
setelah masalah yang berada diperusahaan Adrian berusaha mati matian agar perusahaannya itu kembali stabil hingga dia tidak tidur nyenyak selama berbulan-bulan dan bahkan dalam keadaan sakit dia tetap melanjutkan pekerjaannya.
para istrinya yang melihat itu sering menegurnya dan bahkan memarahinya.
Fiona mengatakan " sayang jangan memaksakan dirimu nanti tubuhmu tidak sanggup lagi untuk bekerja "
Eleanor juga dengan kelembutannya " sayang kamu istirahat dulu yah nanti lanjut lagi "
Helen mengatakan " Hei jangan terlalu bekerja istirahahlah dulu kamu bahkan tidak makan itu membuat kami khawatir "
Adrian yang mendengar itu menjadi senang karena di perhatikan tapi anehnya walaupun dia lelah dengan pekerjaannya itu dia tetap meluangkan waktunya untuk mengantar jemput anak-anaknya kesekolah.
seperti saat ini semalam Adrian tidur jam 4 pagi tapi pagi ini dia buru-buru bangun pagi untuk mengantar anak-anaknya sekolah.
Marshall yang mengerti keadaan Papa nya sudah memperingkatkan agar mereka berangkat pakai supir saja tapi Adrian bersikeras untuk mengantarnya.
Marshall berkata " Pa mending Papa gak usah antar kami deh kami tahu kalau Papa capek"
Adrian berkata " gak Papa akan tetap antar kalian cepat habiskan makanan kalian lalu kita berangkat "
Dea berkata " Pa kita pakai supir aja deh kami takut kalau Papa sakit"
__ADS_1
Adrian dengan kesal berkata " kalian anak Papa atau anak supir "
Arvin juga berkata kepada Papa tersayangnya " Pa jangan memaksakan kan Papa capek banget habis kerja "
Adrian tersenyum " udah kalian gak perlu khawatir Papa kuat kok" menyemangati anak-anaknya yang khawatir dengan keadaannya.
Setelah itu merekapun berangkat dan sesampainya mereka di sekolah Adrian memberi pesan kepada mereka " Ingat yah anak-anak jangan percaya sama orang Asing kalau mereka dekatin kalian langsung masuk ke ibu guru untuk minta tolong "
Anak-anak pun mengangguk mengerti kepada Ayah-nya itu dan Adrian pun pamit pulang.
Sesampainya di rumah Adrian pun menemui ketiga istrinya dan disana ketiganya sedang mengobrol satu sama lain tapi terhenti karena melihat suami mereka yang mengambil posisi baring di sofa dekat mereka.
Helen berkata " Kalau capek jangan antar jemput anak-anak dulu lebih baik istirahat "
Fiona tersenyum dan berkata " iya memang tapi kalau habis kerja terus nganter jemput mereka kamu bisa sakit loh sayang"
Adrian berkata " kamu tenang aja yah jangan khawatir "
lalu mengingat sudah berapa minggu dia tidak memberi nafkah batin kepada ketiga istrinya yang diakibatkan karena kesibukannya itu.
Adrian bertanya " sayang kapan terakhir kita melakukan itu? "
__ADS_1
Eleanor yang bingung menjawab " 2 minggu sayang ada apa sih kok nanya kayak gitu sih? "
Adrian pun berkata dalam hati " (suami macam apa aku kepuasan batin mereka tidak tersalurkan karena kesibukanku ini semua karena karyawan bodoh itu yang membuat perusahaanku hampir bangkrut dan untung saja bisa terselamatkan aku harus bisa menafkahi mereka"
Adrian langsung menarik ketiganya menuju kedalam kamar yang membuat ketiganya semakin kebingungan karena tingkah suami mereka yang tiba-tiba itu.
sesampainya dikamar mereka mulai bertanya.
Eleanor bertanya " sayang ada apa kau membawa kami kekamar? "
Helen juga bertanya " dan kenapa kau langsung bersemangat mendengar kita tidak melakukan itu selama 2 minggu? "
Adrian berkata " aku minta maaf sayang karena tidak memperhatikan kebutuhan kalian yang satu ini aku benar-benar sibuk dengan perusahaan ku sehingga lupa akan tanggungjawab ku sebagai seorang suami"
Fiona berkata " sayang kami tidak meminta itu karena kami mengerti bahwa kamu itu sedang capek jadi kami menunggu waktu yang pas saja "
Adrian pun mendekati mereka dan mulai mencium mereka Helen terlebih dahulu kemudian Fiona dan terakhir Eleanor.
setelah melakukan kegiatan menyenangkan itu mereka berempat Fiona berkata " gila biar kamu lelah sekalipun kamu tetap kuat di ranjang "
Helen berkata " iya aku bahkan tidak bisa membuka kaki ku dengan lebar karena terlalu lama di goyang"
__ADS_1
Adrian yang mendengar itu menjadi tertawa karena tingkah ketiganya itu.