Kisah Pengusaha kaya raya

Kisah Pengusaha kaya raya
Chap 89


__ADS_3

Tapi jika mereka menghina anak dan istrinya maka dia akan memberikan pukulan counter kepada mereka.


Kini Adrian berjalan menuju kemeja yang telah di sediakan oleh pihak acara untuknya dan untuk keluarganya yang terbilang banyak, setelah duduk kembali media menyoroti meja tempat Adrian bersama dengan keluarga kecilnya tersebut.


Adrian berkata kepada ketiganya " aku fikir aku tidak mendapatkan beberapa orang yang ku yakini sebagai relasi, sial kalau aku tahu aku tidak akan ikut kemari" dengan wajah kesal karena belum juga mendapatkan seorang relasi untuk diajak kerja sama dengan perusahaan.


Fiona berkata " kau ini tunggu saja sebentar lagi, kalau orang yang kau cari itu tidak ada lebih baik kita pulang saja daripada kau bosan disini"


Helen berkata " tapi sebelum itu kita harus menemui pengantinnya terlebih dahulu karena aku merindukannya "


Elea berkata " iya kita harus menemui Viola( nama teman mereka yang menikah malam ini) terlebih dahulu jangan langsung pulang, kita harus menghargai yang punya acara"


Tapi saat mereka mengobrol ada seorang pria paruh baya dengan penampilan yang terlihat seperti seorang pengusaha itu mendatanginya bersama dengan gadis cantik yang Adrian yakini sebagai putrinya itu.


pria itu menyapa Adrian " selamat malam Pak Adrian saya James Alexander pemilik dari perusahaan PT Bintang Jaya " sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman.


Adrian pun menyambut tangan pria itu dan berkata " selamat malam juga pak James saya Adrian dari pemilik perusahaan AAF Corporation, silakan duduk" sambil tersenyum.


James berkata " wah saya baru pertama kali ini bertemu dengan pemilik perusahaan AAF Corporation, beberapa hari yang lalu saya datang ke perusahaan anda tapi kata asisten anda, anda tidak masuk"


Adrian berkata " maaf pak waktu itu saya berada di perusahaan saya yang lain, karena ada suara masalah yang harus saya lakukan, kalau boleh tahu apa yang membuat Anda menemui saya waktu itu? "


James berkata " Saya mau menawarkan sebuah kerjasama yang menguntungkan perusahaan kita berdua pak"


Adrian yang sedaritadi mencari relasi kini di depannya sudah ada yang mau menawarkan kerjasama " kalau boleh tahu kerjasama seperti apa yang Anda inginkan terhadap perusahaan saya?"


James berkata " saya mau menawarkan salah satu tambang batubara yang saya miliki kepada anda untuk kerjasama kita pak, dengan keuntungan 80%"


Adrian bertanya menyelidik " apa tambang ini legal pak? saya tidak mau makan dari hasil yang ilegal loh pak"


James menyakinkan Adrian dengan penuh percaya diri " iya Pak ini sudah ada surat-suratnya"

__ADS_1


Tapi bukan Adrian namanya jika tidak menyelidiki dulu perusahaan tersebut agar kedepannya tidak terjadi masalah yang menghambat kemajuan perusahaannya tersebut, di akibatkan oleh investor yang hanya memikirkan keuntungan saja daripada memikirkan resiko nya apalagi ini tambang yang selalu punya resiko tinggi yang bisa menghancurkan namanya.


Adrian berkata " kalau begitu minggu depan kita bertemu di perusahaan saya yah karena kalau malam ini tidak mungkin mereka yang menikah kita yang memanfaatkannya sebagai ajang pencarian uang" dengan nada bercandanya.


James berkata " baik kalau begitu pak, oh iya ini putri saya satu-satunya namanya Natasha Alexander" Memperkenalkan putrinya yang sedaritadi memandang wajah Adrian.


