
Harel masuk ke dalam kamar dan langsung menuju kamar mandi . Gisel yang terkejut sekaligus bahagia akan kedatangan harel ,langsung mengejar harel ke kamar mandi .
Akan tetapi harel dengan cepat menutup pintu kamar mandi . Gisel hanya bisa mengumpat karena tidak sempat masuk . Wajahnya mengenai pintu agak keras.
"Ayang Harel ! kau dari mana saja semalam? aku menunggumu . ayang beb . Kenapa kau selalu dingin dengan ku ? Kita sudah menikah selama 3 tahun .Tapi kau tidak pernah menyentuh ku sama sekali !" Gerutu Gisel dari balik pintu kamar mandi
Tok tok tok
Gisel mengetok pintu kamar mandi sambil menempelkan wajahnya di pintu seperti orang yang sedang malas malasan .
" Ayang beb ! Kau dengar aku ! Kenapa kau tidak berusaha untuk mencintai aku . Apa karena aku gendut ? Ayang beb ! " ucap Gisel dengan nada manja
Sayangnya Harel tidak dapat mendengarkan keluhan Gisel karena suara sower yang menyala.
Dan meskipun Harel mendengarkan ucapan Gisel ,pasti Harel akan pura pura tidak mendengarkannya .
Dengan setia Gisel menunggu Harel di kamar . Tapi sepertinya Harel tidak nongol nongol . Hanya terdengar suara air mengalir .
Mungkin Harel sedang berendam dalam bathtub atau sengaja memberlama lama di dalam karena menghindar dari Gisel .
Malam sudah berlalu , kini Jay dan Anita sudah kembali setelah seharian berbelanja dan mengunjungi beberapa tempat indah yang di rekomendasikan oleh Bricia .
Anita berjalan dengan high heels setinggi 10 cm dengan tas dicanteng di pergelangan tangannya.Di depannya tertera tulisan Hermes dengan tinta emas . Dia berjalan dengan anggun . sementara Jay menggenggam beberapa paper bag berisi belanjaan Anita.
Tampaknya Bricia bahagia melihat putranya bersama putri temannya bersama seharian penuh .
" Di lihat dari sisi mana pun Anita jauh lebih baik dari pada Joya . Anita sangat anggun dan berkelas sementara Joya ! Dia hanya gadis kampung. Semoga Jay cepat menikah dengan Anita . Dengan begitu Joya dan bayang bayangnya akan hilang dari rumah ini " batin Bricia sambil tersenyum sinis
Dia memang sudah muak melihat Jay yang menaruh foto Joya disetiap sudut kamar Jay . Bahkan di ruang rahasia dalam kamar Jay , seluruhnya di isi dengan foto Joya .
Sungguh Bricia sangat tidak menyukai pemandangan itu . Tapi dia tidak punya pilihan lain selain membiarkan Jay melakukannya . Dia berharap suatu saat Jay melupakan Joya dan membuang semua yang berhubungan dengan Joya.
Seketika Sonya melintas melewati ruang tamu . Bricia melirik ekspresi Sonya yang murung saat melihat kedekatan Jay dan Anita.
" Sayang ! Bagaimana hari ini ? Kau bahagia ? Anak Tante tidak mengecewakanmu kan ? " Bricia mendekati Anita tapi matanya melirik Sonya
" Sangat bahagia Tante ! Jay membuat Anita sangat nyaman . Lihat Jay membelikanku banyak pakaian yang bagus dan indah Tante " Anita memamerkan paper bag yang ada di tangan Jay dengan santai dan senang .
__ADS_1
" Syukurlah ! Tante senang mendengarnya ! " Balas Bricia ceria dengan mata yang sesekali masih memperhatikan Sonya .
Dengan bodohnya Sonya masih terus berdiri menonton drama yang terjadi .
Walaupun hal itu membuat hatinya sakit bagai di tusuk oleh jarum .
" Tante Anita pingin ke atas dulu ! Anita sangat lelah " ujar Anita dengan nada lesuh
" Iya pergilah sayang ! " Balas bricia lalu memalingkan pandangannya pada Sonya " Sonya ! Kenapa kau masih saja berdiri di situ ! Apa kau tidak mendengar Anita lelah . Cepat buatkan Anita cokelat panas dan segera pijit Anita . Beberapa hari ini dia sudah merawatmu dengan baik .Maka kau harus membalasnya " perintah bricia dengan tegas .
Anita dan Jay hanya menyimak. Sementara Sonya mengangguk lalu pergi kembali ke dapur .
Anita berjalan menghampiri Jay . Lalu Jay menyerahkan paper bag yang ada di tangannya pada Anita .
