama beli beberapa buah dan sayuran ! Cepat pergi ! " perintah Bricia
Nini hanya mengangguk lalu berbalik pergi .
" Berikanlah sup tulang nya pada nenek ! Jika rasanya tidak enak , maka nenek akan marah marah sama kamu " kata ibu dua anak itu dengan senyum smirk nya .
" Dipastikan mertuaku itu akan marah marah . Dia kan tidak suka sup ,obat dan susu . Biarkan saja dia kena semprot mertuaku yang cerewet itu . Heheheh " batin Bricia senang sembari tersenyum simpul .
Sonya membawa sup ke kamar Rani . Ketika melintasi kamar Jay , Anita berteriak dari pintu kamar Jay .
" Sonya ! " Panggil Anita
Sonya berhenti melangkah dan menoleh ke belakang .
" Anita !" Balas Sonya lembut
" Sini " ajak Anita sembari melambaikan tangannya ke bawah .
Tanpa berfikir lama , Sonya berbalik badan dan berjalan menghampiri Anita .
" Ada apa Anita ? " Tanya Sonya
Tanpa menjawab ucapan Sonya , Anita menarik tangan Sonya masuk ke dalam kamar Jay .
" Jay ! " Panggil Anita pada Jay yang sedang mengenakan jas hitam
Jay menoleh dan langsung menatap Sonya . Mata Sonya dan Jay saling menatap dengan tatapan dalam seperti ada ikatan di masa lalu .
Anita mengamati Jay dan Sonya " hei ada apa dengan kalian berdua ?" Ujar Anita bingung
Jay dan Sonya saling memalingkan wajah dan pandangannya ke arah samping .Keduanya terlihat canggung
" Sonya , kamu ikut kami ya ?"
" Kemana ? " Balas Sonya
" Jay ,Farel dan aku akan pergi ke hotel untuk pemeriksaan pembangunan apartemen di kawasan A "
" Aku tidak paham soal begitu Anita , aku rasa aku tidak bisa ikut " tolak Sonya
" Hei , aku tidak peduli kau paham atau tidak, aku hanya butuh di temenin sama kamu saja " sela Anita memaksa
__ADS_1
" Baiklah , tapi aku harus memberikan sup ini untuk nenek dulu " balas Sonya
" Tidak , dia tidak perlu ikut " sela Jay
" Hei , kenapa ? Apa ada yang salah ? "
" Ti - tidak " balas Jay salah tingkah
" Ya sudah , klo gitu aku ganti baju dulu . Lima menit lagi kita bertemu di bawah " ucap Anita setelah melirik Jay dan Sonya secara bergantian .
Anita berbalik dan pergi menuju kamarnya . Begitu juga dengan Sonya , dia masuk ke kamar Rani dengan sup di tangannya .
Di kamar Rani tidur santai di atas ranjangnya. Ketika Sonya masuk , Rani segera bangun dan duduk di atas ranjangnya.
" Nek "
" Sonya "
" Nenek ,harus makan ini "Sonya duduk di atas ranjang di samping Rani
" Apa itu ?" Tanya Rani seraya melihat ke arah mangkok
" Ini sup ,bagus untuk kesehatan nenek " sela Sonya lalu menyuapi Rani
" Aaaaa " ucap Sonya sambil menyodorkan satu sendok sup
" Aaaaaaa" ejek Rani menirukan Sonya
" Nenek , aku sedang menyuapi nenek , bukan sedang mengajari paduan suara . Cepat nenek buka mulut , aaa " kata gadis cantik berkulit putih itu dengan lembut.
" Rasanya enak , kau yang membuatnya ?"
" Iya , aku membuatnya khusus untuk nenek ,di dalamnya ada obat untuk kesehatan tulang nenek "
" Kalo gitu aku tidak mau lagi . Aku tidak suka dengan obat. Lagian tulang ku sehat kok "
" Nenek jangan berbohong , aku melihat nenek kesulitan ketika berjalan " sela Sonya
" Kau melihatnya ?" Rani mendekatkan wajahnya ke wajah Sonya
" Iya , aku sering melihatnya . Itulah kenapa aku membuatkan nenek sup ini " ujar Sonya sambil kembali menyendok Sup ke mulut Rani .
