Kisah Pengusaha kaya raya

Kisah Pengusaha kaya raya
Chap 49


__ADS_3

Adrian berkata " Nanti setelah berkemas kita langsung ke bandara yah sayang dan naik jet pribadi ku menuju ke makassar, nggak apa-apa kan kalau kita bareng keluarga ku? "


Helen berkata dengan lembut " Nggak apa-apa kok sayang itu kan kewajiban kamu juga kamu yang bawa mereka kemari, kamu juga harus bawa mereka kembali"


Fiona juga berkata" Iya, kan kita mau lihat rumah yang ingin kamu beli untuk mereka kan"


Eleanor berkata kepada Adrian " Betul, Kami juga yang akan nilai rumah yang cocok untuk orang tua dan kakak kamu"


Fiona menatap tajam Adrian sambil. menunjuknya " Dan jangan protes kalau kami nggak suka dengan rumah itu, karena kami ingin mereka juga nyaman tinggal di rumah baru mereka" Adrian pun mengangguk mengerti dan berterima kasih karena sudah mau membantunya memikirkan semuanya. Ketiga istrinya pun mengelus Tubuh belakang Adrian.


Adrian kembali menjelaskan rencananya itu


" nanti orang suruhan aku yang datang bawa barang kalian yang lain, sementara ini baru pakaian kalian saja cuma kalian bawa aja sedikit aku udah nyuruh asisten ku untuk beliin kalian pakaian mulai dari Pakaian rumah,pakaian tidur,****** ***** dan Bra kalian sesuai dengan ukurannya masing-masing " Jelasnya panjang lebar


Fiona curiga dengan kata-kata suaminya itu


" ok Aku ngerti, dan juga Kok kamu tahu ukuran kami masing-masing sih? Padahal kamu belum pernah menyentuh namun hanya sebatas ciuman saja tidak lebih" Pun heran dengan suaminya yang tahu semua tentang dirinya bahkan ukuran privasi mereka pun Adrian sudah tahu.


Adrian menjelaskannya agak ketiga istrinya itu tidak salahk paham" Aku tahu saat kalian di toilet kan ada tuh baju kotor kalian sempat di keranjang pakaian kotor karena ada niat mau beliin kalian baju untuk di rumah makassar tapi aku gak tahu ukuran pakaian kalian dan juga malu nanya jadi yah aku periksa trus aku catat deh ukurannya makanya aku tahu"


Eleanor tertawa " kamu gak hanya Lincah di atas Ring tapi kamu juga lincah soal masalah begituan"


Helen juga berkata dengan menyelidik" iya aku pengen liat isi otak kamu itu apa kayak kancil tau gak"


Adrian dengan narsisnya berkata" kalau aku gak kaya gini, aku gak mungkin jadi suami kalian" Ucapnya dengan bangga.


Selesai mengepack Pakaiannya masing-masing, mereka pun bergegas untuk menuju ke bandara di antar oleh supir Adrian di ikuti oleh Rombongan keluarga Adrian.


Disamping itu Mereka pun naik ke dalam pesawat dan terbanglah mereka menuju ke makassar. sesampai di makassar mereka pun makan siang terlebih dahulu di salah satu Rumah makan terkenal di makassar keluarga Adrian pun juga ikut.


sepanjang mereka makan Adrian selalu membantu mereka seperti memerankan jeruk nipis, mengambil krupuk dan memberikan sambal untuk mereka, dan selama itu juga kedua orang tua Adrian memperhatikan Adrian yang sangat perhatian terhadap ketiga istrinya.


Eleanor bertanya sambil menyantapnya

__ADS_1


" apa nama makanannya enak sekali? sambalnya pun pedes banget " yang memuji makanan tersebut.


Adrian menjelaskannya" itu sop saudara Khas pangkep makan sop saudara nggak akan enak kalau nggak sama dengan ikan bakarnya, ayo makan sayang"


Fiona berkata dengan wajah senang" Selama di jakarta aku belum pernah makan makanan seperti ini ternyata enak cuma mangkuknya kecil nggak cukup kalo cuma sekali ini"


Helen yang ingin terus kesana" Kamu benar, Sayang nanti kita kesini lagi yah"


Adrian mengiyakan " Siap Bosku kalau kalian mau nambah bilang aja yah" mereka pun mengangguk.


tapi ada yang membuat mereka Jadi heran.


