
Adrian pun masuk kedalam ruangan Dokter Ferdi dan tidak memperdulikan lagi pria itu yang di tatap kasihan oleh pasien yang lain,Tak lama setelah masalah tadi merekapun masuk kedalam ruangan Dokter Ferdi meninggalkan pria tersebut yang dibawa oleh satpam ke kantor polisi.
Dokter Ferdi mengatakan saat mereka sudah berada di dalam ruangannya " aku salut kepadamu yang tidak seperti dulu, biasanya kau akan membuatnya menjadi babak belur terlebih dahulu sebelum membawanya ke penjara "
Adrian mengatakan dengan senyumnya " kau tahu seandainya ini bukan rumah sakit aku mungkin aku sudah melakukan itu tapi aku berfikir aku akan jadi pusat perhatian jika ribut terlebih dahulu"
Dokter Ferdi tertawa mendengarnya lalu mengatakan " Hahahaha ternyata kau bisa dewasa juga Adrian"
Adrian mendelik kesal karena diejek " kau ini suka sekali mengejekku dari dulu sampai sekarang dan kau malah mengejekku di depan istriku"
Ketiga istri Adrian hanya bisa tertawa mendengar ucapan keduanya dan ada rasa penasaran kepada suami mereka karena selama ini mereka belum pernah melihat suami mereka itu menghajar seseorang.
Dokter Ferdi terus menerus tertawa melihat ekspresi wajah sahabatnya tersebut dan bertanya " lalu ada apa Seorang Taipan datang ke tempat ku yang sederhana ini? "
__ADS_1
Adrian berkata kepadanya " istri-istriku saja yang menjelaskannya apa keluhan mereka, karena hanya mereka yang mengerti "
Lalu ketiga istrinya pun mulai menjelaskan satu persatu keluhan mereka seperti Fiona yang selama sebulan ini dia belum datang bulan, Kemudian Helen yang mengeluh jika nafsu makannya tak terkendali sedangkan Elea mengeluh bahwa dia mudah sekali merasa lelah.
kemudian Dokter Ferdi pun mengerti dengan keluhan mereka dan menyuruh satu persatu istri Adrian masuk kedalam ruang pemeriksaan dan ketiganya juga harus melakukan pemeriksaan urine untuk memperjelas lagi, setelah lama berada di dalam sana dan hasil dari urine mereka bertiga pun mulai keluar maka Dokter Ferdi pun keluar dari dalam sana sambil tersenyum menatap sahabatnya itu.
Dokter Ferdi mengatakan " Wah sepertinya aku akan menjadi paman lagi dari 3 keponakan sekaligus " katanya sambil matanya tidak lepas dari kertas hasil pemeriksaannya, sedangkan Adrian yang mendengar sahabatnya itu hanya menaikkan sebelah alisnya yang pertanda bahwa dia tidak mengerti akan hal tersebut.
Dokter Ferdi mengatakan sambil menepuk pundak kekar Adrian " Selamat brother kau akan memiliki 3 anak sekaligus, istrimu sedang hamil Hahahahah" sambil tertawa lebar saking senangnya.
Sedangkan Dokter Ferdi hanya mengangguk sambil tersenyum karena dia tahu sifat sahabatnya ini seperti apa.
ketiganya langsung berkata dalam hati dengan muka yang di tekuk "( benar-benar sikapnya itu membuatku kesal sekali dasar Adrian bodoh, bajingan) " dengan tatapan tajam mengarah kepada suami mereka.
__ADS_1
Dokter Ferdi berkata dalam hati "( Adrian memang tidak pernah berubah dari dulu bahkan hingga dia berubah menjadi seorang Ayah sekarang) "
Tak lama kemudian mereka berempat pamit kepada Dokter Ferdi untuk pulang dan segera menuju kedalam mobil. Sesampainya di dalam mobil ketiga istrinya langsung saja memberondong nya dengan pertanyaan.
Helen langsung berkata dengan sinis " kau ini bukannya senang kami hamil lagi malah berterima kasih kepada orang lain" Adrian hanya tersenyum kecut mendengar omelan Helen
Fiona berkata " iya kami ini istrinya dan yang di dalam perut kami ini anakmu bukan Doker Ferdi"
Elea berkata " Iya setidaknya peluk kami atau belai rambut kami tadi saja pandangan tidak cukup 3 menit langsung saja dia alihkan ke Dokter Ferdi"
Adrian berkata " sayang bukan maksud ku seperti itu aku hanya malu melakukan itu di depan orang lain "
Fiona berkata " Tapi setidaknya ucapkan sepatah dua kata kepada kami sayang bukannya langsung mencueki kami seperti itu"
__ADS_1
Adrian pun menenangkan mereka bertiga " di rumah saja kita lakukan yah, sekalian anak-anak kita beritahu dan jadikan ini sebagai kejutan"