
...2 Bulan Kemudian...
selama dua bulan masalah itu terlewati, dan selama itu hubungan Adrian dan Helen belum juga membaik Adrian tetap mendiamkan Helen.
Tiba di mana pagi ini Adrian uring-uringan karenaa Eleanor dan Fiona mengalami mual dan pusing tidak seperti biasanya.
Eleanor mengeluh" Aku mual sekali dengan mencium bau masakanku sendiri "
Fiona ikut mengeluh"kamu benar sangat tidak enak"
Adrian bertanya dengan panik " Apa yang kalian makan sehingga kalian begini? "
Eleanor berkata " kami tidak tahu"
Adrian pun memanggil dokter kerumahnya karena jika dia membawa istrinya kerumah sakit takutnya akan semakin mual.
Dokter berkata " selamat tuan"
Adrian marah dan berkata" kau ini bagaimana bisa kau mengatakan selamat di saat istriku sedang sakit "
Adrian marah karena tidak tahu maksud dokter itu. Dokter itu pun ketakutan karena dia takut jika sekali saja menyinggung orang ini maka karirnya sebagai dokter akan hancur dia pun langsung menjelaskannya.
Dokter pun langsung menjelaskan " Selamat anda akan menjadi seorang Ayah tuan dan anda juga akan mempunyai 2 orang pewaris sekaligus"
Adrian yang mendengar itu langsung tertawa senang karena sebentar lagi dia akan menjadi seorang ayah Lalu dokter itupun pamit. setelah dokter itu pergi Adrian langsung memeluk kedua istrinya.
Helen yang melihat itu menjadi sedih.
Helen berkata dalam hati "( Andai saja aku tidak melakukan hal konyol kepada suami ku mungkin saat ini juga aku akan hamil seperti mereka dan sayang kapan kamu hadir di kehidupan mama, cepatlah hadir supaya Papa kamu bisa kembali seperti dulu lagi) "
Adrian bertanya penuh perhatian " kalian ingin apa sayang? ''
__ADS_1
Fiona berkata" Kami akan meminta jika kami mau"
Adrian berkata " kalau begitu kalian istirahat jika kalian ingin sesuatu panggil aku saja" Lalu berjalan keluar sebelum itu mencium kening kedua istrinya terlebih dahulu.
Fiona bertanya " Helen kenapa kau murung"
Helen menjelaskan dengan sedih" aku ingin juga seperti kalian, aku ingin hamil juga dari suami ku sendiri tapi mungkin aku harus menunggu sedikit lagi"
Eleanor berkata " kamu tunggu saja yah "
Helen pun mengangguk, Adrian yang mendengar dari luar menjadi sedih karena pernyataan istrinya itu, lalu dia berkata "mungkin aku akan mencabut hukuman mu".
pada Malam hari Fiona dan Eleanor membujuk suaminya itu.
Eleanor bertanya" sayang belum cukupkah kamu menghukum Helen seperti ini? "
Fiona berkata " sayang dia juga istrimu kau harus memperlakukannya dengan adil"
Adrian yang mendengar itu menjadi diam lalu beranjak dari kamarnya menuju ke kamar Helen.
Helen membuka pembicaraan" sayang apa kamu mau melakukanya jika kamu mau melakukannya aku siap"
tidak lama Adrian berbicara.
Adrian meminta maaf " Aku minta maaf melakukan ini kepada mu, aku juga memperlakukanmu seperti orang lain dan seperti pelac*r yang hanya datang di saat aku hanya ingin memuaskan syahwat ku saja "
Helen menggelengkan kepalanya dan berkata" tidak aku yang salah tidak seharusnya aku melakukan itu kepadamu, Aku tidak bisa menjadi istri yang baik"
Adrian menjelaskannya " Aku melakukan ini supaya kamu bisa mengerti, jika kamu tidak mencintai ku setidaknya hormati aku sebagai suami jangan memperlakukanku seperti itu lagi"
Helenpun berkata sambil memohon " kamu mengatakan jika aku tidak mencintai mu, kamu salah aku sangat mencintaimu sayang, sangat jika aku tidak mencintaimu mungkin aku akan merasa bebas saat diceraikan oleh dirimu tapi aku masih di sini"
__ADS_1
Helen ingin memeluk suaminya itu tapi takut di marahi, dia hanya bisa menangis karena telah mengatakan isi hatinya selama ini.
Adrian bertanya " jika kamu mencintai ku kenapa kamu melakukan itu kepada ku apa salahku? "
Helen berkata " kamu tidak salah, kamu suami yang baik, kamu tidak punya salah sayang, kamu sama seperti Papa ku yang selalu memberikan ku semuanya "
Helen berkata lagi " selama ini aku hanya bisa melihat kamu dari jauh, aku mau memeluk kamu tapi aku takut "
Dia pun memberanikan diri menaruh kepalanya di bahu kokoh itu, tapi Adrian tidak menahannya malah membiarkan hal tersebut Helen pun memberanikan diri mencium bahu itu dan memeluknya, sudah lama sekali dia tidak merasakannya rasanya sangat rindu.
Adrian memperingatkan " jangan pernah kamu mengulanginya lagi, jika kamu melakukan itu maka aku tidak akan mentolerir itu"
Helen berkata " iya sayang, iya "
Adrian pun bangkit dari duduknya Helen pun mengikutinya, Adrian kemudian memeluk istrinya itu dengan sayang.
Helen memeluk Adrian dan berkata" sayang aku rindu kamu, aku rindu pelukan kamu" mencium dada suaminya"
Adrian pun mencium keningnya membawanya keranjang dan langsung menindih tubuh istrinya itu.
Adrian meminta kepada Helen" aku ingin kamu seperti Fiona dan Eleanor, yang hamil anakku"
Helen pun tersenyum cerah mendengarnya baru saja dia bermimpi punya anak dari suaminya itu ternyata dia
Helen berkata " ayo sayang tolong jangan kaku lagi kayak kemarin-kemarin"
Adrian menggoda " tapi setidaknya kau keluar banyak kan "
Helen pun tersenyum karena Adrian sudah bisa bercandabercanda dengannya. Akhirnya malam itu mereka melewati malam berdua dengan penuh kasih sayang.
Helen berkata dalam hati "( Aku janji sayang tidak akan melakukan itu lagi yang membuat kita terpisah dan menjadi sebuah jarak untuk kita" Ucapnya sambil memeluk tubuh suaminya.
__ADS_1
Adrian berkata penuh harap" jadi istri yang baik yah sayang"
Helen membenamkan wajahnya di dada suaminya itu sambil mengangguk.