Kisah Pengusaha kaya raya

Kisah Pengusaha kaya raya
Chap 11


__ADS_3

malam harinya dia pun mendatangi orang tua angkatnya dan memberikan hasil kerjanya yaitu sebesar 5 juta, 1 juta dia keluarkan untuk biaya uang sekolahnya dan selebihnya dia tabung untuk masa depan.


...5 Tahun kemudian...


seperti itu lah yang telah dia lakukan setiap tahunnya sampai sekarang tidak hanya bekerja sebagai kuli-kuli saja 2 tahun ini dia juga ikut dalam pertarungan jalanan yang bisa menghasilkan uang Jika dia menang maka dia akan punya banyak keuntungan tapi jika dia kalah maka akan sedikit yang dia dapat.


sekarang ini berusia 17 tahun dan di usia ke 16 tahunnya dia harus kehilangan orang yang paling dia sayang yaitu Pamannya Hardiyanto dikarenakan penyakit jantung yang dia cerita kini, Adrian hanya tinggal bersama Bibinya yang juga mulai di serang penyakit stroke yang mengharuskan untuk tetap di tempat tidur. kehidupan Adrian seketika berubah dari Adrian kecil menjadi adrian yang dewasa sekalipun usianya baru menginjak 16 Tahun.


Bentuk Fisiknya juga sudah berubah Yang awalnya hanya sedikit otot ditubuh kini menjadi Tinggi, berotot, gaya bicara dan cara jalannya yang sangat berkharisma

__ADS_1


dengan di dukung dengan bentuk wajah tampan, matanya yang biru entah dari keturunan siapa dia miliki, rahang yang tega, mata setajam elang dan bersifat dingin yang membuatnya dijuluki sebagai Pangeran Es


Banyak gadis cantik yang mencoba mendekatinya tetapi Adrian selalu menutup dirinya dari yang lain.


Uang yang dia kumpulkan selama ini telah membeli 1 buah ruko untuk di jadikan sebuah kafe dan kafenya ini banyak di kunjungi oleh semua kalangan dan dari kafenya itu dia sudah memiliki penghasilan walaupun tidak seberapa. Dan masih banyak sisa yang tersimpan di tabungannya.


Adrian menjadi salah satu Siswa yang sangat berprestasi dari bidang manapun dari semua yang telah dia raih di belum pernah merasakan yang namanya jatuh cinta karna menurutnya menjalin sebuah hubungan akan menghambat impiannya menuju puncak kejayaannya


Tapi pekerjaannya sebagai petarung jalanan tetap dia tekuni apalagi dia menguasai beberapa teknik ilmu bela diri seperti saat ini Adrian tengah mempersiapkan dirinya untuk bertarung dengan salah satu petarung kuat dengan biaya taruhan 91.000 yen atau sekitar Rp. 10 juta jika dia menang dia akan mendapatkan setengah dari uang tersebut dan jika dia kalah maka hanya seperempat saja yang akan dia dapat.

__ADS_1


sang petarung: Hei nak gak menyerah kah? ini arena untuk orang dewasa loh bukan untuk bocah ingusan seperti mu hahaha".


Adrian yang mendengar itu langsung menjadi marah tapi dia tutupi dengan sifat ketenangannya. Dia tidak akan menyerang sebelum lawan yang maju duluan,Dengan ketenagannya dia mampu melihat pergerakan lawan tanpa di ikuti oleh perasaan emosi.


saat lawan memberikan pukulan Adrian langsung menangkap tangannya dan mengangkat tubuh lawan seperti gerakan teknik gulat dan membantingnya sehingga lawan menjadi terkapar dengan tulang rusuk patah.


Begitulah Adrian dari ketenangannya itu dia bisa menjadi sangat buas di atas ring arena.


pekerjaannya ini hanya di ketahui oleh 3 orang sahabatnya siapa lagi kalo bukan agama, hilman dan fabian. Sedangkan sang bibi tidak tahu bahwa anak angkatnya itu bekerja sebagai petarung jalanan.

__ADS_1


__ADS_2