
" tidak sayang,jangan bicara seperti itu,kisah kita belum lengkap ,bangun sayang ,kamu sudah berjanji padaku ,akan terus bersamaku,dan kita akan membangun rumah impian kita sendiri,dan hidup bahagia bersama anak anak kita " Jay menepuk nepuk wajah joya bersama air mata yang mercucuran.
Akan tetapi tidak ada reaksi dari joya.,karena joya sudah tiada .
Jay menatap joya sambil memperhatikan nafasnya,namun Jay tidak punya keberanian untuk menekan urat nadi joya.dia tau betul joya sudah tiada.akan tetapi dia terus menipu dirinya sendiri.karena kenyataannya dia tidak bisa menerima kenyataan.
" Sayang bangunlah,kau baik baik saja,kau hanya terluka sedikit,kita akan mengobati lukamu,sayang bangunlah "Jay mengguncang nguncang tubuh joya lalu memeluknya dengan beruraian air mata.
"Joyaaaa......" Teriak jayvin sambil menangis sambil mendekap joya di dada bidang miliknya.
20 menit kemudian bantuan datang seorang pria mendekati jay " pak ,apa bapak baik baik saja ? "Ujar pria itu sambil melihat ke arah joya dan Jay bergantian.
"Sssss,jangan berisik, istriku sedang tidur " balas Jay seperti orang tidak waras
Pria itu memeriksa joya,lalu menatap Jay dalam " pak wanita ini sudah tiada "
" Apa , maksud mu ,istriku baik baik saja ,dia sedang tidur,kau tidak tau apa apa,pergilah ,jangan mengganggu tidur istriku,pergi...... " Teriak Jay dalam kesedihannya.
" Tapi pak ,luka anda juga harus di obati "
"Sssss,sudah aku bilang jangan berisik, istri ku sedang tidur ,aku tidak akan kemana-mana sebelum istri ku bangun .
Jika kamu udah paham ,pergilah... " usir Jay
" Dia sudah tidak waras " pria itu pergi meninggalkan Jay ,dan menolong mobil lainnya .
Kau baik baik saja kan ? Kau hanya mengantuk kan, baiklah tidur saja ya,aku akan menunggumu di luar ,setelah kau bangun,kita akan pulang.ya ,aku keluar dulu ya " jay berbicara pada mayat joya.jay menipu dirinya sendiri tidak menerima kenyataan bahwa joya sudah tiada.
Dengan susah payahnya,Jay keluar dari dalam mobilnya yang sudah hancur.lalu Jay duduk bersandar di mobilnya,sambil melamun dengan tatapan kosong,Jay bener bener terpukul jiwanya seolah tidak ada di tubuhnya.
Disisi lain , Samir terlihat syok dengan kekacauan yang di buat Samir mengendarai mobil nya sambil menelpon madu " hallo madu"
"Ya Samir "
"Madu ,aku....tidak sengaja membuat joya sekarat,aku berniat ingin memberikan Jay pelajaran,tapi Jay berusaha kabur dariku,dan aku mencoba mencegahnya,tapi mobil Jay menabrak mobil lain ,joya terluka parah." Selesai bicara Samir memutus telponnya.
" Joya meninggal bukan Jay ? Madu jeda sejenak sambil berfikir dan kembali bicara "hahah tapi itu lebih bagus " Madu tertawa seperti orang gila " bagus ,bagus Samir,hahah....joya memang pantas mati hahaha,Jay pasti akan berduka seumur hidupnya ,sungguh ini balas dendam yang sangat sempurna hahaha "
Keluarga William sedang bercanda ria di dalam mobil tiba tiba harel rem mendadak " anak nakal ada apa ?" Tanya Rani dari kursi belakang
" Entahlah nek , sepertinya ada sesuatu yang terjadi disini " harel melirik ke luar jendela mobil dan bertanya pada seseorang yang kebetulan lewat " pak ada apa ya di depan ?"
