
Sudah 2 hari Adrian tidak mau menemani kedua istrinya berbicara karena masalah penculikan anak-anaknya hingga kedua istrinya itu menjadi kesemutan karena di diamkan.
Fiona berusaha membujuk suaminya itu agar tidak mendiamkannya dari kemarin " Sayang ayo ngomong dong jangan diam aja " bujuknya.
Helen pun tidak mau ketinggalan " Sayang jangan kayak gini dong, ayo ngomong dong aku kesepian nih ''
Adrian hanya diam saja bahkan tidak mau melirik mereka tapi hanya Eleanor yang merasakan keromantisan suaminya itu.
Adrian berkata dengan khawatir ke Eleanor yang mulai agak mengurus " kamu ini makan apa tidak kok kurus sekali? "
Eleanor berkata " yah namanya juga perempuan sayang wajar kalau agak langsing karena kami harus jaga tubuh"
Adrian berkata " ya tapi kan kalau kamu kurus kayak begini nanti Daddy Sama Mommy mu nyalahin aku karena gak ngasih kamu makan. Kamu makan kan? "
Eleanor menjawab perkataan Adrian " ya makanlah kamu tahu gak diantara yang lain cuma aku yang paling banyak makan"
mendengar obrolan keduanya, kedua istri Adrian menjadi jengkel karena tidak dianggap ada oleh Adrian.
Helen berkata " Hei kami juga ada di sini kenapa kamu cuekin kami sih? "
Fiona juga berkata " Eleanor coba ngomong sama Adrian dong jangan diam terus kan kami gak enak kalau dia nggak nemenin kami"
Mendengar itu keduanya pun beranjak dari sana menuju ke ruang makan, Adrian memaksa Eleanor agar makan banyak agar tubuhnya itu tidak terlalu kurus.
Adrian berkata sambil mengambilkan beberapa sendok nasi " ayo makan kamu itu harus
makan "
__ADS_1
Tidak lama ketiga anak-anaknya yang sedari tadi berada dikamar karena sedang mengerjakan PR.
Eleanor bertanya " Kalian udah nyelesain tugas kalian kan Mama tidak mau dipanggil guru kalian karena kalian gak ngerjain tugas "
Dea berkata " sudah dong ma semua PR nya udah kami kerjakan mama tenang aja"
Adrian berkata " Iya jangan sampai kalian malas yah Papa mau kalian semuanya berhasil kedepannya " sambil membelai kepala ketiga anaknya.
Arvin bercerita " Pa kemarin kan aku punya Tugas disuruh tulis biografi idolanya Arvin "
Adrian pun bertanya " Terus kamu tulis apa sayang kasih tau Papa dong " Adrian sangat menyayangi anak keduanya ini karena anaknya ini suka sekali mengekor kemanapun dia pergi selain kedua sodaranya.
Marshall juga berkata " aku juga disuruh buat tugas kayak gitu sama bu guru"
Adrian berkata " terus kamu tulis apa nak" Sambil membelai anak pertamanya ini.
Marshall juga tidak mau ketinggalan " aku juga tulis itu guru ku nanya Papa kamu siapa jadi aku jawab Adrian azzam Faturrahman mereka langsung mengerti siapa Papa aku"
Dea menjadi cemberut karena mendengar itu " kok aku gak dapat tugas kaya gitu sih kan aku mau juga nulis tentang Papa "
Arvin berkata " kan guru kita beda dek mungkin nanti kamu akan dapat tugas kayak gitu"
Marshall mengejek Dea " siapa suruh lahirnya terlambat kan gak dapat tugas kayak gitu "
Dea tidak mau kalah " ih aku terlambat lahir supaya aku bisa jadi anak kesayangan Papa kan aku satu satunya anak cewek Papa, kata orang yah Ayah itu cinta pertama anak perempuannya "
Adrian yang mendengar perkataan putrinya bertanya " siapa yang ngasih tahu sayang? "
__ADS_1
Dea menjawab " Guru aku kan Dea dapat tugas bikin puisi untuk Ayah jadi aku nanya kok. harus bu guru jadi bu guru bilang Ayah itu cinta pertama anak perempuannya terus dia jelasin kalau nanti aku nikah aku bakalan pisah sama Papa karena tanggungjawab nya sudah selesai jagain aku"
Adrian berkata dalam hati "( ya Tuhan siapa yang mengajari soal seperti ini kepada Putri ku baru usia sebegini pemikirannya sudah dewasa sekali) "
terus Arvin berkata " kalau guru ku bilang Ayah itu sahabat pertama anak laki-laki nya"
Marshall berkata " kalau pemikiran aku Papa itu panutan aku dan kedepannya aku akan seperti juga"
Adrian senang mendengar semua pengakuan anak-anaknya yang selalu membanggakan dirinya.
Adrian berkata " kalau punya anak sebahagia ini aku mau anak lagi kayak mereka" menunjuk ketiga anaknya dan melihat kearah Eleanor.
Eleanor berkata " aku juga mau anak lagi anak-anak juga semuanya sudah besar jadi kita bisa lakukan kebetulan aku juga sudah lepas IUD"
Adrian pun sumringan " baik anak-anak malam. ini kalian harus cepat tidur "
Arvin bertanya dengan polos " loh kenapa Pa? "
Dea bertanya " Pa kalau kita punya adik lagi Papa gak lupain kami kan? "
Marshall bertanya " Pa aku bakalan punya adik lagi? "
Adrian berkata " ya malam ini kalian harus tidur, kalau kalian punya adik Papa gak akan lupain dong dan doakan saja semoga adiknya jadi yah"
Eleanor berkata " oke anak-anak kalian habiskan makanannya dan Papa nanti kita bahas ini nanti malam yah " Adrian pun mengangguk mengerti.
Adrian berkata dalam hati "( akhirnya aku bisa punya anak lagi, impian ku untuk banyak anak akhirnya bisa terwujudkan) "
__ADS_1
mereka pun kembali makan dengan hikmat diiringi dengan obrolan kecil dan ocehan lucu anak-anak.