" Cuma kamu yang peduli pada nenek . Semua sibuk dan tidak memperhatikan nenek "
" Selama ini ,mata nenek memperhatikanmu . Ternyata kau baik . Kau tidak punya niat untuk menyakiti keluarga ini .kau sangat mirip dengan joya . Eh tidak tidak , bisa jadi joya yang mirip kamu . Wajahnya, kepolosannya, kasih sayangnya , cara dia bicara dan tatapannya , semua mirip denganmu " ucap Rani bersemangat
" Oya " balas Sonya pura-pura
" Iya , kau seperti sengaja di kirim Tuhan untuk menggantikan Joya . Kau dan Jay sangat cocok " tambah Rani
" Oya nek . Aku akan pergi ke suatu tempat bersama Anita dan Jay juga harel "
" Bersama Jay ? " Tanya Rani dengan setengah senyum
" Iya " angguk Sonya
__ADS_1
" Kalau begitu pergilah . Jangan biarkan Jay menunggumu lebih lama "
" Tapi nek , bagaimana dengan sup nenek ? "
" Tenang saja , akan nenek habiskan . Kau pergi saja " ujar Rani
" Baiklah nenek ,Sonya pergi dulu . Supnya di habiskan ya " tegur Sonya mengingatkan
" Iya " balas Rani sembari mengangguk
Jay ,Fairel , Anita dan Sonya pergi bersama dalam satu mobil ke lokasi pembangunan apartemen milik Jay .
Disana terlihat para karyawan sibuk bekerja . Jay dan Fairel berkeliling melihat dan memeriksa bagunan bersama seorang pria dengan kertas kalkir di tangannya . Dia adalah seorang arsitek .
Sementara Anita dan Sonya berdiri mengamati para buruh yang bekerja .semua terlihat sibuk dengan tugas masing masing . Ada yang keluar masuk mengangkat bahan .
" Hei , tidakkah kita menghalangi jalan . Bagaimana jika kita duduk disana saja " tunjuk Anita ke arah bangku
Sonya menurut saja . Keduanya duduk di bangku sambil mengamati para buruh .
Usai ngobrol sambil berkeliling Jay dan Fairel juga sang arsitek kembali ke tempat semula .
Anita melambaikan tangannya pada fairel dan Jay yang sedang berjalan menghampiri keduanya .
" Jay Bagaimana ? " Tanya Anita
" Semua lancar . Aku dan Fairel akan pergi ke hotel . Ada pertemuan penting dengan klien . Kalian berdua kembali saja ke rumah " balas Jay sambil melirik ke arah fairel .
" Tidak bisa , aku dan Sonya akan ikut " keluh Anita nekat.
" Ya ,kalian bisa ikut kok " sela Fairel seraya melirik Jay . Jay hanya menghela nafas .
Entah kelalaian atau emang laki apes ,salah satu pekerja tidak sengaja menjatuhkan beberapa batu bata kearah Jay .
" Jay " teriak Sonya sambil mendorong tubuh Jay hingga tersungkur.
Batu yang tadinya akan jatuh mengenai kepala Jay , ahirnya sukses mendarat di kepala Sonya sebanyak dua kali .
Sonya pun jatuh tidak sadarkan diri Darah segar keluar dari kepala Sonya .Jay menghampiri Sonya dan menaruh tubuh Sonya di pangkuannya .
" Sonya , apa yang kamu lakukan ? " Jay memperhatikan Sonya
" Jay ,kita harus segera membawanya ke rumah sakit ,jika tidak dia akan kehilangan banyak darah " ajak Fairel
Tanpa bicara Jay segera membopong tubuh Sonya ke dalam mobil .lalu membawa Sonya ke rumah sakit terdekat . Fairel dan Anita ikut masuk ke dalam mobil.
" Tenanglah ,kau akan baik baik saja , dokter akan segera memeriksamu "
Setibanya di RS b ,Jay membopong tubuh Sonya dan membawa masuk ke dalam RS .
Fairel berlari sembari memanggil dokter.
" Dokter,tolong dia dokter " teriak Fairel
Beberapa perawat datang dengan mendorong brankar menghampiri Jay .Jay menaruh tubuh Sonya di brankar .perawat langsung mendorong brankar ke ruang untuk di periksa.
__ADS_1