
Adrian pun menceritakan semua yang telah terjadi. kedua istrinya pun terkejut dan kasihan karena suami mereka di perlakukan seperti itu.
mereka langsung menghibur Adrian dengan penuh kelembutan dan Adrian berkata.
Adrian berkata dengan marah " jika itu memang maunya maka aku akan menceraikannya "
Fiona memperingatkan Adrian " sayang tolong di fikirkan lagi jangan langsung seketika mengambil keputusan "
Adrian berkata dengan Dingin " Aku sakit hati sayang baru kali ini ada yang memperlakukan ku seperti ini, jika itu orang lain aku tidak masalah tapi ini istriku sendiri, Dia seakan-akan tidak menghormatiku sebagai suami " Dengan tatapan tajam.
Fiona dan Eleanor tidak bisa berbuat apa-apa jika suaminya sudah mengambil keputusan.
dilain tempat di jakarta.
Helen yang semalam memikirkan perkataannya itu Dia menyesal berkata seperti itu ke suaminya itu, Adrian tidak salah tapi ini semua karena takdir yang tidak bisa diubah.
Dia pun keluar dari kamarnya dan menemui ibunya dan bertanya.
Helen bertanya " ma Adrian dan yang lain mana? kok gak keliatan "
Ibunya memberitahunya "loh bukannya dia pamit pulang semalam kok kamu gak tahu sih dia ngomong kalau dia biarin kami dulu sendiri karena lagi berduka"
ibunya yang melihat keterkejutan putrinya bertanya.
Ibunya bertanya menyelidik " Kamu bertengkar dengannya? "
Helen pun menjelaskan yang terjadi semalam, ibunya pun marah dan memarahinya.
Ibu menjelaskan dengan marah " Kamu ini sudah dewasa punya pemikiran matang gak sepantasnya kamu bicara seperti itu ke suami kamu sendiri, kamu tahu Papa kamu bangga punya menantu seperti Adrian, lah kamu menyesal punya suami seperti dirinya. Bodoh kamu"
Ibunya itu tidak habis pikir dengan fikiran rendah anaknya itu yang membawanya kedalam lubang kehancuran rumah tangganya sendiri.
Helen pun kembali kekamar dengan perasaan yang hancur, Papanya pergi untuk selamanya dan sekarang dia harus kehilangan suami yang sangat dia sayangi.
Helen berkata penuh penyesalan " sayang maafkan aku, semalam aku lepas kendali dan gak sadar ngomong itu ke kamu, maaf sayang kamu pasti sakit hati istri macam apa aku ini yang sudah menyakiti suamiku sendiri"
Helen pun mengambil handphone nya untuk menghubungi Adrian tapi tidak ada jawaban dari sana.
__ADS_1
Helen penuh harap" sayang angkat sayang tolong"
lalu Helen pun menelfon Fiona. Langsung diangkat oleh sahabatnya tersebut.
Fiona mengangkat telfonnya" Halo ada apa kamu menelfonku belum cukup nyakitin suami ku hah"
Helen berkata " Fiona Adrian mana tolong izin kan aku buat ngomong, Fiona aku lepas kendali aku gak sadar ngomong gitu "
Fiona memberikan penjelasan kepada Helen" Adrian tidak mau ngomong lagi sama kamu aku tahu tadi kamu coba nelfon dia kan tapi langsung di cuekin gitu aja oleh dia. Aku tahu kamu berduka tapi bukan gini caranya, Satu-satunya keluarga yang kamu miliki sekarang adalah Adrian dan ibumu tapi kamu malah menyakiti dia"
Helen kembali membujuk Fiona" aku tahu Fiona aku salah tapi tolong izinkan aku bicara sama dia"
Karena kesal Fiona pun mematikan Handphone nya, Karena baginya siapa pun yang menyakiti Pujaan hatinya itu tidak akan pernah dia maafkan.
Helen berkata dengan sangat sedih " sayang kamu marah boleh tapi jangan benci atau ceraikan aku yah aku gak bisa tanpa mu"
kembali ke makassar di mana Adrian yang terus mengingat kata-kata yang keluar dari mulut Helen yang membuatnya terngiang-ngiang di kepalanya.
Fiona dan Eleanor datang membawa minuman dan cemilan di dekatnya untuk menghibur dirinya.
Adrian mengangguk sayang dan mengelus kedua kepala istrinya itu, setidaknya jika Helen pergi ada Fiona dan Eleanor di sisinya.
Dari semalam dia menghubungi pengacaranya untuk membuat surat cerai dari pengadilan atas namanya dan Helen.