"Sepertinya Ada yang kecelakaan pak " jawab pria tersebut dan pergi melihat tempat kejadian.
Akibat penasaran harel dan yang lainnya keluar mendekati tempat kejadian.saat melihat Jay duduk bersandar di luar mobinya.harel ,Peter ,Rani dan bricia ternganga lebar.
"Kakak " panggil harel dengan nada sedih yang mendalam
" Jay !" Peter ,bricia dan Rani memanggil dengan kompak
Harel mendekati joya dan memeriksa keadaan joya,lalu harel menggelengkan kepalanya saat semua mata tertuju padanya ,seolah memberi kode bahwa joya sudah tiada .
__ADS_1
Rani dan yang lainnya syok dan menutup mulut dengan tangan.
Harel sedih ,melihat keadaan tubuh dan psikis kakaknya yang amat terpukul dengan kematian joya.harel memeluk Jay untuk menenangkan Jay.
" Jay apa yang terjadi ? Tanya Peter pada putranya
Jay hanya diam ,seolah mulutnya terkunci.
" Cucuku ,apa yang udah terjadi ?" Rani ikut bertanya
Jay menatap neneknya lalu mengalihkan pandangannya pada peter
" Madu pah , dia sudah mempengaruhi Samir ,dan Samir menyerang secara brutal dan menembak mobil Jay,Jay kehilangan kendali dan menabrak mobil yang yang sedang lewat,jay tidak bisa menjaga joya pah , joya terluka parah hiks hiks .." semua sedih cerita jay.
Beberapa jam kemudian harel dan Peter beserta polisi menggeledah rumah Samir .
menggeledah rumah samir ,Olivia dan suaminya terlihat panik dan bingung
" Tuan Peter ada apa ?"
" Dimana anakmu Samir ?" Tanya Peter dengan nada emosi
" Samir tidak ada disini ,ada apa tuan ?" Seno kembali bertanya
" Anakmu ,sudah menyebabkan kematian menantuku,Samir harus mempertanggung jawabkan perbuatannya"
Seno dan Olivia ternganga lebar mendengar penjelasan Peter
Olivia mencoba menelpon Samir " hallo mah "
" Samir kau dimana nak ?,apa yang sudah kau lakukan nak ?"
" Mah ,samir melakukan kesalahan mah,joya meninggal mah ,tapi Samir tidak bermaksud membunuh joya , Samir hanya ingin memberikan Jay pelajaran ,mah tolongin Samir mah " Samir bicara dengan panik dan ketakutan.
" Iya ,beritahu kau dimana nak ,mamah sama papah akan kesana "
" Samir di apartemen Samir mah " balas Samir
" Baiklah ,tunggu disana nak " Olivia menutup telponnya ,dan pergi bersama Seno ke apartemen Samir.
Setiba di sana ,polisi sudah menangkap Samir dan membawanya ke kantor polisi .
" Pah ,cepat hubungi pengacara untuk membebaskan putra kita Samir " perintah Olivia pada suaminya
" Iya mah " Seno berniat akan menelpon pengacara tapi ponsel Seno berdering lebih dulu " hallo ,iya ,apa ?,baik baik saya akan segera kesana " Seno menutup telponnya
" Ada apa pah ?" Tanya oliv ia bingung
" Mah ,papah harus ke rumah sakit terlebih dahulu , Juan dan Nissa meninggal karena kecelakaan dan Sonya kritis mah "
" apa !,astaga ,Kenapa masalahnya jadi rumit begini "
__ADS_1
Seno pergi ke rumah sakit sementara Olivia ke penjara menemui Samir .
Esok harinya
Para rekan bisnis Jay datang membanjiri kediaman William, untuk melayat.namun Jay tidak terlihat sama sekali .
