Kisah Pengusaha kaya raya

Kisah Pengusaha kaya raya
Chap 78


__ADS_3

mereka pun kembali makan dengan hikmat diiringi dengan obrolan kecil dan ocehan lucu anak-anak.


Pov Fiona


Sial gara-gara karena hasutan dari Helen Adrian mendiamkan aku bahkan dia tidak mau melihat wajahku dan hanya Eleanor yang selalu menempel padanya dan bahkan Adrian dengan Elea bermesraan di depan kami.


Aku berkata kepada Helen dengan kesal " sudah berapa hari ini Adrian tidak mau ngomong dengan kita bahkan ngeliat wajah kita aja dia enggan".


Helen berkata kepadaku " gak hanya kamu yang resah aku juga kamu tahu selama ini Adrian sudah pernah memberikan ku kesempatan beberapa tahun yang lalu"


aku berkata kepadanya " kamu sih malah memancing aku kalau aku gak kepancing sama omongan kamu mungkin yang bermesraan dengannya bukan hanya Elea tapi aku juga"


Helen tidak terima berkata " lah salah sendiri mau kepancing lagian yah saat itu bukannya kita kalap kan saat itu anak-anak sedang diculik jadi aku lepas kendali "

__ADS_1


Aku mengabaikan ocehan Helen yang berada di dekat ku sambil melihat kearah Elea dan Adrian.


Bahkan saat akan berhubungan saja Adrian dan Elea suka berada di kamar lain, biasanya jika 2 diantara kami ada yang malas berhubungan maka Adrian akan menggauli kami di kamar yang sama tapi sekarang Adrian malah menggagahi Elea di kamar lagi.


mengingat sudah berapa hari ini kami juga tidak di berikan jatah oleh Adrian. Adrian sih gampang sekalipun dia marah kepada kami dia bisa bermain dengan Elea yang bebas.


Sial aku nyesel banget ngebentak dia bahkan nuduh dia yang enggak enggak, sekarang lihat kan dia serem kalau lagi marah dia bisa berminggu-minggu gak nemenin kami ngomong.


waktu pertengkarannya dengan Helen waktu itu saja dia bahkan mendiami Helen selama berbulan-bulan walaupun dia menafkahikannya lahir dan batin tapi hatinya dalam keadaan penuh amarah dan menahan rasa kecewa kepada Helen.


berkali-kali aku mencoba meminta maaf kepadanya tapi tetap saja tidak ada respon.


seperti saat ini aku tidak sengaja berpapasan dengannya saat akan masuk kekamar.

__ADS_1


aku berkata kepadanya " sayang mau sampai kapan kamu diamin aku, maafin aku "


tetap saja dia selalu diam aku ibarat berbicara dengan patung yang berada di toko branded, suami tampan ku selalu berpegang teguh pada prinsipnya, benar-benar laki-laki yang keras tapi bijaksana dan sangat menyayangi keluarganya.


saat pertama kali punya anak saja Adrian bahkan tidak membiarkan kami mengambil mereka dengan alasan kalian harus banyak istirahat, dia hanya memberikan mereka jika salah satu diantara mereka atau ketiganya haus.


makanya sampai sekarang anak-anak tidak ada yang mau berpisah dengannya bahkan hanya beberapa hari saja.


pernah satu kali Adrian sedang ada jadwal laganya dengan salah satu petarung yang mengharuskannya berada di Amerika untuk beberapa minggu, dia melarang kami untuk ikut dikarenakan saat itu anak-anak masih sangat kecil, tapi anak-anak ini tahu jika Papa nya tidak ada bersama mereka, anak-anak langsung saja menangis karena selalu mencarinya bahkan Arvin yang selalu dekat dengan Papa nya menjadi demam yang membuat aku menjadi gelagapan.


bahkan orang tua kami dan orang tua Adrian tidak bisa menenangkan mereka jadi saat Adrian mengetahuinya Adrian langsung saja memesankan kami tiket untuk kesana selama beberapa minggu.


dan benar saja saat mereka bertemu dengan Papa nya mereka langsung saja tidak mau lepas dari gendongannya yang membuat sang Papa menjadi kewalahan.

__ADS_1


melihat anak-anak yang begitu menyayanginya membuat ku sangat yakin bahwa Adrian adalah suami dan Ayah yang baik.


aku sekarang berharap bahwa Adrian kembali berbicara kepadaku, bermesraan denganku dan memandang wajahku ini


__ADS_2