Kisah Pengusaha kaya raya

Kisah Pengusaha kaya raya
Chap 76


__ADS_3

Mereka terus memanggil Adrian tapi tetap tidak digubris oleh Adrian hingga pagi menjelang. Adrian kembali mengecek handphone yang sejak semalam selalu berdering karena panggilan dari istri-istrinya itu.


Adrian berkata " maaf aku begini agar mengerti keadaan ku bukan malah menyalahkan yang bahkan bukan kesalahan ku, ini semua karena lusi"


Bunda Adrian yang mendengar dari luar menjadi mengerti kenapa anaknya itu tiba-tiba datang menginap kemari tanpa adanya penjelasan yang jelas.


Bunda Adrian masuk kedalam dan duduk disamping anaknya itu dan berkata " kalau kamu punya masalah rumah tangga jangan langsung pergi selesaikan dulu"


Adrian berkata " aku tahu Bun cuma kemarin itu anak-anak di culik sama mantan pacar ku malah aku yang disalahkan sama mereka seakan-akan aku ini penyebab dari penculikan itu"


Bunda Adrian berkata " wajar nak kalau mereka kalut itu insting mereka sebagai ibu dan kekhawatiran seorang ibu"


Adrian berkata " tapi jangan aku juga dong Bun yang disalahkan "


Bunda Adrian berkata " Bunda tahu tapi kamu jangan bersikap seperti anak kecil yang jika ada masalah langsung pergi dari rumah, kalau memang kamu marah tinggal saja di rumah jangan temenin mereka ngomong jangan pergi"


Bunda Adrian pun menyuruh Adrian pulang " udah sekarang kamu siap-siap untuk pulang Bunda bukan ngusir kamu tapi Bunda mau rumah tangga kamu itu baik-baik aja"

__ADS_1


Adrian mau tidak mau mengikuti perintah Bunda nya dan pamit untuk pulang kerumahnya untuk menemui anak-anaknya.


Sesampainya dirumahnya Adrian disambut oleh ketiga istrinya itu tapi dia tetap cuek saja dan terus berjalan masuk kedalam.


Fiona berkata " sayang kamu dari mana? " tapi tidak di gubris.


Eleanor juga bertanya " sayang kamu lapar gak kami buatin makanan"


Adrian melihat kearah Eleanor dan merangkul istrinya itu kedalam Adrian tahu bahwa kemarin Eleanor tidak ikut memarahinya makanya dia baik baik saja kepadanya tapi tidak dengan Helen dan Fiona.


Eleanor dengan bahagia pun masuk kedalam dan mengambilkan suaminya itu makanan.


Helen berkata dengan kesal " kamu kenapa sih gak gubris perkataan kami hanya Eleanor saja yang di senyumin bahkan dipeluk" Adrian tidak menjawab hanya cuek saja dan hanya menemani Eleanor mengobrol.


Eleanor bertanya " kamu darimana sih semalam aku nyariin kamu loh? "


Adrian tersenyum " rahasia dong sayang, oh iya anak-anak kemana kok gak keliatan "

__ADS_1


Eleanor pun mengatakan " mereka ada dikamar sayang mau panggilin? " Adrian pun mengangguk di seberang sana Helen dan Fiona semakin kesal karena di diamkan oleh suaminya itu.


Fiona berkata kepada Helen " ini semua karena kamu yang mancing emosi ku coba kemarin kamu gak ngomong kayak gitu mungkin saat ini hanya kamu yang didiami sama dia"


Helen dengan marah berkata " kok aku yang disalahkan salah kamu sendiri yang mau terpancing udah deh kamu diem aku juga pusing lagi mikirin gimana caranya Adrian mau ngomong lagi sama kita "


tak lama anak-anak pun datang dan langsung berlari memeluk Papa nya itu.


Marshall bertanya " Papa darimana sih? semalam kami nyariin loh Pa"


Adrian berkata " Papa lagi nyari angin nak yang penting kan Papa udah pulang "


Arvin berkata " aku kira Papa kerja lagi kayak kemarin-kemarin "


Adrian berkata " gak kok kerjaannya udah selesai sekarang Papa mau main sama kalian "


mereka pun melompat ke gendongan sang Papa kecuali Marshall yang sudah tidak mau lagi bertingkah seperti itu dan malah berlari di belakang Papa nya dan mengikutinya.

__ADS_1


__ADS_2