Fiona bertanya sambil menatap ngeri " Sayang emang kamu gak sakit perut kalau makan pedas, itu lihat di mangkukmu merah banget pas aku coba tadi aku sampai minum 2 gelas air es"


Adrian berkata " Aku suka makanan pedas sayang jadi maklumi aja"


Helen dengan muka khawatir kalau suaminya itu sakit perut " gimana mau maklum sambelnya yang punya warung mau habis. Ingat-ingat loh yang nanti sakit perut loh"


Eleanor juga mengelengkan kepalanya" kami juga suka makanan pedas, tapi gak segila kamu makan"


Adrian menjelaskan kebiasaannya setiap akan ke kantor" Aku kalau sebelum ke kantor harus makan 2 atau 3 biji cabe supaya sampai di sana langsung marahin karyawan kalau ada yang salah"


Helen bertanya " waktu kita kencan pertama kali aku gak lihat kamu makan pedes"


Adrian menjelaskan " Kan aku request dulu sebelum pesen misalnya yah aku pesen steak maka aku nyuruh pelayannya itu buat nuangin sambelnya di steaknya langsung jadi nggak keliatan"


Fiona pun mengerti dengan ucapan sang suami" Pantesan yah tapi kok waktu sarapan kamu kok gak makan pedes"


Adrian berkata dengan kesal " kamu mau aku mati, aku takut juga kali kalau pagi-pagi langsung makan yang pedes, kalau kekantor kan aku biasanya siang jadi gak mempengaruhi pencernaan kan karena perut udah ada isinya"


Eleanor berkata " sekarang aku udah tahu kesukaan kamu"


Adrian tersenyum mendengar ucapan Eleanor" bagus dong siapa tahu nanti kan kalian masakin gitu banyakin cabai nya "

__ADS_1


Fiona berkata tidak ingin di bantah " kami masakin kamu cuma cabai nya dikurangin yah gak baik"


Adrian berkata penuh harap" Yah, nggak apa-apa dong demi menyenangkan suami gitu masakin kesukaannya"


Ayah Adrian ikut dalam pembicaraan " Waktu pertama kali datang kerumah aja minta di masakin telur balado terus cabai nya 10 biji"


Adnan berkata sambil. membayangkannya" iya kakak yang nyobain aja langsung nyari air buat minum karena saking pedesnya "


Amara berkata sambil memasang muka heran " nah dia makannya kayak gak terlihat pedes malah makan kayak biasanya "


Helen bertanya ke mertuanya " kok bunda mau sih masakin dia makanan pedes"


Bunda menjelaskannya " Yah bunda kan sayang anak apalagi waktu itu bunda kangen banget sama dia jadi buatin deh, Bunda gak tahu dia nurunin siapa tingkahnya, Badan kekarnya aja Bunda gak tahu Ikut siapa"


Adrian menjelaskan " Adrian di ajarin sama Ayah Hardi bun katanya kalau mau jadi laki-laki sejati harus kuat makan pedes supaya tahu kehidupan itu lebih pedes dari pada sebuah cabai"


Ayah berkata " Wah kak Hardi nge didik kamu sampai segitunya yah kakak dan adik kamu aja paling ringan makan pedesnya itu 1 atau 2 biji selebihnya itu mereka gak kuat"


Bunda ikut membenarkan Ayah anaknya itu " mungkin Kak Hardi merasa bahwa dia nggak akan selamanya berada di dekat Adrian Yah jadi dia nge didik kayak gitu makanya perjuangan Adrian sampai ke titik ini juga karena didikan dia"


Adrian kembali menjelaskan " Awalnya Ibu Rahma marah sama Ayah Hardi karena waktu itu Adrian baru umur 7 Tahun tapi Ayah Hardi ngomong jangan terlalu memanjakan anak nanti dia nggak akan bisa apa-apa tanpa kita itu katanya, Jadi yah sampai sekarang kenapa suka pedes yah dari situ"


Fiona berkata dengan gemas" suka pedes sih suka pedes tapi jangan sampai segitunya juga dong "


mereka berkata secara bersamaan " iya"


Adrian hanya tertawa mendengar istri dan keluarganya kompak mengomelinya, kemudian melanjutkan makannya dengan santai.


Habis itu mereka pun mengajak keluarga Adrian melihat rumah yang akan di beli sambil menilainya mana yang cocok.


Rumah orang tua Adrian Dinilai udah cocok untuk masa tuanya. Tapi rumah untuk Adnan dan Amara di nilai jelek oleh mereka dan memilih mode lain yang langsung di tempati saat itu juga. Adrian pun membayar keseluruhan Rumah itu ialah Rp 4 milyar.


uang segitu bagi Adrian uang yang kecil karena penghasilannya dari bermain film, menjadi petarung UFC dan seorang pengusaha kaya raya yang memiliki perusahaan dimana-mana dan menguasai seluruh industri bisnis di dalam maupun di luar negeri. Tidak akan mengurangi uangnya yang ber triliunan rupiah.

__ADS_1


Setelah membeli Rumah mereka pun ke salah satu Toko Toserba yang menjual perabotan rumah tangga Mereka pun membeli Ranjang, Lemari, TV, peralatan Kamar mandi, meja untuk lampu, AC, Kompor untuk memasak, Dispenser, Kulkas dan masih banyak lagi dan kesemua itu di bagi menjadi 4 yaitu 2 di rumah Ayah dan Ibu Adrian karena Ardyan juga membutuhkan Ranjang di kamarnya, 1 untuk Di rumah Adnan dan 1 untuk di rumah Amara. Adrian membayar semuanya sebanyak Rp 500 juta untuk semua perabotan yang dia beli.


__ADS_2