Di rumah Helen, Helen kembali menangis kencang karena mendapatkan surat cerai dari pengadilan atas namanya dan suaminya dan di sana sudah ada tanda tangan Adrian.
Helen berseru sambil menangis" Gak, gak bisa gini aku gak mau cerai dari kamu Adrian aku gak mau sayang, aku cinta sama kamu, kamu hidupku sekarang"
Dengan Terburu-buru Helen pun berkemas dan menuju ke bandara untuk terbang ke makassar meninggalkan ibu dan asisten rumah tangganya.
sesampainya di makassar diapun menuju kerumah yang pernah menjadi awal kehidupannya menjadi istri Adrian dan sekarang karena dirinya rumah itu menjadi dingin dari sebelum.
sampai di rumah dia pun langsung masuk dan menemui suaminya itu sambil membawa surat cerai mereka dan tepat saat dia masuk Adrian berada di ruang tamu sendirian. Adrian yang melihat langsung memasang wajah datar dan dingin.
Adrian bertanya sinis " gimana sudah tanda tangannya" Dengan Suara dingin dan menusuk Tidak seperti dulu yang selalu hangat dan penuh canda.
Helen bertanya dengan marah " maksud kamu kamu apa ngasih aku surat cerai? "
__ADS_1
Adrian berkata dengan sinis " loh bukannya itu yang kamu mau, bukannya kamu nyesel nikah sama aku yaudah itu aku kabulin"
Helen berkata" sayang dengar aku gak mau cerai sama kamu, Aku gak mau jauh dari kamu, aku tahu aku salah tapi itu diluar kendali aku"
Adrian juga menimpali " Diluar kendali kamu bilang, Kata-kata kamu itu yang selalu terngiang di kepalaku"
Helen " aku tahu sayang tapi " sebelum melanjutkan Adrian menyela.
Adrian menjelaskan kepada Helen dengan Datar " Dengarkan aku baik-baik aku juga pernah berduka seperti kamu dan aku juga pernah merasakan sakit yang kamu alamin tapi aku gak pernah menyakiti hati seseorang karena keterpurukan aku tapi perkataanmu itu yang seolah-olah aku gak di hargai lagi sebagai suami"
Helen memohon maaf " sayang jangan kek gini, aku mohon jangan cerai kan aku"
Fiona dan Eleanor yang mendengar suara suami mereka dengan suara seorang gadis pun keluar menemuinya dan melerai jangan sampai Adrian menyakiti gadis itu.
Fiona bertanya " sayang Helen kok kamu bisa ada di sini"
bertanya dan melihat isi surat yang di pegang oleh Helen.
Fiona memperingatkan kembali suaminya " sayang fikirkan lagi jangan langsung mengambil keputusan bisa-bisa kamu menyesal di kemudian hari"
Adrian berkata dengan lantang " Fiona ini demi harga diri ku sebagai seorang suami ini prinsip yang aku pegang teguh setelah pernikahan kita digelar, jika aku sudah tidak lagi dihargai dan di hormati sebagai suami maka aku tidak akan pernah lagi akan pernah memberikan hati ku lagi"
Helen kembali memohon " sayang kasih aku kesempatan sekali lagi buat memperbaiki semuanya. Biarkan aku tinggal di sini kalau kamu gak ngomong ke aku lagi setidaknya aku masih bisa berada di dekat kamu lagi tapi jangan bercerai aku belum siap dengan itu, aku udah kehilangan Papa sekarang aku gak mau kehilangan suamiku lagi"
Adrian yang mendengar itu pergi dari hadapan mereka bertiga dengan perasaan marah campur sedih. Marah karena harus melihat orang yang sudah menyakiti perasaannya dan sedih karena Helen masih mau mengabdi pada dirinya lagi.
Fiona dan Eleanor pun menghibur Helen karena kasihan dengannya.
Eleanor mencoba menghiburkan Helen " jangan sedih lagi Adrian pasti bisa memaafkan kamu lagi"
Helen berkata " gimana aku sedih suami yang aku sayangi telah membenci ku dan bahkan gak mau melihat wajah ku lagi"
Fiona mencoba memberikan kekuatan pada Helen" kami paham maksudmu ada baiknya kamu memberikan Adrian waktu untuk menata hatinya kembali"
Helen berkata " ini semua karena kata yang keluar dari mulutku jika saja aku tidak mengeluarkan kata sialan itu mungkin Adrian saat ini masih memelukku "
mereka bertiga pun berpelukan untuk saling menenangkan.
__ADS_1