Adrian yang sedaritadi dipandangi oleh wanita itu hanya bergidik dan berkata dalam hati "( mungkin tua bangka ini selalu menawarkan putrinya untuk kerjasama dan mungkin saja sudah banyak yang tidur dengannya, dibandingkan dengannya ketiga istri ku punya kecantikan yang sangat natural bahkan baru bangun tidur sekalipun ) " katanya dalam hati sambil memandangi ketiga istri dan ketiga anaknya tersebut.


sedangkan Natasha berkata dalam hati "( wah dia tampan juga kaya lagi lihat saja pakaian yang dia gunakan, ini menguntungkan bagiku dan yang lebih penting tubuhnya itu kekar walaupun tertutupi setelan tuxedo aku harus bisa mendapatkannya) "


Adrian yang sedaritadi di pandangi oleh Natasha tahu apa yang difikirkan oleh wanita ular sepertinya dan hanya bersikap cuek saja sambil mengobrol dengan ketiga istrinya itu.


Dea berkata kepada Papa nya itu " Pa Pengantinnya cantik yah, aku mau seperti itu dong Pa" sambil menunjuk Viola yang menyambut banyak tamu bersama dengan suaminya itu.


Adrian berkata " nanti kalau kamu sudah besar dan ada yang melamar Papa pastikan kamu akan lebih cantik daripada dia"


Helen berkata kepada putrinya itu " Papa benar princess Mama yang akan jadi penata rias untuk kamu"


Elea berkata " wah anak Mama mau juga kayak. princess, nanti pas kamu besar cepat bilang sama Mama kalau udah punya pacar Mama buatin acara seperti ini"


Arvin berkata " kalau aku mau jadi kayak Papa dulu baru nikah kayak tante Viola " dengan wajah penuh percaya dirinya.


Adrian berkata " bagus tuh punya kerjaan dulu baru nikah yah supaya istri kamu kedepannya gak sengsara "


Elea berkata " kalau itu sih Mama gak ragu lagi kalau kamu Arvin "


Helen berkata " wah anak Mama udah berfikiran dewasa rupanya yah, Siapa yang ngajarin"


Arvin menjawab perkataan Helen " Papa Mah katanya dulu Papa udah kayak gini baru nikahi Mama Mama "


Fiona mengelus kepala anaknya itu " memang sayang supaya kalau istrimu minta sesuatu kamu bisa beliin semuanya "

__ADS_1


Marshall berkata " kalau aku sih nanti saja Pah tapi sekarang aku mau adik bayi lagi"mereka pun melihat kearah Marshall yang tiba-tiba berkata seperti itu.


Helen berkata " loh sayang kan ada Dea sama Arvin kok mau adik lagi sih? "


Marshall berkata " yah ma kan mereka udah pada gede gak bisa di ajak main lagi"


Dea juga ikut ikutan ingin punya seorang adik " iya ma aku juga mau adik pengen di ajak main barbie "


Adrian berkata " tapi nanti yah sayang gak mungkin kan langsung jadi" tidak habis pikir dengan ucapan kedua anaknya tersebut.


sedangkan James dan Natasha yang melihat obrolan keluarga kecil itu menjadi kagum dengan didikan Adrian kepada anak-anak nya itu dan selalu berbicara lembut kepada anak-anaknya tersebut.


Fiona berkata kepada suaminya " sayang masa Marshall minta seorang adik sih "


Adrian berkata " aku juga gak tahu kalau dia mau bicara kek gitu malah di sini lagi, tapi kalian udah lepas itu kan? "


Helen berkata " udah sayang udah lama malahan"


Adrian berkata " loh selama ini aku buang di dalam loh sayang memangnya belum ada tanda-tanda begitu"


Elea tiba-tiba berkata " yang kalau aku udah sebulan yang lalu aku belum datang bulan loh"


Helen berkata " kalau aku cepat capek aja sayang gak kayak kemarin-kemarin "


Fiona berkata " kalau aku selalu mau makan sayang gak tahu kenapa"


Adrian yang mendengar keluhan istrinya itupun berkata " habis dari sini kita kerumah sakit karena selama kita melakukan "itu" aku selalu buang di dalam dan aku bisa pastiin adiknya anak-anak bakalan jadi " ketiga istrinya pun mengangguk patuh.


Adrian pun pamit kepada James dan Natasha " ah pak karena saya sudah lama disini saya mau pulang yah maaf kalau ada salah"


James juga berkata " iya sampai jumpa minggu depan yah pak nanti kita bahas lebih lanjut lagi " Adrian mengangguk dan mengajak istrinya menuju ke pelaminan untuk menemui Viola.

__ADS_1


__ADS_2