
Dokter dengan tenang berkata " pasien kritis, kepalanya mengalami benturan yang sangat keras dan ada tulang iganya yang patah kalian harus berdoa demi kesembuhan pasien"
mereka pun kembali menangis karena kondisi suami mereka itu. tidak lama kemudian Brankar keluar dengan membawa tubuh Adrian yng tak sadarkan diri untuk di bawah ke ICU agar mendapatkan penanganan yang lebih.
Mereka terlihat menyedihkan di karenakan orang yang mereka cintai terbaring di Brankar rumah sakit dengan alat-alat rumah sakit yang menempel di tubuhnya.
Ketiga wanita cantik itu bingung bagaimana caranya mereka menjelaskan semuanya ke Anak-anak mereka yang sejak kemarin selalu menunggu sang ayah pulang tapi yang di dapat apa hanya berita kemalangan yang mereka Terima.
Fiona berkata " Apa yang akan kita katakan pada anak-anak? mereka pasti sedih kalau tahu Papa mereka Kecelakaan "
Eleanor juga tidak tahu harus mengatakan apa kepada mereka, " aku tidak tahu aku tidak mau melihat mereka sedih apalagi kalian gak liat Arvin kan yang selalu membanggakan Papa nya"
Helen berkata kepada mereka berdua " nanti kita cari solusi tapi jangan sekarang, aku gak terima Adrian di perlakukan seperti ini"
Fiona juga dengan marah mengatakan " dia sudah membuat suami kita seperti ini"
Tidak lama para orang tua dan para mertua datang untuk memastikan berita bahwa anak dan menantu mereka tidak kecelakaan tapi berita itu memang benar adanya.
terutama orang tua Adrian yang benar-benar terpukul mendengar kabar itu anaknya yang tidak lama ini bertemu dengannya mengalami kemalangan seperti ini mereka juga kasihan dengan cucu-cucu mereka.
__ADS_1
Bagaimana kalau Ketiga anak itu menjadi yatim kehilangan Ayah yang sangat mereka banggakan. Setiap waktu liburan Adrian selalu mengajak anak-anaknya ke rumah para nenek mereka dan disana juga mereka selalu menceritakan kehebatan sang Papa.
Ayah Adrian dengan menangis berkata " Jangan nak tinggalkan kami tugas kamu belum selesai masih ada Anak-anak yang menunggu kamu" katanya sambil memandang kedalam ruangan anaknya itu.
Adnan dan Amara beserta keluarga kecil mereka yang hadir di sana juga menahan tangis sambil menghibur kedua orang tua mereka termasuk adik bungsu mereka. yaitu Ardyan.
Adnan berkata dalam hati, "( Jangan tinggalkan kami, kamu adik yang baik kalau bukan karena kamu kehidupan kakak tidak akan jadi seperti ini) "
Amara berkata juga dalam hati sambil menitikan air mata, "( kamu adik kesayangan kakak. Kamu adik yang baik ingat Anak-anak kamu yang nunggu Papa nya pulang) "
Ardyan berkata dengan sedih, "(Kakak jangan tinggalin Ardyan, Ardy masih butuh arahan kakak seperti yang lalu kakak suka ngasih nasehat buat aku) "
saat ini ketiga istri Adrian berada di dekat tempat Adrian berbaring sambil memegang tangannya sambil menangis.
Fiona sambil menangis berkata " Jangan tinggalkan kami sayang, demi kami dan demi Anak-anak "
Eleanor juga menangis sesenggukan berkata"Sayang Anak-anak udah nungguin kamu mereka nanya mana Papa kami harus jawab apa nanti sayang"
Helen juga berkata " Sayang Dea nungguin kamu loh mana oleh-oleh yang kamu janjiin buat dia"
__ADS_1
Mereka selalu menemani Adrian berbicara agar suami mereka cepat-cepat sadar.
lalu kembali mereka berkata.
Helen menahan tangisnya " Sayang cepat bangun yah nanti kalau kamu sadar terserah mau ngapain"
Fiona dan Eleanor dengan kompak berbicara " Betul itu sayang"
agar mereka lebih leluasa maka mereka memutuskan untuk membawa Adrian ke ruang perawatan VIP dengan alat-alat yang masih menempel di tubuhnya, ini mereka lakukan. agar mereka bisa lebih lama mendampingi Adrian.
Kembali Adrian di bawa ke salah satu ruangan di rumah sakit itu kemudian menyewa 2 kamar VIP sekaligus agar keluarga banyak yang bisa beristirahat.
Tora dan rekan tim lain Adrian datang dengan tergesa-gesa karena mereka tidak percaya karena baru semalam Adrian memenangkan title pertamanya sekarang Adrian harus mengalami kecelakaan yang mengerikan.
Tora dengan sedih berkata kepada keluarga semuanya " Baru semalam dia memenangkan Sabuk pertamanya bahkan dia berkata akan membawa title nya itu sebagai oleh-oleh untuk ketiga anaknya, Bagaimana dengan kepolisian? " Lalu bertanya di akhir kalimatnya.
Helen mewakili kedua sahabatnya berbicara " Dia sudah dibawah ke Kantor polisi orang itu adala rekan bisnis Adrian yang pernah di buat bangkrut oleh Adrian karena orang itu suka memainkan harga pada perusahaannya"
Dengan marah Ayah Adrian " Dia sudah membuat anakku seperti ini, anak. yang selama ini berpisah dari ku yang bahkan dulu saja wajahnya tidak pernah aku lihat, tapi hanya beberapa tahun saja aku melihat wajahnya dia harus merasakan sakit seperti ini, sudah cukup dia merasakan sakitnya lika liku perjalanannya saatnya dia bisa menikmati semua kejayaannya ini" Dengan tangis.
__ADS_1
Semua menangis mendengar perkataan Ayah dari Adrian itu.