Ketika Jay hendak berjalan menyusul Anita . Bricia menarik lengan putranya
" Jay ! Kata paranormal yang lagi viral itu, kamu akan menikah sebanyak dua kali nak . Dia juga bilang dalam dekat ini kau akan menikah. Mamah rasa kau dan Anita sangat cocok nak ! Pasti Anita orangnya " kata bricia dengan bersemangat
" Mamah ! Kenapa mamah mempercayai hal seperti itu . Dia itu hanya mencari keuntungan dari mamah " kata Jay mengingatkan ibunya untuk tidak mempercayai semua itu
Karena bagi Jay berdebat dengan ibunya tidak akan ada habisnya . Di memutuskan pergi ke lantai atas .
Bricia tersenyum senyum . Dia begitu yakin jika Jay dan Anita akan segera menikah karena ramalan itu .
Usai membuat cokelat panas . Sonya beranjak ke lantai atas . Dia membawa segelas cokelat panas ke kamar Anita .
Tok tok tok
Sonya mengetok pintu kamar Anita . Berapa detik kemudian terlihat Anita muncul dari balik pintu dengan mengenakan piyama pink . Sepertinya Anita baru selesai mandi terlihat dari rambutnya yang masih belum kering sempurna .
"Ayo masuklah " ajak Anita ramah .Sonya hanya mengangguk.
Sonya menaruh cokelat panas diatas nakas . Lalu berbalik badan untuk kembali ke bawah mengambil minyak urut .
Tapi di cegah oleh Anita. Anita segera mengambil isi paper bag yang dia taruh di atas ranjangnya .
Ternyata di dalamnya ada beberapa dress . Anita menempelkan di tubuhnya dengan kedua tangan nya sambil berputar menunjukkan pada Sonya keindahan dress miliknya .
__ADS_1
" Bagaimana menurutmu ? " Ucap Anita senang sejenak Sonya memperhatikan dress milik Anita .
Sonya tersenyum sambil menggeleng kepalanya " bagus !" Balas Sonya seadanya
" Dan yang ini " Anita menunjukkan beberapa lagi
" Semuanya bagus dan indah " sela Sonya dengan senyum
" Ini Jay yang memilih dan dia membelikannya untuk ku " ujar Anita tanpa di tanya . Dia tersenyum sambil menatap ke atas seperti sedang berfikir.
Hal itu sukses membuat mood Sonya berubah . Wajahnya jadi sedih dan cemberut.
" Sonya ! Bagaimana dengan yang ini !" Anita menunjukkan sebuah jam tangan rolex datejust lady 31m,silver floral motif diamonds Dial steel & 18k rose gold. Anita seakan pamer terhadap Sonya.
"Sonya tersenyum palsu " bagus banget " balas Sonya pura pura ceria padahal sebenarnya Sonya merasa cemburu dan jengkel .tapi dia berusaha untuk menutupi kecemburuannya .
Dari balik pintu yang terbuka sedikit , Bricia tersenyum bahagia melihat Anita memamerkan semua belanjaan yang di belikan oleh Jay untuknya .
" Bagus Anita ! Bagus ! Teruslah begitu hingga Sonya kepanasan dan berlari meninggalkan rumah ini . Dengan begitu kau dan Jay akan hidup bahagia tanpa gangguan dari wanita licik itu " gumam Bricia pelan dengan mata yang masih memperhatikan Anita dan Sonya.
" Mari kita lihat ,berapa lama lagi kau bisa bertahan ! " Tambah Bricia dengan tatapan sinis pada Sonya
Di kamar Gisel dan Harel sudah tertidur pulas . Harel kembali ke kamar setelah memastikan Gisel sudah tidur . Begitulah harel selama ini . Selalu dingin dan cuek terhadap Gisel .
Selama pernikahannya dia belum pernah menyentuh Gisel . Meskipun keduanya sesekali tidur di atas ranjang yang sama . Tapi harel selalu memastikan Gisel sudah tertidur barulah harel tidur di sebelah Gisel . Itupun dengan memunggungi Gisel .
Pluk
Dalam tidurnya kaki Gisel menendang punggung Harel yang sedang tidur pulas sampai harel terjatuh ke lantai .
" Aww punggungku sakit " gumam harel lalu bangun dari lantai dengan mata yang masih mengantuk .
Jika sedang tidur Gisel memang sangat aktif . Da sering mengubah posisi tidurnya .Itulah kenapa ketika bangun di pagi hari tempat tidur sudah berantakan . selain itu sesekali dia juga mengorok . Suaranya membuat Harel tidak nyaman . Dia selalu menendang Harel hingga harel terjatuh dari atas ranjang . Padahal harel sedang bermimpi bercinta dengan Anyelir.
Itulah kenapa Harel diam diam selalu pindah kamar setelah memastikan seluruh keluarga tidur nyenyak .
" Wanita macam apa istri yang diberikan mamahku ini ! Hah ! Sampai kapan aku bersama wanita ini . Dia selalu menendang ku hingga terjatuh .dan suara dengkurannya bikin telinga ku sakit " gerutu Harel dengan nada setengah menangis sambil mengamati Gisel yang sedang tidur terlentang dengan kedua kaki terbuka lebar sambil mendengkur keras .
__ADS_1