" Pak hari sudah sore udah waktunya penguburan" ujar salah seorang pada Peter
Peter pun melirik istrinya ,dan bricia melirik harel " nak ,suru kakakmu turun mayat joya akan segera di kubur " perintah bricia pada harel putra keduanya
" Baik Bu " harel naik ke atas menuju kamar Jay ,Jay duduk di lantai bersandar di tempat tidurnya sambil melamun ,air mata Jay menetes membasahi pipinya.
Harel mendekati Jay dan duduk di hadapan Jay " kak ,ayo lihat kakak ipar untuk terahir kalinya , agar kakak bisa menerima kenyataan klo kakak ipar sudah tiada "
Namun Jay hanya diam dan tidak mempedulikan ucapan harel .
" Kakak,kakak harus mengikhlaskan kepergian kak joya supay kakak kuat ,jika tidak bagaimana kakak nanti bisa menjalani hidup tanpa kakak ipar ?"
Jay melirik harel " siapa yang ingin hidup tanpa joya " balas Jay lalu pergi keluar kamar.
Harel hanya bengong melihat Jay pergi dan mengikutinya dari belakang.
Jay berjalan menuruni tangga dan melewati mayat istrinya,tanpa meliriknya,keluarga hanya bengong melihat Jay pergi begitu saja.
"Jay " panggil Peter, akan tetapi Jay tidak menghiraukan panggilan ayah nya
Rani menyentuh bahu putranya " jay sedang terguncang oleh kepergian joya,dia belum bisa menerima kenyataan pahit ini ,kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi,joya harus segera di kubur,kasian joya " kata Rani penuh kesedihan
" Iya Bu ,kau benar " Peter pasrah jika joya akan di kubur tanpa Jay.harel mempersiapkan penguburan joya dan ahirnya joya di kubur tanpa Jay.
Jay mengendarai mobilnya menuju tempat kecelakaan yang merenggut nyawa joya.sesampai disana ,Jay berhenti dan turun dari dalam mobil.
Jay menangis dan berteriak " joya ......." tatapan Jay begitu terpukul
Dari kejauhan sebuah truk melintas,Jay segera berhenti menangis dan mengusap air mata nya,lalu bersiap untuk menabrakkan diri nya pada truk yang sedang melaju.
Jay berdiri diam sambil menutup mata membayangkan joya di tengah jalan .truk semakin mendekat ,supir truk menekan klakson,agar Jay pergi dari tengah jalan ,sambil menginjak rem .
Jay tetap diam berdiri ,tiba tiba Jay mendengar suara joya memanggil " Jay !"
Jay membuka matanya mencari arah suara joya memanggil .joya berdiri di samping mobil jay.jay tersenyum " joya " Jay berjalan menghampiri joya dan memeluknya.
" Kau kemana saja ? Aku mencarimu .aku fikir kau tidak akan kembali lagi padaku " ungkap Jay sendu
" Lalu kau mau apa ? Mau pulang bersama aku ?" Tanya joya dengan senyuman terlukis di wajahnya.
" Iya " Jay mengangguk bahagia dan di balas senyum mengembang oleh joya .
Supir truk bernafas lega tidak sempat menabrak Jay " dasar tidak waras " umpat supir truk ketika truknya berhenti mendadak ,lalu supir truk mengamati Jay yang sedang memeluk dirinya sendiri dan membukakan pintu mobilnya,seolah membukakan pintu untuk seseorang sambil menuntun seseorang .
Supir truk mengusap usap matanya ,lalu melihat kembali ke arah jay.setelah joya masuk ke dalam mobil ,Jay menutup pintu mobilnya ,dan berjalan ke arah pintu satunya.lalu masuk ke dalam mobilnya ,Jay tersenyum ke arah joya ,lalu pergi dari tempat tersebut.
__ADS_1
Supir truk bengong melihat kepergian Jay " dia bener bener tidak waras,sayang sekali ganteng2 tapi gila,andai dia tidak gila , sudah aku jodoh kan dengan putriku " ucap supir truk sambil menggeleng geleng kepalanya.